Kecelakaan pesawat mengakhiri hidup Aruna Maheswari— perempuan independent yang menolak akan adanya cinta dan pernikahan di hidupnya. Namun, saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh Sekar Calista Pranawijaya, seorang istri yang dibenci… dan memiliki dua suami.
Sekar dikenal sebagai perempuan temperamental yang membuat rumah tangganya berubah menjadi neraka. Dua pria yang seharusnya menjadi pelindungnya justru menunggu saat ia pergi dari hidup mereka.
Namun kini, wanita yang sama memilih diam.
Tidak marah. Tidak menuntut. Tidak meminta cinta.
Perubahan itu membuat segalanya terasa salah.
Karena di rumah penuh kebencian itu, bukan cinta yang paling berbahaya— melainkan rahasia di balik kematian Sekar, dan fakta bahwa istri yang mereka benci… telah berganti jiwa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandri Ratuloly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
******
Posisi keduanya masih sama, kini Arkana malah menaruh dagunya di atas kelapa Calista. Ukuran tinggi badan keduanya yang begitu jauh membuat Arkana harus sedikit menekukan kakinya.
Calista sendiri malah membiarkan posisi keduanya ini, jujur eerrrr ia sedikit merasa nyaman. Apalagi dengan kepalanya yang bersandar nyaman di dada bidang Arkana.
"Arkana." panggil Calista.
"Hmm? " sahut Arkana pelan, ia masih nyaman dengan posisinya yang memeluk Calista dari belakang.
"Apa alasanmu menerima tawaran lamaran ku dulu? Saat itu kamu tau kan aku sudah menikah dengan Damar? " tanya Calista penasaran, apa Arkana mau dengannya karena kekayaan ayah Sekar yang begitu fantastik? Itu bisa jadi.
Arkana terdiam sejenak, memikirkan apakah ia akan menjawab jujur apa berbohong seperti sebelumnya. "Kamu tau, aku sudah lama mengenalimu lebih dari Artharva- kembaranku mengenalimu. Saat kamu baru menginjak sekolah menengah pertama, aku pernah melihat mu yang saat itu tengah menolong kucing. "
Calista diam mendengarkan, untuk itu ia tidak mengingat apapun karena ingatan si pemilik tubuh benar-benar tidak didapatkannya sama sekali.
"Lalu alasan kamu menerima lamaran ku apa? " tanya Calista sekali lagi.
Sebelum benar-benar menjawab. Arkana semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Calista, wajahnya ia benamkan di leher jenjang Calista, menyesap dan menjilatnya membuat Calista bergerak tak nyaman dalam pelukan.
"Aku menyukaimu, Calista. Dua belas tahun, sudah dua belas tahun lamanya aku memendam perasaan cintaku ini padamu, Calista. "
******
Selepas pulang kembali ke mansion. Calista terus mengurung diri di dalam kamarnya, pikirannya masih tergiang-giang akan ucapan Arkana barusan.
‘Ia menyukai Sekar selama itu?’ batin Calista tak habis pikir.
"Lalu aku harus bagaimana? "
"Arkana sudah menyukai si pemilik tubuh ini selama dua belas tahun. "
"Tidak mungkin aku membalas perasannya, kan? "
"Tapi kenapa tadi detak jantungku terus bergerak begitu kencang? "
"Kenapa juga sekarang aku berbicara sendiri di depan cermin begini? "
Calista menghembuskan napas panjang, ia menyudahi kegiatan bercerminnya sambil melamun karena memikirkan ucapan Arkana tadi.
"Yang terpenting disini adalah, aku harus menemukan pelaku yang sudah mendorong Sekar. Untuk seorang pria itu sudah pasti pelakunya adalah Atharva dari cerita ayah Sekar, pria itu sudah dengan tega berselingkuh di belakang Sekar. " Calista terdiam sejenak.
