NovelToon NovelToon
Pergi Sakit Bertahan Sulit

Pergi Sakit Bertahan Sulit

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:242
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Rahayu

Cinta adalah anugerah... tapi bagaimana jika cinta harus kamu berikan pada orang lain?

Aletta syavira levania dan Dilan Wijaya Kusuma saling mencintai sejak SMA – cinta yang tumbuh perlahan seperti bunga di musim hujan. Namun ketika sahabatnya Tamara Amelia Siregar mengaku jatuh cinta pada Dilan untuk pertama kalinya, Aletta membuat keputusan berat, melepaskan orang yang dicintainya demi menyenangkan sahabatnya.

"Dia butuh kesempatan, aku mohon Dilan, aku jaminan kamu akan lebih bahagia sama dia." Ucapnya dengan nada yang memelas sampai Dilan pun tak tega untuk menolaknya

Untuk memenuhi janjinya, Aletta mencari cinta baru melalui media sosial dan bertemu Jonathan Adista sanjaya. Sementara itu, Dilan dengan berat hati menjalin hubungan dengan Tamara. Di depan orang lain, semuanya terlihat sempurna – dua pasangan yang harmonis dan bahagia. Namun di balik senyum dan candaan, setiap tatapan Aletta dan Dilan menyimpan rasa rindu yang tak bisa disembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 07

Suasana di taman sekolah sore itu cukup sepi. Tamara duduk memainkan rumput di kakinya, wajahnya terlihat murung dan lesu. Ruby yang duduk di sebelahnya hanya bisa menghela napas panjang melihat sahabatnya itu.

"Ruby..." panggil Tamara pelan.

"Hmm?" jawab Ruby lembut.

"Gue bodoh banget ya..." lanjut Tamara dengan suara bergetar.

"Gue sayang banget sama Dilan. Gue udah berusaha sebaik mungkin, gue perhatiin dia, gue selalu ada buat dia. Tapi kenapa sih matanya gak pernah bisa liat gue? Selalu Aletta, terus Aletta, dan Aletta."

Air mata Tamara mulai jatuh membasahi pipinya.

"Gue tahu Aletta itu sahabat gue, dan gue sayang dia. Tapi sakit Ruby... sakit banget rasanya ngeliat orang yang kita sayang begitu perhatiannya sama orang lain. Dilan itu cemburu, Dilan itu marah, Dilan itu khawatir... semuanya cuma karena Aletta. Gue cuma bisa jadi penonton di hidup dia."

Ruby langsung memeluk bahu Tamara erat, mencoba menenangkan. "Sabar ya Tamara... Jodoh gak bakal kemana. Mungkin emang jalannya belum ketemu sekarang. Loh cantik, baik, pinter... banyak kok cowok yang suka sama loh selain Dilan."

"Tapi gue cuma mau Dilan Ruby..." isak Tamara pelan. "Tapi kayaknya harapan gue emang mustahil. Dilan itu cinta matinya cuma sama Aletta aja deh."

Aletta memperhatikan Tamara yang sedang bersedih kepada Ruby, rasanya sangat sakit melihat Tamara seperti ini gara gara dia. Untuk menghibur diri dan juga mempersiapkan keperluan study tour ke Jogja, Aletta mengajak Tamara dan Ruby pergi ke Mall.

" guys! Kita pergi ke mall yuk buat beli bantal leher, selimut travel, sama cemilan buat di jalan nanti!, tenang kali ini gue yang traktir deh" ajak Aletta ceria, berusaha mencairkan suasana.

"Iya deh ayo! Lumayan kan bisa refreshing dikit sebelum PKL beneran dimulai," sahut Ruby semangat.

Sedangkan Tamara langsung menghapus air matanya karena tak mau ketahuan oleh Aletta kalau dia sudah menangis karenanya dan pura pura bersemangat.

Mereka bertiga berjalan-jalan di dalam mall, tertawa, mencoba-coba baju, dan memilih-milih barang yang lucu-lucu. Tamara pun perlahan mulai bisa tersenyum lagi di tengah sahabat-sahabatnya.

