Senyuman Hitam Dibalik Ketidakadilan Semesta
Tangis haru menyeruak memenuhi kediaman rumah john. Semua orang sangat sedih atas kepergian john. John adalah sosok laki-laki yang selalu berusaha untuk membuat orang-orang disekitarnya merasa bahagia
0
0
Malaikat Moga Bersayap
Beberapa tahun yang lalu aku datang ke bumi, melangkah menyusuri daerah pedesaan di timur. Dan di ujung jalan kutemui rumah di sebelahnya sebuah kebun. Dan kutemui seseorang yang bekerja sampai kelela
0
0
Usaha dan Cita Cita
Pukul 3 pagi, ayam-ayam telah berkokok dengan bersautan, Mak rum segera bergegas bangun dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya ke ruangan samping beliau tidur untuk membangunkan suaminya Pak Ha
0
0
Melawan Harapan Keluarga
“Pokoknya aku gak mau ma” Aku pun pergi menuju ke kamarku, rasanya lelah setiap kali aku harus bertemu lalu beradu mulut dengan Mama, aku tahu tujuannya untuk membantuku tapi sebagai remaja yang selal
0
0
Pahlawan Hati
“bun aku menang dalam olimpiade kabupaten loh bun, bunda harus lihat ini” dengan penuh semangat dan senyum yang mengembang di pipinya dan menyodorkan piagam ke bundanya. “bunda sibuk kamu keluar dulu
0
0
Sepucuk Surat dari Bapak (Part 1)
“Plak…!!” Begitu kerasnya tamparan yang mendarat di pipiku, kepalang bukan main sakitnya, terasa perih, panas dan pegal tentunya. Pipiku langsung merah lebam. Tapi aku tidak peduli dengan kondisi fisi
0
0
Kado Terindah dari Ayah
Aku gadis piatu yang hidup bersama Ayah dan Nenekku. Nenek yang begitu sayang dan begitu memanjakanku. Bahkan rela mati untukku. Sedangkan ayahku yang tak pernah memelukku bahkan mencium keningku saat
0
0
Ngobrol Bareng Bapak
Aku anak terakhir alias anak bungsu dari tiga bersaudara. Aku memiliki satu orang abang dan satu orang kakak. Aku begitu dekat dengan kakakku, namun sayangnya aku tidak terlalu akrab dengan abangku. S
0
0
Aku Benar dan Kamu Salah
Aku berteman dengan siapa aja kok? Watak peduli sesama Watak mmbagus watak “saya benar” Mungkin awalnya biasa, tapi dari situ dimulainya cerita Kita cinta karena sering jumpa Bukan salah kita, tapi sa
0
0
Penyuka Senja yang Membenci Senja
Aku menyukai senja, namun juga membencinya. Langit diwaktu senja memang indah, namun keindahan itu tak didukung dengan sebuah kenangan yang indah pula. Setiap senja datang, aku selalu berseru, “Kenapa
0
0
Pesona Keabadian Rindu (Part 1)
“Cinta adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia. Ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnya lah yang berlain-lain menerimanya. Jika ia jatuh di t
0
0
Persahabatan Sejati
Raya adalah seorang anak tunggal yang berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan. Ini adalah sebuah anugerah dari Tuhan apabila semua kebutuhan Raya dan keluarga baik jasmani maupun rohani dapat t
0
0
Lika Liku Kehidupan
Ketika mulut tak sanggup lagi untuk berbicara, disanalah hati yang berucap sambil mengeluarkan setetes air mata. Hidupku yang awalnya bahagia, karena kehadiran seorang ibu.. Kini ibu pergi untuk selam
0
0
Dengarkan Aku Sebentar
Mereka bilang aku calon penghuni neraka, emang mereka sudah pasti jadi penghuni surga? Terlahir berbeda itu bukan pilihanku. Apalagi terlahir di keluarga yang sangat otoriter, itu bukan pilihanku. Ada
0
0
Tidur Senja Hari
Ini merupakan sebuah kisah tentang seorang pemuda yang bernama Doni. Doni duduk di bangku kelas 11 SMA. Orangtua Doni pergi merantau jauh dari tempat tinggalnya. Ia tinggal bersama kakak Laki-lakinya
0
0
Arti Matahari untuk Bintang
Sorot matanya berubah saat aku mengatakan maksud ucapanku. Memang berat bagiku untuk menyampaikan pada ayahku bahwa aku ingin bersekolah di kota besar dan meninggalkan desa ini. Tetapi dalam sekejap s
0
0
Kado Malam Natal
Tulang-tulang di badan terlihat menyembul seperti mau copot dari kulit, karena saking kurusnya. Tiap sore badan yang hanya seberat empat puluh kilogram itu harus memikul berpuluh-puluh karung beras ke
0
0
Gayatri Milenial
Aku adalah anak SMA yang telah beranjak dewasa. Namaku adalah Dyah Ayu Gayatri Srinarendra Rajapatni. Terlihat dari nama yang kusandang, aku sedikit yakin tentang satu hal. Kedua orangtuaku mendapatka
0
0
Pengantar Tidur (Part 2)
Mereka masih melanjutkan obrolan sambil menunggu Ibu memasak. “Ingat nggak Bu waktu itu dia pernah murung banget waktu habis lulus SMA mau lanjut kuliah? Waktu itu kita bertiga ngomongin bagaimana Put
0
0
Kopi Dengan Sebaris Puisi
Sore itu, awan kelabu mengadu pada alam yang membeku. Hujan merebak menikam bumiku. Pagi sekali aku bangun, jam 04:05 mata mulai terbuka namun telingga masih marah pada suara-suara yang mencengkam. Pe
0
0