NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 Perlawanan

Shafiya hanya bisa meneteskan air mata mendengar semua perkataan Arash.

"Kenapa membenci saya? Apa kesalahan saya?"

"Apa benar pernikahan yang terjadi di antara kita penuh dengan rencana?" tanya Shafiya mencoba mencari tahu jawabannya.

Suaranya terdengar begitu lirih, penuh getaran dengan rasa penasaran.

"Ternyata kau cukup pintar, benar, pernikahan penuh dengan rencana dan seperti apa yang dikatakan mantan kekasihmu itu, jika aku tidak mungkin mengambil keputusan untuk menikah denganmu tanpa sebab dan tidak ada pernikahan yang di lakukan secara mendadak, laki-laki yang melakukan itu adalah laki-laki bodoh dan aku harus menjadi orang bodoh karena tujuanku," jawab Arash.

"Lalu apa tujuan kamu sebenarnya menikah denganku?" tanya Shafiya.

"Kau akan tahu sendiri apa tujuanku dan kau akan menganggap apa yang aku lakukan kepadamu adalah impas," jawab Arash tersenyum miring.

Shafiya sudah tidak bisa berkata apapun lagi, sampai saat ini keberadaannya di rumah itu masih penuh dengan tanda tanya. Arash memang memiliki niat yang begitu besar untuk menikahinya dan sangat membencinya.

Arash keluar dari kamar dengan suara pintu kamar yang tertutup begitu keras.

"Hiks, hiks, hiks, hiks...."

Suara tangis Shafiya semakin terdengar, hanya bisa menangis dengan apa yang terjadi.

*****

Shafiya menaiki anak tangga dengan membawa secangkir kopi. Shafiya hampir saja bertabrakan dengan Tami yang berlari buru-buru menuruni anak tangga.

"Tami...." ucap Shafiya.

"Mengganggu jalanku saja," ucap Tami melanjutkan langkahnya dengan menuruni anak tangga dengan buru-buru.

"Ada apa dengannya? Kenapa dia harus berlari seperti itu?" gumam Shafiya dengan geleng-geleng kepala.

"Shafiya...." Shafiya dikagetkan dengan suara teriakan yang tidak asing, siapa lagi jika bukan Arash.

"Mas Arash, ada apa lagi ini?" Shafiya tidak tahu apa yang terjadi membuatnya mempercepat langkahnya dan memasuki kamar.

"Ada apa. Mas?" tanya Shafiya.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Arash.

"Maksud Mas bagaimana?" tanya Shafiya.

"Jangan bertanya jika aku sudah bertanya kepadamu!" teriak Arash.

"Kau sengaja menjatuhkan foto ini hah!" tanya Arash menekan suaranya.

Shafiya melihat ke arah lantai dan sekarang sudah mengerti apa yang membuat suaminya mengamuk, foto mesra itu tampak terlepas dari bingkainya dan bahkan kacanya perpecahan.

"Tidak Mas, saya tidak melakukan itu sama sekali dan saya juga tidak tahu kenapa mas tiba-tiba teriak-teriak seperti ini dan tiba-tiba foto itu sudah jatuh," jelas Shafiya.

"Jangan pura-pura bego di hadapanku, jika bukan kau lalu siapa lagi setan yang melakukan semua ini hah!" umpat Arash dipenuhi dengan amarah.

"Saya tidak berpura-pura dan memang benar apa adanya bukan saya yang melakukannya!" Shafiya menegaskan dengan langsung.

"Cukup semua omong kosong kamu dengan janji-janji yang kamu ucapkan!" tegas Arash.

"Kau benar-benar wanita tidak tahu diri, foto ini jauh lebih berharga dibandingkan harga dirimu!" tegas Arash dengan penuh penekanan.

Entah sudah berapa banyak kata-kata kasar keluar itu dari mulut Arash yang melukai hatinya.

"Sekarang kau kembalikan fotonya seperti semula!" tegas Arash.

Shafiya hanya diam berdiri di tempatnya bahkan hanya air mata yang jatuh dari kedua bola mata cantik itu, tangannya masih tetap memegang secangkir kopi yang ingin dia berikan kepada Arash.

"Jangan hanya diam saja seperti orang bodoh, cepat lakukan!" Arash kehilangan kendalinya menarik tangan Shafiya dengan kasar, kemudian menjatuhkan Shafiya di lantai berdekatan dengan pecahan kaca foto-foto tersebut.

