NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:711
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Warisan Peninggalan Ibu II

"Selamat pagi paman Liu, dan paman tua juga" ucap Feng Yan sedikit sungkan karena tidak mengenal sosok tua di samping Tuan Liu.

"Namaku Man Choi anak muda" ucap kepala penjaga memperkenalkan namanya.

"Salam Paman Man Choi, hehehe" Sedikit sungkan Feng Yan memberi salam kepalan.

"Nah, kebetulan nona Zhao sudah ada disini. Jadi gelang yang kau pinta ambilkan dari orang bermarga Su itu sudah ada ditanganku." Tuan Liu memberikan gelang penyimpanan dimensi yang sebelumnya dia minta ambilkan dari tangan Su Jingmi yang ternyata tertangkap tangan langsung oleh Liu Yaoshan.

Ternyata tadi malam saat hendak

Kabur, Su Jingmi tidak beruntung karena harus bertemu dan ditangkap langsung oleh Raja kota.

Zhao YunZhi yang mendengar kalau Su Jingmi tertangkap meminta bantuan Liu Yaoshan untuk mengambilkan Gelang penyimpanannya yang disita oleh pria itu.

"Nona Zhao, apa kau tidak ingin ikut pulang dengan pria itu? Menurut penuturannya dia diperintahkan untuk mengawalmu pulang. Hanya saja di tidak menceritakan dari mana kalian berasal."

"Tapi dari cara kalian berbicara aku yakin kalian tidak berasal dari kerajaan Xia" Liu Yaoshan menuturkan analisanya.

"Terima kasih banyak Tuan Raja kota" Zhao YunZhi mengambil gelang yang disodorkan oleh Liu Yaoshan.

"Saya hanya ingin hidup bebas sebagai pengembara, lebih baik jadi orang lemah tapi bebas tidak terkurung

Dalam sangkar." Zhao Yunzhi bicara sambil menunduk karena takut menyinggung sang tuan rumah.

Hahaha

"Anak muda seharusnya memang seperti ini tuan, memiliki prinsip dan kemauan sendiri." Man Choi mengagumi keberanian wanita muda di depannya.

Liu Yaoshan hanya menggeleng kepala "Melihatmu semalam aku benar-benar menyayangkan bakat yang kau sia-siakan. Di keluargamu kemampuanmu pasti akan tumbuh pesat karena sumber daya pelatihan akan disiapkan untukmu."

"Kalau seperti ini kemajuanmu akan melambat, di dunia kejam ini hanya yang kuat yang bisa memilih nasibnya sendiri."

"Tuan Raja...."

"Panggil saja aku paman Liu" ia memotong ucapan Zhao YunZhi.

"Emm,, paman Liu aku berterima kasih untuk semua nasihat dan kebaikanmu." walau agak malu-malu dan sungkan YunZhi akhirnya memberanikan diri menyebut Liu sebagai paman.

"Aku hanya tidak ingin orang lain mengatur jalan hidupku, bagaimanapun ini hidupku dan aku sendiri yang akan menjalaninya"

"Jalan pikiranmu memang tidak salah, tapi terkadang kita membutuhkan uluran tangan orang lain. Tapi seperti yang kau katakan, ini hidupmu dan bagaimana kau hidup aku tidak bisa mencampurinya" Tuan Liu berbicara dengan penuh wibawa.

"Nona Zhao, seorang gadis akan berbahaya bepergian sendirian. Karena kau hanya akan mengembara sendirian bagaimana kalau kau dan Feng Yan pergi bersama. Walau dia masih sangat muda, tapi kalian bisa saling menjaga." Man Choi memberi masukan pada Zhao

YunZhi.

Feng Yan dan YunZhi saling pandang lalu saling angguk tanda setuju dengan ucapan Man Choi.

"Baguslah kalau seperti itu, paling tidak aku sedikit tenang nantinya saat melepas Feng Yan karena ada nona Zhou bersamanya." Liu Yaoshan mengusap janggut dan menganggukan kepala.

"Kalau begitu nona Zhao berlatihlah selama disini bersama Feng Yan, bila membutuhkan sesuatu katakan saja padaku dan pada pelayan" Man Choi terlihat cukup puas dengan keputusan muda-mudi itu.

"Dan kau Feng Yan, aku sudah mengirim surat pada pamanku Liu Bai Shan untuk mengajarimu alkimia. Kuharap ia bersedia datang untuk mengajarimu, walau hanya satu bulan setidaknya pelajarilah dasar-dasar alkimia darinya."

"Kau memiliki akar elemen api, itu

Sangat berguna untuk membuat pil.

Walau nantinya kau kesulitan dalam kultivasi, setidaknya kau akan memiliki kemampuan lain untuk unjuk diri."

Ternyata Liu Yaoshan benar-benar tulus pada Feng Yan, dan itu membuat bocah itu merasa tidak enak hati sudah menolak permintaannya untuk tinggal disana lebih lama.

Feng Yan melambaikan tangan, lalu sebuah kitab muncul di genggamannya yang keluar dari cincin dimensi.

"Paman, sebenarnya ibu juga sudah menyiapkan kitab ini untukku"

Tertulis di sampul kitab yang terlihat cukup tua itu Kitab Pemurnian Pil, yang ditulis oleh Kaisar Pil dari dua ribu tahun yang lalu.

"Ini!! ini kitab pil yang paling dicari dari Dunia Kuno Kecil" Liu Yaoshan berseru kaget melihat kitab dalam genggaman tangan Feng Yan.

