NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Dokter

Benih Rahasia Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Dokter Genius
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Ashela Safira, seorang gadis yang membanting tulang demi melunasi utang ayahnya, terpaksa merelakan kesucian yang ia jaga selama ini direnggut oleh pria asing.

Merasa harga dirinya telah hancur, ia memilih melarikan diri dan menghilang setelah malam panjang itu. Namun, di tengah pelariannya, Ashela justru mendapati dirinya hamil.

Sementara itu, Elvano Gavian Narendra, seorang dokter berhati dingin, terbangun dan mendapati gadis yang bersamanya telah pergi.

Rasa sesal seketika menghantamnya saat melihat bercak merah di atas ranjang, yaitu sebuah tanda bahwa ia telah menodai seorang gadis asing yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Bagaimana kelanjutannya???
YUKKKK GAS BACAAAA!!!

IG @LALA_SYALALA13
YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Komunikasi Sunyi

Malam itu, Ashela tidak bisa memejamkan mata. Ia duduk di lantai rumah kontrakannya, menatap dinding papan yang selama tiga tahun ini melindunginya. Ia akan meninggalkan kedamaian ini. Ia akan meninggalkan udara sejuk perkebunan teh untuk kembali ke hutan beton yang penuh polusi dan kenangan pahit.

Ia membuka dompetnya, menatap sisa uang tabungannya. Ia harus sangat hemat untuk biaya hidupnya sendiri selama menjaga Leo di rumah sakit nanti, karena hibah hanya menanggung biaya medis Leo. Ia mulai menghitung setiap rupiah, merencanakan bagaimana ia akan tidur di ruang tunggu atau mencari makan yang paling murah agar uangnya cukup.

Kondisi Leo kembali menurun saat subuh tiba. Ia sempat mengalami sesak napas pendek yang membuat para perawat harus memberikan nebulizer darurat. Melihat Leo yang berjuang untuk setiap tarikan napasnya, keraguan Ashela musnah seketika.

"Kita pergi sekarang, sayang. Bertahanlah sebentar lagi," bisik Ashela di telinga Leo saat petugas ambulans mulai memindahkan Leo ke dalam mobil rujukan.

Sirine ambulans membelah kesunyian subuh di desa itu. Ashela duduk di samping tandu Leo, memegangi tangan putranya sepanjang perjalanan. Mobil itu melaju kencang meninggalkan pegunungan, menuju jalan tol yang akan membawa mereka kembali ke jantung badai yang pernah ia hindari.

Ashela menatap keluar jendela ambulans. Bayangan pepohonan yang berlalu dengan cepat seolah-olah adalah tahun-tahun persembunyiannya yang kini berakhir. Ia merasa seperti seorang prajurit yang sedang menuju medan perang tanpa senjata, hanya berbekal cinta dan harapan tipis akan mukjizat.

Sepanjang perjalanan, ia terus bertanya-tanya di dalam hati. 'Rumah sakit mana yang akan menerimanya? Siapa dokter yang akan membedah jantung mungil putranya?' pikirnya dengan ketakutan.

Namun, setiap kali nama Narendra muncul di pikirannya, ia segera menepisnya dengan keras. Ia meyakinkan dirinya bahwa hibah yayasan ini adalah bantuan dari langit yang tidak ada hubungannya dengan keluarga berkuasa itu.

'Siapa pun dokternya nanti, tolong selamatkan anakku.' doanya dalam hati.

'Hukum aku sesukamu, ambil kebahagiaanku, tapi jangan ambil Leo.' gumamnya dalam hati.

Ambulans itu terus melaju, semakin mendekati kemacetan dan gedung-gedung tinggi Jakarta. Udara mulai terasa berbeda, lebih berat dan menyesakkan. Ashela menutup matanya, menarik napas dalam-dalam, mencoba menyiapkan mentalnya. Ia tidak tahu bahwa rumah sakit yang dituju ambulans ini adalah rumah sakit swasta yang paling ia hindari, dan yayasan yang memberinya hibah sebenarnya adalah bentuk penebusan dosa dari pria yang selama ini ia tangisi di malam-malam sepinya.

Di dalam ambulans yang berguncang, Leo yang sedang terpejam samar-samar menggumamkan satu kata yang membuat Ashela kembali menangis.

"Ma... jangan... pergi..." lirih bocah kecil itu.

"Mama di sini, Leo. Mama akan selalu di sini," sahut Ashela, mengecup dahi Leo yang hangat karena demam.

Perjalanan itu bukan hanya tentang memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain, tapi tentang penyerahan total seorang ibu pada takdir.

Ashela Safira telah melangkah keluar dari zona nyamannya, memasuki wilayah musuh demi satu-satunya alasan yang masuk akal di dunia ini yaitu nyawa Leonardo, sang anak.

...****************...

Lampu merah di atas pintu ruang operasi nomor 04 akhirnya padam. Pintu sensor otomatis terbuka dengan desisan pelan, menampakkan sosok Elvano Gavian Narendra yang melangkah keluar dengan bahu yang tampak tegang. Ia segera menarik masker bedahnya ke bawah dagu, menyingkap wajah yang basah oleh peluh namun tetap memancarkan intensitas yang tak tergoyahkan.

Operasi penggantian katup aorta (Salah satu dari empat katup jantung yang berfungsi sebagai pintu satu arah antara bilik kiri jantung (ventrikel kiri) dan aorta (pembuluh darah terbesar)) pada seorang pasien remaja baru saja selesai. Itu adalah prosedur enam jam yang menguras habis energi mental dan fisiknya.

