Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.
Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.
Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24: Mendatangi Keluarga Fu
Kediaman keluarga Fu malam itu tampak benderang. Ratusan lentera merah bergantung di setiap sudut, membiaskan cahaya temaram pada wajah-wajah yang tengah diliputi euforia.
Aroma arak yang menyengat bercampur dengan gelak tawa yang pecah di sana-sini. Para anggota keluarga itu berpesta pora, saling dentingkan cawan dan meneguk cairan memabukkan demi merayakan kemenangan berdarah mereka.
Di tengah hiruk-pikuk itu, sosok Fu Han, sang kepala keluarga, melangkah keluar dari aula utama. Langkahnya mantap, memancarkan aura otoritas yang membuat keramaian itu seketika meredup.
Tatapan semua orang serentak terarah padanya, penuh dengan pemujaan dan rasa hormat.
"Itu kepala keluarga!"
"Selamat atas keberhasilan menaklukkan keluarga Yan!"
Sorakan itu membuncah, tumpang-tindih dengan ucapan selamat yang terus mengalir. Fu Han berdiri tegak, dadanya membusung dengan senyum lebar yang merobek wajahnya.
"Hahahaha!"
Tawanya nyaring dan sombong, menggema kuat di antara pilar-pilar besar kediaman tersebut.
"Setelah mencapai Foundation Establishment tahap akhir, aku benar-benar tak terkalakan!" seru Fu Han dengan bangga, mengangkat dagunya tinggi-tinggi. "Bahkan keluarga Yan itu bukanlah lawanku."
Pujian kembali mengalir deras dari sudut-sudut meja pesta.
"Kepala keluarga Fu telah mencapai tahap akhir, tidak lama lagi akan membentuk inti. Sungguh keberuntungan untuk keluarga Fu!"
Fu Han menyatukan kedua tangannya, lalu membungkukkan tubuh sedikit ke arah para pengikutnya, meski matanya tetap berkilat penuh kesombongan.
"Makasih, ini semua berkat dukungan kalian semua. Keluarga Fu kita akan menjadi yang terkuat di kota Peiling!"
Namun, kemeriahan itu terhenti seketika oleh sebuah dentuman yang menggetarkan fondasi bangunan.
Pintu gerbang kediaman yang kokoh hancur berkeping-keping, kayu-kayunya terlempar ke segala arah.
BRAKK!
"Siapa itu!"
Gelas-gelas arak diletakkan dengan kasar. Semua mata beralih dengan cepat ke arah reruntuhan pintu yang masih mengepulkan debu.
"Berani-beraninya mengganggu pesta keluarga Fu!"
Dari balik kepulan debu, Yan Chu melangkah masuk dengan anggun namun mematikan. Jubahnya yang halus sedikit tersingkap mengikuti langkah kakinya yang mantap.
Tatapan matanya yang tajam dan dingin menyapu setiap sudut kediaman, mengunci setiap nyawa yang ada di sana dalam amarah yang membara. Jemari tangannya mengepal begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih.
"Kalian yang menghancurkan kekuarga Yan-ku?" tanyanya dengan nada suara yang begitu dingin, sanggup membekukan udara di sekitarnya.
Di belakangnya, Yun Zhu mengikuti dalam diam. Sosoknya tampak tenang, seolah ia hanyalah bayangan yang melengkapi kemurkaan sang nona besar.
"Kau anggota keluarga Yan?" Fu Han melangkah maju, memangkas jarak dengan tatapan meremehkan. "Kalau begitu bagus, tidak perlu jauh-jauh mencari. Aku akan membunuhmu disini!"
Langkah Fu Han terhenti ketika salah seorang bawahannya menarik ujung bajunya sembari menatap Yan Chu dengan liur yang nyaris menetes.
"Tunggu kepala keluarga. Lihatlah, wanita itu begitu cantik, tubuhnya juga sangat menggoda."
"Wanita seperti ini... sayang jika langsung dibunuh."
"Tangkap hidup-hidup. Kita masih bisa memanfaatkannya"
"Benar, yang lain juga pasti ingin merasakannya, kan!"
"Benar! Nikmati dan siksa!"
"Nikmati dan siksa!"
Sekelompok pria itu mulai mendekat, menyeringai bejat sembari memandangi lekuk tubuh Yan Chu dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Mata mereka yang kotor menelusuri garis leher dan kulitnya yang mulus.
Mendengar hinaan itu, Yan Chu secara refleks menyilangkan satu tangannya di depan dada, mencoba menutupi belahan dadanya yang sedikit terbuka.
Bahunya sedikit gemetar karena rasa jijik yang luar biasa. Ia mundur satu langkah, namun matanya sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. Alih-alih, kebencian di dalamnya semakin pekat.
"Kalian... akan hancur."
Yan Chu memutar tubuhnya, menghadap ke arah Yun Zhu yang sejak tadi berdiri siaga di belakangnya.
Dengan gerakan yang lembut namun penuh makna, ia mengulurkan telapak tangannya yang halus, mendaratkannya tepat di atas dada Yun Zhu. Sentuhan itu terasa hangat di tengah dinginnya suasana malam.
"Yun Zhu, teknik api itu... akan kuberikan padamu."
Yan Chu menatap dalam ke mata Yun Zhu, seolah mentransfer seluruh duka dan kemarahannya melalui sentuhan tersebut.
"Tapi tolong bunuh mereka semua!"
Yun Zhu tertegun sejenak.
Ia merasakan detak jantung Yan Chu melalui telapak tangannya, merasakan keputusasaan sekaligus harapan yang besar.
'Dia menyerahkan masalah padaku. Tidak... ini juga yang terbaik, dengan ini aku bisa membalaskan untuk keluarga Yan.'
Sambil mengepalkan tangannya sendiri dan membiarkan aura kekuatannya mulai bangkit, Yun Zhu mengangguk pelan.
"Baiklah."