Democracy, Expatriate, and Self-Nationalism
Kulirik jam tangan yang tertera di atas nightstand-ku. 7.00. Duh, calon pemimpin bangsa kok menolak bangun pagi? Ah, tiba-tiba teringat saja, kan, sama sindiran Kakakku. Seperti tidak terima saja kala
0
0
Bukan Hanya Sekedar Teman Biasa
Di tengah-tengah keheningan malam itu, terdapat tiga orang pria yang lagi asyik berbincang-bincang mereka adalah Jontik Asa dan Losi. Kita sudah tamat di bangku SMP. “Bagaimana untuk melanjutkan ke je
0
0
Menembus Langit
Adi Nugroho merupakan salah satu harta emas paling berharga milik indonesia. Adi yang masih berumur 16 tahun, berhasil menembus skuad tim nasional senior. Dengan umur yang masih sangat belia, Adi menj
0
0
Arta Bayangan Nyataku
Namaku Nasha. Sekarang aku kuliah di salah satu universitas negeri di Indonesia. Hari demi hariku begitu rumit, setiap hari aku harus membuka satu persatu buku-buku tebal ini, bertatapan dengan monito
0
0
Impian Seorang Gadis Miskin
“Hari ini kita akan membahas tentang impian.” Ucap bu Tya, guru Bahasa Indonesiaku. “Tuliskan apa impian kalian serta beberapa alasan kenapa kalian ingin menjadi seperti itu pada satu lembar kertas. M
0
0
Cita Cita Ayahku
Rumah ini memang sudah agak tua, umurnya hampir dua kali lipat umurku. Gerbangnya hijau, tersusun dari besi yang agak renggang dan berkarat, dengan pagar bercat oranye menyala. Ranting dan dedaunan po
0
0
Winnera
Namaku Winnera Saraswati aku dilahirkan dengan keadaan hanya memiliki satu tangan. Ibuku memberi namaku Winerra karena Ibu berharap suatu saat aku akan jadi pemenang. “Winnera.” diambil dari kata Winn
0
0
Mengejar Mimpi
Namaku Parlindungan Purba. Aku dipanggil Parlin. Aku lahir di Samosir. Sejak kecil aku ingin menjadi karateka terbaik dan ingin membawa nama Indonesia ke ajang INTERNASIONAL. Sejak umur 6 tahun aku mu
0
0
Paruh Baya Yang Berjasa
Sinar mentari pagi mulai terpancar dari balik awan putih yang terus bergerak menjauhi sang surya mengikuti alunan angin. Juga terdengar seruan dan kicauan burung-burung yang terbang menyusuri langit b
0
0
Guruku Inspirasiku
Kembali ku tajamkan pendengaran di telingaku. Mendengarkan materi apa yang bisa tertangkap dengan jelas oleh kedua telingaku. Aku saat ini berada di ruangan yang tersusun rapi beberapa baris meja dan
0
0
Secercah Harapan Di Helaian Kain Pelangi
Ini adalah kisah seorang gadis tegar yang terlahir dalam keluarga sederhana, namun tidak kekurangan kasih sayang. Gadis tersebut bernama Rita. Ayahnya hanya seorang petani, sedangkan Ibunya berdagang
0
0
Ladies Night Story
Namaku Nikita, seorang gadis yang mendapatkan nasib yang kurang begitu beruntung. Orangtuaku membuangku di panti asuhan, tahu alasannya apa? Yang jelas selama ini aku tinggal di panti asuhan sebelum a
0
0
Roda Kehidupan
Senyum hangat mentari sore datang menyapa, langkah kaki yang mulai tertunda-tunda, keringat yang seolah-oleh turut menyapa wajah ini. Beginilah keadaanku hari ini. Sepulang dari kampus dengan jalan ka
0
0
Emak (Part 1)
Gemuruh suara guntur terdengar lirih di kejauhan menyelimuti ruang gelap kami. Hempasan angin bercampur tempias air hujan membasahi jendela kecil rumah petak persegi ini. Jam sudah menunjukkan pukul 6
0
0
Emak (Part 2)
“Rehan, jenazah Emak sudah siap dibawa ke masjid untuk disalati,” Suara Ustad Rahman menyadarkan aku dari lamunan. “Iya ustad. Mari kita bawa ke masjid” Jawabku. Matahari sudah condong ke arah barat.
0
0
Ketidaksempurnaan
Apa hal yang lebih buruk daripada seorang penari yang kehilangan kakinya? Mimpi buruk yang tidak pernah terbayangkan telah menimpa gadis itu. Kecelakaan mobil lima tahun lalu membuatnya harus kehilang
0
0
Tentang Indonesia
Di sebuah Cafe di Kota Bandung, di kala itu cuacanya sering hujan. Terlihat dua orang remaja laki-laki yang sedang duduk di meja yang sama. Masing-masing dari mereka sudah memesan segelas kopi yang ra
0
0
Mainan Dari Bapak
Dalam pekat gelap dan gemerlap cahaya rembulan yang membaur di malam itu. Di masa ketika tubuhku yang mungil masih muat berendam dalam sebuah ember. Sembari mencoba memejamkan mata, tetap jelas terlih
0
0
Selamat Makan, Ayah
Aku pernah melihat orang itu. Tidak hanya satu kali. Bahkan berkali-kali. Tapi aku belum mengetahui siapa namanya. Aku hanya mengenal wajahnya saja. Melihat dia seperti melihat ayah. Wajahnya menumbuh
0
0
Membantu Anak Yatim Piatu (Part 1)
Di suatu pagi yang cerah, tepatnya hari Kamis. Ada 4 orang sahabat yang pergi ke sekolah bersama-sama. Mereka adalah Winda, Bunga, Naufal, dan Azidan. Mereka sudah bersahabat sejak SMP. Sekarang merek
0
0