"Lalu siapa perempuan yang dibelakang tubuhnya? Dia pasti selingkuhan Artharva. Aku harus menemukannya, mungkin di masukinya jiwaku di tubuh ini mungkin untuk membalas dendam Sekar, kepada mereka yang sudah berkhianat. "
******
Keesokannya. Calista tidak memiliki jadwal keluar apapun hari ini, ia berencana ingin berjalan keliling di taman belakang— sekaligus mencari petunjuk di sana.
"Kepala pelayan tolong bawakan aku jus wortel dan beberapa potong buah apel, tolong bawa ke taman belakang. " ujar Calista saat baru membuka pintu kamarnya dan sudah mendapati kepala pelayan yang menunggu di luar kamarnya.
"Nona muda tidak sarapan pagi terlebih dahulu? " tanya kepala pelayan, ia mengikuti Calista dari belakang yang menuruni tangga menuju lantai bawah.
"Tidak, aku makan saat jam siang nanti dan tolong buatkan aku sup daging dengan pendampingnya mie putih tanpa nasi sedikitpun. "
"Baik, Nona. "
Kepala membungkukkan sedikit dengan hormat lalu menuju dapur untuk meminta koki mansion menyiapkan apa yang di pinta Calista.
Sementara Calista terus melangkahkan kakinya menuju taman belakang, ia menuju kolam kecil— tempat di mana Sekar terjatuh karena di dorong seseorang.
"Darah.... " suara Calista terdengar lirih saat matanya tak sengaja melihat bercak darah kecil di sisi bagian kolam tersebut.
Tangannya mengelus darah yang sudah mengering itu dengan tangan gemetar, ada perasaan sesak yang tiba-tiba saja menusuk di dalam dadanya.
"Siapapun kamu, aku akan terus mencarimu bahkan di lobang semut sekalipun. " gumam Calista penuh tekat.
Ia menjauhkan tubuhnya dari kolam tersebut, kakinya melangkah menuju kursi kayu yang pernah ia duduki itu.
"Nona muda. " kepala pelayan datang dengan membawa pesanannya, Calista hanya mengangguk pelan sebagai tanda terimakasih.
Ia meminum sedikit jus wortel tersebut lalu meletakkan gelas kaca itu di atas meja sampingnya.
"Kepala pelayan. " panggil Calista tiba-tiba.
"Ya, Nona muda. Anda membutuhkan sesuatu? "
Calista terdiam sesaat, lalu bersuara. "Saat kejadian aku terjatuh itu, apakah kamu tau siapa pelaku yang sudah mendorong ku di kolam kecil itu? "
Kepala pelayan terdiam sejenak, ia terlihat gugup seperti takut untuk memberitahukan sesuatu.
Melihat kegelisahan kepala pelayan, Calista dengan cepat menunjuk pada bangku di sampingnya. "Mari duduk di sebelah ku kepala pelayan. "
"Ceritakan." pintanya mutlak.
"Saat itu anda tengah bertengkar hebat dengan Tuan Artharva kembaran Tuan Arkana dan mantan pacar anda dulu, kalian bertengkar hebat karena Tuan Artharva sudah menyelingkuhi anda selama setahun sebelum anda menikah dengan Tuan Damar. " ada jeda sebentar sebelum kepala pelayan melanjutkannya.
"Walau anda sudah menikah dengan Tuan Damar dan Tuan Arkana, anda masih diam diam mendekati Tuan Artharva. Anda berharap bahwa Tuan Artharva akan berubah dan mau kembali kepada anda seperti dulu, namun Tuan Artharva bersikeras menolak anda dan tetap memilih pada perempuan selingkuhannya. "
Calista terdiam, mencerna semua cerita kepala pelayan. Kenapa dari kemarin ia tidak bertanya saja kepada kepala pelayan? Mungkin dirinya bisa langsung memberikan pelajaran pada orang yang sudah mencelakai Sekar.
