NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Snow White

Siapa sangka pernikahan pura-pura antara Jeevan dan Valerie membuat mereka berdua benar-benar merasakan jatuh cinta sama lain. Dimulai Jeevan meminta Valerie untuk berpura-pura menjadi Maura calon istrinya yang akan dikenalkan kepada keluarganya, namun di saat yang bersamaan Maura pergi meninggalkan Jeevan keluar negri.

Situasi yang salah paham membuat Valerie terjebak di antara keluarga Jeevan dan terpaksa membuat kesepakatan bersama Jeevan untuk menjadi calon istrinya.

Namun ada satu alasan Valerie menerima pernikahan pura-pura, agar dirinya putus dengan Nathaniel kekasihnya saat itu. Sejak pertama bertemu, Jeevan sudah jatuh hati pada Valerie. Apalagi ketika tahu jika Valerie adalah cinta pertamanya sejak SMP. Mulai saat itu Jeevan terus mencoba membuat Valerie jatuh cinta kepadanya, sampai bisa menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Itu Kamu

Hari ini Valerie harus bertemu dengan Jeevan di kantornya, mereka harus membicarakan dan kesepakatan pernikahannya. Dengan baju setelan kemeja lengan pendek rok di atas berwarna hitam membuat Valerie terlihat sangat cantik hari ini, dipadukan tas berwarna senada dan rambut panjang sebahu digerai begitu saja. Valerie sangat menyukai warna hitam baginya terlihat sangat fresh. Pikiran Valerie sangat kacau akhir-akhir ini, dia harus berurusan dengan Nathan dan keluarganya Jeevan, apalagi neneknya Jeevan terus menghubunginya agar datang ke rumahnya.

Semua mata tertuju kepada Valerie saat melewati lobi tempat Jeevan bekerja, memang selama ini belum ada yang datang untuk menemui Jeevan di kantor selain client-nya. Kedatangan Valerie menguatkan kabar yang beredar jika atasannya akan segera menikah dengan model cantik. Meski sangat risih tapi Valerie harus datang ke sana karena Jeevan sangat sibuk sekali hari ini.

"Silahkan masuk." Sekretaris kedua Jeevan mengantarnya sampai di depan ruangan Jeevan setelah mengetuknya lebih dulu.

"Terimakasih," balas Valerie seraya tersenyum manis karena sudah diantarkan ke ruangan Jeevan.

Sesaat kemudian sekretaris itu melangkah pergi meninggalkan Valerie yang masih berdiri mematung, tiba-tiba saja Valerie mendadak gugup. Dia menarik napas panjangnya sambil menatap pintu ruangan Jeevan sebelum dirinya memutuskan untuk masuk menemui dua orang yang sudah menunggunya lebih dulu di dalam sana. Belum sempat Valerie membuka pintu ruangan Jeevan, tiba-tiba saja pintunya sudah terbuka lebih dulu. Betapa terkejut dan kagetnya Vale yang tadi sedang melamun sejenak ketika pintu ruangan Jeevan terbuka. Dia melihat sosok lelaki tinggi tampan berkulit putih berdiri terdiam mematung yang juga terkejut dengan kehadiran Vale di sana. Lelaki dengan tinggi 184 cm dengan berat 65 kg, mempunyai mata yang begitu indah membuat Valerie terdiam membeku. Vale baru melihatnya, dia bukan Jeevan tapi orang lain.

Begitu sebaliknya, lelaki dengan rambut model two block side swept yang tadinya hendak keluar sebentar tiba-tiba saja berpapasan dengan Valerie di depan pintu ruangan Jeevan. Kenzie tidak kalah terkejutnya saat melihat Valerie di depan matanya, dia teringat akan seseorang yang dikenalnya dulu saat masih SMP. Apa benar perempuan yang ada di depannya kini adalah perempuan yang dikenalnya dulu sejak masa SMP?

"Hai," sapa Valerie dengan senyum gugup menyadarkan Kenzie yang sedari tadi terdiam menatapnya.

Kenzie terkesiap mengedipkan kedua bola matanya sambil bersikap biasa saja agar tidak terlihat gugup, mencoba bersikap berwibawa di depan Valerie.

"Mau cari siapa?" tanya Kenzie tidak membalas sapaan Valerie karena masih terlihat kebingungan.

"Jeevan ada di dalam?"

Deg, sedari tadi kedua bola mata Kenzie terus memperhatikan Valerie dengan seksama tidak ada yang luput dari pandangannya. Ya, Kenzie yakin jika perempuan bermata coklat ini adalah perempuan yang dikenalnya dulu saat masa SMP.

"A..a...a...Ada," jawab Kenzie terbata-bata.

"Silahkan masuk." Kenzie membuka lebar pintu ruangan Jeevan sehingga Valerie bisa melihat dengan jelas lelaki berkulit kuning langsat sedang duduk di bangku kebesarannya.

