Setelah menyelesaikan Pendidikan Sekolah Dasar (SD), aku didaftarkan oleh Orang tua ku ke salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di kota ku. Dulunya aku pernah tertarik dengan sekolah itu, tetapi sesaat setelah didaftarkan dan diterima di sekolah itu rasanya aku tidak ingin bersekolah di sana. Karena di sisi lain hatiku aku memiliki pilihan sendiri dan pilihan ku bukan di Sekolah yang ditentukan oleh Orang tua ku. Namun saat itu juga aku tidak bisa menolaknya, aku yang masih kecil dan belum bisa apa-apa sepenuhnya itu hanya bisa menerima kenyataan itu.
Pada saat MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah) aku hanya mendapatkan beberapa teman, mungkin 4-6 orang saja. Itu pun hanya teman yang satu kelompok dengan ku dan untungnya salah satu dari mereka, aku menemukan yang cocok dengan ku. Tentu saja aku merasa sangat beruntung, karena aku merasa sangat sulit berkenalan dengan orang baru dan sulit bergaul dengan teman yang lain.
Hari pertama masuk Sekolah setelah menyelesaikan kegiatan MPLS itu, aku berjalan menghampiri jendela di setiap Ruang Kelas, hanya untuk melihat selembar kertas yang tertempel di kaca jendela. Kertas itu berisi daftar nama-nama anak yang masuk ke kelas tersebut. Aku terus membaca dan berusaha menemukan nama ku sendiri, sampai pada akhirnya aku menemukannya. Aku masuk ke kelas itu —VII B. Di dalam masih sepi hanya ada dua orang anak laki-laki yang masih berbicara dengan ibunya dan aku anak perempuan sendiri. Wajar saja jika masih sepi, karna waktu itu aku datang terlalu pagi.
Aku duduk sendirian menunggu anak-anak yang lain datang. Waktu terus berlalu anak-anak satu persatu mulai berdatangan tapi tidak ada yang duduk di sebelah ku, sampai pada akhirnya Wali Kelas ku masuk ke Kelas. Aku mengamati sekeliling dan aku mulai tersadar, hanya aku yang duduk sendirian alias tidak punya teman sebangku..
Saat itu aku hanya bisa pasrah tapi untungnya salah satu teman sekelompok ku waktu itu datang, dia adalah orang yang cocok dengan ku dan dia duduk di sebelah ku. Aku tidak menyangka akan satu kelas dengan nya, jujur saja saat MPLS berkenalan dengan dia aku tidak bisa mendengar jelas karna kerumunan anak yang berbicara dan juga arahan OSIS menggunakan mic membuat ku tidak bisa mendengar jelas Namanya. Dan karna itu juga aku tidak bisa mencari Namanya di kertas yang tertempel di kaca jendela, karna aku tidak mengetahui namanya.
"jujur aku ga nyangka banget sih" batin ku waktu itu.
***
Hari demi hari berlalu, Bulan juga mulai berganti. Aku semakin akrab dengannya dan kita semakin dekat, sebut saja Namanya Citra. Kemana-mana kita selalu bersama: ke Perpustakaan, Kantin, bermain di luar sekolah. Dia juga mengajari ku banyak hal baru yang belum pernah ku rasakan dan lakukan.
Sejujurnya kesan ku di kelas VII ini adalah "not good but not bad" kenapa? biarpun aku mulai kenal dan punya teman, tetapi rasanya biasa saja. Hanya saja aku beruntung bisa kenal Citra dan beberapa teman ku yang lain.
Setelah menyelesaikan masa kelas VII aku naik ke Kelas VIII dan siapa sangka aku satu kelas lagi dengan Citra, padahal kelas sudah dirolling tapi bertemu dia lagi dan kita duduk bersama lagi. Aku cukup menikmati era kelas VIII ini karena orang-orang di sini cukup baik dibanding kelas VII. Meskipun aku harus berpisah dari beberapa teman yang sekarang berbeda kelas.. jujur sedih dikit tapi masih oke.
Di sini aku di butuhkan karena aku menjadi Bendahara sekaligus Sekretaris. Awalnya hanya Sekretaris tapi anak laki-laki yang telah terpilih sebagai Bendahara tidak bisa melakukannya dengan baik. Dan dari sana teman-teman ku yang lain percaya dan menyerahkan tugas itu pada ku, mau tidak mau aku menerimanya. Aku melakukannya dengan bantuan Ketua Kelas yang juga selalu membantu ku.
Menurut ku di sinilah aku mulai nyaman, mulai bisa menerima kenyataan bahwa aku bersekolah di sini. Aku berfikir seperti itu karna mulai nyaman dengan mereka teman sekelas ku, selain itu juga karena aku mulai tertarik dengan seseorang..
***
Tahun ajaran baru di mulai, tidak terasa kini aku sudah berada di Kelas IX. Dan ini adalah tahun terakhir aku berada di sekolah ini sebelum akhirnya aku lulus dan melanjutkan ke jenjang SMA.
Lagi-lagi aku bertemu dengan Citra dan duduk bersama selama 3 tahun ini, padahal jelas-jelas sudah dirolling tetapi entahlah takdir selalu mempertemukan kita.
"kamu lagi kamu lagi, 3 tahun berturut-turut loh" ujar diriku kepada Citra.
"hahaha akhirnya bareng lagi, ga nyangka aku" jawabnya dengan nada cengengesan.
Selain satu kelas dengan Citra, aku juga satu kelas dengan beberapa teman-teman ku yang dulu di kelas VII B atau bisa bilang circle?
Jika di suruh pilih era kelas VII atau kelas VIII mungkin jawaban ku bukan salah satu dari kedua itu, tetapi jawaban ku adalah era kelas IX. Karena di kelas IX ini aku benar-benar merasa sangat nyaman dengan pertemanannya, terlebih lagi anak-anak di kelas ini bisa di bilang kompak. Ku akui era kelas VIII dan kelas IX itu sebelas duabelas, tapi lebih enak kelas IX karena Wali Kelas kali ini termasuk peduli dengan murid kelasnya.
Saat mendekati kelulusan bodohnya aku malah memiliki rasa kepada teman sekelas ku. Dulunya aku pernah satu kelas juga dengannya di kelas VII, tetapi rasanya dulu seperti tidak ada apa-apa hanya biasa saja..
"perasaan dulu aku lihatnya biasa aja, kenapa sekarang aku jadi suka sama dia?"
Sebelumnya aku memang pernah menyukai beberapa orang seperti kakak kelas, maupun teman sekelas. Tetapi rasanya sangat beda dengan dia, inikah yang dinamakan cinta monyet?😂
Semakin Hari semakin menarik, aku mulai mencari tahu tentang dia. Tentang hal-hal yang ia sukai dan kebetulan hal itu tidak jauh-jauh dengan ku. Apa mungkin selera kita sama? entahlah...
Aku tidak siap jika mengungkapkan isi perasaan ku, aku memendamnya sendirian tidak ada satu orang pun yang tahu terutama Citra. Mungkin dia juga termasuk alasan aku menyukai era ini.
Dari sini aku mulai sadar tempat yang awalnya tidak ku inginkan justru memperkenalkan ku dengan orang-orang baik yang selama ini aku kenal dengan sebutan "mereka" dan "dia". Dan aku sudah bisa menerima kenyataan itu tanpa penyesalan yang tertinggal.
***
HAHAHAHA MAAF YA CERITA SEDIKIT TENTANG KISAH ASLI KU🙏
btw bentar lagi aku masuk sma loh..