NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

 "Ternyata memang dia." Gumam Andra yang melihat langsung Nina di tempat itu,posisi Nina sudah sampai di kost.

 Nina langsung disambut oleh Airin yang baru saja keluar ke warung,"Kerja lembur?" tanya Airin yang langsung menyapa Nina.

 "Iya,ada kerja tambahan." jawab Nina yang sebenarnya dibelakang kerjaan tambahnya itu mengurus pria brengsek itu.

 Nina langsung masuk ke dalam kamarnya, melanjutkan aktivitas seperti biasanya.Setelah itu barulah dia istirahat, sembari menikmati teh hangat disampingnya.

 Tiba-tiba saja ponsel miliknya bergetar,"Halo."

 "Ini saya Lukas Nona".

 "Ada apa?" tanya Nina pada Lukas, Akhirnya Lukas menceritakan semuanya informasi dan beberapa tugas yang baru saja ia selesaikan.

 "Raffi?"

 " Iya Nona,dia akan menggantikan posisi Manager di tempat anda bekerja."Nina berhenti berfikir dan mulai menebak.

 "Apa maksudmu Raffi anggota dari markas kita?" pertanyaan itu muncul kembali.

 "Iya Nona,memang Nona tidak cocok dengan pilihan yang kami siapkan?" tanya balik Lukas.

 " Tidak,hanya sekedar mengetahui jika rumornya ia seorang G4y." Nina berhati-hati mengucapkan hal itu.

 "Itu memang benar, tapi tak perlu Anda khawatir. Dia juga. orang yang sangat bisa diandalkan dalam pengaturan manajemen, mungkin nantinya dia akan bisa membantu anda." mendengar penjelasan itu Nina hanya menganggukkan kepala, Nina mengerti apa keinginan dari asistennya itu sehingga pria itu dipilih menjadi manajer baru di tempat kerjanya.

 "Baiklah, kamu suruh dia untuk datang lebih tepat waktu sebelum itu aku ingin menemuinya secara langsung empat Mata dengan pria itu." pesan Nina kepada Lukas untuk segera melakukan perintahnya.

 "Baiklah Nona ,akan saya sampaikan kepada Raffi."Sambungan telepon langsung terputus,Nina hanya duduk terdiam menatap laptop miliknya.

 "Sepertinya besok akan menjadi hari paling mengejutkan bagi wanita itu." batin Nina yang tak sabar ingin memberikan pelajaran pada wanita itu.

 Pagi hari

 Hari ini Nina bangun lebih awal dan kini ia sudah bersiap-siap untuk berangkat pagi ini.Saat keluar dari kamar beberapa dari temannya baru saja bangun tidur,"Nina,tumben jam segini udah siap berangkat." ucap Airin yang baru saja selesai mandi.

 "Ada urusan mendadak, akan harus berangkat lebih pagi." jawab Nina yang langsung pergi meninggalkan Airin sendirian.

 Airin dari kejauhan hanya menggelengkan kepala, melihat betapa temannya begitu rajin.

 Sedangkan diposisi Nina saat ini,ia sedang bermasalah dengan sepeda miliknya,"Ini kenapa lagi,kenapa sepeda motorku mogok." Batin Nina yang mulai kebingungan sepeda motor miliknya bisa-bisanya mogok di hari sibuknya.

 Tanpa sepengatahuan Nina,dari depan ada seseorang yang diam-diam mengawasi Nina,"Kenapa tuh Nina,kayaknya sepeda motornya mogok." ucap Yogi yang tidak sengaja melihat Nina yang terus berusaha menghidupkan sepeda motor.

 "Nina?"

 "Iya Nina,kasihan tuh. Jangan diam saja, sana bantu." Yogi mendorong pundak Andra.

 "Tidak, nanti dia pikir aku menginginkan sesuatu." Andra langsung menolaknya.

 "Alasanmu saja, Apa kamu tidak kasihan sama Nina.Sana bantu sekarang,jangan banyak alasan dari tadi. Bukannya kalian sudah saling mengenal."Andra sudah habis kesabaran, hingga ia terpaksa membantu.

 Andra masuk ke area parkiran di kost itu,"Butuh bantuan?" tanya Andra yang langsung menawarkan bantuan.