Saat mereka sedang duduk santai di area food court, tiba-tiba ada suara teriakan yang sangat akrab.

"ALETTA!! HEY ITU KAMU KAN!!"

Aletta, Tamara, dan Ruby serentak menoleh. Terlihat Jonathan sedang berjalan menghampiri mereka bersama beberapa temannya yang lain. Wajah Jonathan berseri-seri melihat Aletta.

"Jonathan!!" Aletta langsung berdiri dan berpelukan erat dengan Jonathan. "Ngapain kamu di sini?"

"Aku lagi jalan sama temen-temen klub bahasa nih. Eh taunya ketemu kamu! Wah kebetulan banget!" jawab Jonathan antusias. "Yuk gabung makan bareng sini! Aku traktir!"

Karena sudah akrab, akhirnya mereka pun duduk bersama. Jonathan terlihat sangat perhatian banget sama Aletta. Setelah makan, Jonathan mengajak Aletta ke toko souvenir dan travel kit.

"Eh Al, kamu kan mau ke Jogja ya? Nih buat kamu!" kata Jonathan sambil menyodorkan satu kantong kertas cantik.

Isinya adalah bantal leher yang sangat empuk dengan motif bunga-bunga lucu, dan selimut kecil travel yang tebal dan hangat.

"Wah... ini buat aku? Mahal nih Jo, gak usah repot-repot dong..." tolak Aletta halus tapi senang, karena jujur saja ini baru pertama kali nya dia di belanjakan sesuatu selalu Dilan.

"Ah gak, apaan sih! Buat orang yang aku sayang harus yang terbaik! Biar pas di bus kamu nyenyak tidurnya, gak pegal lehernya. Anggap aja ini tanda sayang aku sama kamu!" ucap Jonathan sambil tersenyum manis.

Aletta tersipu malu. Tamara dan Ruby saling lirik, merasa Jonathan ini terlalu perhatian sampai terlihat seperti pacar saja.

"Ya elah loh bisa aja" Ucap ucap evan menyiku temannya setengah menggoda karena sudah lama sekali tidak melihat Jonathan seperti ini.

"Apaan sih loh ganggu aja" Ucapnya kesal dan berbalik tersenyum kepada Aletta sedangkan Aletta senang diperlakukan sepesial olehnya.

"Pantesan tiba-tiba kita di ajak ke sini taunya mau beli perlengkapan buat studi tor " Ucap Fahri merangkul Jonathan.

Tamara merasa senang melihat perkembangan hubungan Jonathan dan Aletta sudah semakin dekat, dia cuma bisa berharap mungkin suatu hari nanti dia juga bisa sedekat itu dengan Dilan.

"Lucu banget yah cowok Aletta romantis" Ucap Tamara kepada Ruby.

"Iya lucu banget apalagi pas di ejek sama temen temen nya keliatan banget wajahnya merah" Ucap Ruby berbisik pelan takutnya terdengar.

"Iya muda mudah dia baik buat Aletta dan gak bikin dia sedih yah" Ucap Ruby dan di anggukan oleh Ruby.

"Kamu udah makan belum, makan dulu yuk" Ajak Jonathan tiba-tiba saja menggandeng tangannya, entah kenapa Aletta tidak menolak dan merasa senang apakah dia sendiri sudah jatuh ke dalam permainannya sendiri.

"Gimana nih mau gak" Ucap Aletta bertanya kepada Ruby dan Tamara.

"Ayo Al lagian gue juga lumayan laper nih" Kali ini Tamara yang semangat menanggapi dan menarik tangan Ruby untuk pergi.

Entah kenapa Tamara lebih suka Aletta bersama Jonathan dari pada bersama Dilan mungkin karena dia selalu cemburu dan berharap mereka berdua segera jadian agar Dilan bisa membuka hatinya untuk Tamara.

