Lin Xiaoxi tewas kelaparan, namun jiwanya digantikan oleh Chu Yue, Putri Tabib jenius dari masa kuno. Terbangun di tubuh gadis desa miskin, ia dibekali Ruang Dimensi berisi herbal ajaib untuk mengubah nasibnya.
Di kota, sang penguasa Mo Yan sedang sekarat karena penyakit aneh yang tak tersembuhkan. Takdir mempertemukan mereka di jalanan, di mana satu tusukan jarum Xiaoxi menyelamatkan nyawa sang CEO.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8 八
Pindahan ke kamar baru yang terletak tepat di sebelah kamar utama Mo Yan ternyata menjadi petualangan lain bagi Xi'er. Kamar itu begitu luas, dengan ranjang yang memiliki tiang-tiang tinggi tanpa kelambu sutra, digantikan oleh desain minimalis yang menurut Xi'er sangat membosankan. Namun, yang paling membuatnya tertegun adalah sebuah panel kaca di dinding yang bisa mengeluarkan cahaya berbagai warna hanya dengan sekali sentuh.
"A-Chen, jangan dekat-dekat dinding itu. Mungkin ada kunang-kunang raksasa yang dipenjara di dalamnya untuk menerangi ruangan ini. Sangat tidak berperikemanusiaan." bisik Xi'er saat melihat lampu kamar meredup secara otomatis mengikuti gerakan mereka.
A-Chen, yang kini mengenakan pakaian baru yang jauh lebih layak, hanya bisa mengangguk patuh sambil memegang ujung baju kakaknya. "Jie-jie, kamar ini sangat bagus. Tapi kenapa kasurnya terlalu empuk? A-Chen merasa seperti terjebak di dalam gundukan adonan roti. Aku takut tidak bisa bangun lagi kalau sudah berbaring."
Xi'er tertawa kecil, meskipun dalam hatinya ia setuju. Ia melangkah menuju balkon yang menghadap ke arah pemandangan gedung pencakar langit. Di sana terdapat beberapa pot bunga besar yang masih kosong. Dengan gerakan cepat, Xi'er memastikan tidak ada kamera pengintai di sekitarnya. Ia menyentuh tanda lahir di pergelangan tangannya, memanggil sedikit tanah hitam yang subur dari Ruang Dimensi, dan mengisinya ke dalam pot-pot tersebut.
"Setidaknya, aku harus menanam beberapa penawar racun di sini. Aku tidak bisa terus-menerus mengandalkan 'sihir' dimensi jika ada orang yang mengawasiku." gumamnya.
Ketenangan mereka terganggu saat Zuo Fan mengetuk pintu dengan wajah serius. "Nona Lin, Tuan Mo meminta Anda ke ruang utama. Dokter pribadi keluarga Dokter Song, telah tiba untuk melakukan pemeriksaan rutin."
Xi'er mendengus keras, tangannya masih kotor terkena tanah. "Dokter lagi? Apakah Tuan Mo-mu itu tidak punya hobi lain selain diperiksa oleh orang-orang yang bahkan tidak bisa membedakan antara hawa dingin dan masuk angin biasa? Benar-benar membuang waktu."
Meskipun menggerutu, Xi'er tetap melangkah menuju ruang utama dengan gaya jalan yang tetap anggun meski hanya memakai sandal rumah. Di sana, seorang pria paruh baya dengan jas putih yang sangat bersih sedang memeriksa tablet digital. Di sampingnya, Mo Yan duduk dengan wajah datar.
"Tuan Mo, kadar leukosit Anda stabil, tapi suhu tubuh Anda turun secara drastis tanpa alasan medis yang masuk akal." ucap Dokter Song formal. Ia kemudian melirik ke arah Xi'er yang baru masuk. "Dan siapa gadis kecil ini, Zuo Fan? Jangan bilang ini adalah 'tabib' yang katanya bisa mengobati Tuan Mo dengan akar-akaran?"
Zuo Fan mengangguk kaku. "Ini Nona Lin Xiaoxi, Dokter Song."
Dokter Song tertawa sinis, menatap baju Xi'er yang sedikit terkena noda tanah. "Lelucon macam apa ini? Mo Group adalah raksasa dunia, dan kalian membiarkan seorang gadis desa yang mungkin baru saja selesai berkebun untuk menyentuh CEO paling berharga? Apa kalian sudah gila karena putus asa?"
Xi'er berdiri dengan tenang, melipat tangan di depan perutnya. "Tuan Tua yang memakai jas putih kepanjangan." sahut Xi'er dengan nada yang sangat manis namun mematikan. "Jika ilmu yang kau banggakan itu sehebat bicaramu, mengapa pasien di depanmu ini masih terlihat seperti mayat beku yang dipaksa duduk setiap kali matahari terbenam? Apa universitasmu tidak mengajarkan cara menyembuhkan, melainkan hanya cara membaca angka di papan kaca itu?"
