NovelToon NovelToon
POSESIF

POSESIF

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Pihak Ketiga / LGBTQ
Popularitas:280
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

Sepasang mata berwarna coklat tampak menyorot tajam menatap seorang laki laki yang masih berdiri memaku tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya semula, seakan tatapn mata berwarna coklat itu mampu menelannya hidup hidup saat ini juga.

"apa kamu tidak ingin menjelaskan semuanya stave...?"

suara yang baru saja keluar dari laki laki tersebut terdengar seperti sebuah kilatan petir, membuat stave semakinn menundukkan kepalanya semakin dalam.

"apa yang harus aku katakan setelah kamu sudah melihat semuanya."

kepalan tangan dan tonjolan urat yang terlihat jelas saat steave memberanikan diri menatap kearah di mana tangan leon dia letakkan di atas meja, steave rasanya ingin segera menghilang dan berlari dari depan leo, dia tahu dan paham akan tabiat leon ketika marah seperti sekarang.

"jika kamu tidak ingn menjelaskan siapa dia, maka..."

Leon menghentikan ucapannya, terdengar bunyi deritan kursi yang bergeser. seketika steve memberanikan diri menatap ke arah leon, yang kini dekatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara gara shower macet.

Tumpukan belanja terlihat tergeletak berserakan di atas meja makan, Steve berulang kali menghela nafasnya. Dia lelah, tentu saja. Ternyata belanja bulanan yang kali ini Steve lakukan bersama Leon terasa sangat melelahkan.

“Nih…”

Leon menyerahkan minuman kaleng rasa jeruk di depan Steve, tanpa menunggu lama Steve mengambil minuman kaleng pemberian Leon.

Gluk.. Gluk… Gluk…

Terdengar jelas Steve meneguk minumannya, Leon yang tak sengaja melihat jakun Steve yang naik turun tak sengaja ikut menelan ludahnya.

“Aaahhhh…. Segarnya, thank’s kak…”

Steve mengambil satu bungkusan besar kantong belanja, di sana terdapat daging sapi segar dan juga ayam serta udang. Steve segera membuka pintu kulkas khusus frezer, tanpa ba bi bu Steve memasukan semuanya.

“Aku bantu.” Ucap Leon mengambil udang di dalam kantong belanja.

“Hmm…” balas Steve melanjutkan gerakkan tangannya yang tadi sempat terhenti.

Tak sampai setengah jam, kini semua belanja yang tadi berantakan tampak tersusun rapi tertata di dalam kulkas dan kitcen set.

“Akhirnya selesai juga.” Steve merenggangkan tubuhnya, rasa capek dan pegal langsung terasa saat semua sudah tersusun rapi di tempatnya.

“Ternyata belanja melelahkan ya…” gerutu Leon sambil menikmati segelas orange jus milik Steve yang tadi sempat Steve buat.

“Kak…!! Itu minumanku.” Teriak Steve kesal.

“Oh… sudah terlanjur.” Balas Leon dengan entengnya sambil meminum sisa jus jeruk milik Steve.

Leon melihat jelas dengusan dari wajah tampan Steve, rasanya ingin sekali Leon mencubit gemas pipi putih milik Steve. Pandangan mata Leon terarah melihat Steve yang mencoba pergi dari depan Leon, gerakkan langkah kaki Steve terhenti saat Leon mencengkeram lengan Steve.

“Tunggu….” Perintah Leon menghentikan gerakkan kaki Steve.

“Lepas kak, aku mau mandi…!”

Leon tidak peduli mendengar ucapan Steve yang seakan kesal dengan nya, Leon tahu terlihat dari gestur tubuh Steve mencoba melepaskan tangan Leon dari lengan milik Steve.

“Kebetulan, aku mau bilang. Shower di kamar mandi kamu macet, jika kamu mau mandi mending di kamar ku aja. Atau….” Leon sengaja menghentikan ucapannya, dia tahu pasti Steve akan bertanya akan ucapan Leon selanjutnya.

“Atau apa…!!”

Steve melirik tajam menunggu ucapan leon selanjutnya, dia masih setia menatap wajah tampan Leon yang tersenyum sini menatapnya.

“Kamu mandi pake bidet spray di samping closet…?”

Steve memelototkan kedua matanya sempurna, rasa kesal karena minuman yang di habiskan Leon belum reda, sekarang di tambah dengan shower kamar mandi yang macet, di tambah Leon menyarankan mandi menggunakan bidet spray yang ada di samping closet.

“Sialan…!!” Ucap Steve sampul menarik lengannya kasar, beruntung tangan Steve bisa segera terlepas dari cengkeraman tangan Leon.

“Aku mau keluar sebentar, kamu kalau mau mandi masuk aja ke kamarku ya… ada barang milik ku yang tertinggal di mobil…!!!” Teriak Leon yang sengaja agar Steve mendengarnya.

Steve tidak menjawab ucapan Leon, dia tidak peduli dengan Leon yang akan keluar apartemen. Dengan gerakkan cepat, Steve mengambil handuk dan bathrobe miliknya. Sudah jadi kebiasaan Steve, sehabis mandi dia akan membungkus tubuh kekarnya dengan bathrobe dari pada handuk.

Langkah Steve terlihat cepat, dia ingin segera mandi dan beristirahat sebelum waktu malam tiba. Steve melangkah keluar kamar, dia melihat ruangan yang tampak kosong, batin Steve berkata jika Leon pasti sudah keluar dari apartemen.