Bukan hanya secangkir teh itu tumpah dengan air yang panas pada kakinya, tetapi jelas itu juga pecah menambah banyaknya beling pada lantai dan sudah dapat dipastikan bahwa tubuh Shafiya juga terkena pecahan kaca tersebut.

"Aku benar-benar sangat muak kepadamu Shafiya! kau sengaja melakukan semua ini," ucap Arash merendahkan suaranya tanpa merasa bersalah sedikit dengan apa yang dia lakukan kepada istrinya.

"Jangan membuatku semakin kehilangan kendali, sekarang bersihkan lantai dan kembalikan foto itu seperti semula, jika sampai lecet sedikit saja maka kau akan selesai di tanganku!" tegas Arash memberi ancaman besar kepada Shafiya.

Shafiya tidak merespon apapun, Arash kemudian langsung berlalu dari hadapannya.

Srakkk...

Langkah Arash terhenti ketika mendengar suara sobekan begitu keras membuatnya menoleh ke belakang. Mata Arash melotot ketika melihat Shafiya ternyata merobek foto tersebut sampai hancur berkeping-keping.

"Apa yang kau lakukan Shafiya!" bentak Arash.

Shafiya mengangkat kepala dan membalas tatapan tajam Arash.

"Aku sudah mengatakan bukan aku yang melakukannya, tetapi kamu begitu sangat marah hanya karena foto ini jatuh, apa tidak bisa memerintahkan baik-baik tanpa harus menyakiti hatiku dengan semua kata kasar yang keluar dari mulut kamu!" tegas Shafiya sudah begitu lama menahan diri dan mungkin sudah waktunya untuk berani melawan Arash.

Bukannya berhenti merobek foto tersebut dan bahkan Shafiya melanjutkannya sampai hancur berkeping-keping.

"Shafiya...." Arash tidak menduga Shafiya benar-benar menantangnya.

Arash menghampiri Shafiya dan mencoba menghentikan istrinya itu.

Sampai akhirnya foto-foto itu benar-benar hancur tersobek begitu banyak dan langsung dilemparkan Shafiya cukup tinggi sehingga kertas-kertas itu jatuh di atas kepala Arash.

"Tidak seharusnya memperlakukanku seperti binatang hanya karena foto yang jatuh!" tegas Shafiya.

Arash menahan diri dengan mengangkat tangannya dan ingin menampar Shafiya. Namun hai itu masih saja tertahan dengan tatapan mata mereka bertemu dan sama-sama begitu tajam.

Meski tamparan itu tidak sampai mengenai pipinya, tetapi Shafiya jelas benar-benar kaget dan tidak percaya jika Arash akan melakukan hal itu kepadanya hanya karena sebuah foto yang jatuh.

Air mata Shafiya semakin berlinang melihat kelakuan Dajjal suaminya yang dipenuhi dengan amarah dengan wajah memerah.

"Shafiya kau benar-benar menguji kesabaran ku, apa kau pikir aku tidak bisa melakukannya kepadamu, apa kau pikir tanganku tidak bisa menghabisimu, apa kau pikir apa yang aku ucapkan barusan adalah sebuah lelucon?" tanya Arash dengan menekan suaranya.

"Kenapa membenciku? Apa salahku? Apa kaitanku dengan semua ini, aku tidak meminta kamu untuk menikahiku, kenapa seolah-olah aku merasa terjebak dalam pernikahanku?" tanya Shafiya dengan suara lembutnya berusaha mendapat jawaban dan penjelasan dari Arash.

"Kau ingin tahu jawabannya! baiklah, aku akan memberikan jawaban kepadamu!" tegas Arash dengan tiba-tiba menarik tangan Shafiya.

Shafiya lagi-lagi ditarik begitu paksa, telapak kakinya yang menyentuh lantai terlihat noda darah dan sudah dapat di pastikan Shafiya mengenai pecahan kaca tersebut.

Shafiya bahkan tidak sempat menolak bagaimana Arash memperlakukannya yang menarik dirinya keluar dari kamar, menuruni anak tangga dengan kaki terluka yang begitu sakit, Arash seperti bukan manusia yang memperlakukan sang istri layaknya binatang dengan kasar.

Bersambung....

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!