Wajah Dokter Song memerah padam. "Kau... kau tahu apa tentang kedokteran?! Aku menggunakan teknologi laser dan analisis molekuler tingkat tinggi!"
"Laser? Molekuler? Nama makanan jenis apa itu?" Xi'er mencibir sambil berjalan mendekati Mo Yan. Tanpa permisi, ia menarik tangan Mo Yan dan menatap kuku pria itu dengan teliti. "Tuan Mo, kau ini manusia atau patung? Kenapa diam saja saat kuku-kukumu sudah mulai membiru begini? Dan kau Dokter Tua, apa kau butuh kacamata lebih tebal untuk melihat bahwa jantungnya sedang meronta kesakitan?"
Dokter Song mencibir. "Itu hanya masalah sirkulasi perifer! Aku akan menyuntikkan stabilisator suhu sekarang!"
"Jika kau masukkan cairan kimia itu ke dalam nadinya sekarang, dia akan kejang dalam sepuluh hitungan." potong Xi'er dingin. "Suhunya dingin karena jalurnya tersumbat, bukan karena dia butuh cairan buatanmu."
Mo Yan tiba-tiba mengerang pelan. Wajahnya seketika menjadi pucat, dan lapisan keringat dingin mulai membasahi dahinya. Serangan hawa dingin itu datang lebih ganas. Dokter Song panik, tangannya gemetar mencoba menyiapkan jarum suntik.
"Menyingkir!" Xi'er mendorong bahu Dokter Song dengan satu gerakan tangan yang membuat dokter itu terhuyung.
Xi'er berdiri di belakang Mo Yan, menekan satu titik saraf di antara tulang belikatnya dengan ibu jari. Ia menyalurkan sedikit sisa energi hangat dari Ruang Dimensi. Dalam hitungan detik, napas Mo Yan yang tadi tersengal-sengal kembali menjadi tenang.
Dokter Song terpaku, mulutnya menganga melihat perubahan instan itu. "Bagaimana bisa... hanya dengan menekan?"
Mo Yan membuka matanya, menatap Dokter Song yang masih memegang jarum suntik. "Dokter Song." ucap Mo Yan dengan suara berat.
"Y-ya, Tuan Mo?"
"Mulai hari ini, kau tidak perlu lagi menangani pengobatanku secara langsung. Kau cukup menjadi asisten yang mencatat perkembangan yang dilakukan oleh Lin Xiaoxi. Segala bentuk suntikan atau obat kimia harus melewati persetujuannya." perintah Mo Yan tanpa ragu.
"Apa?! Tuan, saya jadi asisten gadis desa ini?!" Dokter Song hampir menangis karena harga dirinya hancur.
Xi'er menoleh ke arah Dokter Song dengan senyum penuh kemenangan. "Jangan bersedih Tuan Tua. Menjadi asistenku adalah kehormatan yang bahkan Tabib Agung di... di mimpiku pun sangat menginginkannya. Tugas pertamamu mudah, ambilkan aku segelas air hangat, jangan terlalu panas, jangan terlalu dingin. Pakai perasaan, jangan pakai mesin."
Dokter Song hanya bisa menatap Mo Yan dengan pasrah, sementara Zuo Fan harus menahan tawa melihat dokter senior itu sekarang diperintah-perintah oleh Xi'er untuk mengambil air.
"Dan Tuan Mo." Xi'er beralih pada Mo Yan, matanya menyipit. "Jangan berpikir karena aku menyelamatkanmu barusan, kau bisa memerintahku seenaknya. Aku mau satu ruangan kosong di lantai bawah untuk kujadikan kebun herbal. Dan aku tidak mau ada kamera 'sensor' yang mengintipku. Kalau tidak, aku akan membuat seluruh mansion ini bau jamu selama setahun!"
Mo Yan menatap Xi'er, sudut bibirnya sedikit terangkat, sebuah pemandangan langka. "Berikan dia apa yang dia minta Zuo Fan. Termasuk kebunnya."
"Tentu Tuan." jawab Zuo Fan sambil membungkuk.
Xi'er mendengus puas, ia berjalan keluar ruangan sambil bergumam, "Orang kota benar-benar aneh, punya uang banyak tapi untuk bernapas saja harus minta bantuan mesin plastik."
Mo Yan menatap punggung gadis itu. Untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa hidupnya yang kaku tidak lagi membosankan. Gadis itu bukan sekadar tabib, dia adalah badai yang akan menghancurkan segala keteraturannya.
Makasih double up nya othor tayaaaangg/Kiss/