NovelToon NovelToon
Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia

Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: namice

“Benciku adalah candu, dan obsesinya adalah penjara paling mematikan.”

Ceisya, seorang santriwati tengil sekaligus hacker cerdas, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Ceisyra Valenor—tokoh antagonis yang seharusnya mati tragis.

Namun takdir berubah…
Kaelthas Virelion, penguasa dunia bawah yang dingin dan kejam, justru terobsesi padanya—bahkan menikahinya secara rahasia.

Di tengah fitnah licik sang adik, Clarisse, serta ancaman Axton—rival berbahaya yang mulai kehilangan kendali karena dirinya—Ceisya terjebak dalam permainan yang mematikan.

Haruskah ia melarikan diri dari sangkar emas itu…
atau bertahan dalam perlindungan berbahaya dari pria posesif yang siap menghancurkan dunia demi dirinya?

“Kamu adalah napasku, Ceisyra. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutmu dariku.”

Takdir, obsesi, dan kekuasaan bertabrakan.

Mampukah Ceisya mengendalikan nasibnya sendiri… atau justru tenggelam dalam obsesi yang semakin dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alur Novel yang berubah dan Posesif Mengekang

DUARR!

Suara tembakan di memori itu membuat Ceisya tersentak kembali ke kenyataan. Napasnya memburu, keringat dingin membasahi dahinya. Ia menatap telapak tangannya yang gemetar.

​“Nona? Anda baik-baik saja?” suara Guntur yang datar membuyarkan lamunannya.

​Ceisya menyeka keringatnya perlahan, lalu menyunggingkan senyum tengil yang dipaksakan. “Cuma mual. Sopirmu ini menyetir seperti sedang membawa paket pecah belah, terlalu pelan,” sahutnya pedas, meski jantungnya masih berdegup kencang karena syok.

​Dalam hatinya, Ceisya merenung dengan tajam. ‘Semuanya berubah. Di alur asli, Kaelthas membiarkan aku mati. Tapi sekarang? Dia malah membeli universitas hanya untuk mengurungku. Dia yang seharusnya membenciku, malah menjadi monster posesif yang tidak waras.’

​Ceisya sadar, perubahan alur ini bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, dia tidak akan mati kedinginan di jalanan. Tapi di sisi lain, obsesi Kaelthas adalah penjara yang jauh lebih mematikan. Dan yang paling menakutkan adalah kemunculan Axton. Jika Kaelthas sekarang sangat memuja Ceisya, maka Axton pasti akan melakukan hal yang jauh lebih kejam untuk menghancurkan Kaelthas melalui dirinya.

​“Alurnya sudah rusak total,” gumam Ceisya pelan. “Garis takdirnya sudah retak sejak aku pertama kali menatap mata Kaelthas di ruang kerja itu.”

​Mobil akhirnya berhenti di depan sebuah gedung penthouse eksklusif, bukan mansion Valenor. Guntur membukakan pintu. “Tuan Kaelthas memutuskan Anda tidak akan kembali ke rumah keluarga Valenor. Anda akan tinggal di sini, di bawah pengawasan langsung beliau.”

Ceisya melangkah masuk ke dalam lobi pribadi yang sangat mewah. Lantainya terbuat dari marmer hitam mengkilap yang memantulkan bayangan dirinya seolah ia sedang berjalan di atas air yang gelap. Lift khusus membawanya langsung ke lantai teratas—unit penthouse yang luasnya mungkin mencakup seluruh lantai gedung itu.

​Begitu pintu lift terbuka, Ceisya disambut oleh keheningan yang megah. Dinding-dinding kaca setinggi langit-langit memperlihatkan pemandangan kota dari ketinggian yang mengerikan. Namun, perhatian Ceisya langsung tertuju pada sosok yang berdiri di dekat jendela besar, membelakanginya sambil memegang gelas kristal berisi cairan amber.

​Kaelthas.

Pria itu tidak lagi mengenakan jas. Hanya kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, memperlihatkan otot lengan yang kuat dan urat-urat menonjol yang menunjukkan ketegangan tersembunyi.

