NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Action / Wanita perkasa / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Siti Alesia, anak jawara silat yang tewas konyol, terbangun di tubuh Permaisuri Alessia—wanita lemah yang dijadikan "mesin pembuat anak" dan ditindas hingga mati oleh selir licik.
​Tapi mereka salah sasaran. Alesia bukan wanita yang bisa menangis! Dengan mulut pedas dan jurus Golok Seliwa, ia mengobrak-abrik aturan kolot istana. Selir yang meracuninya? Dibanting sampai encok! Ibu Suri yang galak? Dibuat kicep lewat diplomasi sambal terasi!
​Raja Magnus yang sedingin es dan sekaku kanebo kering pun dibuat meleyot. Sang penguasa kini sadar; istrinya bukan lagi pajangan, melainkan macan betina yang siap membelah siapa pun yang berani menyentuh harga dirinya.
​"Bang Magnus, jangan kaku-kaku amat! Mending latihan silat sama gue, biar otot lu kaga karatan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Modus Sang Raja Dan Duel Darah Panas

​Setelah drama meja batu yang hancur, suasana di Paviliun Mawar berubah drastis. Kamar yang dulunya terasa dingin dan penuh kesedihan, kini sering tercium aroma masakan tumis dan suara tawa nyablak Alesia.

​Malam itu, Magnus datang bukan dengan jubah perang, melainkan kemeja sutra tipis yang kancing atasnya sengaja dibuka—entah sengaja atau memang gerah. Ia membawa sebuah kotak kecil berbahan beludru biru.

​"Apaan nih, Bang? Sogokan lagi?" celetuk Alesia yang sedang asyik selonjoran di sofa sambil makan kuaci kiriman dari dapur (hasil palakan pada Chef Gustaff).

​Magnus duduk di samping Alesia, jaraknya sangat dekat hingga wangi kayu cendana dari tubuhnya memenuhi indra penciuman Alesia. "Ini perhiasan kuno dari ibu permaisuri pertama. Aku ingin kau memakainya di pesta perburuan besok."

​Alesia membuka kotak itu. Isinya sebuah kalung emas dengan liontin permata merah darah. "Cakep sih, Bang. Tapi lu tau kan gue kaga doyan pake yang rincuh-rincuh begini. Ntar kalau gue salto, nyangkut di idung gimana?"

​Magnus terkekeh—suara yang sekarang mulai sering terdengar. Ia mengambil kalung itu, lalu mengisyaratkan Alesia untuk berbalik. "Diamlah sebentar. Biar kupasangkan."

​Tangan besar Magnus yang kasar namun hangat menyentuh tengkuk Alesia. Alesia merinding disko. Jantungnya yang biasanya setangguh baja mendadak lembek kayak bubur sumsum. Magnus sengaja memperlambat gerakannya, jemarinya sesekali mengelus kulit leher Alesia dengan lembut.

​"Alessia," bisik Magnus tepat di telinganya. "Aku tahu kau masih marah soal masa lalu. Soal keguguran itu... aku minta maaf karena tidak ada di sampingmu. Tapi bisakah kita... mulai lagi dari awal? Aku ingin istana ini kembali punya suara tawa anak kecil. Anak darimu."

​Alesia langsung kaku. Waduh, si Bambang mulai ngomongin produksi nih, batinnya panik. Ia berbalik dan menatap Magnus dengan mata menyipit.

​"Bang... jujur ya, gue luluh sih lu belain gue terus. Tapi kalau soal bikin anak, itu kaga kayak bikin martabak telor, langsung jadi. Gue butuh waktu buat percaya kalau lu beneran bakal jagain gue, bukan cuma jagain 'isi' perut gue doang. Paham?"

​Magnus menatap mata Alesia dalam-dalam, lalu mengecup tangan wanita itu. "Aku akan menunggumu. Sampai kau benar-benar siap membuka pintu hatimu... dan pintu kamarmu."

​"Dih, modus lu pinteran dikit napa!" tawa Alesia pecah, wajahnya merah padam.

​Namun, momen manis itu harus terputus saat pintu paviliun diketuk dengan keras. Jenderal Alaric masuk dengan wajah tegang.

​"Yang Mulia Raja, mohon maaf mengganggu. Jenderal Kael... kakak dari Selir Rose, baru saja kembali dari perbatasan. Dia mendengar soal adiknya dan sekarang dia sedang menantang Permaisuri di lapangan latihan utama. Dia membawa seluruh pasukan Batalyon Hitam."

