Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9.Carlos Benjamin.
Bagaimana...?
Apakah pria tua ini tidak dapat menebak bagaimana akhirnya?
Jane memutar matanya dengan malas.
Dia tidak berminat untuk menjawab pertanyaan aneh dari Bone.Jane berjalan melewati Bone begitu saja.Tentu saja tindakannya ini membuat Bone marah.
"Dasar gadis tidak berbakti ! Apakah kau tidak melihat jika Ayah mu berdiri disini? Apa yang kau lakukan dengan berjalan melewati ku begitu saja?" Bone bertanya dengan nada marah.
Bone tidak yakin berapa lama lagi hidupnya dapat dipertahankan jika setiap hari harus menghadapi anak yang keras kepala seperti ini.
Jane sama sekali tidak menghiraukan teriakan dari Bone.Sembari berjalan memasuki rumah,dia berkata, "Dia tidak ingin aku menjadi menantunya.Jadi,apapun tujuan mu atas pernikahan ini,tidak akan berjalan dengan mudah."
Bone berdiri cukup lama,sampai bayangan Jane tidak terlihat lagi.Dia berfikir sejenak,sebelum tersenyum dengan sinis.
Heh,
Ingin membatalkan pertunangan ini..?
Mimpi.
....
Kembali ke gudang yang kini telah disulap menjadi sebuah kamar,Jane duduk di atas kasur keras dengan tenang.Dia kembali memikirkan semua kebenaran yang baru dia ketahui,satu hari yang lalu.
Ternyata kelahirannya bukanlah penyebab utama sang ibu meninggal dunia,melainkan sikap egois dari sang ayah dan keluarganya.Jadi, dia benar-benar dibuang oleh mereka semua.Dan dibawa kembali hanya karena mereka membutuhkannya.
Jane terkekeh kecil.Bahkan ketika hidup bersama sang nenek di desa.Jane kerap menjadi tempat pelampiasan amarah sang nenek,ketika sang nenek merindukan ibunya.Jane terkadang sampai harus bersembunyi dibawah tempat tidur,agar sang nenek tidak memukulinya terus menerus.
Walaupun ketika sadar kembali,sang nenek akan menangis dan memeluknya,lalu meminta maaf.Tetapi pola yang berulang kali itu berhasil menciptakan rasa trauma bagi Jane.Sehingga,ketika dia dewasa,dia tumbuh menjadi gadis yang tidak mempercayai orang lain.Selain menjadi pengganggu kecil didesa,Jane lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menyendiri.
Dan sekarang,mereka memberitahukan kepadanya bahwa kematian sang ibu sama sekali tidak ada hubungannya dengan dirinya.Jane merasa sangat dipermainkan.
Hehe..
Dia bahkan terkekeh kecil sembari menjambak rambutnya sendiri.
....
Berbeda dengan Jane yang tengah tenggelam dalam kepiluan.
Di kediaman keluarga Benjamin,malah terjadi ketegangan.
Carlos Benjamin,pewaris keluarga Benjamin memiliki tinggi enam kaki,berkulit perunggu yang sehat,pinggang sempit,dan bahu yang lebar.Wajahnya yang rupawan menurun dari genetik terbaik sang ayah dan ibunya.Tatapan matanya tajam dan dalam,seolah-olah dia mampu menembus kedalam hati mu.
Pria yang tampan dan mapan ini,kini tengah berdebat sengit dengan sang ibu.
"Tidak akan pernah.Aku belum berniat untuk menikah." Suaranya tegas dan rendah.
Natalia memijat keningnya dengan lelah.Dia sudah tahu akan begini jadinya.Namun, Natalia sama sekali tidak memiliki pilihan lain.Lagipula,bagi Natalia,Carlos menikah adalah pilihan terbaik.Dengan begitu,dia bisa membuat gadis tidak tahu diri itu menjauh dari putranya.
"Kau harus meski kau tidak menginginkannya.Kita hanya perlu menikah untuk formalitas saja.Setelah kita memberikan apa yang diminta oleh Bone,kita bisa menceraikan putrinya segera." Natalia masih mencoba membujuk Carlos.
Tetapi bagaimana mungkin Carlos akan setuju begitu saja?
"Sekali lagi tidak.Cukup sampai disini,aku pergi dulu." Karena tidak ingin terus berdebat dengan sang ibu,Carlos lebih memilih untuk pergi dari rumah.
