NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Di Balik Seragam

Pernikahan Rahasia Di Balik Seragam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Dunia Masa Depan / Idola sekolah
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Selenium Alchemy

Masa remaja Andini, seorang gadis SMA yang ceria, seharusnya dihabiskan dengan mengerjakan PR, tertawa bersama teman-teman, dan menikmati masa muda yang bebas. Namun, takdir berkata lain. Sebuah perjodohan mendadak menyeretnya ke dalam ikatan pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan, dengan pria yang berada di dunia yang sangat jauh berbeda dari dunianya.

​Charles, seorang CEO muda yang dikenal dengan reputasi "es berjalan". Baginya, hidup adalah tentang keuntungan, strategi, dan kesempurnaan. Ia tidak pernah menginginkan pernikahan ini baginya, Andini hanyalah tanggung jawab yang harus ia jaga demi memenuhi wasiat sang kakek.

​Di sekolah, Andini adalah siswi biasa yang berusaha menjalani hari dengan tenang. Namun di balik pintu apartemen mewah, ia adalah istri dari pria yang paling disegani sekaligus ditakuti di dunia bisnis. Pernikahan ini harus dirahasiakan rapat-rapat; satu kesalahan kecil bisa menghancurkan reputasi Charles dan masa depan sekolah Andini...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selenium Alchemy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7

Kilatan lampu kamera itu terasa seperti petir yang menyambar-nyambar di depan mataku. Begitu banyak orang, begitu banyak tatapan yang menilai, dan begitu banyak kamera yang mengabadikan setiap langkah kami. Namun, di tengah kekacauan itu, ada satu hal yang terasa stabil: genggaman tangan Charles di pinggangku. Genggamannya tidak sekadar formal; itu adalah jangkar yang menahanku agar tidak hanyut dalam dunia yang asing ini.

"Tatap lurus ke depan, Andini. Jangan tunjukkan kalau kau gugup," bisik Charles tepat di samping telingaku. Suaranya rendah, nyaris tak terdengar oleh kerumunan, namun getarannya terasa hingga ke tulang rusukku.

"Aku tidak gugup," bisikku balik, meski tanganku sedikit berkeringat. "Aku hanya... tidak terbiasa dengan ini semua."

Charles menuntunku masuk ke dalam aula utama hotel yang megah. Kristal-kristal lampu gantung memantulkan cahaya keemasan ke segala arah, menyinari gaun-gaun mahal dan setelan tuksedo yang tampak sempurna. Ini adalah dunianya. Dunia tempat angka-angka bernilai triliunan rupiah dipertaruhkan hanya dalam sebuah obrolan singkat di atas segelas sampanye.

"Charles Utama!" Sebuah suara wanita yang melengking, penuh dengan kepura-puraan, memecah perhatian kami.

Seorang wanita cantik dengan gaun merah yang sangat berani mendekat. Matanya menatap Charles dengan rasa lapar yang sulit disembunyikan, lalu beralih padaku dengan tatapan yang tajam, seolah sedang membedah kualitas gaun yang kupakai. Dia adalah Vivian, sosialita yang sering kulihat di majalah bisnis sebagai salah satu pewaris grup properti besar.

"Vivian," sapa Charles singkat. Wajahnya kembali ke mode "es" andalannya. "Senang melihatmu di sini."

"Oh, tentu saja aku datang. Acara ini tidak akan lengkap tanpa kehadiranmu," ujar Vivian, lalu matanya menyipit ke arahku. "Dan siapa gadis manis ini? Apakah dia asisten pribadimu yang baru? Terlihat sangat... muda."

Andini, si siswi SMA, ingin sekali membalas sindiran itu dengan komentar pedas. Tapi Andini, sang Nyonya Utama, harus tetap tenang. Aku tersenyum tipis, senyum yang sudah kulatih berkali-kali di depan cermin.

"Saya Andini, kerabat jauh Charles," kataku dengan suara yang sopan namun percaya diri. "Saya sedang belajar mengenai manajemen perusahaan dari Charles malam ini."

Vivian tertawa kecil, suara yang terdengar seperti gesekan logam. "Belajar manajemen dari Charles? Itu tugas yang berat, sayang. Dia tidak memiliki kesabaran untuk mengajar orang lain. Benar begitu, Charles?"

Charles tidak langsung menjawab. Ia justru mempererat pegangannya di pinggangku, sebuah gestur posesif yang sangat halus namun jelas. "Andini memiliki bakat yang lebih besar daripada yang kau bayangkan, Vivian. Dia adalah satu-satunya orang yang membuatku cukup tertarik untuk berbagi waktu luang."

Vivian terdiam. Ada kilatan kekecewaan—dan mungkin sedikit rasa tidak suka—di matanya. Dia mencoba menutupi itu dengan tawa lagi. "Begitukah? Kalau begitu, aku tidak akan mengganggu waktu belajarmu."

