NovelToon NovelToon
Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: JAYDEN AHMAD

LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.

Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.

Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.

DIA SALAH BESAR.

Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.

kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.

Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: TAKHTA YANG MENUNGGU DAN TATAPAN SKEPTIS

Pagi itu, Rizky terbangun sebelum alarm berbunyi. Sinar matahari pagi menembus tirai tebal, menerangi kamar tidur utama yang mewah. Ia meregangkan tubuh, merasakan otot-ototnya yang kaku setelah tidur nyenyak yang panjang. Ini adalah pagi pertamanya sebagai Rizky Hadiningrat. Pagi yang terasa berbeda, penuh dengan antisipasi dan sedikit kegugupan yang aneh.

Ia bangkit, berjalan ke kamar mandi. Air hangat dari pancuran terasa menyegarkan. Ia mencukur bersih janggut tipisnya, menatap pantulan wajahnya di cermin. Wajah yang sama, namun kini terlihat lebih tajam, lebih bertekad. Ia bukan lagi pria yang sama dengan yang ia lihat di cermin semalam.

Pakaian yang disiapkan Haryo sudah tergantung rapi. Sebuah setelan jas navy blue yang pas di tubuhnya, kemeja putih bersih, dasi sutra berwarna biru gelap, dan sepatu pantofel kulit yang mengkilap. Rizky mengenakannya.

Setiap helaan kain terasa asing, namun juga memberinya rasa percaya diri yang baru. Ia memutar tubuhnya di depan cermin. Ini adalah seragamnya yang baru. Seragam seorang Hadiningrat.

Ia turun ke ruang makan. Suryo Hadiningrat sudah menunggunya, ditemani Haryo yang berdiri di samping meja. Sarapan pagi itu terasa lebih formal. Suryo menatap Rizky dengan tatapan bangga yang tak bisa disembunyikan.

"Kau terlihat... berbeda, Nak," kata Suryo, senyum tipis terukir di bibirnya.

"Saya hanya mengenakan apa yang disiapkan, Ayah," jawab Rizky, sedikit canggung.

"Bukan hanya pakaiannya," Suryo menggelengkan kepala. "Ada sesuatu di matamu. Api yang baru. Itu bagus. Kau akan membutuhkannya.

Sarapan berlangsung singkat. Suryo memberikan beberapa instruksi terakhir.

"Ingat, Rizky. Mereka akan mengujimu. Mereka akan meragukanmu. Tapi jangan biarkan itu menggoyahkanmu. Tunjukkan pada mereka bahwa kau adalah Hadiningrat. Bukan hanya karena darah, tapi karena kemampuanmu.

"Saya mengerti, Ayah," kata Rizky.

"Haryo akan menemanimu. Dia akan menjadi tangan kananmu, matamu, dan telingamu. Percayalah padanya," tambah Suryo.

"Siap, Tuan Besar," sahut Haryo.

Setelah sarapan, Rizky dan Haryo menuju garasi bawah tanah. Sebuah Mercedes-Benz S-Class hitam sudah menunggu. Haryo membukakan pintu belakang untuk Rizky, lalu duduk di kursi depan di samping sopir. Perjalanan menuju Hadiningrat Tower dimulai.

Hadiningrat Tower menjulang tinggi di tengah pusat bisnis kota, sebuah monumen baja dan kaca yang mencakar langit.

Rizky menatapnya dari dalam mobil. Bangunan itu terlihat lebih megah dan mengintimidasi dari dekat. Ini adalah jantung dari kerajaan yang kini menjadi miliknya.

Mobil berhenti di lobi utama. Pintu otomatis terbuka, dan Rizky melangkah keluar. Lobi itu adalah sebuah katedral modern, dengan langit-langit tinggi, lantai marmer mengkilap, dan instalasi seni kontemporer yang menjulang. Beberapa karyawan yang berlalu lalang menoleh, tatapan mereka penuh rasa ingin tahu pada sosok baru yang ditemani Haryo.

Haryo membimbing Rizky menuju lift pribadi yang hanya bisa diakses dengan kartu khusus. Mereka naik ke lantai teratas, lantai eksekutif.

"Hari ini, Tuan Muda akan diperkenalkan kepada para direktur utama dan kepala divisi.

Jelas Haryo, suaranya tenang dan profesional. "Mereka adalah orang-orang yang telah lama mengabdi pada Hadiningrat Group. Beberapa di antaranya mungkin akan skeptis. Tugas Anda adalah mengamati, mendengarkan, dan menunjukkan bahwa Anda layak.

Rizky mengangguk. Ia tahu ini tidak akan mudah. Ia adalah orang asing yang tiba-tiba muncul dan mengambil posisi tinggi.

Lift berhenti di lantai teratas. Pintu terbuka, menampakkan koridor yang elegan dengan pintu-pintu kayu gelap. Haryo membimbingnya ke sebuah ruang rapat besar. Pintu terbuka, dan Rizky melangkah masuk.

Ruangan itu sudah penuh. Sekitar dua puluh orang duduk mengelilingi meja rapat oval yang panjang. Mereka semua adalah pria dan wanita paruh baya, mengenakan setelan jas mahal, dengan aura kekuasaan yang terpancar dari setiap gerak-gerik mereka.

Ketika Rizky masuk, semua mata tertuju padanya. Tatapan mereka bervariasi: ada yang penasaran, ada yang skeptis, ada yang terang-terangan tidak senang.

Suryo Hadiningrat sudah duduk di kepala meja. Ia tersenyum tipis saat Rizky masuk.

"Selamat pagi, semuanya," kata Suryo, suaranya memenuhi ruangan.

"Terima kasih sudah hadir.

