apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 9
...Happy Reading...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Kini mereka berdua tengah berada di halaman mansion menunggu pak Wisnu mengambil mobil di garasi.
"lama banget sih pak kan aga lama nunggunyaa" kesal saga menatap pak Wisnu yang hanya menyengir
"ya ampun tuan maafkan saya, tadi mobil ini parkirnya jauh banget terus mobilnya juga kebanyakan saya jadi bingung" jelas pak Wisnu dengan sopan, sedangkan Revan yang mendengar itu hanya tersenyum.
Pak Wisnu yang melihat Revan tersenyum hanya bisa terdiam karena jarang sekali tuan mudanya itu tersenyum.
"sudahlah pa, ayo kita pergi nanti keburu malem" ucap Revan lalu menggandeng tangan sang papa untuk masuk kedalam mobil.
"ummh iya, pak Wisnu mau nitip apa nanti aga beliin pake uang nya Revan hihi" ujar saga Dnegan terkekeh lucu.
Pak Wisnu yang mendengar itu sontak menggelengkan kepalanya dengan sepat karena ia tidak mau merepotkan tuannya itu, pak Wisnu itu kerja disini sudah belasan tahun karena mengabdi pada keluarga Kalandra.
dan selama itu pula keluarga Kalandra lah yang sering membantunya dalam hal kesulitan apapun itu termasuk ibunya yang dulu akan di operasi karena usus buntu.
"ah tidak usah tuan, saya nanti beli sendiri saja di warung depan" ujar pak Wisnu Dengan gelagapan.
Saga yang tadinya tersenyum kini murung, seketika Revan langsung mengkode pak Wisnu agar mau dibelikan sesuatu untung saja pak Wisnu tau apa yang sedang tuan mudanya lakukan itu.
"a-ah tuan jujur saja saya ingin membeli es buah ya es buah tapi saya sibuk menjaga gerbang tuan" ujar pak Wisnu dengan tersenyum sopan.
saga yang mendengar itu langsung tersenyum kembali "okee nanti aga beliin pak Wisnu es buah ya sama buat bodyguard yang lain" ucapnya dengan senyum penuh semangat.
"iya tuan, sekali lagi terimakasih tuan" ujarnya dan diangguki oleh saga, saga pun masuk kedalam mobil bermerk BMW berwarna hitam milik Revan, Revan menyusul saga masuk kedalam mobil.
Diperjalanan menuju mall, saga terus saja bertanya hal aneh yang membuat Revan harus sabar menghadapi sikap kekanakan sang papa karena ia tau saga tengah mengalami amnesia yang membuat sikapnya kekanak-kanakan.
"Evan kenapa aga pendek??evannn Daddy aga dimana??mommy aga dimana evann?" tanya nya Revan yang mendengar itu sontak bingung ingin menjawab yang mana terlebih dahulu.
"nanya nya satu-satu ya sayang, pertama papa pendek karena ikut gen Oma, kedua opa lagi di Canada ketiga Oma sudah meninggal" ujarnya Dengan lembut, saga yang mendengar jawaban itu hanya mengangguk paham.
"Evan, aga mau ketemu Daddy" ucapnya, Revan yang mendengar itu langsung menatap kedua manik mata indah milik saga.
"beneran mau ketemu opa?" tanya Revan memastikan, karena jika ada Daddy dari saga maka mansion akan semakin ketat dan seluruh keluarga akan protektif kedapa saga, di keluarga Kalandra itu yang paling dijaga memang saga, dia pria manis yang mengikuti gen mommynya.
"hu'um aga mau ketemu Daddy, tapi kapan-kapan hehe kalau Daddy pulang ke indonesia" ujarnya dengan bertepuk tangan ria, lalu ia mengambil botol dot berisi susu di tas milik Revan yang berisi perlengkapan saga.
"uwmhh nwanti bweli swusu lwagi ya evwan" ujarnya dengan mulut berisi nipple silikon.
"iya papa, nanti beli yang banyak sekalian buah sama makanan ringan" ujar Revan dengan lembut.