Setelah Vivian menjauh, aku mengembuskan napas panjang yang sedari tadi kutahan. "Itu tadi berbahaya," bisikku pada Charles.

Charles sedikit menunduk, menatapku. Untuk pertama kalinya malam itu, matanya yang tajam melembut. "Kau melakukannya dengan sangat baik. Kau tidak membiarkan provokasinya memancingmu."

"Apakah itu pujian?" tanyaku, memberanikan diri menatap matanya.

Charles terdiam sejenak, lalu ia menarik sudut bibirnya—bukan senyum lebar, tapi sekadar tarikan tipis yang sangat jarang kulihat. "Anggap saja itu sebagai apresiasi atas kerjamu hari ini."

Musik klasik yang lembut mulai memenuhi ruangan. *Waltz*. Charles melepaskan tangannya dari pinggangku, lalu mengulurkan telapak tangannya. "Berdansalah denganku. Ini bagian dari sandiwara agar orang-orang percaya bahwa kita memiliki hubungan yang... dekat secara profesional."

Aku menerima tangannya. Begitu telapak tangannya yang hangat menggenggam tanganku, kami bergerak ke lantai dansa. Charles adalah penari yang luar biasa; gerakannya halus, terukur, dan penuh wibawa. Aku hanya perlu mengikuti langkahnya, dan seolah-olah kami telah berlatih selama bertahun-tahun.

"Kau tahu," bisik Charles di tengah dansa, saat kami berputar perlahan, "di sekolah, kau pasti sudah sangat lelah dengan semua tugas itu. Tapi di sini, kau harus tetap fokus. Dunia bisnis tidak mengenal kata lelah."

"Aku tahu, Charles," jawabku, menatap dadanya yang bidang di balik kemeja putihnya. "Tapi kadang, aku merindukan dunia sederhanaku. Di mana masalah terbesarku hanyalah PR matematika, bukan mempertahankan reputasimu di depan wanita seperti Vivian."

Charles berhenti sejenak, membuat kami hampir bertabrakan dengan pasangan dansa lain, sebelum ia kembali menggerakkanku dengan lihai. "Aku tidak memaksamu untuk terus berada di sini selamanya, Andini. Tapi untuk saat ini, kau adalah bagian dari rencanaku. Dan aku berjanji, aku akan melindungimu dari serigala-serigala di luar sana."

"Melindungiku? Atau mengikatku?"

"Mungkin keduanya," jawabnya datar.

Di bawah lampu-lampu kristal yang mewah, aku menatap wajah pria yang kini menjadi suamiku—pria yang dingin, pria yang kaku, pria yang menutupi hatinya dengan dinding tebal. Saat lagu berakhir, ia tidak segera melepaskan genggamannya. Ia menatapku cukup lama, dan di matanya, aku melihat sesuatu yang lebih dari sekadar tanggung jawab.

Ada rasa ingin tahu. Ada rasa keterikatan yang perlahan tumbuh.

"Ayo pergi," katanya tiba-tiba, suaranya kembali dingin. "Pesta ini sudah mulai membosankan."

Kami berjalan keluar dari aula dansa, meninggalkan tatapan-tatapan penasaran para tamu. Di lorong hotel yang sepi menuju *basement*, Charles melepaskan jasnya dan menyampirkannya di bahuku.

"Udara malam ini dingin," gumamnya. "Jangan sampai kau sakit. Aku tidak ingin repot mengurus orang sakit di rumah."

Aku tersenyum kecil di balik kerah jasnya yang besar dan hangat. "Iya, Pak CEO. Terima kasih."

Malam ini, aku telah belajar satu hal: Charles Utama mungkin memiliki hati yang membeku, tapi setiap es, sedingin apa pun, akan selalu memiliki titik leleh. Dan mungkin, hanya mungkin, aku adalah titik leleh itu.

Namun, saat kami masuk ke dalam mobil dan hening kembali menyelimuti, aku teringat akan sesuatu. Masih ada sekolah besok pagi. Masih ada PR sejarah yang belum selesai. Masih ada kehidupan ganda yang harus kujalani.

*Pernikahan rahasia di balik seragam.*

Aku memandang keluar jendela mobil, melihat lampu-lampu jalan yang berkedip. Hidupku benar-benar sudah berubah, dan jujur saja, aku belum siap untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Tapi satu hal yang pasti: aku tidak lagi merasa sendiri dalam sandiwara ini.

1
Eni Wati
sll menunggu
R.A Naimah
nggak faham alur ya selalu berputar
Eni Wati
Lanjut
Eni Wati
sll menuggu
Eni Wati
Lanjut
Wawan
Semangat... ✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!