“Huh… rasanya tenang tidak ada dia, gue harus cepat mandi sebelum dia datang.”

Steve sedikit berlari menuju kamar Leon, tanpa menunggu lama dia segera masuk ke dalam kamar mandi Leon. Bunyi suara pintu tertutup menjadi tanda jika Steve sedang akan melakukan ritualnya.

Leon yang baru saja dari basement menggambil handphone miliknya dari dalam mobil segera naik dna kembali ke apartemen, dia yang merasa sedikit kegerahan memilih akan membersihkan diri setelah sampai di dalam apartemennya.

“Tidak biasanya siang ini terik banget cuacanya, rasanya gerah pengen segera mandi trus tidur…” Leon berjalan menyusuri lorong menuju ke apartemennya, suasan yang tampak sepi menjadikan Leon dapat mendengar ketukan sepatu yang dia pakai di atas lantai.

Bunyi tombol smart door menjadi tanda jika dia sedang berusaha membuka pintu apartemen nya, langkah leon terlihat teratur saat masuk kedalam apartemennya. Tanpa berfikir lama Leon segera masuk ke kamarnya, satu persatu tangannya melepaskan kancing baju kemejanya, perlahan dia melepaskan kemeja yang tadi menutupi tubuh atletis nya.

Kini tinggal celana jens yang tadi dia pake segera dia lepaskan, tertinggal hanya boxer berwarna hitam yang masih setia menutupi tubuh besar dan kekar milik Leon. Sebelum masuk ke dalam kamar mandi Leon memasukkan pakaian kotor ke dalam keranjang tempat di mana baju baju kotor Leon bertumpukan di sana, melihat semua sudah ada pada tempatnya dia segera masuk ke dalam kamar mandi.

Bunyi klik menandakan jika Leon telah membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci, dan apa yang Leon lihat mampu membuat dia specles tanpa bisa berkata apapun. Tubuh seorang laki laki tengah memunggunginya, tubuh yang terlihat putih bersih sedikit kekar terguyur air dari atas shower, membuat pikiran kotor leon melayang entah kemana.

Rasanya Leon saat ini sulit untuk menelan ludahnya sendiri melihat pemandangan yang menggoda imannya, mungkin bagi semua laki laki pemandangan itu akan tampak normal. Tapi akhir akhir ini entah kenapa sejak adanya Steve pikiran leon semakin kacau dan tidak normal, melihat Steve yang memiliki wajah tampan sekaligus cantik menjadikan otak Leon menjadi kacau.

“Oh my god, What the f*ck” geram Leon mengacak rambutnya kasar.

Leon segera keluar dari kamar mandi sambil membanting pintunya kasar, Steve yang terkejut segera membalikkan badannya menatap pintu kamar mandi yang tertutup.

“Apaan tadi, apa jangan jangan kamar mandi ini ada hantunya ya…?” Batin Steve tiba tiba merasa takut.

Sedangkan Leon yang sudah berada di kamarnya memilih mengambil kaos dan celana pendek di dalam lemari, dia tidak peduli dengan tubuhnya yang terasa lengket karena keringat. Dia harus menyelesaikan sesuatu urusan daruratnya di tempat lain, pikiran kotor melihat Steve mandi membuat sesuatu di dalam diri Leon bangun tanpa menunggu aba aba dari sang pemilik tubuh.

“Sial…!!!” Ucap Leon sambil keluar dari dalam kamar.

Leon tidak peduli dengan Steve yang masih mandi, dia segera masuk kedalam kamar Steve. Dia akan menyelesaikan urusannya di kamar mandi Steve, dari pada Leon pusing jika menunggu Steve keluar.

Tak perlu menunggu lama, akhirnya Steve menyelesaikan urusannya. Dia segera keluar dari dalam kamar mandi Leon, Steve yang mengedarkan pandagan matanya melihat isi kamar Leon sempat terkejut melihat tumpukan baju yang Leon pakai tadi teronggok di dalam keranjang tempat baju kotor.

“Oh Tuhan, apa mungkin tadi….?” Tebak Steve sambil menggelengkan kepalanya.

“Enggak… enggak mungkin, mana mungkin dia tadi masuk kedalam kamar mandi dan lihat gue… ah… ya Tuhan, sial… gue lupa lagi enggak kunci pintu kamar mandi.” Steve mengacak rambutnya kasar, dia merasa bodoh hari ini.

Tanpa menunggu Leon kembali, dia segera berlari menuju ke dalam kamarnya. Segera dia mencari kaos dan celana untuk dia pakai sebelum Leon datang, Steve melepaskan bathrobe yang dia pakai dan segera memakai boxer.

Belum juga Steve memakai celana pendeknya, pintu kamar mandi tiba tiba terbuka dari dalam. Dan Steve dapat melihat Leon keluar dari sana dengan wajah yang terlihat sayu, pandagan mata steev dan Leon bertemu satu sama lain. Mereka membisu tidak bisa berkata apa apa, hanya saling pandang dan menatap satu sama lain.

Perlahan Leo melangkahkan kakinya mendekati Steve yang berdiri dengan boxer yang menutupi tubuh setengah telanjang nya, jantung Leon berdetak dengan sangat cepat begitu juga Steve. Langkah kaki Leon semakin mendekati Steve, satu langkah, dua langkah dan akhirnya Leon berdiri tepat di depan Steve.

1
Vanni Sr
deemi???? ini crta Gay?? kek gni lolosss?? astgaaa bner² gila
Reichan Muhammad: mengerikan,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!