​Alesia langsung berdiri, matanya berbinar. "Wah, baru juga mau romantis-romantisan, udah ada yang minta digebuk. Jenderal Kael ya? Kakaknya uler kadut?"

​Magnus berdiri, aura dinginnya kembali. "Kael adalah jenderal yang temperamental. Jangan tanggapi dia, Alessia. Ini urusanku."

​"Kaga bisa gitu, Bang! Kalau urusan harga diri, gue kaga mau diwakilin. Lu mau liat bini lu dibilang pengecut?" Alesia menyambar golok Seliwanya yang bersandar di dinding. "Ayo kita liat, sehebat apa kakaknya si Mawar itu!"

​Di lapangan latihan, ribuan prajurit sudah berkumpul melingkar. Di tengah lapangan, berdiri seorang pria raksasa dengan baju zirah lengkap dan pedang besar di punggungnya. Itulah Jenderal Kael, pria licik yang terkenal kejam di medan perang.

​"Mana Permaisuri yang katanya bisa membelah meja batu itu?!" teriak Kael sombong. "Jangan-jangan itu hanya sihir murah untuk menakuti menteri tua! Keluar kau, wanita lemah!"

​"BERISIK LU, JENGGOT NAGA!"

​Alesia muncul dari kerumunan prajurit dengan langkah santai, memutar-mutar goloknya. Magnus berjalan di belakangnya dengan tangan bersedekap, memberikan izin diam-diam.

​Kael tertawa meremehkan saat melihat perawakan Alesia yang jauh lebih kecil darinya. "Jadi ini wanita yang menghina adikku? Cantik memang, pantas Magnus sampai buta. Tapi di lapangan ini, kecantikan tidak berguna!"

​"Bacot lu gede bener, Bang. Kayak toa masjid pas mau lebaran," sahut Alesia sambil memasang kuda-kuda rendah. "Ayo, maju sini. Gue pengen tau, apa otak lu isinya cuma otot semua?"

​Kael menggeram. Ia menarik pedang raksasanya dan melesat maju dengan tebasan horizontal yang sangat kuat. WUSH!

​Alesia tidak menangkis. Ia justru merunduk dengan sangat rendah hingga dadanya hampir menyentuh tanah, membiarkan pedang Kael lewat di atas kepalanya. Dengan sekali putaran kaki, Alesia melakukan jurus Sapu Jagat—tendangan memutar ke arah pergelangan kaki Kael.

​DUG!

​Kael yang tidak menyangka serangan bawah secepat itu langsung kehilangan keseimbangan. Namun, sebagai jenderal berpengalaman, ia berhasil berguling dan kembali berdiri.

​"Cepat juga kau, tikus kecil!" Kael kembali menyerang, kali ini dengan rentetan tebasan membabi buta.

​Alesia menggunakan jurus Seliwa Naga Putih. Gerakannya sangat luwes, meliuk-liuk di antara sela serangan pedang Kael yang berat. Setiap kali pedang Kael mengayun, Alesia justru mendekat, menusukkan gagang goloknya ke titik-titik saraf di lengan Kael.

​TAK! TAK! TAK!

​"AAKH!" Kael merasakan lengannya mendadak mati rasa. Pedang raksasanya jatuh berdentang ke lantai batu.

​"Gitu doang, Jenderal? Katanya hebat?" ejek Alesia. Ia menyarungkan goloknya, lalu memasang posisi tangan kosong. "Sini, gue ajarin cara berantem pake tangan kosong biar lu kaga bergantung ama besi gede itu."

​Kael yang merasa dipermalukan di depan anak buahnya menjadi gelap mata. Ia mengeluarkan pisau tersembunyi dari balik sepatunya dan menerjang Alesia dengan licik.

​"ALESSIA, AWAS!" teriak Magnus spontan.

​Alesia tersenyum miring. Ini dia saatnya. Saat pisau itu hampir mengenai perutnya, Alesia menangkap tangan Kael, memutar tubuhnya, dan menggunakan punggung Kael sebagai tumpuan untuk melakukan bantingan Tekuk Lele.

​BRAAAKKKK!