Natalia langsung panik melihat sang putra semata wayangnya,yang sangat keras kepala.
"Carlos,berhenti disana ! Katakan apa alasan mu menolak untuk menikah.Apa karena wanita murahan itu?"
Suara Natalia seketika meninggi.Dia sangat tahu kelemahan sang putra.
Dan benar saja,ketika Carlos mendengar teriakan sang ibu,langkahnya seketika terhenti.Dan kemudian berbalik untuk melihat sang ibu dengan tajam.
Natalia menyilangkan kedua tangannya ketika mendapat tatapan tajam dari Carlos.Memang,wanita itu adalah sumber masalah diantara dia dan putranya.
"Kenapa kau menatap ibu mu seperti itu? Apakah apa yang aku katakan itu salah?" Kata Natalia dengan nada setengah mengejek.
Jika ditanya, Carlos mendapatkan sifat keras kepalanya dari siapa,maka jawabannya adalah Natalia.
Mereka,ibu dan anak sama-sama keras kepala sehingga kerap sekali bertengkar.
"Tidak ada hubungannya dengan dia.Aku harap Ibu dapat menjaga ucapan Ibu." Jawab Carlos dengan nada ketus.
Dia sudah muak dengan tingkah sang ibu yang kerap kali menyeret orang yang tidak bersangkutan,kedalam masalah mereka.
"Heh, kau bahkan kehilangan rasa hormat dan sopa mu terhadap Ibu karena wanita itu." Natalia sama sekali tidak mengindahkan peringatan dari putranya.
"Pokoknya kau harus menikah.Bukankah alasan kau begitu memanjakan wanita itu adalah karena kau berhutang budi kepada kakaknya.Maka,hal ini juga sama.Jika kau tidak mau menikahi tunangan mu,kembalikan ginjal ibunya yang saat ini ada pada tubuh mu.Kau harus ingat,Carlos.Jauh sebelum kakak dari wanita itu menyelamatkan mu,ibu dari calon istri mu telah lebih dulu menyelamatkan mu."
Natalia tidak lagi mencoba berbicara panjang lebar.Setelah menyampaikan apa yang perlu disampaikan kepada Carlos,dia segera pergi meninggalkan Carlos sendirian.
Sebelum benar-benar menghilang dari balik pintu,suara Natalia kembali menggema.
"Pikirkan baik-baik,kau memiliki waktu dua hari untuk mempertimbangkannya.Jika kau setuju,pernikahan akan digelar satu minggu lagi."
Setelah itu,tubuh Natalia telah sepenuhnya menghilang dibalik pintu.
Carlos yang ditinggalkan sendirian,hanya mampu mengepalakan kedua tangannya.Berhutang budi adalah hal yang paling dibencinya didalam hidup ini.
Karena selain membebani moral,rasa tanggung jawab juga besar.Dan tidak cukup dibayar hanya dengan uang.Dia bahkan harus membayarnya hingga seumur hidupnya.
"Sial.!!!" Maki Carlos dengan kesal.
Dia meninju udara kosong sebagai pelampiasan atas rasa kesalnya.
Dia mengelurkan ponsel dari saku stelan mahalnya,lalu menekan sebuah panggilan.Begitu panggilan itu terhubung,Carlos langsung memberikan perintah dengan singkat. "Cari tahu tentang putri Bone Alexander untuk ku.Cari selengkap mungkin,aku mau besok sudah ada dimeja kerja ku."
Tut.
Panggilan langsung diputuskan sepihak olehnya begitu perintah telah diberikan.
Carlos mengeluarkan sebungkus rokok dari kantongnya,lalu menjepit salah satunya dibibirnya.Setelah rokok dinyalakan,Carlos menghisapnya dengan tenang.Asap putih rokok menyamarkan raut wajahnya yang tengah kesal.
....
Ke esokan paginya.
Sesuai dengan permintaannya,begitu Carlos duduk,dia langsung melihat sebuah amplop coklat diatas meja kerjanya.
Carlos merobek ujung amplop,lalu mengeluarkan isinya.Didalam ada setumpuk lembaran kertas berisi riwayat hidup kedua putri Bone Alexander.Carlos langsung menyingkirkan keterangan tentang putri bungsu Bone,yang baru berusia tiga belas tahun.Fokusnya langsung beralih kepada laporan riwayat hidup,Jane Alexander,tunangan yang baru diketahui keberadaannya.