Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Spicy scene (Giovanni-Beverly)
Spicy !!!
Giovanni – Beverly !!!
Suara gemercik air hangat dari shower di sebuah bilik kamar mandi yang tertutup dengan dinding kaca. Di bawahnya suasana yang jauh lebih panas, terlihat dari balik dinding kaca, sebuah sepasang kekasih tanpa kain yang menutupi tubuh mereka.
Keduanya saling berpelukan satu sama lain, tangan lelaki itu menelusuri tubuh indah di depannya, sementara tangan perempuan itu meremas bagian bahu sang lelaki, membuat lenguhan kecil terdengar dari sana.
“Ah.. Gi.. Gio..” Beverly merasakan suasana memanas itu terasa berbeda, kekasihnya, Giovanni sengaja m*r*mas gunung kembar itu, dan memainkan bagian bawahnya dengan jari, membuat sang wanita tidak berdaya untuk menolak sentuhan itu.
Giovanni menyeringai kecil, dirinya ingin merasakan sensasi melakukan hubungan saat sedang mandi seperti ini, dan ternyata benar.. Sensasinya jauh lebih menyenangkan daripada saat di kasur, lihatlah wajah cantik dan menawan di depannya yang sudah memerah.
“Ja.. Jarimu.. Ke.. Keluarkan.. Ah !!”
“Kenapa sayang ?? Ah, milikmu masih sangat sempit, sayang~” Ujar Giovanni dengan nada jahilnya, memainkan jarinya di dalam Beverly, membuat wanita itu mend*sah lagi, jari Giovanni sengaja menggodanya di dalam sana. Benar-benar lelaki nakal !!
Saat tubuh Beverly sedikit melemah dari sebelumnya, Giovanni sengaja memojokkan Beverly dengan dinding, dan menyandarkan punggung wanita itu di dinding.
“Eh ?? A.. Apa yang kau..” Beverly merasakan jari itu keluar dari dalamnya, sensasi itu seketika menghilang perlahan. Seharusnya Beverly senang dan puas, tapi entah kenapa ada rasa kecewa dalam dirinya, hingga dia merasakan tangan lelaki itu menyentuh b*k*ngnya, dan mengangkatnya perlahan.
Beverly terkejut dengan tindakan Giovanni, sehingga dia mengalungkan kedua tangannya pada leher Giovanni.
“Kedua kakimu.. Lingkarkan di pinggangku.” Ujar Giovanni dengan nada berbeda, serak dan terasa lebih berat dari sebelumnya.
“Ke.. Kenapa ??”
“Just do it, baby.. Ugh !! I can’t hold this..” Suara Giovanni terdengar memohon lirih, membuat Beverly menganggukkan kepalanya, dan melakukan yang diperintahkan oleh Giovanni.
Hingga Beverly merasakan tangan Giovanni di bawahnya, sedang mengubah sedikit posisi Beverly, seakan sedang menyiapkan jalan, hingga Beverly merasakan sesuatu yang besar mulai memasuki dirinya.
“Akh !! Sa.. Sakit !!” Beverly meremas bahu Giovanni dengan kencang, menyalurkan rasa sakitnya. Beverly mendongak secara perlahan saat merasakan sesuatu yang besar itu memasukinya semakin dalam.
“Ugh~ It's so tight, baby~” Ujar Giovanni merasakan milik Beverly yang terasa sempit, seperti milik perempuan yang masih p*raw*n.
Semburan air dari shower mengenai kulit mereka, membuat suasana semakin memanas di bawah sana. Giovanni mengecupi leher putih Beverly, seakan mencoba untuk menghibur kekasihnya dari rasa sakit yang dia rasakan.
Suara d*s*han mulai terdengar dari dalam, Giovanni menyeringai licik. Dia menyukai suara Beverly, terdengar sangat seksi dan menyenangkan di telinganya, seperti suara nyanyian indah. Giovanni kemudian mengangkat wajahnya dan mulai menggerakkan miliknya di dalam sana, membuat suara-suara mulai terdengar di dalam sana.
“Ingat Beverly seluruh tubuhmu, setiap inchi kulitmu adalah milikku seutuhnya. Tidak ada yang boleh menyentuhmu, selain aku.” Ujar Giovanni tengah permainan lembutnya, suaranya lirih tapi penuh penekanan.
“Say it, Baby !! Say that you're mine !!” Ujar Giovanni penuh penekanan, membuat Beverly merasakan sensasi yang terus menghantam dirinya, saat milik Giovanni terus menghantam titik sensitifnya di dalam, membuat suasana semakin memanas.
“Ah !! I'm.. I'm yours.. Ah !! Gio !!” Beverly mengatakannya dengan sedikit terbata-bata, tubuhnya bergetar merasakan sensasi nikmat di dari sentuhan Giovanni.
“Ah !! Ja.. Jangan di dalam...”