"Gue punya rekomendasi ramen paling enak tau langganan gue sama nyokap gue di sini mau coba gak" Ucap Tamara memberikan saran makanan apa yang akan mereka makan.

"Boleh juga, kalau kamu gimana" Ucap Aletta bertanya kepada Jonathan.

"Aku ikut kamu aja" Ucap Jonathan tersenyum kepada Aletta.

Dan akhirnya mereka pergi ke tempat ramen yang biasa Tamara pesan dengan Dewi.

Mereka makan dengan tenang dan menikmati makannya dengan lahap, Jonathan sangat senang bisa mengenal Aletta karena berkatnya hari harinya jadi tidak membosankan lagi.

Cakra hendak beranjak dari tempat duduknya tetapi tak sengaja menyenggol Tamara yang sedang minum dan tak sengaja minumannya tumpah ke baju seragamnya.

"Sorry sorry gue gak sengaja" Ucap Cakra panik dan membantu Tamara kebersihan lengan bajunya yang kotor.

Tamara kaget di perlakuan seperti itu dia sedikit grogi tetapi dia harus menutupinya "eng... Gak.. Papa.. Ko" Ucapnya setengah terbata bata berusaha tenang.

"Gue izin ke toilet dulu yah gayss" Ucapnya pergi dan berlari meninggalkan mereka semua.

Cakra tersenyum menyaksikan kepergian Tamara "cewek yang lucu".

" Loh kenapa senyum senyum sendiri, loh suka yah sama dia" Ucap Rico mengejek temannya itu karena memang Cakra itu orang nya cuek dan tidak tertarik dengan perempuan.

Aletta dan Ruby saling pandang dan tersenyum lebar sepertinya kali ini mereka akan menggoda Tamara habis habisan karena terlihat Tamara juga menyukai nya.

Setelah acara makan pun selesai mereka berpamitan karena Aletta dan teman temannya harus persiapkan study tour ke Jogja.

"Ini pake aja jaket nya takutnya masuk angin gara gara bajunya basah" Ucap Cakra memberikan jaketnya kepada Tamara setelah teman temannya sudah pergi duluan ke parkiran.

"Gak papa kok, gak usah" Ucapnya menundukkan kepalanya jujur saja Tamara takut menatap matanya.

"Pokoknya ini perintah tidak ada penolakan" Ucapnya memakaikan jaketnya tentu saja Tamara reflek kaget dan menatap wajah Cakra.

Mata mereka saling bertemu satu sama lain jantung Tamara berdetak kencang dadanya sesak wajahnya panas dingin bisa bisanya dia seperti ini.

"Nah gitu dong kalau lagi di ajak ngobrol itu harus liat wajahnya jangan liat ke bawah, gak sopan tau" Ucapnya mengacak rambut Tamara.

Tamara hanya diam mematung entah kemana dia merasa senang rasanya baru pertama kali dia merasakan perhatian dari laki-laki.

Dan itu orang lain bukan Dilan yang dia sukai beberapa hari ini "apaan sih" Ucapnya tersadar setelah mengingat nama Dilan lalu pergi dari hadapannya.

"Loh kenapa kaya kesel gitu Tamara" Tanya Aletta melirik dari kaca sepion nya.

"Ah gue tau kayanya sahabat kita ini lagi jatuh cinta deh" Ucap Ruby mengejek Tamara yang sedang fokus menjalankan mobilnya.

"Apaan sih kalian gue gak suka yah sama dia" Ucapnya ketus sambil melipat kedua tangannya merasa kesal.

"Tapi Tamara kalau dia beneran suka sama loh gimana" Tanya Aletta kali ini berbalik ke jok belakang bertanya dengan serius sehingga Tamara ikut menanggapinya.

"Masa aih dia suka sama gue" Ucap Tamara kali ini serius dan membuat Aletta dan Ruby tertawa terbahak bahak.

"Ihh kalian apaan sih, malah ngeledek gue" Ucapnya kesal karena ketahuan telah berharap kepadanya.

