NovelToon NovelToon
Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Dikhianati... Kemudian dibunuh...

Siapa sangka, kematian menjadi awal bagi Lea La Bertha- seorang ahli racun- mengetahui kebenaran yang selama ini ditutupi sang kekasih.

Kehidupan kedua yang ia dapatkan membuat dirinya memilih jalan berbeda dengan bergabung dalam lingkaran dunia mafia.

"Jika aku memintamu membunuh seseorang, apa kau akan melakukannya?" Angkasa.

"Jadikan aku sebagai tangan kananmu. Maka, aku akan lakukan semua perintahmu tanpa terkecuali," Lea.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang ia bawa, Lea bertekad mengubah takdirnya. Tetapi ia tidak pernah menyangka, perubahan itu justru membuka rahasia besar dari kedua orang tuanya yang sudah tiada.

Lalu, bagaimana jika cinta hadir diantara mereka? Akankah Lea percaya pada 'Cinta'?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Dansa Penerimaan.

Cahaya neon berkedip memenuhi klub malam diiringi suara musik jazz lembut. Lantai dansa diisi beberapa orang yang menari bersama pasangan masing-masing.

Pria berpostur tubuh sempurna dengan setelan jas mahal membalut tubuhnya melangkan masuk. Wajahnya tampan bak dewa, tetapi ekspresinya mematikan langkah wanita yang berniat untuk mendekat. Mata heterokromatik-nya mencuri perhatian, tetapi tatapannya menyimpan teka-teki yang tak terpecahkan. Bekas luka di pelipisnya adalah peta masa lalu yang tidak pernah dia bagikan kepada siapapun. Dan semua orang mengenalnya sebagai CEO Kalva Company.

Angkasa Kalvandra Costa.

Namun, segelintir orang tahu. Dia-lah mafia yang bersembunyi di balik penampilan sempurna CEO.

Angkasa duduk di salah satu sofa, menyesap whisky yang dituangkan Marco, lalu mengedarkan pandangan. Mengawasi. Sampai perhatiannya tercuri pada satu wanita yang baru saja masuk. Wanita yang sudah ia lihat sejak beberapa hari terakhir.

Di tengah banyaknya orang yang datang, wanita cantik berambut panjang dengan gaun merah itu melangkah ke meja bar, duduk di salah satu kursi, lalu memesan minuman. Ia melihat sekeliling, tampak menikmati suasana. Sesekali kepalanya bergoyang lembut mengikuti irama musik saat menyesap minumannya dengan gerakan elegan-seperti yang selalu dia lakukan setiap kali dia datang.

Dalam pandangan semua orang, wanita itu tampak menikmati suasana, namun dalam pandangan Angkasa, wanita itu merencanakan sesuatu. Dan ketika beberapa pria mendekat untuk menggoda atau mengajak berdansa, dia selalu menolak dan memberikan jawaban dingin.

"Aku tidak tertarik untuk melakukan debat kusir." Lea menjawab datar sambil mendorong segelas minuman ke depan pria yang mengajaknya berdansa. "Minum ini dan pergilah. Jawaban sudah kuberikan satu menit lalu. Tentu kau tidak amnesia dadakan kan?"

Lima detik setelah jawaban itu keluar, pria itu pergi dengan wajah kesal.

Sudut bibir Angkasa sedikit terangkat, menyembunyikan senyum dengan menyesap whisky, menangkap sesuatu yang tidak orang lain lihat.

"Menarik," Angkasa bergumam pelan, meletakkan gelas di meja, lalu bangun dari duduknya.

"Tuan-..."

Kalimat Marco menggantung di udara, menatap punggung bos-nya yang sudah melangkah menjauh dengan tatapan bertanya: ada apa dengan bos-nya?

"Mau berdansa?" ajak Angkasa dengan satu tangan terulur di depan wanita yang berhasil 'menarik perhatiannya' untuk pertama kali: Lea.

Lea tetap bergeming, tangan kanannya yang memegang gelas bertumpu di tepi meja, sementara wajahnya kini sedikit tengadah, mempertemukan dua tatapan yang memiliki tujuan berbeda.

"Tentu," Lea langsung menerima, meletakkan gelas di meja, menyambut uluran tangan yang datang.

Angkasa membawa Lea ke tengah lantai dansa, menarik pinggang Lea rapat ke tubuhnya yang kokoh. Tangan kirinya menggenggam tangan Lea, tangan kanannya menekan punggung. Posisi waltz diiringi musik jazz klasik.

Mereka mulai bergerak seirama dalam alunan musik. Sementara dalam jarak beberapa langkah dari mereka berdua, Marco mengawasi. Di sudut berbeda, Donantello turut mengawasi ketiganya dari lantai atas.

"Bocah ini ..." Donantello menggeram kesal.

Tatapan Donantello terus mengawasi, satu tangannya bergerak ke arah leher, mengeluarkan kalung yang ia sembunyikan di balik pakaiannya- kalung berliontin cincin dengan batu safir di tengahnya-, kemudian menggenggamnya erat.

"Pastikan pria yang mendekatinya malam ini tidak muncul lagi besok," satu perintah Donantello keluarkan melalui ponsel.

Kemudian kembali diam, menatap ke lantai dansa tempat Lea berada.

"Jadi, apa yang membuat seorang pelajar sepertimu datang ke tempat seperti ini?" tanya Angkasa tiba-tiba, tatapannya berubah tajam.

"Oh ... Bagaimana kamu tahu aku seorang pelajar?" Lea balas bertanya.