​“Selamat datang di rumah barumu, Ceisyra,” ucap Kaelthas tanpa berbalik. Suaranya rendah, menggema di ruangan luas itu dengan otoritas yang tak terbantahkan.

​Ceisya mendengus, ia melangkah maju dengan gaya santainya, mengabaikan rasa perih di punggung yang semakin menjadi. “Pemandangannya bagus, Tuan Posesif. Tapi sayang, bau intimidasi di sini terlalu menyengat. Apa kamu nggak punya pengharum ruangan yang lebih ramah?”

​Kaelthas berbalik perlahan. Tatapannya sangat gelap, jauh lebih berbahaya daripada saat di kampus tadi. Ia meletakkan gelasnya di atas meja marmer dengan bunyi klik yang tajam.

​“Kamu berani meretas sistemku di depan umum, menantangku di hadapan orang-orangmu, dan sekarang kamu masih ingin bercanda?” Kaelthas melangkah mendekat. Setiap langkahnya terasa seperti detak jam menuju ledakan. “Kamu tahu apa yang terjadi pada orang yang mencoba melarikan diri dari pengawasanku?”

​Ceisya mendongak, matanya berkilat menantang. “Aku nggak lari. Aku cuma mengetes, sejauh mana Tuan Logistik ini bisa menjaga barang kirimannya. Ternyata kamu cukup baperan ya sampai harus beli kampus segala?”

​BRAK!

​Kaelthas menghantamkan tangannya ke dinding di belakang kepala Ceisya, mengurungnya dalam jarak yang sangat intim. Napas Kaelthas yang beraroma mint dan alkohol mahal terasa panas di wajah Ceisya.

​“Ini bukan soal kampus, Ceisyra! Ini soal kepatuhan!” desis Kaelthas, matanya menyapu wajah Ceisya dengan obsesi yang meluap-luap. “Kamu pikir aku tidak tahu alasanmu meretas sistem itu? Kamu ingin pria berkacamata itu membantumu menghilang, kan?”

​Ceisya tertawa hambar, meskipun hatinya mencelos teringat fragmen memori tentang Axton. “Adrian? Dia cuma teman satu kelompok! Kamu benar-benar sudah gila karena cemburu, Kaelthas. Itu penyakit, tahu?”

​“Kalau ini penyakit, maka kamulah virusnya,” jawab Kaelthas rendah. Tangannya yang besar perlahan menyentuh leher Ceisya, jemarinya mengusap nadi di sana yang berdenyut kencang. “Hukumanmu baru saja dimulai. Selama satu minggu ke depan, kamu tidak akan keluar dari penthouse ini. Tidak ada kampus, tidak ada ponsel, dan tidak ada siapa pun… selain aku.”

​Ceisya tersentak. “Kamu nggak bisa melakukan itu! Aku punya presentasi lanjutan minggu depan!”

​Kaelthas menyeringai, sebuah senyum manipulatif yang membuat Ceisya merasa benar-benar terperangkap. “Aku bisa melakukan apa saja. Aku sudah memindahkan seluruh jadwal kuliahmu ke sistem privat di sini. Kamu akan belajar di bawah pengawasanku langsung.”

​Tiba-tiba, Kaelthas menarik tubuh Ceisya hingga menempel pada dadanya yang bidang. Tangan Kaelthas yang lain perlahan bergerak menuju punggung Ceisya, tepat di atas luka cambukan yang masih basah.

​Ceisya memekik tertahan, wajahnya pucat karena rasa sakit yang luar biasa.

​Kaelthas terhenti. Ia menyadari reaksi tubuh Ceisya yang tidak wajar. Matanya menyipit penuh selidik. Tanpa peringatan, ia memutar tubuh Ceisya dan menarik sedikit bagian belakang tuniknya.

​Mata Kaelthas membelalak. Guratan merah keunguan bekas cambukan itu terlihat kontras di kulit punggung Ceisya yang putih. Aura di ruangan itu mendadak berubah dari posesif menjadi haus darah yang mengerikan. Rahang Kaelthas mengeras hingga terdengar bunyi gemeletuk gigi.

