NovelToon NovelToon
Rahasia Pangeran Pecundang

Rahasia Pangeran Pecundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Epik Petualangan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Mapanji Wijaya seorang pangeran muda dari Istana Wuwatan terkenal dengan sifatnya yang manja, pengecut, suka foya-foya dan gemar berbuat seenaknya. Sebagai putra raja yang seharusnya memiliki sifat mengayomi dan melindungi masyarakat Kerajaan Medang, Mapanji malah menampilkan sifat yang sebaliknya.



Bahkan sampai Nararya Candrawulan, perempuan yang dijodohkan dengan nya, memohon agar perjodohan dengan Mapanji Wijaya dibatalkan saking bejatnya sang pangeran.


Tetapi di balik semua itu, ada sebuah rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat hingga tak seorangpun yang tahu. Apakah itu? Temukan jawabannya dalam kisah Rahasia Pangeran Pecundang, hanya di Noveltoon kesayangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keributan di Pintu Gerbang Timur Istana

****

Tubuh Pangeran Mapanji Wijaya bergetar hebat menahan hawa panas yang menyebar ke seluruh bagian tubuh. Matanya terpejam rapat. Keringat mengucur deras dari seluruh pori-pori tubuh hingga membuat tubuh nya basah kuyup.

Zzzrrrrrrtttttt...

Zzzrrrrrrtttttt...

Begawan Randuseta segera menarik tangannya dari ubun-ubun sang putra kedua Sri Isyana Tunggawijaya ini kemudian menghela nafas dalam-dalam sebelum tersenyum menatap ke arah sang pangeran.

"Ajian Segara Geni sudah sempurna aku turunkan pada mu, Wijaya..

Hirup nafas panjang sebelum kau buka mata. Jangan terburu-buru, biarkan semua mengalir apa adanya", perintah Begawan Randuseta.

Pangeran Mapanji Wijaya mematuhi perintah guru nya. Perlahan-lahan ia membuka mata sambil melepaskan nafas nya.

"Tubuh saya benar-benar penuh dengan tenaga, Eyang Guru..

Rasa berat pada seluruh persendian kini hilang seolah tak pernah ada. Tubuh saya rasanya juga ringan sekali, seperti hilang bobot puluhan kati", ucap Pangeran Mapanji Wijaya dengan gembira.

" Mau tahu apa sebab nya? "

Pangeran Mapanji Wijaya segera anggukkan kepala dengan cepat.

"Racun yang selama ini membuat tubuh mu lemah, sudah terbakar oleh daya Ajian Segara Geni yang telah sempurna menyatu dengan raga mu, Wijaya..", ujar Begawan Randuseta yang membuat Pangeran Mapanji Wijaya terkejut.

" Racun? Dalam tubuh saya ada racun, Eyang Guru?", ada sedikit rasa tak percaya dalam pertanyaan Pangeran Mapanji Wijaya ini.

"Benar Wijaya, ada racun dalam tubuh mu..

Namanya Racun Kalawisa. Itu bukan sekedar racun biasa, tetapi racun gaib yang di kirim untuk melemahkan tubuh mu. Racun ini sangat sulit diketahui keberadaan nya, bahkan romo mu saja tidak bisa melihatnya. Keberadaan racun ini baru diketahui setelah tubuh mu dialiri tenaga dalam. Tenaga dalam itu akan langsung hilang seolah tak pernah ada", terang Begawan Randuseta gamblang.

"Dikirim? Maksud guru ada orang yang mencelakai saya? ", penasaran Mapanji Wijaya bertanya. Begawan Randuseta mengangguk pelan.

" Iya, kurang lebih tujuan nya begitu. Racun ini sudah diberikan pada mu saat kau bayi. Jelas pelakunya ingin kau menjadi lemah ", lanjut Begawan Randuseta kemudian.

Hemmmmmmmmm...

" Rupanya begitu. Aku pasti akan mencari pelaku kejahatan ini, karena dia sudah menyengsarakan hidup ku selama puluhan tahun...!! ", geram Pangeran Mapanji Wijaya sembari mengibaskan tangan kanannya.

Whhuuuugggggg!!!