Langkah kaki Valerie memasuki ruangan Jeevan dengan begitu tenang, tapi tanpa Vale tahu sejak tadi tatapan mata Kenzie begitu lekat tidak pernah memalingkan pandangannya sedetik pun seolah Kenzie masih sangat penasaran dengan sosok Valerie.

"Kamu udah sampai?" tanya Jeevan yang sadar akan kedatangan Vale berjalan menuju ke arahnya.

"Iya," jawab Valerie singkat dan berhenti berdiri tepat di depan meja Jeevan yang sedang membaca berkas yang dibawa oleh Kenzie tadi.

Sejak Valerie datang, Jeevan tidak menatap ke arahnya sama sekali. Dia begitu fokus dengan berkas yang sedang dibacanya, sementara Kenzie yang masih setia berdiri di belakang Valerie masih memperhatikan perempuan penyuka cup cake dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Jeevan selesai membaca berkasnya lalu mengangkat wajah tampannya untuk menyapa Valerie. Mendadak detak jantung Jeevan mulai tidak karuan lagi melihat Valerie begitu cantik hari ini, sebenarnya setiap kali dirinya bertemu dengan Valerie selalu saja seperti ini dan selalu merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya.

Dadanya selalu berisik, bukan kali ini saja tapi sejak mereka berdua pertama bertemu untuk pertama kalinya. Di saat Jeevan sedang merasakan perasaan indah di dalam hatinya, tidak sengaja dia menangkap basa Kenzie yang sedari tadi menatap calon istrinya. Kedua bola mata Jeevan membuat sempurna seperti mengintimidasi Kenzie seolah mengirim pesan yang hanya bisa dimengerti olehnya. Yang bisa Kenzie tangkap dari tatapan Jeevan yang tajam seakan Jeevan berbicara jangan terlalu mencolok menatapnya dan pura-pura tidak mengenalnya. Kenzie seketika mengerti dan terlihat biasa saja seperti permintaan Jeevan.

"Hai. Kenalin gue Kenzie." Kenzie mulai memperkenalkan dirinya mengulurkan tangan kanannya berdiri di samping Valerie.

"Valerie," balas Valerie menyambut uluran tangan Kenzie seraya tersenyum manis.

Jujur Kenzie mulai tidak bisa mengendalikan diri, ingin rasanya dia berteriak sekencang-kencangnya tapi lagi-lagi Jeevan terus mengawasinya. Kenzie merasa Vale masih sama tidak berubah.

"Dia adalah sekretaris, pengacara, asisten sekaligus orang kepercayaanku," jelas Jeevan bangun dari duduknya berjalan menghampiri Valeri yang masih berdiri mematung dan Valerie hanya mengangguk tanda mengerti.

"Apa bisa kita mulai sekarang juga?" tanya Jeevan yang tidak mau membuang waktu.

"Oke," jawab Valerie yang sedari tadi tidak banyak bicara.

Mereka bertiga duduk bersama sambil membaca surat yang sudah dibuat oleh Jeevan. Surat perjanjian pranikah sebelum Jeevan dan Valerie menikah. Di dalam surat tertulis yang Jeevan inginkan selama mereka menjadi suami istri nanti. Valerie membaca isi dokumen dengan seksama tidak ada yang boleh terlewat. Permintaan Jeevan cukup singkat hanya ada beberapa saja.

...Isi Surat Perjanjian...

1. Tidak boleh menuntut hak hubungan suami istri.

2. Tidak boleh mencampuri urusan masing-masing.

3. Memberi kabar jika pulang terlambat.

4. Jangan membawa orang lain ke rumah.

5. Selalu memberitahu kemana akan pergi karena takut tiba-tiba ada hal yang tidak diinginkan.

6. Jangan memberitahu siapapun juga tentang pernikahan kontrak ini, jika melanggar maka harus bayar pinalti dan semua aset yang akan Jeevan berikan batal, serta sebaliknya.

7. Dilarang mengatur satu sama lain.

8. Jaga jarak dengan lelaki lain selain suami sendiri.

Satu demi satu Valerie membaca dan sepertinya sudah sesuai dengan kemauan Vale. Tapi ketika Valerie membaca syarat yang terakhir begitu kaget dan tidak mengerti.

"Ini maksudnya apa?" tanya Vale menunjukkan kepada Jeevan dan tentunya lelaki phobia kucing bisa menebak jika Vale akan bertanya tentang poin terakhir.

"Aku nggak suka kamu dekat sama lelaki lain selain aku," jawab Jeevan singkat membuat Kenzie kaget seketika menatap sahabatnya dengan tajam.

Kenapa Jeevan tidak suka basa-basi dan langsung membuat keputusan yang berani. Memang Kenzie tahu jika Jeevan adalah orang yang sangat posesif dan protektif jika sudah mencintai dan menyukai sesuatu, dan kini Jeevan lakukan kepada Valerie karena dirinya tidak mau jika Valerie dekat dengan lelaki lain selain dirinya.

