NovelToon NovelToon
Simpul Mati Amora Gayana

Simpul Mati Amora Gayana

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

"Kau hanya beban yang menghancurkan reputasiku, Amora!"

Kalimat itu menghujam jantung Amora lebih dalam daripada fitnah sedarah yang sedang mengepung mereka. Hamdan Tarkan—pria yang dulu berjanji melindunginya dengan gelang rumput sederhana—kini berubah menjadi dinding es yang tak tertembus.

Dipaksa tinggal di dalam penjara emas Mansion Tarkan, Amora harus menghadapi skandal yang menyebut dirinya adalah saudara tiri pria yang ia cintai. Di tengah intrik kasta tertinggi dan kemunculan musuh dari masa lalu, Amora menyadari satu hal: Hamdan menyembunyikan kebenaran yang jauh lebih gelap.

Apakah Hamdan benar-benar ingin melindunginya, atau Amora hanyalah kunci untuk menguasai aset terakhir Dinasti Klan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Rahasia di Balik Debu

Malam semakin larut, namun mesin SUV Hamdan masih meraung membelah jalanan setapak menuju pinggiran desa. Di sampingnya, Farid memegang sebuah map tua yang nampak rapuh.

"Kau yakin ini tempatnya?" tanya Hamdan, suaranya serak karena kelelahan dan ketegangan yang menumpuk.

"Benar, Tuan. Bibi Nadia memberikan kunci gudang belakang warungnya. Dia bilang, orang tua Nona Amora menitipkan sebuah peti kecil di sana sebelum kejadian tujuh belas tahun lalu," jawab Farid.

Mereka sampai di sebuah bangunan kayu tua yang hampir roboh, tertutup semak belukar. Dengan senter di tangan, Hamdan melangkah masuk. Bau debu dan kayu lapuk menyengat indra penciumannya. Di sudut ruangan, tertutup kain goni yang sudah menghitam, terdapat sebuah peti besi kecil dengan ukiran yang sangat ia kenali: Simbol Mawar Bersilang Pedang. Lambang keluarga Klan.

Hamdan berlutut, mengabaikan jas mahalnya yang kini kotor terkena debu. Dengan paksa, ia merusak gembok yang sudah berkarat itu.

Isi peti itu membuat napas Hamdan tercekat.

Bukan tumpukan emas atau uang, melainkan sebuah album foto kulit dan selembar surat bersegel lilin merah. Hamdan membuka album itu dengan tangan bergetar. Di halaman pertama, terdapat foto seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang sedang Menggenggam tangan anak perempuan kecil berusia 6 tahun.

Anak laki-laki itu adalah dirinya, dan anak kecil itu adalah Amora. Mereka sedang tertawa di bawah pohon mangga. Di balik foto itu tertulis: "Abang Hamdan dan Amora - Janji untuk Selalu Bersama."

"Tuan... lihat ini," Farid menyodorkan sebuah stempel besar berbahan perak murni. "Ini adalah stempel resmi Baron Alaric Klan. Siapa pun yang memegang ini memiliki otoritas atas seluruh aset Klan di luar negeri. Ini alasan mengapa Farr Burhan dan musuh-musuh lama ayah Amora mengincarnya."

Hamdan memejamkan mata, memeluk album foto itu di dadanya. Ingatannya kembali ke malam saat ia terpaksa berpisah dengan Amora kecil karena ledakan yang menghancurkan kediaman Klan.

"Dia bukan hanya sekadar gadis pasar, Farid," bisik Hamdan dengan nada dewasa yang penuh tekad. "Dia adalah pemilik sah dari semua kekuasaan ini. Dan tugasku sekarang bukan lagi sekadar menjaganya, tapi memastikan dia mendapatkan kembali takhtanya."

Mansion Tarkan – 02.00 Pagi

Amora belum bisa tidur. Ia duduk di ambang jendela kamarnya, memandangi cincin berlian di jarinya. Pikirannya melayang pada sosok Hamdan yang tiba-tiba pergi.

Terdengar langkah kaki berat di koridor. Pintu kamarnya diketuk pelan. Amora segera membukanya dan menemukan Hamdan berdiri di sana. Wajah pria itu kotor oleh debu, pakaiannya berantakan, tapi matanya memancarkan kelembutan yang luar biasa.

Tanpa berkata apa-apa, Hamdan menyodorkan album foto tua yang ia temukan.

Amora menerimanya dengan bingung. Saat ia membuka halaman pertama, air matanya langsung jatuh tanpa bisa dibendung. Potongan ingatan yang selama ini seperti kepingan puzzle yang hilang mulai menyatu. Ia ingat bau pohon mangga itu. Ia ingat pelukan hangat anak laki-laki itu.

"Abang?" bisik Amora sambil menatap Hamdan dengan tatapan tak percaya.

Hamdan maju satu langkah, menghapus air mata di pipi Amora dengan ibu jarinya. "Maafkan aku karena butuh waktu lama untuk membawamu pulang, Amora. Sekarang kau sudah tahu siapa dirimu sebenarnya."