Nina yang melihat kehadiran Andra, hanya terdiam dan fokus ke arah sepeda motor miliknya,"Tidak perlu." jawab singkat Nina yang merasa risih dengan kehadiran pria itu.

 Dari belakang ada Airin yang langsung mendekati mereka berdua,"Ada apa Nin?" tanya Airin yang melihat Nina yang sedari tadi berdiri disamping sepeda motor.

 "Sepeda motorku mogok." jawab Nina yang masih berdiri di tempat itu.

 Airin mendekati Nina,"Mogok,lalu bagaimana kamu berangkat kerja?" tanya Airin yang seketika melirik kearah Andra yang ada di tempat itu.

 "Jangan diam saja kamu,bantu apa gitu."Airin langsung protes pada Andra.

 "Bantu bagaimana?" tanya balik Andra pada Airin.

 "Kalau jadi cowok peka sedikit,kalau seperti ini kamu seharusnya bantu mengantarkan Nina ke tempat kerja bukan malah bengong begitu." ucap Airin,yang langsung dibalas tatapan tajam.

 Reaksi Nina langsung menggelengkan kepala,"Jangan lagi."batin Nina yang mulai kesal,kenapa Airin bilang seperti itu.

 Andra hanya terdiam sembari melirik kearah Nina,"Ya sudah,aku akan mengantarkan Nina ke tempat kerjanya." Spontan Nina kaget.

 "Tidak perlu."Nina langsung menolaknya,ia tak ingin berurusan dengan pria itu.

 "Jangan begitu, bagaimana kamu telat berangkat kerja.Masih untung ada Andra yang bersedia mengantarkanmu,lebih baik kamu berangkat sekarang dari nanti kamu telat." Airin sengaja melakukan itu,ia diam-diam melakukan itu untuk mendekatkan dia dengan Andra

 Andra sudah ada diluar menunggu kedatangan Nina,reaksi Nina terlihat begitu kesal,"Pasti dia sengaja melakukan itu." batin Nina yang terlihat kesal dengan ulah Airin yang sengaja melakukan itu pada dirinya.

 Dengan langkah terpaksa ia berjalan mendekati Pria itu,"Aku bilang tidak." ucap Nina yang masih saja dingin dengan tatapan tajam kearah pria itu.

 "Aku datang hanya membantumu tidak ada maksud lain." jawab Andra yang langsung menjawab.

 "Apa kamu tuli,aku sudah memperingatkanmu untuk tidak terlalu dekat denganku." Nina makin emosi, tiba-tiba dari belakang ada Airin yang sengaja mendorong pundaknya.

 "Sudahlah,kamu berangkat sekarang." badan Nina sedikit terdorong karena Airin sedikit mendorongnya.

 Nina terlihat begitu kesal, hingga dengan langkah terpaksa ia harus pergi dengan pria itu.Pada akhirnya mereka pergi,Andra pun mengantarkan Nina pergi ke tempat kerjanya.

 "Dimana alamat kerjamu?" pertanyaan itu keluar dari bibir Andra,Nina langsung menyebutkan dimana ia bekerja.

 Akhirnya mereka sampai didepan lokasi tempat kerja Nina,Andra hanya terdiam melihat lokasi Nina bekerja,"Jadi disini dia bekerja."gumam Andra, Nina turun tanpa mengucapkan sepatah kata langsung saja ia pergi meninggalkan Andra.

 Andra sadar diri jika Nina begitu kesal pada dirinya,tapi niat dia hanya membantu.Nina sampai di tempat kerjanya, yang suasana dipagi itu masih sepi .

 Nina berjalan ke arah ruang tengah, yang di mana di ruangan itu sudah ada sosok pria yang duduk menunggu dirinya.

 Pria itu spontan terdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Nina,"Selamat datang Nona Angel." mendengar namanya disebut, menatap tajam ke arah pria itu.

 "Jangan sekali-kali Kamu memanggilku dengan nama itu, panggil namaku Nina bukan Angel."setelah mendapatkan peringatan dari Nina pria itu membalasnya dengan menganggukkan kepala.

"Baik Nona Nina, maafkan atas kesalahan saya." pria itu meminta maaf kepada Nina.

 "Baiklah Raffi, tak perlu aku jelaskan apa tugasmu di sini pasti kamu mengerti bukan tugas yang kamu lakukan di sini?"tanya Nina yang sudah memberikan tugas itu kepada Lukas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!