NovelToon NovelToon
Mendadak Hamil

Mendadak Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Rubi Casandra, seorang yatim piatu yang hidup di panti asuhan, mendadak bertransmigrasi ke tubuh wanita lain yang memiliki nama sama dengannya. Ia terkejut saat mengetahui dirinya sedang hamil empat bulan dan telah menjadi istri dari Alexander Dimitri, seorang pengusaha sekaligus mafia paling ditakuti di Eropa.

Terjebak dalam kehidupan yang bukan miliknya, Rubi harus menghadapi berbagai rahasia, intrik, dan bahaya yang mengancam. Di tengah pernikahan yang terpaksa, akankah ia mampu bertahan atau justru jatuh cinta pada sang mafia yang berhati dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Undangan yang Membuat Gelisah

Sudah beberapa hari berlalu sejak surat undangan acara keluarga Dimitri tiba di mansion.

Semakin dekat hari pelaksanaan acara itu, semakin sering Rubi memikirkannya.

Meskipun berusaha terlihat tenang, sebenarnya ia cukup gugup.

Bagaimanapun juga, dirinya bukan Rubi yang asli.

Ia masih takut melakukan kesalahan yang bisa membuat orang lain curiga.

Pagi itu Rubi sedang duduk di ruang baca sambil memegang undangan berwarna emas yang sudah beberapa kali ia baca.

Padahal isinya tidak berubah.

Tetap sama.

Acara makan malam keluarga besar Dimitri yang akan dihadiri seluruh anggota keluarga inti dan para pemegang saham keluarga.

Kalau hanya makan malam biasa mungkin Rubi tidak akan terlalu khawatir.

Masalahnya, keluarga Dimitri bukan keluarga biasa.

Mereka adalah keluarga yang dipenuhi orang-orang berpengaruh.

Pebisnis.

Politikus.

Dan orang-orang yang selalu tersenyum di depan tetapi menusuk dari belakang saat lengah.

Rubi menghela napas panjang.

"Kenapa sih keluarga kaya harus ribet begini?"

gumamnya pelan.

Biasanya kalau di panti asuhan, acara keluarga paling besar hanyalah makan bersama saat hari raya.

Tidak ada perebutan kekuasaan.

Tidak ada politik keluarga.

Tidak ada orang yang diam-diam berharap orang lain jatuh.

Sayangnya hidupnya sekarang jauh berbeda.

Saat sedang melamun, suara langkah kaki terdengar dari belakang.

Rubi langsung menoleh.

Alexander.

Pria itu baru selesai melakukan panggilan kerja dan kini berdiri di ambang pintu.

"Kenapa menghela napas?"

Rubi mengangkat undangan di tangannya.

"Karena ini."

Alexander melirik sekilas.

Lalu langsung tahu maksudnya.

"Acara keluarga."

"Iya."

Rubi menutup surat itu.

"Saya nggak terlalu semangat."

Alexander berjalan mendekat lalu duduk di kursi seberangnya.

"Aku juga."

Jawaban itu membuat Rubi terkejut.

"Hah?"

Untuk pertama kalinya sejak mengenalnya, Alexander terlihat sedikit kesal.

"Sama."

Rubi langsung tertawa.

"Serius?"

Alexander mengangguk.

"Aku menghadiri acara seperti itu sejak kecil."

"Lalu?"

"Membosankan."

Kali ini Rubi benar-benar tertawa.

Entah kenapa membayangkan Alexander yang ditakuti banyak orang mengeluh soal acara keluarga terasa lucu.

Melihat Rubi tertawa, sudut bibir Alexander hampir terangkat.

Hampir.

Namun pria itu berhasil menahannya.

Siang harinya.

Dokter pribadi keluarga Dimitri datang untuk pemeriksaan rutin.

Kehamilan Rubi kini memasuki bulan kelima.

Karena itu pemeriksaan dilakukan lebih sering.

Rubi berbaring di ranjang pemeriksaan sementara dokter mengecek kondisinya.

Alexander yang kebetulan sedang bekerja dari rumah ikut berada di ruangan itu.

Awalnya Rubi mengira pria itu hanya lewat.

Namun ternyata ia benar-benar ikut mendampingi.

Dokter tersenyum setelah selesai memeriksa.

"Kondisi bayi sangat baik."

Rubi langsung lega.

"Syukurlah."

"Pertumbuhannya juga sesuai usia kehamilan."

Alexander yang sejak tadi diam akhirnya berbicara.

"Ada masalah?"

"Tidak ada."

Dokter tersenyum.

"Bayi sangat sehat."

Untuk pertama kalinya sejak pemeriksaan dimulai, ekspresi Alexander terlihat sedikit rileks.

Meskipun hanya sesaat.

Namun Rubi melihatnya.

Dan entah kenapa membuat hatinya terasa hangat.

Setelah dokter pergi, suasana kamar kembali tenang.

Rubi sedang merapikan bajunya ketika tiba-tiba Alexander berkata,

"Terima kasih."

Rubi menoleh bingung.

