Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.
Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Terpaksa
Mendengar penjelasan Evert, Kiara hanya bisa mencerna setiap kata suaminya. Kiara memohon petunjuk dari Allah dalam hatinya dengan bernafas teratur terlihat tenang. Tidak ada kemarahan disana. Sikap tenang Kiara membuat Evert justru terlihat cemas.
"Jika aku terlalu egois, maka calon manusia yang ingin hidup dibumi akan mati atau cacat dengan prilaku buruk pola hidup ibunya. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? tolong aku ya Robb..!" pinta Kiara dalam hati.
"Baiklah. Kamu boleh membawanya ke sini tapi dia tidur di kamarmu dan kamu tidur di kamarku. Dan jaga sikapmu untuk tidak menyentuh Amanda. Jika kamu melanggarnya aku tidak akan segan melaporkan kalian pada kakek," ancam Kiara tetap bersikap tenang.
Evert tersenyum senang. Ia hendak menyentuh tangan Kiara namun Kiara lebih dulu menarik tangannya." Tolong jangan menyentuhku....! dan Tolong hargai aku selama Amanda tinggal disini. Bagaimanapun juga aku ini istrimu. Tunggu sampai tiga bulan setelah itu kita cerai," ucap Kiara lalu segera menyelesaikan sarapannya walaupun rasanya sudah hambar.
"Baiklah. Tapi, bagaimana dengan syarat kakek? aku tidak akan mendapatkan perusahaannya kalau kamu tidak melahirkan cicit untuk mereka," keluh Evert.
"Kamu bisa menggunakan kehamilannya Amanda untuk meminta hakmu pada kakek. Selebihnya aku yang akan meyakinkan kakek agar beliau bisa memberikan perusahaannya padamu tanpa menunggu bayi kalian lahir," ucap Kiara yang tidak merasa sakit hati. Entah ke mana rasa sakit itu pergi. Justru saat ini wajah pria tampan yang ditemuinya tadi pagi mengisi benaknya.
Kiara segera mengusir wajah Billy dari benaknya. Bagaimanapun juga ia masih terikat pernikahan dengan Evert. "Terimakasih Kiara, kamu sangat pengertian. Aku akan memberikan lima persen saham perusahaan untukmu nanti," ucap Evert.
"Tidak perlu. Aku ingin bekerja dan membeli rumah untuk bunda agar kami bisa selalu bersama. Tidak ada lagi yang aku pikirkan selain kebahagiaan bundaku," ucap Kiara.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan menjemput Amanda. Kamu tidak apa kalau aku tinggal sendiri? atau kamu ingin jalan-jalan?" tanya Evert.
"Aku mau mengunjungi pusat perbelanjaan. Aku akan pesan taksi, " ucap Kiara.
"Bagaimana bisa kamu melakukan semuanya tanpa bertanya kepadaku seakan kamu mengusai kota ini?" tanya Evert.
Kiara tersenyum sinis." Apakah kamu lupa kalau aku adalah wanita jenius? aplikasi negara ini sangat memudahkan aku untuk menemukan akses apa saja. Jadi, apa yang perlu dikuatirkan jika kita bisa menggunakan dunia digital yang serba instan?" balas Kiara.
"Baiklah. Semoga kamu tidak tersesat Kiara. Kalau ada apa-apa hubungi aku, ya...!" pesan Evert hendak mengelus kepala Kiara yang tertutup hijab namun gadis cantik ini malah menghindari sentuhan itu sehingga Evert menarik tangannya.
"Urus saja wanitamu itu..! Dia lebih membutuhkanmu daripada aku," ucap Kiara dengan tenang lalu masuk ke kamarnya.
Evert mengambil kunci mobil menuju parkiran. Melihat sikap Kiara yang enggan disentuhnya sangat membuatnya murka. Walaupun ia lah yang sudah berjanji tidak akan menyentuh gadis berjilbab itu sampai mereka cerai. Evert tidak ingin mengabari Amanda untuk bersiap-siap pindah ke apartemennya.
...----------------...
Kiara sudah ada pusat perbelanjaan. Ia mencari mantel tebal untuk dirinya. Kiara sengaja mengenakan mantel tuan Billy karena lebih hangat daripada miliknya. Mantel yang merupakan edisi terbatas itu memang sulit ditemukan di konter manapun di mall itu karena langsung dipesan di desainer pribadi.
"Nona, ada yang bisa kami bantu?" tanya pelayan ditoko itu terlihat ramah.
