bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
janji cinta di atas gunung
Saat hendak sampai ke puncak, elina tanpak begitu sangat kelelahan, begitu juga dengan diriku dan yg lainya, aku terus menyemangati elina dan menolongnya saat sedang kesulitan melangkah melewati jalan menanjak bebatuan terjal berjalan mendaki gunung tersebut, dan tak lama kemudian pun kami sampai ke puncak atas gunung itu.
Aku terdiam sejenak menghela nafas panjang, karena sangat begitu lelah, begitu juga dengan elina dan yg lainya, aku dan elina terpaku diam melihat pemandangan yg begitu luar biasa indah dari atas gunung tersebut.
Semilir hembusan angin mengoyahkan rambut kami di atas puncak gunung itu, aku terdiam cenga melihat pemandangan alam dari atas gunung tersebut, aku sangat takjub melihat hamparan awan putih yg berada di bawah kami, sungguh pemandangan yg luar biasa, yg belum pernah aku lihat sepanjang hidup ku sebelumnya, lalu kami berteriak dan bersorak ria dari atas gunung tersebut, elina bersorak ria di samping ku, dan tersenyum kepadaku.
Setelah itu kami berfoto foto dan memvidio mengabadikan moment itu, lalu aku meminta dony memfotokan diriku dengan elina, dengan gaya yag romantis, elina bergaya memeluk ku sambil menatap wajah ku dengan tersenyum, sementara aku bergaya mencium kheningnya elina sambil menyentuh wajah nya. Setelah itu aku elina bergaya berdiri, dan duduk sambil bersandar elina di bahu ku membelakangi camera, dan hasil foto itu sangat estetik, elina sangat menyukainya, setelah itu aku memfotokan dony, dan maya, dan setelah itu kami foto bersama bareng bareng.
Dan setelah itu aku duduk berdua dengan elina menikmati pemandangan yg luar biasa dari puncak atas gunung tersebut, elina duduk dan bersandar di bahu ku sambil menikmati secankir teh hangat, dan sementara aku sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok, aku sungguh benar benar merasakan ketenangan yg sangat sangat luar biasa yg belum pernah aku alami sebelumnya, begitu juga dengan elina, itu benar benar hal terindah yg tak pernah kurasakan sebelumnya dengan elina.
" Kang, semoga hubungan kita langgeng ya kang, semoga kita di takdirkan bersama sampai akhir nanti.." ucap elina sambil memanding pemandangan dan bersandar di bahu ku.
" Iya amin lin, aku juga berharap seperti itu, akan ku pastikan aku hanya milik mu, selamanya.." ucap ku dengan pandangan ke depan melihat pemandangan.
" Aku janji, aku akan selalu setia, dan menjaga hati ini untuk kamu se orang kang, aku akan selalu ada untuk mu dalam ke adaan apapun, kang berjanji lah padaku, bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan ku dalam ke adaan apa pun.." ucap elina, lalu elina menoleh ke arah ku, dan menatap ku.
" Iya lin, aku janji aku tidak akan pernah meninggalkan mu dalam ke adaan apapun, aku akan selalu menjaga hati ini untuk kamu, dan akan ku pastikan itu.." ucap ku, lalu aku tersenyum, dan elina pun tersenyum kepadaku.
Dan tidak lama setelah itu, setelah beberapa jama kemudian, teman teman yg lainya mengajak untuk segara turun ke tempat perkemahan, dan kami pun bergegas turun ke tempat perkemahan kami.
Sesampainya kami di tempat perkemahan, elina dan maya dan teman yang lainya sedang mendirikan tenda, dan sementara aku, dony, dan satu teman ku, bertugas mencari kayu bakar untuk membuat api unggun nanti malam, kami pun berangkat membawa golok menerobos hutan itu mencari kayu bakar, saat dalam perjalanan tiba tiba ada semak yg bergerak gerak.
" Apaan tuh sat..? " Tanya dony dengan penasaran.
" Iya apaan ya..? " Ucap temanya ku, dia bernama riko.
" Tau apaan, coba loe cek sanah.." ucap ku.
" Lu aja sanah, takut gue ah.." ucap riko dengan ketakutan.