“To late~” Giovanni menyeringai licik, dia kemudian mendekati wajah Beverly dan mencium bibirnya. Tidak lama, milik Giovanni mengeluarkan sesuatu di dalam Beverly, dan itu membuat sang perempuan semakin menekan kepala Giovanni tanpa sadar.
...
“Ah, untung aku masih bisa berjalan normal.” Ujar Beverly melihat pantulan dirinya dengan dress berwarna merah dan sepatu high heels di kakinya.
Beverly sedikit terkejut saat Giovanni memberikan gaun indah, wanita itu menduga gaun itu pasti harganya mahal, juga dengan sepatu high heelsnya. Awalnya Beverly menolak, tapi Giovanni mengatakan jika itu adalah gaun yang diberikan oleh Catalina, ibunya. Jadilah Beverly menerima gaun itu.
Di belakangnya, Giovanni yang sudah bersiap menggunakan kemeja putih dan jas hitam, terlihat sangat formal dan begitu rapi. Lelaki itu membelakangi Beverly, dan mengamati kedua bayi mungil yang sudah terbangun dengan pakaian bayi yang rapi.
Giovanni berbicara lembut pada kedua bayi mungil itu, dan tangannya menyentuh salah satu pipi anak itu dengan jarinya, membuat bayi mungil itu, Oscar tersenyum senang.
“Kalian sangat lucu dan menggemaskan~” Ujar Giovanni dengan gemas melihat kedua bayi mungil di depannya.
“Kau sudah siap ??” Beverly mendekati Giovanni dan kedua bayinya, lelaki itu menoleh dan tersenyum kecil.
“Aku sudah siap. Bagaimana denganmu ?? Kau sudah siapkan semuanya, termasuk susu untuk mereka ??” Tanya Giovanni mengangkat tubuhnya dan berdiri di depan Beverly.
“Sudah siap, beruntung aku masih sempat memompanya. Jadi aku bisa menyiapkan susu untuk mereka.” Ujar Beverly tersenyum.
Untung saja, disini semuanya tersedia termasuk perlengkapan bayi, yang entah sejak kapan Giovanni mempersiapkan semuanya. Padahal Beverly masuk ke dalam kapal Giovanni tidak membawa satu pun perlengkapan bayi, karena ayahnya sempat membuang tas bayi miliknya.
Giovanni mendekati Beverly dan memegang pinggangnya, sambil tersenyum.
“Apalagi ?? Apakah masih kurang tadi di kamar mandi ?? Kita akan terlambat.” Ujar Beverly dengan nada sedikit kesal saat melihat sesuatu di balik mata Giovanni.
“Hanya satu ciuman saja, tidak akan menghabiskan banyak waktu.” Ujar Giovanni dengan nada lirih menggoda, membuat Beverly menghela nafasnya berat.
“Baiklah, hanya satu kali saja.”
“Hmm~” Ujar Giovanni dengan senang sambil menganggukkan kepalanya.
Keduanya saling berpandangan satu sama lain, lalu wajah mereka mendekat dan kemudian berciuman satu sama lain, awalnya itu hanya ciuman biasa, tapi lama-lama Giovanni malah semakin memperdalam ciumannya.
Ceklek..
“Kak Beverly, semua sudah-”
Beverly langsung mendorong Giovanni menjauh, tapi sayangnya Gregor sudah terlanjur melihat mereka berdua, bahkan lelaki muda itu berdiri dengan menutup mulutnya sendiri matanya membulat.
“Eh.. Ma.. Maaf.. Gregor.. Ini..” Karena malu, Beverly mencoba menjelaskan dengan sedikit terbata-bata.
“Cih, dasar pengganggu !!” Giovanni justru terlihat sedikit kesal dengan kehadiran adiknya, yang malah mengganggu suasana di sana.
Gregor menggelengkan kepalanya pelan, “Ya ampun, Kak Giovanni m*sumnya.. Ini udah mau berangkat, masih aja sempat-sempatnya nyosor kaya bebek.” Ujar Gregor sambil memegang dadanya sendiri dengan nada dramatisnya, membuat Giovanni memutar matanya malas.
Beverly memilih menghindari kedua lelaki yang masih berdebat itu, dan segera memasukkan kedua bayinya ke dalam kereta bayi, sambil memasukkan dua botol susu besar. Tidak lupa, dengan tas bayi yang berisikan tissue basah, tissue kering, popok, juga kantong plastik untuk membuang bekas popok, dan beberapa baju ganti jika sewaktu-waktu ada hal yang tidak diinginkan, dan mengharuskan kedua bayinya berganti baju.
“Sudah.. Sudah, aku sudah siap, ayo berangkat.” Ujar Beverly mendorong kereta bayi itu, dan juga membawa sebuah tas besar di tangannya, Giovanni langsung mendatangi Beverly dan meraih tas besar itu, membantu membawakan wanitanya.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