"Aku mencari mantel seperti ini, apakah ada?" tanya Kiara sambil menujukan mantel yang dipakainya.
Pelayan itu memperhatikan sebentar lalu mengerutkan keningnya. " Apa hubungannya gadis ini dengan tuan Billy? apakah gadis ini adalah kekasihnya? kalau memang benar kenapa harus repot-repot ke mall untuk cari mantel? bukankah dia bisa langsung memintanya pada tuan Billy?"batin pelayan itu.
Kiara melambaikan tangannya pada pelayan yang terlihat bingung." Oh maaf nona, sudah membuat mu menunggu. Mantel dengan brand ini biasanya terbatas hanya untuk kalangan tertentu. Kami hanya menjual yang ada di konter ini saja," ucap sang pelayan terlihat segan.
"Oh begitu. Berarti harganya pasti fantastis. Baiklah. Aku ambil yang ini saja. Warna hitam," Kiara hendak mengambilnya namun pelayan itu lebih dulu mengambilnya.
"Tuan, bukankah itu adalah nona yang tadi pagi kita lihat di taman apartemen?" tanya asistennya Billy.
Billy menghentikan langkahnya menatap Kiara yang sedang membayar belanjaannya. Billy tersenyum melihat mantel nya masih dikenakan oleh Kiara. Entah mengapa hatinya menghangat menatap wajah teduh Kiara.
"Caritahu apa yang gadis itu beli. Biar aku yang mendekatinya...!" Billy segera menghampiri Kiara yang hendak keluar dari konter khusus mantel, tas wanita dan sepatu.
"Hei nona...! kita ketemu lagi," sapa Billy terlihat tenang walaupun jantungnya kini berdebar.
Kiara sedikit terkejut namun sedetik kemudian ia tersenyum." Iya tuan. Oh maaf mantel nya saya masih pakai. Saya akan mengembalikan kepada anda. Saya sudah membeli yang baru," Kiara menunjukkan tas belanjaannya.
"Tidak perlu. Sepertinya kamu menyukainya. Buat kamu saja," ucap Billy terlihat akrab.
"Terimakasih tuan. Semoga tuan selalu sehat..!"
"Terimakasih. Apakah nona ada waktu untuk minum kopi dengan saya? ayolah..! anggap saja ajakanku sebagai bentuk terimakasih," bujuk Billy.
"Jika saya masih lajang, saya tidak akan menolak ajakan tuan. Sayangnya, saya sudah punya suami. Maafkan saya tuan. Dalam agamaku, seorang wanita bersuami tidak boleh berdekatan dengan pria lain yang bukan mahramnya kecuali ada urusan pekerjaan atau alasan krusial," tolak Kiara dengan halus.
Degg....
Wajah tuan Billy memerah karena malu. Namun ia berusaha tenang walaupun ada rasa kecewa dan sedih menyatu di dadanya.
"Maaf kalau begitu. Aku hargai prinsipmu. Tidak semua wanita bersuami yang sangat konsisten menjaga kesetiaannya. Baiklah. Sampai jumpa nona. Oh boleh aku tahu siapa namamu?" tanya Billy.
"Kiara. Saya tinggal di apartemen Edelweis," ucap Kiara lalu segera pergi dari hadapan Billy sebelum pria itu memperkenalkan dirinya.
"Dia sangat manis. Kenapa hatiku merasakan kenyamanan saat bersamanya?" batin Billy lalu tersenyum. Ia melirik kedua bodyguard nya untuk mengawasi Kiara. Seakan paham tatapan penuh isyarat dari bos mereka, kedua pengawal Billy mengejar Kiara yang sudah menjauh dari mereka.
Asisten Billy menceritakan informasi tentang Kiara dari pelayan toko. Billy menarik nafas dalam." Pesan dua mantel untuknya dengan desain yang berbeda...!" Billy segera ke kantornya untuk meeting bersama karyawannya.
Setibanya di apartemen, Kiara melihat pemandangan yang cukup menyesakkan dadanya dimana Evert sedang bercumbu dengan Amanda di ruang tamu.
"Apa yang kalian lakukan? bukankah sudah aku ingatkan padamu Evert untuk tidak mesum di rumah ini?" sarkas Kiara.
"Bukan Evert yang duluan tapi aku karena janinku menginginkan ayahnya. Lagipula kamu tidak memenuhi kewajibanmu sebagai istrinya Evert bukan?" ledek Amanda membuat Kiara langsung masuk ke kamarnya tanpa membalas ocehan Amanda.
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