​Tubuh raksasa Jenderal Kael terangkat ke udara dan terbanting keras dengan posisi wajah duluan yang menghantam tanah. Tidak berhenti di situ, Alesia mengunci leher Kael dengan kakinya—jurus pitingan maut yang biasa dipakai Abah buat nangkep maling ayam.

​"Ampun... ampun..." rintih Kael dengan suara tercekik.

​Alesia mendekatkan wajahnya ke telinga Kael. "Denger ya, Bang Jenderal. Bilangin sama adek lu yang manja itu. Kalau mau main, main yang sportif. Jangan pake fitnah, jangan pake dukun. Sekali lagi kalian usik kedamaian gue sama Bang Magnus, gue kaga cuma bakal banting lu, tapi gue bikin lu kaga bisa jalan selamanya! Paham?!"

​Alesia melepaskan kunciannya, lalu berdiri dan menepuk-nepuk debu di pakaiannya. Seluruh lapangan hening sejenak, sebelum akhirnya terdengar sorakan riuh dari ribuan prajurit. Mereka belum pernah melihat pertarungan seindah dan seefektif itu.

​"HIDUP PERMAISURI! HIDUP PERMAISURI BARBAR!" teriak mereka kompak.

​Magnus melangkah maju, ia melepaskan jubahnya dan menyampirkannya ke bahu Alesia yang sedikit terbuka karena pertarungan tadi. Ia merangkul pinggang Alesia erat, menunjukkan dominasinya sebagai suami.

​"Hebat, Alessia," bisik Magnus di depan semua prajuritnya. "Kau baru saja memenangkan hati pasukanku."

​Alesia nyengir lebar. "Hati pasukan sih gampang, Bang. Yang susah itu bikin hati lu kaga kaku kayak kanebo lagi."

​Magnus tersenyum misterius, lalu menatap tajam ke arah Kael yang sedang dipapah pergi. "Urusan Jenderal Kael akan kuselesaikan secara militer. Tapi sekarang... sepertinya bini gue laper. Ayo, kita makan lesehan lagi di paviliun."

​Alesia tertawa renyah, ia menyandarkan kepalanya di bahu Magnus saat mereka berjalan menjauh dari lapangan. Dalam hati Alesia membatin, Aduh Bah, anak lu kayaknya beneran mulai kecantol sama nih Raja kaku.

1
Ika Fitri Ana
lanjut....👍👍👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Pawon Ana
si Siti ini devinisi genius jalanan...,🥰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Muft Smoker
aduuuuh koq ibu suriii begini amat sifat ny jelek ,, kaya sofa lama Blum di ganti kulit ny ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: /Grin//Proud//Proud/
total 2 replies
Muft Smoker
awaas ekoor ny terbang alessia🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
enk banget kasih nama orang ,, kasihan si naga takut gx terima jenggot ny di samain ma si kael ikan ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx bnr ad aja ide nama yg selalu muncul di luar kepala ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
astgaaa permaisuri senjata ny goloook ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,, siap2 jdi kurus anda gustaf🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,, permaisuri gx bisa d tindas lgiiii😏😏😏😏
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
ni nama ny permaisuri jaman emansipasi🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
gx da lembut2ny ,, tp mantap laa Alessia ,, aq suka gaya muuu 🤟🤟🤟🤟🤟
Muft Smoker
lanjuut kak
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Muft Smoker
raja di panggil abank🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, catatan baru dlm sejarah ini ,,
Muft Smoker: bnr kak ,, anak abaaah di lawan 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
kak baru bab awal loo tp udh seruuu liat tingkat alessi yg apa adany ,,
semangat trus ya kak nulis ny
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
💯 buat lily🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
duuh korban tabrak lari gerobak gorengan🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣


hai kak ,,
aq mampir ksniii
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Hasnawiyah Ansar
iya bener sekali tebakan anda
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lucuk, keren, gerrrrr banget /Joyful/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
baru bab satu aja udah kocaggh banget🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih,
stay read kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Pawon Ana
ini krakter anak Betawinya positif thinking ya tipenya....jadi asyik orangnya...🤭✌️
Ariska Kamisa: dia anak bae bae kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ika Fitri Ana
semua ceritanya bagus..simpel tidak berbelit...jadi tidak membosankan cerita2nya....rekomend banget.
Ika Fitri Ana
semangat ..bagus ceritanya..semoga tetap menarik seperti cerita lainnya thor...👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!