NovelToon NovelToon
Menaklukkan Om Duda Tampan

Menaklukkan Om Duda Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ell.ellsan

Andreas Bramawijaya, seorang CEO ternama yang tampan dan selalu bersikap dingin. Sikap dingin nya itu, tidak lain karena dia kecewa dengan keluarga nya, dan kehilangan istri dan anak tercinta nya karena kecelakaan.
Akibat kehilangan istri dan anak nya, Andreas menjadi seseorang yang sangat dingin, ketus dan jarang tersenyum sehingga ditakuti banyak orang.
Bu Stella, kepala pembantu di rumah Andreas, yang sudah menemani Andreas sejak kecil, sangat kasihan melihat tuan yang sudah dianggap seperti anak nya itu berubah menjadi pendiam setelah ditinggal anak istri nya.
Akhir nya Bu Stella inisiatif untuk mendatangkan anak semata wayang nya ke rumah Andreas untuk menemani dan merawat Andreas supaya mau berubah menjadi Andreas yang seperti biasa lagi.
Savanna Zelindra anak yang baru lulus SMA, terpaksa harus menuruti kemauan ibu nya untuk ikut pindah kerumah bos nya. Apakah Savanna akan bisa berhasil menaklukkan sang bos duda tampan yang dingin?
Ikuti terus ya cerita nya🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ell.ellsan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan buruk masalalu

Sebenar nya, jarak rumah nenek Savanna lumayan tidak jauh dari tempat kerja nya bu Stella. Mungkin sekitar 4 sampai 5 jam perjalanan dengan mobil dan sekitar 2 sampai 3 jam dengan kereta.

Tapi tetap saja, bagi Bu Stella, jarak nya lumayan jauh, sehingga dia jarang pulang, walau bu Stella kepala pembantu di rumah Andreas, tetap saja suka banyak sekali tugas yang ia jalankan.

"Nak, kenapa kamu melamun? memikirkan apa?" bu Stella memecah keheningan di perjalanan.

"Aku hanya sedang melihat pemandangan bu. Oh iya bu, kenapa ibu jarang pulang melihat nenek? katanya kerja ibu enak gak terlalu cape, apakah karena gak dibolehin sama majikan ibu??"

"Bukan seperti itu nak, ibu hanya tidak mau menggali luka lama di hati nenek mu."

"Hah? Maksudnya gimana bu? Luka lama apa?"

"Ibu belum sempat menceritakan ini sama kamu, apakah nenek gak pernah cerita soal masalalu ibu dan ayahmu?"

"Belum pernah bu, bahkan aku pun sangat penasaran soal ayah, tapi aku takut kalau aku harus cari tahu tentang ayah ke nenek."

"Ibu menunggu kamu tumbuh dewasa dulu, karena kalau kamu masih kecil, ibu takut kamu gak ngerti."

"Tapi seingat ku, ketika aku masih di Sekolah Dasar, aku pernah nanya sama nenek, kemana ayah ku? Nenek cuman bilang, kalau ayah ku meninggal, dan aku percaya aja apa kata nenek."

"Hmm ibu juga sudah menganggap dia meninggal."

"Maksud nya bu? Menganggap meninggal? Jadi sebenar nya, ayah masih hidup?"

"Mungkin, ibu gak tau untuk sekarang, tapi ibu berharap dia meninggal supaya gak bisa ketemu kamu."

"Kok ibu bilang nya gitu sih? Aku juga mau tau bu semua tentang ayah."

"Yang kamu harus tau, ayah mu meninggal kan kamu sejak kamu masih dalam kandungan. Dia tak menginginkan mu. Jadi untuk apa kamu tau tentang dia."

Savanna terdiam melihat sorot mata ibu nya yang memendam amarah.

"Bu, aku sudah dewasa, sudah saat nya aku tau cerita tentang kalian, orang tua ku."

Bu Stella masih terdiam dengan amarah nya yang menggebu.

"Bu, aku tau banyak sekali kekecewaan yang ibu pendam. Mari sekarang kita berbagi cerita dalam hal apapun. Ibu cerita kan semua nya ya, aku siap mendengarkan." Savanna menggenggam tangan ibu nya.

Di perjalanan yang panjang , akhir nya ibu dan anak itu saling bercerita.

"Jadi dulu, ibu dan ayahmu bertemu pertama kali di rumah kita, rumah nenek dan kakek. Ayahmu ingin membeli tanah perkebunan kakek, tapi kakek menolak, karena itu aset, untuk anak cucu nya kelak. Dan ternyata ayah mu adalah seorang makelar tanah, dia ingin tanah itu, untuk dijadikan perumahan."

Savanna fokus mendengarkan ibu nya.

