Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...
Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.
Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.
Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anniv 25. Bahagia yang Sementara?
Krisna melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan Jogja bagian selatan. Selepas Dzuhur, ia dan Ganis mulai meninggalkan toko kue untuk berbulan madu yang ke sekian kalinya dalam rangka anniversary ke sepuluh pernikahan mereka.
Awalnya, Krisna berencana untuk menyewa hotel di sekitar pantai, namun pada akhirnya ia ubah rencana itu. Kali ini, Krisna akan mengajak sang istri untuk camping di tepi pantai yang berada di Gunung Kidul, tepatnya di Pantai Ngrumput. Salah satu destinasi wisata alam kota Jogja yang tengah nge-hits saat ini.
"Mas, memang pantai Ngrumput biasa dijadikan tempat untuk camping ya?"
Sembari menyuapi Krisna dengan roti sobek rasa cokelat, Ganis mencoba mengajak berkomunikasi sang suami. Hal ini ia lakukan agar mereka tidak dibunuh oleh rasa bosan karena perjalanan menuju tempat itu akan memakan waktu kurang lebih dua jam lamanya. Krisna langsung menghubungi salah seorang yang berada di sekitar pantai yang ia ketahui dari salah satu karyawannya.
"Aku tidak tahu pasti sih Sayang. Tapi dengar-dengar sih iya. Karyawanku ada yang dari sana sebulan yang lalu. Ya kita lihat saja langsung nanti untuk memastikan. Kalaupun tidak bisa ya kita pulang lagi, hahaha."
"Jadi, kalau benar di sana biasa buat camping, sudah pasti akan banyak orang bukan?"
Krisna terkekeh. "Memang kenapa sih Sayang? Kamu ingin tempat yang sepi-sepi?"
"Issshhh.. Bukan begitu Mas, maksudku."
"Tenang, aku sudah menghubungi salah seorang yang ada di sana untuk menyiapkan tempat khusus untuk kita berdua. Dengan begitu, kita akan bebas melakukan apapun."
Ganis tersentak. Buru-buru ia mencubit perut Krisna dengan gemas. "Iihhhh apaan sih Mas? Katanya kita tidak akan melakukan apapun di sana selain menikmati suasana pantai di malam hari?"
Krisna kembali tersenyum. "Iya Sayang, iya."
Krisna meraih jemari sang istri yang belepotan dengan krim cokelat dan ia bersihkan menggunakan mulutnya. Lelaki itu menyesap-nyesap jemari Ganis berupaya untuk menghilangkan sisa-sisa cokelat yang ada di tangannya.
Melihat Krisna berbuat sesuatu yang absurd terhadap jemarinya ini, membuat Ganis merasakan sesuatu yang berbeda. Ia merasa apa yang dilakukan oleh suaminya ini begitu sensual dan membuat jantungnya berdegup kencang tiada beraturan. Entah mengapa, setelah ia rutin meminum vitamin yang diresepkan oleh Rangga, keinginannya untuk bercinta seakan terus meningkat. Wanita itu seakan bingung sendiri akan apa yang terjadi pada tubuhnya.
Kini ketika Krisna menyesap jemari tangannya yang belepotan dengan cokelat seolah menjadi pemantik hasrat yang ada di dalam tubuh Ganis. Napas wanita itu sudah terdengar memburu dan ia pun hanya bisa menggigit bibir bawahnya untuk berupaya menahan aliran-aliran hasrat yang sudah memenuhi sistem peredaran darahnya.
Krisna menoleh ke arah Ganis. Melihat perubahan di raut wajah sang istri, membuatnya menyeringai nakal. "Sayang... Ada apa denganmu?"
"Mas... A-aku ...."
"Apakah sebelum ke pantai Ngrumput kamu ingin ke suatu tempat terlebih dahulu?"
Ganis sudah tidak bisa berkata apa-apa. Ia begitu heran dengan apa yang terjadi dalam dirinya. Hanya menerima perilaku Krisna yang begitu absurd seperti ini saja sudah membuatnya dikuasai oleh hasrat yang begitu menggelora. Rasa-rasanya memang harus segera dituntaskan.
Krisna yang sudah mengerti dengan apa yang terjadi kepada sang istri memang berniat untuk menggodanya. Ia menepikan sejenak mobilnya di pinggir jalan, dan ia hentikan laju kendaraannya.