​“Siapa… siapa yang melakukan ini?” suara Kaelthas kini terdengar sangat rendah, seperti iblis yang sedang menahan amarahnya agar tidak menghancurkan dunia.

​Ceisya mencoba menarik bajunya kembali, wajahnya memerah karena malu sekaligus kesakitan. “Bukan urusanmu. Bukannya di laporan sampahmu dulu, kamu bilang aku memang pantas dihukum?”

​Kaelthas tidak mendengarkan. Ia mencengkeram bahu Ceisya, matanya berkilat penuh dendam. “Bastian Valenor… dia berani menyentuh milikku dengan cara seperti ini?”

​Kaelthas langsung meraih ponselnya dan menekan nomor Guntur. “Guntur! Batalkan semua kontrak logistik dengan Valenor Corp. Hancurkan saham mereka di bursa sore ini juga. Dan pastikan Bastian tidak bisa meminjam sepeser pun dari bank mana pun.”

​Ceisya tertegun. Di alur asli, Kaelthas membiarkannya dihina. Tapi sekarang, pria ini menghancurkan keluarganya hanya karena melihat satu luka di punggungnya.

​Kaelthas kembali menatap Ceisya, namun kali ini tatapannya penuh dengan gairah pelindung yang gelap. Ia menggendong Ceisya ala bridal style menuju kamar utama yang megah.

​“Kaelthas! Turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri!” seru Ceisya panik.

​“Diam, Ceisyra,” ucap Kaelthas sambil menatapnya intens. “Aku akan mengobati lukamu. Dan setelah itu, kita akan bicara tentang bagaimana kamu harus membayar perlindunganku ini dengan seluruh jiwa dan ragamu.”

​Ceisya menelan ludah. Ia tahu, di balik kemarahan Kaelthas pada ayahnya, ada sangkar yang jauh lebih kuat yang sedang mengunci dirinya. Sangkar itu bukan lagi terbuat dari emas, tapi dari obsesi murni seorang pria yang baru saja menemukan dunianya.

1
Wahyuningsih
💪💪💪 dlm upnya yg busnyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu sehat sellu n jga keshtn
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Atik R@hma
mantapp,double up dong🤣🤣
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
vew
thor banyakin upnya ,, suka sama ceritanya .. semangat 💪💪
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan support-nya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
yang pasti harus ikut bertarung dong Cey
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, ini sebenarnya ortu kandung gak sih
kok kejam amat
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
tupai dong dia 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
siap² aja kalian semua, nunggu emak singa yang cantik akan beraksi
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sippp Cey, banting aja mereka 1 per 1
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm up yg buanhk n hrs tiap hri jgn lma upnya thor tk enak menunggu sehat sellu n jga keshtn
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪💪💪💪 thor jgn ampe kendor kolor kli y thor 😁😁😁
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suporternya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Intan Aprilia Rahmawati
next dong
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
thor novel yg kmaren aja nggantung gk up2 eeeeh udah ada yg bru di tamatin dlu lah thor novel yg kmaren syg critanya bagus klau gk dterusin
namice: 😄, iya kak novel yang kemarin terkontrak tapi gak dapat reward kak, jadi cuma kontrak ga di gaji, karena pembacanya sedikit kak 😔😔.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
lanjut
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku akan update lagi satu 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
CaH KangKung,
like...🥀🥀
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
👣👣
namice: 😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, love you sekebon untukmu 😘😘😘🌹🌹🌹🩷🩷🩷
total 1 replies
azka aldric Pratama
hadir
namice: love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Yuni Alyssa
jangan buat gampang dapetin cwe nya tor... jangan lp ya bales dendam nya yg sadis ama keluarganya 🤣🤣🤣
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru ni novel 😁
menarik banget alurnya 😃
seperti biasa kutunggu cerita tamat dulu baru ku baca
namice: iya kak tidak apa-apa kak😘
total 1 replies
Yuni Alyssa
klo aku punya keluarga begitu... aku nikah sm cowo nya truz ku ancurin bapak emaknya apalagi si pick me... sebar dulu biar jadi bulan2an netizen 🤣🤣🤣....
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus kau
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca Novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!