"Dia datang beberapa kali ke rumah, tapi tetap saja kakek mu tak goyah sedikit pun. Lalu ibu tak sengaja berpapasan dengan ayah mu dijalan, ketika ibu baru pulang dari pasar."

"Dia menyapa ibu, dan dia mengajak ibu mengobrol. Obrolan nya sangat seru, sampai ibu lupa ternyata kita sudah sampai dirumah. Tapi pas ibu mau masuk rumah, dia bilang kalau dia jatuh cinta sama ibu, ibu kaget kenapa tiba tiba dia bilang gitu."

"Pada akhir nya setiap ibu kepasar, dia selalu mengikuti ibu. Ibu jadi tak menghiraukan nya, karena ibu takut dia mendekati ibu cuma mau tanah perkebunan kakek."

"Beberapa minggu kemudian, keluarga kita dapat musibah, sertifikat tanah perkebunan kakek hilang. Kita semua kelimpungan, dan datanglah preman preman yang membawa senjata ke rumah. Dia mengancam kakek untuk menyerahkan perkebunan itu. Akhir nya kita semua pasrah, karena takut dengan ancaman preman itu."

"Padahal jarang ada orang yang masuk rumah, tapi aneh nya sertifikat bisa hilang. Ibu curiga sama ayahmu, apakah dia dalang dibalik semua nya."

"Lalu apa yang sebenar nya terjadi bu?" Savanna penasaran dengan kelanjutan cerita nya.

"Ternyata paman mu lah yang mengambil sertifikat nya, dia menggadaikan sertifikat nya ke rentenir senilai 2Milyar, kita semua kaget, Kakek terkena serangan jantung karena ada penagih yang datang kerumah, jika tidak ditebus, maka lepas lah sudah tanah itu."

"Ketika suasana sedang memanas, datang lah ayah mu, dia mendengar semua nya, dan dia mau menebus sertifikat tanah nya."

"Kami menolak, karena kami tidak mau punya hutang, tapi ayah mu bersikeras kalau itu tidak akan jadi hutang, dia ikhlas menolong keluarga kami. Dengan tanda tangan diatas materai, akhir nya tanah itu menjadi milik keluarga kita kembali."

"Hahhh." bu Stella menghela nafas, sebenar nya dia tidak mau mengingat kenangan itu, tapi anak nya harus tau semua nya.

"Gak papa bu, kalau ibu gak mau lanjut cerita, jangan dipaksakan."

"Nggak kok nak, ibu mau cerita semua nya. Supaya kamu tau semua cerita nya."

Savanna mengangguk.

"Setelah sertifikat kembali, ibu tak pernah lagi bertemu dengan ayahmu. Keluarga kita sangat berhutang budi, tapi ternyata dia malah hilang dan ibu tak tahu dimana tempat tinggal dia. Tadi nya ibu mau datang ke rumah dia, ibu mau jadi istri dia, karena dia sempat bilang suka ke ibu, tapi nihil ibu tak tahu keberadaan dia. Dan ternyata setelah 3 tahun berlalu, dia datang lagi menemui ibu, ibu pun kaget, apakah dia mau menagih hutang uang 2Milyar yang dia pakai untuk menebus sertifikat?"

"Ternyata dia bilang kalau dia melanjutkan pendidikan nya di Australia, dan dia baru pulang. Kata nya dia sangat kangen sama ibu, dia mau mengajak ibu kerumah nya, untuk di kenal kan dengan orang tua nya. Tapi ibu menolak, ibu takut dengan perbedaan kasta kita. Tapi dia tetap meyakinkan ibu."

"Apakah akhir nya ibu luluh?"

"Ya, berkat usaha dia meyakinkan ibu, akhir nya ibu mau mencoba."

"Terus gimana perlakuan mereka bu?"

"Mereka sangat baik, mereka menerima ibu, dan ibu langsung diajak menikah oleh ayah mu. Tapi, nenek mu sangat menolak, dia tidak setuju ibu menikah dengan ayah mu, karena ya dari awal dia sangat tidak suka dengan ayah mu."

"Oh jadi itu alasan nenek gak menyetujui hubungan ayah dan ibu."

"Hmm seperti itulah, nenek mu menganggap ayah mu berniat tidak baik sejak awal, dia cuman mau tanah perkebunan itu."

"Ya ampun ternyata gitu ya bu, terus kenapa ibu bisa sampai yakin sama ayah, dan ternyata ayah sekarang malah pergi?"

Bu Stella terdiam, tiba tiba mata nya berlinang, dia tak kuasa menahan air mata nya.

1
Ell.ellsan
jangan lupa kasih masukan ya teman teman. terimakasih sudah membaca😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!