"Kepala pelayan tau siapa selingkuhan Artharva? " tanya Calista penasaran, semoga saja kepala pelayan tau.
Kepala pelayan melirik sekitar taman belakang, memastikan bahwa tidak ada siapapun yang mendengarkan. "Tau, Nona muda. "
"Siapa perempuan itu? "
"Salah satu pelayan di mansion ini, dia Lili namanya. "
"Pelayan di mansion ini? Dia berani menusuk belakang Nona muda di kediaman ini? " kaget Calista.
Kepala pelayan terdiam sejenak, sorot matanya tertahan lama pada wajah Calista di hadapannya. Nada suaranya terdengar lebih berat ketika akhirnya ia berbicara.
“Dulu, Nona sangat naif dan terlalu mudah mempercayai orang lain,” ucapnya perlahan. “Lili adalah pelayan yang paling dekat dengan Nona. Ia selalu berada di sisi Anda, sampai-sampai Nona menganggapnya sebagai saudara sendiri, bukan sekadar pelayan.”
Ia menarik napas dalam, seolah menimbang kembali kenangan lama yang tak menyenangkan.
“Namun, seiring waktu, perasaan iri dan cemburu mulai menggerogoti hatinya. Ia tak lagi memandang Nona sebagai majikannya, melainkan sebagai penghalang. Dari situlah Lili mulai berubah—sikapnya semakin berani, tatapannya tak lagi tahu batas. Diam-diam, ia mulai menggoda dan mendekati Tuan Artharva, memanfaatkan kepercayaan Nona yang begitu besar padanya.”
Kepala pelayan menunduk sejenak, suaranya merendah namun sarat penyesalan.
“Sayangnya, saat itu Nona tak pernah menyadari tanda-tanda tersebut. Kebaikan hati Anda justru menjadi celah yang dimanfaatkan orang lain untuk menusuk dari belakang.”
Calista mendadak merasakan amat sakit di dadanya, seolah perasaan Sekar masih tertinggal ditubuhnya walau jiwanya entah pergi kemana. " Dan Artharva tergoda dengan Lili? "
"Ya. Tuan Atharva memang terkenal gila wanita, walau sudah memiliki anda di sampingnya, Tuan Artharva masih tetap menggoda wanita di luar sana tanpa memikirkan perasaan anda. " jelas kepala pelayan.
"Dan aku mengetahui itu? " tanya Calista kembali penasaran.
"Ya, namun anda menepis semua berita itu. Anda terus menyakinkan diri bahwa suatu saat nanti Tuan Artharva akan berubah dan hanya akan mencintai anda selamanya. "
Calista bahkan hampir muntah mendengar jawaban itu. Sekar ini, dia kenapa bodoh sekali sih?
Astaga, apa dosanya di masa lalu hingga ia menempati tubuh wanita yang bodoh akan cinta pria yang sedikitpun tidak pernah meliriknya.
******
😒😒😒😒
lanjuut kak ,,
sad tu bukan berarti calista meninggal ,, buat dy menghilang aj ,,
Aruna di tubuh calista
apa kah arkana juga terlibat???
krn waktu damar kerjaa di kmr mereka arkana pun melihat apa yg di kerjakan damar ,,
ad sesuatu niih ,,
aaaaa kak author jgn di gantung dooonk ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
makin seruuu niiih ,,
ad rahasia yg Blum terungkap niii ,, ap yg lgi di kerjakan damar😁😁😁🤭🤭🤭🤭
terkadang kesalahan org tua justru ank yg jd pelampiasan ,,
semangat trus arkana ,,
bukti ny skrang km sukses ,,
jgn yg aneh2 yx damar ,, 👍👍👍
next kak
waaaah Atharva km slah org ,,
dy buukan. sekar yg cengeng dn manjaaa ,,
dy arunaaa si ratu bisnis ,,
jgn maen maen ,, jgn maen maen ,, 🤭🤭🤭