Akhirnya mereka sampai di rumah Aletta, Tamara dan Ruby sedang berkumpul di rumah Aletta. Kamar Aletta berantakan tapi seru, penuh dengan baju-baju, tas, dan perlengkapan yang siap dimasukkan ke koper besar.

"Al, obat-obatan udah dimasukin belum?" tanya Ruby sambil memeriksa daftar barang.

"Udah Rub! Sabun, sampo, baju ganti, semuanya ready!" jawab Aletta sambil menutup resleting koper dengan susah payah.

"Gila berat banget nih kopernya," celetuk Tamara sambil membantu mengangkat. "Untung ayah lo mau anterin sampe stasiun bus ya Al."

"Iya nih, soalnya ayah sama Ibu mau ngantar sampe ketemu sama guru pembimbing langsung biar tenang," jawab Aletta. Suasana di rumah Aletta sangat hangat dan penuh persiapan.

"Gimana anak anak apa persiapannya sudah beres" Ucap Puspa masuk ke kamar Aletta menyaksikan mereka bertiga yang tengah sibuk dengan perlengkapannya.

"Belum buk kopernya gak muat nih" Ucap Aletta mengeluh karena memang dari tadi mereka membongkar masukan bajunya supaya masuk tetapi tidak muat juga.

"Ya udah sini Ibu bantuin" Ucap Puspa membantu persiapan mereka bertiga dan akhirnya kopernya pun muat.

"Kalau sudah beres kita makan dulu yuk sebelum berangkat" Ajak Puspa dan di susul oleh mereka bertiga karena memang Ruby dan Tamara sudah biasa tidur dan makan di rumah Aletta.

"Inget yah jangan sampai ketinggalan rombongan, kalian harus sering bertiga gak boleh terpisah, apalagi kamu Aletta jangan sibuk sendiri sama foto foto" Ucap Baskara menasehati mereka.

"Ayah nitip Aletta yah sama kamu Ruby, karena kamu yang paling dewasa dari mereka berdua" Ucap Baskara.

"Iya om siap" Ucap Ruby membalasnya dengan tersenyum, Baskara dan Puspa sudah hafal karakter mereka bertiga karena mereka sering menghabiskan liburan bareng.

Bahkan waktu itu pernah Tamara dan Aletta hampir ketinggalan gara gara sibuk berfoto sedangkan Ruby yang selalu menjaga mereka, jadi karena itu lah Ruby jadi selalu bisa di andalan dari keluarga Aletta dan Tamara.

Ruby sudah terbiasa mandiri karena di keluarganya dia harus memberikan contoh kepada kedua adiknya mungkin itu juga yang selalu dia lakukan kepada Aletta dan Tamara, karena memang Aletta dan Tamara anak tunggal dan masih belum bisa berpikir dewasa seperti Ruby.

Sore harinya, mereka sampai di Stasiun Pengumpulan Bus. Suasana sangat ramai dan heboh dengan murid-murid lain yang juga akan berangkat. Orang tua Aletta sedang mengurus barang-barang.

Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti tidak jauh dari situ. Jonathan turun dari mobil, dan diikuti oleh seorang pria paruh baya yang berjalan agak lambat namun tetap ramah senyum. Itu adalah Yuda Ayahnya Jonathan.

"Papa... itu Aletta," tunjuk Jonathan.

Mereka berjalan menghampiri Aletta.

"Ibu, Ayah... ini Jonathan, temen baik Aletta. Dan ini Papanya Jonathan," kenalkan Aletta pada orang tuanya dengan bangga.

"Wah halo halo! Senang banget akhirnya ketemu," sapa Puspa Aletta ramah.

"Halo Pak, Buk. Maaf ya ganggu sebentar. Kami mau bawain bekal buat Aletta sama temen-temennya di jalan," ucap Yuda lembut.

Mereka membawa keranjang besar berisi makanan berat, kotak makan siang yang enak, dan berbagai macam cemilan premium, buah-buahan, sampai air mineral.