Elvano berjalan menuju wastafel sterilisasi, mencuci tangannya dengan gerakan mekanis yang sudah ia lakukan ribuan kali. Air dingin yang mengalir di jemarinya yang panjang sedikit meredakan denyut di pelipisnya.

"Operasi yang luar biasa, Dokter Elvano. Presisi Anda pada bedah mikro tadi benar-benar di luar nalar," puji seorang dokter asisten yang mengekor di belakangnya.

Elvano hanya mengangguk singkat, matanya tetap menatap lurus ke depan. "Pastikan pemantauan di ICU dilakukan setiap lima belas menit. Tekanan darahnya masih sedikit labil pasca-bypass."

Tanpa menunggu jawaban, ia melangkah menuju ruang ganti dokter. Di sana, ia melepas jubah bedahnya yang berwarna hijau tua dan menggantinya dengan kemeja bersih serta jas dokter putihnya yang selalu tampak kaku dan sempurna.

Yudha sudah menunggu di ruang kerja Elvano dengan tablet digital di tangan dan secangkir kopi hitam tanpa gula yang masih mengepul. Ia tahu persis apa yang dibutuhkan bosnya setelah operasi besar.

"Dokter, pasien Tuan Wijaya di ruang VIP sudah sdar dan kondisinya stabil." lapor Yudha saat Elvano menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesaran.

"Bagus. Ada hal lain?" tanya Elvano sambil menyesap kopinya. Rasa pahit yang pekat membantunya tetap terjaga.

"Mengenai Yayasan Jantung Harapan Bangsa, Dok. Dana hibah yang Anda kucurkan bulan lalu sudah mulai berjalan efektif. Tim seleksi kami baru saja melaporkan bahwa ada tiga kasus rujukan baru yang masuk kategori kritis dan membutuhkan penanganan segera di fasilitas kita." ucap sang asisten.

Elvano meletakkan cangkir kopinya, minatnya sedikit terusik. "Berapa usia mereka?"

"Dua pasien berusia di bawah sepuluh tahun dengan kelainan katup sederhana. Namun, ada satu pasien rujukan dari daerah Sukabumi yang menarik perhatian tim medis yayasan. Namanya Leonardo, usia tiga tahun. Diagnosisnya Tetralogy of Fallot dengan komplikasi katup yang cukup rumit. Kasusnya hampir identik dengan jurnal bedah mikro yang Anda terbitkan tahun lalu." jelasnya.

Nama Leonardo sejenak membuat detak jantung Elvano berdesir aneh, namun ia segera menepis perasaan itu.

"Sukabumi? Itu daerah terpencil. Bagaimana fasilitas di sana bisa mendeteksi komplikasi seberat itu?" tanya Elvano sedikit tertarik dengan hal tersebut.

"Sepertinya dokter di daerah sana cukup kompeten, Dok. Mereka menyadari keterbatasan peralatan dan segera menghubungi yayasan. Pasien sedang dalam perjalanan dengan ambulans rujukan dan diperkirakan tiba sore ini atau malam nanti." jawab Yudha.

"Jadwalkan aku untuk memeriksa pasien itu begitu dia tiba. Jika kondisinya seburuk yang kau katakan, aku sendiri yang akan memimpin tim operasinya." ucap Elvano tegas.

Ada kepuasan aneh yang ia rasakan setiap kali menggunakan kemampuannya untuk menolong mereka yang tidak berdaya.

Baginya, ini adalah bentuk komunikasi sunyi dengan Tuhan yaitu sebuah permohonan agar jika ia memiliki jejak di luar sana, jejak itu pun akan mendapatkan keajaiban yang sama.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

NB: Kalau ada kesalahan dalam penyampaian seputar dunia medis atau istilah-istilah medis, boleh komen yaaa biar kita bisa belajar bersama, author masih terus belajar buat cerita yang baik dan bagus dalam penulisan yaaaa.

1
Khansa Caca
ayolah cerita nya hanya disitu situ saja langsung ke pointnya Thor biar lebih seru 🤭🙏
Eliermswati
wah akhirnya leo bs ngobrol bareng ayahnya😍😍 smngt leo smg cpt smbh dan bs main lg😍😍 smngt thor up nya
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
meleleh dehh leo ngobrol dg bapaknya.. bgmn perasaan ashilla ituuu.... whaaaa pasti terenyuh yaaa.... sukaaaaa semangat up thor😍💪🙏
elfanaya 💞
Sepertinya kamu belum sadar kalau itu anakmu el
Mita Paramita
seru banget 😁😁😁 lanjut Thor 🔥🔥🔥
Ari Atik
deg-segan banget,ikut tahan bafas...😊😊
semoga mereka bisa berkumpul bersama...
Ari Atik
sejauh ini,ceritanya menarik...

next...
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
huhu bayangin alat2 n riuhnya r operasi... seru kaa👍🙏
🇧🇬
al udah deg2an kurang darah dan ketahuan! 🦖
chiara azmi fauziah
buat asela bahagia thor please
Nurilbasyaroh
mudah mudahan cepet ketahuan klo leo itu anak y
NN
lanjuttt
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
tia
lanjut thor
Wardi's
best bgt ka author..
Wardi's
omegat.. sampe deg2an bacanya...
NN
alur cerita bagus, lanjut thor
elief
lanjut thor💪
Tutuk Isnawati
bagus ceritanya
Lala_Syalala: Terima kasih atas dukungan nya kak, semoga suka sama ceritanya🙏🙏😊😊🤗🤗🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Asni Kenedy
lanjutttt
semangat othor💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!