Gelombang cahaya merah menyala diikuti oleh hawa panas terhempas dari tangan kanan Pangeran Mapanji Wijaya dan menghantam baru besar yang berada tak jauh dari tempat mereka berada.

BLLAAAAAAAMMMMMM!!!

Ledakan dahsyat terdengar diikuti oleh kepulan asap tebal dan debu beterbangan. Apesnya, baik Begawan Randuseta maupun Pangeran Mapanji Wijaya sama sama kaget dengan hal ini.

"WIJAYA, APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN HAH?!

Mau membuat aku mati jantungan ya?!!! ", Begawan Randuseta melotot marah pada Pangeran Mapanji Wijaya yang nampak juga terkejut dengan apa yang terjadi. Segera pria Sepuh itu menjewer telinga sang pangeran.

" Aku tidak tahu apa-apa Eyang Guru..

Ampun Eyang Guru, ampun..!!! Tolong lepaskan telinga saya, rasanya mau copot...! ", hiba Pangeran Mapanji Wijaya sambil meringis kesakitan.

Begawan Randuseta melepaskan jeweran nya. Melihat murid kesayangannya menderita, tentu saja ia tidak tega.

" Kau benar tidak sengaja tadi? ", tanya Begawan Randuseta kemudian.

Pangeran Mapanji Wijaya menganggukkan kepalanya.

" Aku saja tidak merapal mantra ajian nya. Cuma aku tadi kesal karena cerita eyang guru tentang racun dalam tubuh saya.

Lalu saya mengibaskan tangan, eh tahu-tahu nya ada kekuatan besar yang keluar. Sungguh saya tidak berniat mengeluarkan Ajian Segara Geni, Eyang Guru ", jujur Pangeran Mapanji Wijaya yang membuat Begawan Randuseta menghela nafas panjang.

" Ini juga berkaitan dengan jenis raga yang kau miliki, Wijaya...

Raga mu adalah Raga Bintang Api , sejenis raga langka yang sebenarnya sangat memudahkan pemilik nya belajar ilmu kanuragan yang menggunakan panas sebagai kekuatan utama. Kelemahan nya, kau harus sering menahan amarah mu agar tidak bikin celaka orang lain karena keluar ilmu tiba-tiba. Mengerti?"

"Saya mengerti Eyang Guru.. "

Begawan Randuseta menatap langit timur yang mulai terang, menjadi penanda pagi akan segera tiba.

"Sudah saatnya pulang ke Istana Watugaluh, Wijaya...

Sekarang sudah sempurna Ajian Segara Geni dan Ajian Sepi Angin mu. Kau bukan lagi orang lemah yang cuma bisa berlindung di balik pengawal pribadi mu itu. Ilmu silat ku juga sudah kau kuasai, tinggal satu ilmu yang belum ku turunkan pada mu. Satu purnama lagi, aku akan kembali untuk menurunkannya pada mu.

Tapi ingat, jangan sembarangan bertindak karena orang yang mencelakai mu dengan Racun Kalawisa pasti masih mengawasi setiap gerak-gerik mu di istana. Kau harus berhati-hati.. "

"Saya mengerti Eyang Guru.. "

Segera, Begawan Randuseta memegang pergelangan tangan Pangeran Mapanji Wijaya dan sekejap kemudian keduanya menghilang dari lereng utara Gunung Lawu.

*****

"Guru, masih berapa lama lagi kita sampai di Kotaraja Watugaluh?? Kaki ku rasanya mau copot ini... "

Seorang gadis berkulit sawo matang dengan paras manis tapi menyiratkan keanggunan, mengipas-ngipasi wajahnya yang berkeringat. Kemben hitam nya menggembung tanda bahwa perempuan itu memiliki buah dada yang besar. Meskipun badan nya sedikit montok, tapi pinggulnya ramping hingga memamerkan bokong nya segede keranjang bambu.

Seorang lelaki sepuh bertubuh kurus dengan jenggot putih panjang dan pakaian abu-abu seperti kebanyakan orang, menggelengkan kepalanya melihat ulah gadis berparas manis ini. Orang ini adalah Mpu Kumbayana, pimpinan Padepokan Jurug Bening di kaki barat Gunung Kamput.