"Untuk apa?"

Alexander terlihat berpikir beberapa detik sebelum menjawab.

"Karena menjaga bayi ini."

Jantung Rubi langsung berdetak sedikit lebih cepat.

Entah kenapa kalimat sederhana itu terdengar tulus.

Bukan karena status.

Bukan karena pewaris.

Tetapi benar-benar sebagai seorang ayah.

Rubi tersenyum kecil.

"Saya juga menyayanginya."

Tatapan mereka bertemu beberapa detik.

Lalu keduanya sama-sama mengalihkan pandangan lebih dulu.

Malam harinya.

Untuk pertama kali sejak menikah, Alexander dan Rubi makan malam hanya berdua tanpa gangguan pekerjaan.

Biasanya salah satu dari mereka selalu sibuk.

Namun malam ini suasana cukup tenang.

Di luar sedang turun hujan ringan.

Membuat udara terasa dingin.

Saat makan, Rubi tiba-tiba teringat sesuatu.

"Alexander."

"Hm."

"Kalau boleh tanya..."

Alexander mengangkat kepala.

"Tanya apa?"

Rubi ragu beberapa saat.

Sebenarnya pertanyaan ini sudah lama ada di pikirannya.

Namun baru sekarang berani mengatakannya.

"Dulu... kenapa Anda memilih menikah dengan saya?"

Suasana langsung berubah hening.

Bahkan suara hujan di luar terdengar lebih jelas.

Alexander tidak langsung menjawab.

Tatapannya turun ke arah gelas di tangannya.

Seolah sedang mengingat sesuatu.

Beberapa detik kemudian ia berkata,

"Karena kebetulan."

"Kebetulan?"

Alexander mengangguk.

"Aku melihatmu di rumah sakit."

Rubi terdiam.

Ia memang mengetahui sedikit dari ingatan Rubi asli.

Tetapi tidak semuanya.

Alexander melanjutkan.

"Saat itu kau baru kehilangan orang tuamu."

Rubi menunduk pelan.

Meski itu bukan kenangan miliknya, tetap saja terasa menyakitkan.

"Aku butuh istri."

Jawaban yang sangat khas Alexander.

Langsung.

Jujur.

Tanpa basa-basi.

Rubi hampir tertawa.

"Alasan yang romantis."

Alexander menatapnya datar.

"Itu fakta."

Dan Rubi memang tidak bisa membantah.

Mereka berdua tahu pernikahan itu tidak pernah dimulai karena cinta.

Awalnya hanya sebuah kesepakatan.

Namun sekarang...

Entah kenapa suasananya berbeda.

Tidak ada yang mengatakannya.

Tetapi keduanya sama-sama menyadarinya.

Malam semakin larut.

Setelah selesai makan, Rubi memutuskan berjalan-jalan sebentar di taman dalam rumah.

Udara setelah hujan terasa sangat segar.

Sementara itu Alexander sedang menerima telepon di ruang kerja.

Namun suasana tenang itu tidak berlangsung lama.

Karena di tempat lain, seseorang sedang memperhatikan mansion keluarga Dimitri dari kejauhan.

Seorang pria berdiri di dalam mobil hitam yang terparkir di seberang jalan.

Matanya mengarah ke jendela mansion.

Wajahnya dipenuhi kebencian.

"Jadi dia masih hidup."

gumamnya.

Pria itu kemudian mengeluarkan sebuah foto.

Foto Rubi.

Lebih tepatnya Rubi Casandra Dimitri.

Senyum dingin muncul di wajahnya.

"Kalau aku tidak bisa menyentuh Alexander..."

Matanya menyipit.

"...maka aku akan menyentuh hal yang paling berharga baginya."

Pria itu tertawa pelan.

Tidak menyadari bahwa seseorang sedang memperhatikannya dari kejauhan.

Salah satu pengawal Dimitri yang berjaga malam langsung menghubungi orang dalam mansion.

Beberapa menit kemudian informasi itu sampai ke tangan Alexander.

Wajah pria itu langsung berubah dingin.

Sangat dingin.

Jauh lebih dingin dibanding biasanya.

"Siapa orangnya?"

Alexander bertanya pada bawahannya.

"Kami masih menyelidiki, Tuan."

Tatapan Alexander mengeras.

Lalu tanpa sadar pandangannya beralih ke arah taman.

Tempat Rubi sedang berjalan santai tanpa mengetahui apa pun.

Untuk pertama kalinya sejak menikah, satu pikiran muncul jelas di benaknya.

Ia harus melindungi Rubi.

Bukan karena bayi itu.

Bukan karena status istrinya.

Tetapi karena ia memang ingin melakukannya.

Dan tanpa disadari Alexander sendiri, perasaan itu jauh lebih berbahaya dibanding ancaman musuh mana pun.

1
Alia Chans
like + 🌹+ komen semangat thor ✍️🤭





kalo sempat mampir ya thor🤭😉
wulaniii
gais jangan lupa like dan komen kalo bisa nonton iklanya 🤭🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!