Namun, di tengah momen emosional itu, ponsel Hamdan bergetar hebat. Sebuah pesan dari sumber rahasia masuk: "Berita palsu sudah tersebar. Besok pagi, dunia akan mengenal Amora sebagai anak haram ayahmu. Skandal sedarah akan menghancurkan keluarga kalian sekaligus."

Amora memegang album foto itu dengan tangan yang gemetar hebat. Setiap lembar yang ia buka terasa seperti sengatan listrik yang memicu ingatan-ingatan lama yang terkubur. Suara tawa di bawah pohon mangga, aroma rumput basah, dan janji-janji kecil yang diucapkan anak laki-laki berpipi tirus itu kini bergaung di telinganya.

Hamdan menatap Amora dengan tatapan yang sarat akan luka. Ia maju selangkah, kini berdiri begitu dekat hingga Amora bisa mencium bau debu gudang tua yang bercampur dengan aroma parfumnya.

"Kau benar-benar Abang... Aku bahkan hampir tidak mempercayai itu kau," bisik Amora dengan tatapan bersalah. "Kenapa kau tidak menjelaskan dari awal? Kenapa membiarkanku menerka-nerka?"

"Karena aku ingin kau memahamiku sebagai Abang yang selalu ingin menjagamu, melindungimu, Amora. Bukan hanya karena sesuatu," jawab Hamdan rendah. "Dan karena aku takut... jika kau tahu betapa berbahayanya identitasmu, kau akan lari dariku sebelum aku sempat membangun benteng yang cukup kuat untukmu."

Amora mendongak, matanya yang basah menatap lurus ke dalam netra cokelat gelap Hamdan. "Aku tidak akan lari, Hamdan. Tidak lagi."

Hamdan tidak bisa lagi menahan diri. Ia menarik Amora ke dalam pelukan yang sangat erat—pelukan yang seolah-olah ingin menyatukan kembali kepingan waktu yang hilang selama 17 tahun. Amora menyandarkan kepalanya di dada bidang Hamdan, mendengarkan detak jantung pria itu yang berdegup kencang, memberikan rasa aman yang tidak pernah ia rasakan di pasar desa mana pun.

Namun, di tengah keheningan yang intim itu, Hamdan melihat ke arah cermin di belakang Amora. Ia melihat bayangan dirinya sendiri—seorang Tarkan yang kini memikul beban berat rahasia keluarga Klan.

"Dengarkan aku," Hamdan melepaskan pelukannya sedikit, memegang kedua bahu Amora dengan serius. "Mulai besok, segalanya akan menjadi sangat sulit. Orang-orang akan mencoba menghancurkan namamu, namaku, dan hubungan keluarga kita. Mereka akan melemparkan fitnah yang paling keji."

Amora mengernyit. "Maksudmu? Apa yang lebih buruk dari diculik ke mansion mewah?"

Hamdan tidak sempat menjawab. Cahaya dari ponselnya yang tergeletak di atas meja terus berkedip, menampilkan cuplikan berita utama yang baru saja naik di media sosial: "SKANDAL TERLARANG: Pewaris Tarkan Membawa Pulang Saudara Tiri Sedarah?"

Hamdan mematikan layar ponselnya dengan kasar sebelum Amora sempat melihatnya. Ia tahu, mulai detik ini, ia harus bersikap kejam—bukan karena benci, tapi karena itu satu-satunya cara agar Amora tidak ikut hancur saat ia melawan dunia.

"Tidurlah, Amora. Apapun yang kau dengar besok... tetaplah di kamarmu. Jangan percaya pada siapa pun kecuali aku dan Zahra," ujar Hamdan dengan nada bicara yang tiba-tiba kembali menjadi dingin, membuat Amora merinding ketakutan.

Hamdan berbalik pergi, meninggalkan Amora yang terpaku memegang album foto masa kecil mereka. Ia tidak tahu bahwa esok pagi, Hamdan akan berubah menjadi "kulkas dua pintu" yang jauh lebih dingin dan asing dari sebelumnya demi melindunginya dari skandal sedarah yang mematikan.

To be continued...

1
Wawan
Salam kenal buat Amora 😍
Yu
Semangat!
Yu
Luarbiasa
Rabi Salim
Semangat author nulisnya!!!!
Iki Riat
Lanjut kak. Semangat nulisnya!!
Tisa
Asyiknya... 🤩🤩
Naura
Hamdan 😍
Andy Rajasa
kelanjutannya mana?
Salma.Z: ditunggu aja kak
total 1 replies
Guntur
Cinta yang posesif
Reni
Semangat kak!! lanjutkan ceritanya...
Nayla
Berdebar-debar saat membaca. Cerita yang menggebu-gebu.
Hana Unil
Next...lanjut
Hana Unil
Hmmm...
Hana Unil
Lanjut kak..lanjut🙏
Rara Lani
Ceritanya bagus hanya saja masih sedikit peminatnya. Tetap semangat author. Lanjutkan!
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Sari
Semangat!! Lanjutkan!
Ika Yani
Cinta yang dramatis...
Cantika
Alurnya bikin gemes🤭
Andy Rajasa
Amora dan Hamdan punya chemistry yang bisa buat diriku meleleh 😍
udin sini
Cintanya mewah, tapi lukanya lebih mahal. Semoga saja happy ending.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!