Sedangkan gadis manis ini adalah murid Resi Kumbayana yang bernama Subadra, murid keempat Padepokan Jurug Bening sekaligus adik seperguruan Warak dan Ludaka.

Adapun alasan mereka menuju ibukota Kerajaan Medang adalah karena Resi Mpu Kumbayana ingin mengunjungi dua murid yang sudah lama tak dia jumpai sekaligus ingin mencarikan suami untuk Subadra yang sudah beranjak dewasa.

"Cepatlah, Badra....

Kita tidak boleh buang-buang waktu terlalu lama. Aku khawatir kedua saudara seperguruan mu sudah keluar kotaraja. Mereka bilang majikannya akan pergi ke Kalingga dan kemungkinan mereka akan ikut serta", omel Resi Mpu Kumbayana yang membuat Subadra mau tidak mau melangkah lagi meskipun sudah penat.

Begitu memasuki ibukota, mereka segera menuju ke arah kompleks istana dimana keputran terletak di sisi timur.

Dua orang prajurit penjaga istana langsung menyilangkan kedua tombaknya begitu mereka mendekati pintu gerbang istana sedangkan dua prajurit lainya bergegas mendekat.

"Yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke gerbang timur. Silahkan pergi.. ", tegas sang prajurit penjaga istana.

" Mohon maaf Tuan Prajurit...

Saya ingin menemui murid saya yang bekerja di sini. Namanya Ludaka dan Warak. Bisa minta tolong untuk dipanggil kemari? ", pinta Resi Mpu Kumbayana dengan sopan.

" Kakek tua, jangan sembarangan...

Ki Ludaka dan Ki Warak adalah pengawal pribadi Gusti Pangeran Mapanji Wijaya. Mereka adalah orang-orang terhormat. Mana mungkin mereka adalah murid mu? Jangan mengada-ada, kakek tua...!! ", bentak prajurit lainnya yang bertampang sangar.

" Kurang ajar!!

Berani sekali kau memperlakukan Guru ku dengan tidak sopan. Beliau ini adalah Resi Mpu Kumbayana, guru Kakang Ludaka dan Kakang Warak. Apa kalian sudah bosan hidup dengan berani merendahkan guru kami?!! ", Subadra yang geram dengan perlakuan yang telah diterima guru nya, geram bukan main.

Tetapi melihat tubuh Subadra yang semok dan wajahnya yang manis, dua pengawal ini tidak marah malah cengengesan

" Gadis manis, jangan terlalu galak..

Nanti sulit dapat jodoh. Atau mungkin mau aku ambil sebagai selir. Istri ku baru melahirkan, tak bisa melayani ku. Kalau kau mau, aku pasti akan membuat mu hidup bahagia hehehe.. ", ujar sang prajurit yang merupakan kepala regu penjaga istana itu sambil menyapu bibir nya dengan lidah. Tangan kanannya langsung meraih bahu Subadra.

Belum sempat Subadra menanggapi, sesosok bayangan melesat dan langsung melayangkan tendangan keras ke ulu hati sang prajurit.

Dhhiiiiiiieeeeeesssssss!

Ooooouuuuuuugggggghhhhh...!!

Sang kepala regu penjaga istana itu meraung tertahan dan tubuhnya terpental hingga ke depan pintu gerbang timur istana. Melihat kawannya dijatuhkan, para prajurit penjaga istana lainnya langsung bersiaga untuk menyerang.

Tetapi hal itu segera berubah menjadi ketakutan setelah mereka melihat sosok yang telah menendang sang kepala regu penjaga istana itu. Sosok itu mendelik garang ke arah mereka sembari bertanya,

"Siapa yang memberi keberanian pada kalian untuk mengganggu tamu ku, hah?!!!

Apa kalian mau mampus?! "

1
🗣Aku 😆🇲🇨🦅
biasa aja dong kagetnya nanti @🐼𝒫𝒶𝓃𝒹𝒶𝓃𝒲𝒶𝓃𝑔𝒾 🏡s⃝ᴿ lagi bobok keberisikan 😅
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Idrus Salam
Ajian yang dahsyat tentu perlu penyelarasan dengan kesiapan tubuh pengguna dan naluri dalam penggunaannya perlu dilatih.
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!