The Red Nail Case
The Red Nail Case Kasus Cat Kuku Merah --- Kisah Nyata --- [Pocheon, Korea Selatan, 2003] Langit mendung menggantung rendah di atas kota, bergerak perlahan mengikuti arah angin, seolah-
0
1
Di Antara Seoul dengan New York
Bagi Hasya Zara Binti Emran, pelarian terbaik dari luka lama akibat Adnan Zikri Bin Kamran adalah kesibukan kuliahnya di Korea Selatan. Namun, rasa sepi di negeri orang terkadang lebih tajam dari semb
0
0
Pintu Ketiga di Ujung Lorong itu Tidak Pernah Ada
Lorong itu seharusnya hanya memiliki dua pintu. Aku yakin. Sejak pertama kali pindah ke kosan ini tiga bulan lalu, aku sudah hafal betul setiap sudutnya. Lorong sempit dengan cat putih kusam, lamp
0
1
Nomor Ini Ngirim Chat… Padahal Aku Gak Pernah Simpan
Jam dinding di kamarku berdetak pelan, menunjukkan pukul 23:47. Malam itu terlalu sunyi. Angin tidak terdengar. Kendaraan pun jarang lewat. Bahkan anjing tetangga yang biasanya ribut, malam itu diam.
0
1
kisah hidupku
aku seorang gadis bernama vio dan aku kelas 2 SMP,aku mines 3 jadi penglihatan ku tidak begitu jelas tanpa kacamata,dan saat itu juga aku tidak memiliki kacamata,aku tidak mampu membeli nya karena eko
0
0
Kenyataan yang mulai ku terima
Setelah menyelesaikan Pendidikan Sekolah Dasar (SD), aku didaftarkan oleh Orang tua ku ke salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di kota ku. Dulunya aku pernah tertarik dengan sekolah i
0
2
Harga sebuah cinta
Pelukan malam yang dingin menyelimuti tubuhku saat aku menekuk pundak di depan gerbang rumah yang sudah begitu akrab. Sepuluh hari yang lalu, aku masih bisa datang dengan mobil mewah, membawa oleh-
0
0
The Frozen Bloom
Di tengah hamparan putih yang menyelimuti Toronto, angin musim dingin meniupkan kristal es yang berdansa di bawah lampu jalan. Aruna melangkah terburu-buru, uap napasnya membubung seperti asap kecil.
0
0
Memaafkan Takdir
Elana duduk di teras rumah kecilnya, memandangi langit sore yang perlahan berubah jingga. Angin lembut menyapu wajahnya, seolah ingin menenangkan sesuatu yang sejak lama berisik di dalam hatinya. Ia
0
1
Looking for life
Menceritakan tentang seorang anak muda yang pergi merantau jauh demi memulai kehidupan baru agar bisa melupakan kehidupan masalalunya yang kelam. Namun di antara rumitnya kehidupan dan perjuangan bert
0
0
Sajak yang Pulang ke Alamat Tetangga
Sore itu, langit Bandung berwarna abu-abu pekat, seolah ikut menanggung beban di pundak Dika. Di sebuah kafe kecil yang biasanya penuh tawa, Tino Tesla duduk berseberangan dengannya. Namun, tatapan pr
0
0
Lingkaran Janji di Debu Tambang
Area pertambangan batu bara di Kalimantan Timur selalu identik dengan debu, deru mesin raksasa, dan teriknya matahari. Di sanalah Adreana Ramadhani, atau yang akrab disapa Eni, menghabiskan harinya se
0
0
Padel, Poin, dan Pilihan Hati
Suara dentuman bola padel yang menghantam dinding kaca bergema di seluruh lapangan indoor sore itu. Reva Angeline, dengan kuncir kuda yang bergoyang mengikuti gerakannya yang lincah, baru saja melakuk
0
0
Centang Abu-Abu di Jakarta, Janji Cinta di Paris
Di balik gedung-gedung pencakar langit Jakarta Pusat yang seolah hendak menusuk langit, Veronica Liem—yang akrab disapa Vera—duduk terpaku di meja kerjanya. Jarinya ragu di atas layar ponsel. Di sana,
0
0
Rindu yang hanya tinggal harum
Sepucuk surat putih tergeletak di atas meja belajarku, dihiasi setangkai bunga mawar merah yang masih segar. Kelopaknya tampak lembut dengan warna merah yang pekat, seolah menyimpan sesuatu yang ingi
0
0
Satu Sketsa di Rak Buku Nomor 09
Senja di Jakarta selalu punya warna yang sama: jingga yang lelah. Di sudut perpustakaan kota yang sepi, Aris masih setia dengan rutinitasnya. Menunggu. Bukan menunggu hujan reda, tapi menunggu punggun
0
1
Bukber Berujung Cekin
Namaku Tia, 28 tahun. Sudah empat tahun menikah dengan Andi, suamiku yang kerja sebagai supervisor di perusahaan distribusi. Dia orang baik, setia, tapi hidup kami sudah masuk rutinitas: pagi sarapan
0
0
Uang dari tangan yang berbeda
Ruang rumah sakit itu terasa dingin walau pendingin udaranya tidak terlalu menyengat. Setiap hari, perawat dan dokter datang dengan senyuman hangat, mengecek suhu tubuhku, memberikan obat, dan kada
0
0
Menang Atau Kalah
Aula universitas terasa dingin dan sunyi. Ratusan peserta duduk di meja masing-masing dengan wajah tegang. Lembar soal masih tersegel di atas meja kayu. Semua orang menunggu aba-aba. Alana meremas pu
0
1
Distorsi di Sudut Kafe
Aku masih di sini, di sudut yang sama. Namaku Erlina Taufik—panggil saja aku Na. Nama yang selalu terdengar seperti melodi saat Nanda Atmajaya mengucapkannya. Aku menunggu Nan. Tapi ruang ini mulai
0
0