"Sayang, coba katakan ada apa denganmu?"
"Mas... Aku ingin..."
Buru-buru Ganis mendekat ke arah Krisna dan membisikkan sesuatu di telinganya.
Setelah mendengar sang istri membisikkan sesuatu, tetiba wajah Krisna dipenuhi oleh binar-binar bahagia yang begitu kentara. Satu kata yang keluar dari bibir sang istri seolah juga menjadi pemantik hasrat yang ada di dalam tubuhnya.
Buru-buru Krisna meraih tengkuk Ganis dan mulai mendaratkan sebuah kecupan di bibir merah istrinya ini. Tanpa membuang banyak waktu, ia mulai melahap bibir Ganis dengan rakus.
Krisna menghentikan pagutan bibirnya. Ia tatap manik mata cokelat milik Ganis dengan lekat. "Coba katakan sekali lagi, kamu ingin apa Sayang?"
"A-aku... Sebelum ke pantai, aku ingin lebih dulu menghabiskan waktu berdua bersamamu di tempat yang lebih privat Mas."
"Aku tidak paham Sayang. Coba kamu sederhanakan ucapanmu itu," goda Krisna.
Krisna masih saja menggoda Ganis. Ia sudah tahu apa yang menjadi keinginan sang istri. Namun ia ingin mendengar satu kata yang keluar dari bibir Ganis yang terdengar begitu indah di telinganya.
"Aku ingin bercinta terlebih dahulu denganmu Mas!"
Tanpa membuang banyak waktu, Krisna kembali menarik tengkuk Ganis dan menghujaninya dengan ciuman-ciuman sensualnya. Ciuman Krisna tidak mendapatkan penolakan dari Ganis. Mereka larut dalam ciuman intens itu. Saling berpagut, saling mengecup, saling menyesap segala kenikmatan yang berada di dalam bibir masing-masing. Napas keduanya terasa begitu hangat, layaknya napas cinta yang menggelora dalam jiwa mereka. Lidah keduanya saling melilit seperti terlilit oleh seutas benang kerinduan yang terasa tidak ingin mereka akhiri.
Keadaan seperti justru membuat hasrat keduanya semakin memuncak. Tangan Krisna sudah bermain-main di dada Ganis. Ia berikan sentuhan-sentuhan lembut di dada sang istri yang justru membuat Ganis terbakar oleh gairah.
"Aaaahhhh... Mas...."
Meski bibirnya masih terbungkam oleh bibir sang suami, namun desahan lirih itu lolos juga dari bibir Ganis. Seperti meminta hal yang lebih daripada sekedar ciuman seperti ini.
Merasakan atmosfer di sekitarnya sudah mulai memanas, Krisna buru-buru menghentikan aktivitasnya. Ia lepaskan pagutannya dan mengusap lembut bibir Ganis.
"Kita ke hotel sebentar ya Sayang. Setelah itu baru kita lanjutkan kembali perjalanan ke pantai."
Ganis mengangguk. Krisna kembali menghidupkan mesin mobilnya dan mencari hotel terdekat untuk menuntaskan segala hasrat yang sudah menguasai raga keduanya.
Sungguh gila, hanya tindakan absurd yang dilakukan oleh Krisna, sampai membuat sepasang suami-istri itu membelokkan tujuannya. Tujuan pertama yang hanya ingin menikmati suasana pantai di malam hari tanpa adanya keintiman yang berlebihan tetap saja tidak bisa mereka jalankan.
Mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh banyak orang. Jika sekali saja seorang manusia merasakan apa yang dinamakan surga dunia, pasti akan selalu menjadi candu. Sebuah candu yang sangat sulit untuk mereka hilangkan sebelum mendapatkan pelepasan yang terasa begitu menenangkan jiwa.
.
.
.
Kita kasih yang manis-manis dulu ya Kak.. Kasian Ganis kalau menderita terus🤣🤣 Sebelum nantinya menginjak ke konflik-konflik kecil hingga akhirnya klimaks..
Terima kasih untuk kakak-kakak yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan yang masih banyak kurangnya ini. Semoga Allah senantiasa memberikan kebahagiaan untuk kita semua.. Aamiin...