"Buat perjalanan biar kenyang ya Nak. Jaga diri baik-baik ya," pesan Yuda sambil menepuk bahu Aletta dengan hangat.

Aletta dan orang tuanya sangat terharu. Terlihat sekali bagaimana keluarga Jonathan sangat menyayangi Aletta. Puspa, Baskara dan Yuda pun terlihat sangat akrab mengobrol, seolah sudah kenal lama.

"Cie di bawain makanan tuh sama camer" Ledek Tamara menyenggol siku Aletta.

"Apaan sih loh sirik yah gara gara gak di bawain sama Cakra" Ucap Aletta kali ini membalikkan Tamara dan dia langsung salting.

"Apaan sih loh gak asik ah" Ucap Tamara.

"Eh Ruby mana" Tanya Aletta karena dari tadi dia tidak melihat Ruby bersamanya.

"Tadi dia sama kak anwar" Ucap Tamara memberitahukannya.

"Masa sih kapan" Ucap Aletta bertanya.

"Yeh makannya jangan pacaran mulu" Ucap Tamara.

Jonathan menghampiri Aletta yang sedang mengobrol dengan Tamara "gimana suka gak makannya" Ucap Jonathan.

"Suka kok makasih yah" Ucap Aletta gugup jujur saja akhir akhir ini dia selalu tidak karuan ketika dekat dengan Jonathan.

"Yah jadi nyamuk lagi......jadi nyamuk lagi" Ucap Tamara menyindir Jonathan dan Aletta yang sedang saling tersipu malu.

"Kenapa loh sirik yah karena Cakra gak ikut ke sini" Ucap Aletta membalas ejekan Tamara.

"Loh juga suka sama Cakra, berarti pas dong kalian saling suka" Ucap Jonathan kali ini kaget dengan perkataan Aletta dan bertanya kepada Tamara.

"Lah jadi Cakra juga suka sama Tamara" Ucap Aletta tak kalah kaget mendengarnya.

"Ihhh kalian apaan sih udah ah gue mau masuk ke bus aja, dari pada di sini liat kemesraan kalian bikin gue kesel" Ucap Tamara pergi meninggalkan Jonathan dan Aletta berduaan.

"Bilang aja loh salting kan" Ucap Aletta setengah teriak karena Tamara sudah pergi jauh.

Sejujurnya, di dalam hati Aletta mulai tumbuh perasaan yang aneh. Dia merasa sangat nyaman, sangat dihargai, dan sangat disayang oleh Jonathan. Perhatian Jonathan itu lembut, manis, dan tulus. Aletta mulai menyukai kehadiran Jonathan, senyumnya, dan caranya memperlakukan Aletta seperti seorang putri.

"Makasih banyak ya Jo... Kamu baik banget," bisik Aletta sebelum naik bus.

"Sama-sama Al... kabarin aku pas udah sampai ya. Kangen loh," jawab Jonathan sambil memeluk Aletta lama.

Di sudut lain, pemandangan itu tertangkap jelas oleh mata Dilan yang baru saja turun dari mobilnya. Wajah Dilan langsung berubah gelap total. Alisnya bertaut, tangannya mengepal kuat.

Dia melihat betapa akrabnya Puspa dan Baskara mengobrol dengan Yuda. Dia melihat betapa manisnya Aletta tersenyum pada Jonathan. Dan yang paling bikin darah Dilan naik adalah melihat bantal leher dan selimut pemberian Jonathan yang langsung dipakai dan ditaruh di kursi bus Aletta.

"Sialan..." gerutu Dilan pelan dengan nada marah. "Gue kira cuma cemburu biasa, tapi ini gila. Orang tuanya aja udah akrab banget. Aletta... lo beneran mau ganti posisi gue sama cowok itu?"

Hati Dilan terasa perih dan panas. Rasa tidak suka dan cemburu membara hebat. Dia merasa posisinya terancam, bukan hanya sebagai teman dekat, tapi juga karena orang tua Aletta sepertinya sangat menyukai keluarga Jonathan.

~back to continuous~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!