NovelToon NovelToon
Jebakan Hati Gadis Cupu

Jebakan Hati Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: who i am?

Bagi Arlan, harga diri adalah segalanya. Namun, ketika sebuah kekalahan memaksanya memacari gadis paling "tak kasatmata" di sekolah, ia memulai permainan manipulasi yang paling berbahaya—tanpa sadar bahwa kepolosan adalah senjata yang paling mematikan bagi egonya.

Arlan tidak pernah kalah. Dengan wajah rupawan dan kekuasaan di tangannya, dia adalah "Tuhan" di SMA Nusantara. Hingga satu malam, sebuah taruhan konyol di meja biliar mengubah segalanya. Taruhannya sederhana: Taklukkan Lulu, si gadis kutu buku yang kuper, polos, dan selalu menunduk, lalu campakkan dia di malam perpisahan.
Bagi Arlan, ini hanyalah tugas mudah. Dia akan menggunakan pesonanya, melakukan love bombing, dan membuat Lulu bertekuk lutut. Namun, Lulu bukanlah lawan yang biasa. Kepolosan Lulu yang keterlaluan membuat semua taktik manipulasi Arlan mental. Saat Arlan mencoba menyakitinya, Lulu justru membalas dengan ketulusan yang menampar ego narsistiknya.
Siapakah yang akan hancur lebih dulu? Arlan dengan egonya, ata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon who i am?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Jakarta – Wiraguna Tower, Pusat Bisnis Sudirman.

Di lantai paling atas gedung pencakar langit itu, suasana sangat hening, hanya terdengar suara detak jam dinding yang elegan. Di balik meja marmer hitam yang luas, seorang pria duduk dengan tegak, menatap deretan angka di layar monitornya dengan fokus yang mematikan.

Arlan Wiraguna. Nama itu kini bukan lagi sekadar nama anak pemilik properti, melainkan nama yang ditakuti di bursa saham dan ruang rapat direksi.

Di usianya yang ke-27, Arlan tampak jauh lebih matang dan mengintimidasi. Tingginya mencapai 193 cm, membuatnya tampak raksasa di antara para stafnya. Ia tidak lagi memiliki wajah "anak sekolah" yang halus; kini, rahangnya yang tegas dihiasi oleh jenggot tipis yang dirawat sangat rapi, memberikan kesan maskulin dan misterius. Tubuhnya yang atletis terbalut sempurna dalam setelan jas custom-made seharga ratusan juta rupiah, hasil dari kedisiplinannya di pusat kebugaran setiap subuh.

Pintu kantornya terbuka pelan. Reno masuk dengan langkah yang jauh lebih sopan daripada tujuh tahun lalu. Reno kini menjabat sebagai Direktur Operasional, tangan kanan Arlan yang paling setia.

"Lan, laporan akuisisi lahan di Kalimantan sudah siap. Tinggal tunggu tanda tangan lo," ucap Reno sambil meletakkan dokumen di meja.

Arlan tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Reno menunggu sampai ia selesai membaca satu baris terakhir. Setelah itu, ia menyandarkan punggungnya di kursi kulit, menatap Reno dengan mata tajam yang dingin.

"Bagus. Pastikan tim hukum nggak ceroboh kali ini. Gue nggak mau ada celah sekecil apa pun," suara Arlan rendah dan berat, penuh otoritas.

Reno mengangguk. Ia memperhatikan sahabatnya itu. "Gue liat-liat lo makin kerja gila-gilaan ya semenjak balik dari Inggris. Nggak mau liburan dulu? Ke Bali atau ke mana gitu?"

Arlan sedikit menarik sudut bibirnya, membentuk seringai tipis yang tidak ramah. "Liburan itu buat orang yang merasa udah cukup. Gue belum."

"Gila lo. Perusahaan lo udah tumbuh tiga kali lipat sejak lo pegang jadi CEO. Apa lagi yang lo cari?" Reno terkekeh, lalu duduk di kursi depan meja Arlan. "Btw, lo udah liat proposal buat kampanye kosmetik internasional yang mau masuk ke sini? Mereka mau pake agensi dari Kanada buat branding-nya."

Arlan hanya melirik sekilas ke arah berkas di sudut mejanya. "Gue nggak peduli agensinya dari mana, selama profitnya masuk akal. Urusan model dan tetek bengek fashion, itu tugas divisi pemasaran. Jangan buang waktu gue buat hal-hal estetika kayak gitu."

Reno mengangkat bahu. "Ya, gue cuma bilang aja. Katanya modelnya lagi naik daun banget di Amerika Utara. Tapi ya sudahlah kalau lo nggak tertarik."

Arlan kembali fokus pada ponselnya, mengecek pergerakan saham. Ia tampak seperti mesin yang diprogram untuk sukses. Di dalam kepalanya hanya ada ekspansi, angka, dan kekuasaan. Baginya, manusia hanyalah alat atau variabel yang bisa dikendalikan.

"Satu lagi, Lan," Reno berdiri hendak keluar. "Malam ini ada jamuan makan malam sama beberapa menteri. Jangan telat."

"Gue nggak pernah telat, Ren," jawab Arlan tanpa menoleh.

Setelah Reno pergi, Arlan berdiri dan berjalan menuju jendela besar yang memperlihatkan pemandangan kota Jakarta dari ketinggian. Ia berdiri di sana, menjulang tinggi dengan tangan di dalam saku celananya. Dari sini, semua orang di bawah sana tampak seperti semut. Kecil, tidak berarti, dan bisa diinjak kapan saja.

Arlan menyukai perasaan ini. Perasaan memiliki segalanya di bawah kendalinya. Selama tujuh tahun terakhir, ia telah membangun dinding yang sangat tebal di sekeliling hidupnya. Baginya, emosi adalah kelemahan, dan ia sudah lama membuang kelemahan itu di suatu tempat di masa lalunya yang tidak ingin ia ingat lagi.

Ia tidak tahu bahwa di seberang samudra, sebuah "variabel" yang pernah ia hancurkan sedang bersiap untuk kembali ke dunianya. Namun bagi Arlan yang sekarang, tidak ada satu pun hal yang bisa mengguncang posisinya. Atau setidaknya, itulah yang ia yakini.

1
Valent Theashef
mreka bakal ketemu lagi tp entah brp th..
lily
cerita yang menarik semoga sampai tamat
Valent Theashef
bgus,liat coba end ny apakh mreka brsma ???
Siska Dores
😍
Valent Theashef
penuh tantangan suka deh film novel kyk gni,
Dewi Yanti
ko ada cowo ky reno yg jahat bgt
Siska Dores
next kak
Siska Dores
lanjutt kak
Siska Dores
next kak
Siska Dores
greget bngt
Siska Dores
next kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!