" Ahh dasar penakut.." ucap dony mengejek riko.
" coba sono loe cek kalau berani.." ucap riko.
" Coba cek sanah don..." ucap ku.
" Ok,.." ucap dony sembari berjalan menghampiri semak yg bergerak itu, saat dony mendekati semak itu, tiba tiba dony mendengar suara aneh, dengan ketakutan dony berlari kembali kepadaku dan riko.
" Napa loe balik lagi..? " Tanya ku dengan penasaran.
" Gue denger suara aneh.." ucap dony.
" Gimana suaranya..? " Tanya riko.
" Gimna ya, aneh dan pokoknya, serak serak basah gituh suaranya.." ucap dony.
" Apaan ya? Apa jangan jangan dinosaurus..? " Ucap riko.
" Dinosaurus bapak loe, mana ada di dinosaurus jaman sekarang.!!." ucap dony dengan kesal kepada riko.
" Ya terus apaan..? " Riko.
" Udah biar adil, biar gak penasaran kita bareng bareng aja liat ke sana.." ucap ku.
Dan kami pun bersama sama menghampiri semak tersebut untuk melihat ada apa di balik semak itu, dan dengan mengendap ngendap dengan hitungan ke tiga kami merebahkan semak itu, setelah merebahkan semak itu, ternyata bukan hewan, ternyata itu adalah salah satu teman kamu sedang berak di darat, kami langsung menutup hidung karena bau.
" Hehe, sory gak kuat kebelet.." ucap teman yg berak itu sambil tersenyum malu.
" Sialan loe, kirain gue apaan.." ucap ku.
" Berak sembarangan loe, bau banget lagi, makan bangke kali loe ya?!.." ucap dony.
" Cebok loe situ pake daun.." ucap riko, sementara teman yg berak itu malah cengar cengir sambil ngeden.
Setelah itu kami berjalan lagi mencari kayu bakar, dan tidak lama kami berjalan dari tempat tadi, kami menemukan kayu bakar yg terkumpul rapi.
" Nah, rezki emang gak kemana.." ucap dony saat melihat kayu kayu itu.
" Bener, udah yuk bawa ah..! " Ucap riko.
" Jangan ah, punya orang itu.." ucap ku melarang mereka membawa kayu bakar itu.
" Emang ngapa sih, udah ini aja yg ada, dari pada kita nyari kemana mana capek capek, entar nyasar aja kita..!" Ucap dony.
" Iya bner sat kata dia, ini juga gue yakin orangnya udah tau kemana, kelupaan kali nih orang naro di sini.." ucap riko, lalu aku melihat ke setiap sudut arah, namun aku tidak melihat orang selain kami.
" Iya juga sih, yaudah yuk bawa, bagi tiga..!!!" ucap ku, dan kami pun membawa kayu bakar itu ke tempat perkemahan kami.
sementara orang tuanya elina.
saat di dalam rumah mereka sedang merencanakan ke mana anaknya melanjutkan pendidikan, papahnya ingin elina melanjutkan pendidikanya ke luar negri, namun mamahnya melarangnya, karena ia tidak mau jika sampai berpisah jauh dengan anak satu satunya itu, mamahnya elina memilih elina untuk melanjutkan pendidikanya di jakarta saja.
namun papahnya tidak setuju, hingga akhirnya mereka berdebat saling mempertahankan ego nya masing masing, salah satu dari mereka tidak ada yg mau mengalah, mereka bercekcok berdebat hingga papahnya membawa bawa nama ku satria, dan menjelek jelekan ku di depan istrinya itu, dan mengatakan bahwa aku lelaki tidak jelas, lelaki berandalan yg suram masa depanya.
namun mamahnya membantahnya, dan mengecam bahwa aku tidak seburuk apa yg suaminya pikirkan, dan jangan sembarang menilai orang, dan mengatakan bahwa masa depan seseorang itu tidak ada yg tau, terkecuali tuhan, papahnya merasa heran, karena se olah olah istrinya membela ku,
papahnya kesal kerena istrinya tidak percaya dan tidak menuruti apa ke inginanya terhadap anaknya itu, mamahnya elina bersih keras menolak ke inginan suaminya itu.