Hari ini, saya ingin memperkenalkan seseorang yang sangat penting bagi masa depan Hadiningrat Group.

Semua mata kembali tertuju pada Rizky.

"Ini adalah putra saya, Rizky Hadiningrat," Suryo melanjutkan, menunjuk Rizky.

"Mulai hari ini, ia akan menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur. Ia akan belajar dari kalian semua, dan saya berharap kalian akan memberikan dukungan penuh kepadanya.

Bisikan-bisikan samar mulai terdengar. Beberapa direktur saling pandang, ekspresi mereka jelas menunjukkan ketidakpercayaan. Rizky bisa merasakan gelombang keraguan dan bahkan sedikit permusuhan.

Seorang pria paruh baya dengan rambut klimis dan kacamata berbingkai emas, yang Rizky duga adalah salah satu direktur senior, berdeham. "Dengan segala hormat, Tuan Besar. Kami belum pernah mendengar tentang Tuan Rizky sebelumnya. Apakah beliau memiliki pengalaman di bidang bisnis?

Suryo menatap pria itu, tatapannya tajam. "Pengalaman bisa diajarkan, Pak Wijaya.

Darah Hadiningrat tidak bisa. Rizky akan mendapatkan semua pelatihan yang dia butuhkan. Dan saya yakin, dia akan membuktikan dirinya.

Rizky melangkah maju, berdiri di samping ayahnya. Ia menatap Pak Wijaya, lalu memindai wajah-wajah lain di ruangan itu. Ia tahu ini adalah ujian pertamanya.

"Selamat pagi, Bapak dan Ibu sekalian," kata Rizky, suaranya tenang dan jelas, meski ada sedikit getaran di dalamnya.

"Saya Rizky Hadiningrat. Saya akui, saya belum memiliki pengalaman formal di dunia korporat. Namun, saya memiliki tekad untuk belajar dan dedikasi penuh untuk Hadiningrat Group. Saya berharap bisa bekerja sama dengan Anda semua untuk membawa perusahaan ini ke tingkat yang lebih tinggi.

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan,

"Saya mungkin baru, tapi saya bukan orang bodoh. Saya akan belajar dengan cepat. Dan saya tidak akan mengecewakan Tuan Besar.

Ada keheningan singkat. Beberapa direktur terlihat sedikit terkejut dengan keberanian Rizky. Suryo tersenyum bangga.

"Baiklah," kata Suryo, memecah keheningan. "Pertemuan hari ini adalah perkenalan. Rizky akan mulai dengan mempelajari setiap divisi.

Pak Wijaya, saya harap Anda bisa membimbingnya di divisi keuangan. Dan Ibu Karina, di divisi pemasaran.

Pertemuan berlanjut dengan pembahasan agenda rutin, namun Rizky bisa merasakan tatapan-tatapan yang masih tertuju padanya. Ia duduk di samping ayahnya, mendengarkan dengan saksama, mencoba memahami jargon-jargon bisnis yang asing di telinganya. Ini adalah dunia yang sama sekali baru, jauh berbeda dari dapur dan celemek yang selama ini menjadi dunianya.

Setelah rapat selesai, para direktur satu per satu menghampiri Rizky untuk berjabat tangan. Beberapa memberikan senyum ramah, beberapa lagi hanya mengangguk kaku. Rizky mencoba mengingat setiap nama dan wajah.

"Jangan khawatir, Nak," bisik Suryo saat mereka berdua tinggal di ruangan itu. "Mereka hanya terkejut. Beri mereka waktu. Dan tunjukkan pada mereka siapa kau sebenarnya.

Haryo kemudian membawa Rizky ke kantor barunya. Sebuah ruangan yang luas dan modern, dengan pemandangan kota yang menakjubkan dari lantai teratas. Meja kerja besar, komputer canggih, dan sofa kulit. Ini adalah kantor seorang Wakil Presiden Direktur.

"Mulai hari ini, Tuan Muda akan mulai dengan mempelajari dokumen-dokumen penting perusahaan," jelas Haryo, menunjuk tumpukan berkas di meja.

"Saya sudah menyiapkan jadwal pelatihan intensif. Anda akan bertemu dengan kepala divisi, mengunjungi pabrik, dan memahami setiap aspek bisnis Hadiningrat.

Rizky duduk di kursi eksekutifnya. Ia mengambil salah satu berkas. Laporan keuangan. Angka-angka, grafik, dan istilah-istilah yang asing. Ia merasa sedikit kewalahan, tapi tekadnya tidak goyah.

Ia teringat Adelia. Maheswari Corp. Ia tahu, perusahaan mantan istrinya itu bergerak di bidang properti dan event organizer. Ia akan mencari tahu lebih banyak. Ia akan mempelajari setiap celah.

Ini adalah awal dari perjalanannya. Perjalanan untuk menguasai takhta, dan pada akhirnya, untuk membuat mereka yang pernah meremehkannya... menyesal tanpa ampun.

Rizky Hadiningrat menarik napas dalam. Permainan telah dimulai. Dan ia siap untuk bermain.

1
AHMAD SAEPUDIN
Mohon dukungannya yah warga NOVELTOON 🥰
"jangan lupa share, like, dan komen, maaf kalo ada alur yang berantakan komen aja di kolom komentar ini yahh☺️🙏♥️
Gio Raraawi
suka cerita nya
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙏 seneng banget kakak suka ceritanya, ditunggu terus ya kelanjutannya 😊
total 1 replies
Ngeju Aroma
joss
Ngeju Aroma
💪💪
Ngeju Aroma
semangat kak💪💪
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙌 sering-sering mampir ya, biar makin rame 😁☺️🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!