"Tuan, apa kitab ini yang sering

Dibicarakan oleh tuan Liu Bai Shan?" tanya Man Choi.

Tuan Liu hanya mengangguk dan mengambil kitab di tangan Feng Yan " ini kitab asli, bocah berapa banyak barang berharga yang di tinggalkan ibumu?" tanya-nya penasaran.

Feng Yan mengajak mereka masuk ke sebuah ruangan dan menutup pintu rapat-rapat.

Melambaikan tangan Feng Yan mengeluarkan semua benda dalam cincin penyimpanan dimensinya.

"ini semua yang diwariskan oleh ibu" tunjuk Feng Yan pada semua barang peninggalan ibunya.

Tiga orang di ruangan itu ternganga menatap semua benda yang ada di lantai, Zhao Yunzhi menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia bahkan ragu jika ia sudah bangun dari tidurnya.

Man Choi bahkan sampai menelan

Ludah dan menampar pipinya sendiri.

"Bocah simpan kembali ke dalam cincinmu, sebaiknya kau tetap tinggal disini untuk berlatih. Sangat berbahaya bagimu untuk membawa semua barang berharga dan pusaka-pusaka itu.” Liu Yaoshan sampai memegang belakang kepala memikirkan kembali apa yang sudah dia lihat sebelumnya.

Ada sekotak besar keping emas, sumber daya pelatihan dan kristal-kristal roh. Selain itu ada Busur dan tombak Spiritual serta senjata-senjata kecil kelas menengah dan kelas tinggi. Beberapa kitab teknik dan jurus tingkat tinggi. Namun mereka tidak tahu kalau masih ada yang tidak dikeluarkan oleh Feng Yan.

Mereka semua akhirnya duduk di lantai ruangan yang sangat bersih itu.

"Bocah rubah, kau tidak seharusnya menunjukkan pada orang lain benda-benda seperti tadi. Itu bisa menimbulkan

Keserakahan di hati orang-orang." Zhao YunZhi menepuk belakang kepala Feng Yan.

"Sebaiknya kalian lupakan apa yang kalian lihat hari ini" ucap Liu Yaoshan pada YunZhi dan Man Choi.

"Sepertinya perkataan bocah ini sebelumnya memang benar tuan, tentang ibu dan pamannya yang telah mempersiapkan semua hal untuk hidup yang akan dia alami" ucap Man Choi mengingat ucapan Feng Yan bahwa ia seperti sudah di persiapkan untuk nasib buruknya.

Liu Yaoshan mengangguk membenarkan ucapan Man Choi.

"Yan'er, jangan kau perlihatkan kitab pil tadi pada pamanku Liu Bai Shan jika dia jadi melatihmu. Setiap tabib yang mempelajari alkimia sangat menginginkan kitab itu, itu seperti kitab suci para tabib. "

"Baik paman, aku akan mengingat

Semua nasihat paman" untunglah tadi aku tidak keluarkan semua isi cincinku Batin Feng Yan.

"Ternyata kau membawa nasib baik dan buruk bersamamu bocah" Man Choi terlihat ikut senang untuknya.

"Bocah ini terlalu mudah percaya pada orang-orang" dalam hati YunZhi mengutuk kepolosan Feng Yan.

Beruntung raja kota dan paman Man Choi orang baik batinnya.

"Paman Liu, bukankah tombak dan busur tadi adalah pusaka spiritual" tanya Yunzhi memastikan penilaiannya.

"Ada beberapa Dunia Kecil Kuno tempat-tempat khusus yang terbuka setiap beberapa dekade. Semua pusaka dan kitab pil tadi berasal dari sana. Sudah dicari dan diperebutkan oleh banyak orang."

"Aku tidak menyangka kalau mendiang ibumu mendapat banyak hal dari tempat-tempat seperti itu. Tapi

Sepertinya ia tidak mendapat pedang yang bagus untukmu, Pedang Teratai Peri yang ia tinggalkan sebenarnya hanya cocok untuk wanita."

"Tuan lupa kalau bocah ini sekarang sangat kaya, ia bisa membeli pedang kelas tinggi di pelelangan atau di tempat tempa besi"

Man Choi tertawa lepas memikirkan bocah yang ia kira sangat malang ternyata memiliki keberuntungan surga.

"Yan'er dan Nona Zhao sarapanlah dahulu, setelah itu kalau kalian ingin berlatih gunakanlah lapangan itu sepuas kalian. Aku dan paman Man Choi akan ke ibukota selama tiga minggu untuk melakukan pertemuan dengan Yang Mulia Raja" Tuan Liu ternyata memiliki agenda lain yang harus dilakukan.

"Yan'er, setelah aku kembali aku akan mengetesmu layak atau tidak untuk kulepas pergi bersama nona Zhao. Aku

Tidak ingin kau menyia-nyiakan semua pemberian ibumu dengan tidak benar."

"Semua yang ia tinggalkan untukmu sudah pasti, entah berapa banyak ia bertaruh nyawa untuk mengumpulkannya." Liu Yaoshan menatap Feng Yan lekat-lekat.

"Baik paman, aku pasti akan berlati giat mempertajam teknik yang sudah ku pelajari. Beruntung banyak teknik jenis senjata yang sudah kupelajari dari paman guru Yunshang." Feng Yan berbicara dengan penuh keyakinan.

"Bagus Feng Yan, Kau tidak boleh mengecewakan paman Liu-mu" Man Choi menepuk punggung bocah itu.

Suamiku, semua sudah dipersiapkan untuk keberangkatanmu" Suara Nyonya Liu memanggil suaminya dari balik pintu.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!