"Sangat mudah. Wajahmu menjelaskan lebih banyak dari kata-kata," jawab Angkasa.

Angkasa memutar tubuh Lea, lalu menariknya kembali, mengikis semua jarak yang sempat ada.

Selama beberapa saat, waktu seakan berhenti. Wajah Lea tengadah, menatap wajah pria yang kini tengah menunduk menatapnya. Dalam cahaya temaram, Lea baru menyadari pria di depannya memiliki mata heterokromatik yang menawan- perpaduan antara coklat gelap yang hangat dan biru laut yang dingin- seolah mencerminkan dualitas pria itu.

Meski samar, Lea juga melihat tato di leher pria itu. Tulisan latin entah apa, tidak begitu jelas.

"Aku mencari seseorang," jawab Lea jujur.

"Di tempat seperti ini?" alis Angkasa terangkat.

"Karena dia bersedia ditemui 'orang luar' hanya di tempat seperti ini."

Sudut bibir Angkasa terangkat, jawaban yang menarik menurutnya. Kata 'orang luar' bukanlah dua kata kosong, tetapi tanda lawan bicaranya tahu apa yang dia lakukan.

"Siapa yang ingin kau temui?" tanya Angkasa.

Lea tersenyum. "Kamu yakin bertanya? Bukankah kamu mendekatiku karena dia yang memberimu perintah?"

Alis Angkasa sedikit naik. Salah paham yang menarik, tapi itulah ciri khasnya yang sudah diketahui banyak orang. Ia selalu mengirim bawahannya untuk menyampaikan pesan atau menggantikan dirinya jika ada pertemuan.

Musik melambat. Angkasa menarik Lea semakin rapat, aroma musk dan whisky menguar.

"Siapa namamu?" tanya Angkasa.

"Lea ... Lea la bertha."

Angkasa diam. Ia pikir wanita di depannya ini akan memalsukan nama. Namun, ia justru mendapatkan jawaban tanpa ragu, seolah wanita itu benar-benar tahu posisinya.

"Bagaimana kau bisa yakin jika dia yang mengirimku untuk menyampaikan pesan padamu?" tanya Angkasa.

"Dari jawaban yang baru saja kamu katakan," jawab Lea.

Angkasa mengerutkan kening.

"Kamu menyebutkan 'menyampaikan pesan' tapi aku mengatakan 'memberimu perintah'. Itu artinya, dia mengawasiku. Udara di sekitar bisa menjadi telinga, apakah aku salah?" jawab Lea balas bertanya.

Musik selesai, tapi Angkasa tidak melepaskan pelukan, masih menahan pinggang Lea erat.

"Musik sudah selesai."

"Lalu kenapa?" Angkasa menarik Lea lebih erat, wajahnya menunduk, bibirnya hampir menyentuh telinga Lea.

"Kau sangat menarik."

Angkasa menatap mata Lea tajam, tanpa senyum.

"Seseorang akan datang menemuimu untuk membawamu bertemu dengannya. Kapan? Bukan kau yang tentukan."

Darah Lea berdesir. Tertantang.

Angkasa menyeringai, melepaskan pelukan, lalu melangkah mundur.

"Terima kasih atas waktunya," kata Angkasa membungkukan badan ala bangsawan. "Nona Lea La Bertha."

Angkasa berbalik, melangkah menjauh.

"Tunggu!"

Angkasa berhenti melangkah, menoleh.

"Siapa namamu?" tanya Lea.

"Marco."

 . . ..

. . . .

To be continued...

1
vania larasati
lanjut
Zhu Yun💫
Makanya jangan mata keranjang 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Angkasa kebakaran jenggot nggak tuh ntar kalau lihat ini 🤭🤭🤭
Zhu Yun💫
Yah jiwa kepo Vito meronta-ronta 🤭🤭🤣🤣
Dewi Payang
Akupun akan bereaksi sama jika jadi Thalia😂
Dewi Payang
Mantap Lea👍🏻
🌸Sakura🌸
wow
Zenun
Vito sangat mudah dijebak karena dia pemain wanita
j4v4n3s w0m3n
rayuan mematikan bener bener lea ngeri ngeri sedep🤣🤭👍
aku
si Lea ngeri2 sedep 🙄🙄
vania larasati
lanjut
Zhu Yun💫
Yakin akan melepasnya pergi nih 🤧🤧🤧 nanti anu loh 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Rugi kalau nggak bawa ke ranjang duluan, nanti nyesel loh 🤣🤣🤣🔥🔥🔥
〈⎳ FT. Zira: jangan ada anu dulu diantara kita🤧🤧
total 1 replies
Zhu Yun💫
Yang ada burung mu siap-siap dipotong iya 🤣🤣🤣
〈⎳ FT. Zira: hilanglah masa depan😭
total 1 replies
Zhu Yun💫
Angkasa mengalami reinkarnasi juga kah... /Slight//Slight//Slight//Slight/
〈⎳ FT. Zira: entahlah🤣🤣
total 1 replies
Zhu Yun💫
Kalau ingin naik ke atas ranjangmu dikasih ijin nggak 🤭🤭🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Maklum, Lea pengen ngintip kamu mandi 🤣🤣🤣✌️
Zhu Yun💫
Ya itu kan modusnya Angkasa juga 🤣🤣🤣
Zenun
hayolooo, nanti Lea dilirik sama bos lain
〈⎳ FT. Zira: hayolooo🤣
total 1 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
sepertinya mulai anuuuhhh
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!