"What!" Teriak Valerie tidak percaya dan Kenzie hanya bisa terdiam melihat mereka berdua yang mulai berdebat.

"Kamu nggak salah?" Valerie masih tidak percaya.

"Nggak," jawab Jeevan singkat dengan nada datar membuat Valerie menggelengkan kepalanya.

"Maksud kamu aku nggak boleh deket sama cowok lain selain kamu?" Vale mencoba mempertegas ucapan Jeevan.

"Yups," balas Jeevan singkat.

"Terus sama dia nggak boleh?" tunjuk Valerie kepada Kenzie yang duduk tidak jauh darinya.

"Dia sekretarisku dan aku mengenalnya. Memang kamu mau selingkuh sama dia?"

"What?" Valerie semakin tidak mengerti apa maksud dari ucapan Jeevan saat ini.

"Maksudnya, lo nggak boleh deket sama cowok selain rekan kerja, temen, gue dan orang yang Jeevan kenal," jelas Kenzie mencoba menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi antara Jeevan dengan Valerie.

"Kenapa? Kenapa dia harus ikut ngatur aku?" Valerie masih belum bisa menerima permintaan Jeevan yang terbilang tidak masuk akal.

"Karena aku nggak mau ada kasus atau skandal yang beredar. Aku nggak mau sampai terjadi sesuatu yang bikin nenek masuk rumah sakit apalagi kecurigaan papa sama rumah tangga kita, paham!" tegas Jeevan membuat Valerie terdiam dan mengerti maksud dari permintaannya.

"Jangan sampai mantanmu nanti membuat masalah, dan aku harap kamu segera menyelesaikannya," pinta Jeevan masih dengan sikap dinginnya membuat Vale sekarang sedikit ketakutan dengan sikapnya.

"Iya, aku mengerti. Tapi ada satu lagi permintaanku," pinta Vale sambil menyimpan selembar kertas yang sedari tadi dipegang olehnya kini disimpan di atas meja.

"Apa?" Jeevan bertanya penasaran.

"Jangan pernah menyentuh benda-benda milikku," jelas Valerie meminta.

Itu terdengar bukan seperti permintaan tapi seolah seperti perintah yang diajukan oleh Valerie kepada Jeevan untuk jangan pernah menyentuh sedikitpun benda miliknya. Sepertinya bukan masalah besar untuk Jeevan dalam hal ini, yang penting pernikahan mereka berdua bisa terlaksana dengan baik.

"Oke. Setuju."

Keduanya menandatangani tinta di atas kertas putih dengan materai, dan kini hanya Kenzie yang menjadi saksi pernikahan kontrak mereka berdua. Sekarang Valerie harus menyelesaikan masalah dengan Nathan. Dan nanti malam Nathan akan tiba di Jakarta untuk bertemu dengan Vale, entah Vale bisa atau tidak menghadapi Nathan yang begitu sangat mencintainya.

"Itu dia, kan?" tanya Kenzie masih tidak percaya ketika Valerie sudah pergi meninggalkan ruangan.

"Gue nggak yakin itu dia," jawab Jeevan ragu.

"Tapi itu beneran dia! Dia masih sama kayak dulu, belum berubah!" Kenzie begitu berapi-api ketika membahas soal Valerie seperti baru melihat mayat hidup.

"Kenapa dia nggak kenal gue?" pertanyaan Jeevan kali ini membuat Kenzie terdiam seribu bahasa.

"Kalau itu dia. Kenapa dia nggak kenal gue?" Jeevan mengulangi pertanyaannya menatap Kenzie yang masih terdiam.

"Nggak mungkin dia lupa, kan? Tapi dia nggak kenal gue dan udah pasti kalau Valerie bukan dia!" tandas Jeevan tegas dan yakin mematahkan prasangka Kenzie jika Valerie adalah perempuan dari masa lalunya.

1
Black Swan
Pengen gue getok si Jeevan🤣🤣🤣🤭
Black Swan
Up tiap hari ya thor, 😍😍
Rain
Helo… aku apresiasi karyanya ya. Smoga semangat terus berkarya kaka🙏😍
mama Al
lanjut
❄Snow white❄IG@titaputri98: Siap, Kak. Up tiap hari kok🥰👍
total 1 replies
Black Swan
Jeevan mulai bucin, 😄😄🤣🤣suka sama second lead nya ini Kenzi🤭🤭😍
Black Swan
Jeevan bener-bener lo ya, main sosor aja🤣🤣🤣
mama Al
aku mampir
Ig : Author_fanie.liem
👍👍semangat ka
chimmy🐣
💪semangat ya
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
luar biasa

ku kasih bintang lima biar author nya tambah semangat lagi🤭💪
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sama sama kak
total 2 replies
Black Swan
Sama-sama punya cinta pertama masing-masing, dan sama-sama belum bisa move on, mantapppp thor😄
Black Swan
Omo-omo Jeevan😄😄😍😍🤭🤣
Black Swan
Cinta segi tiga ini namanya
mary dice
hayoo kenapa? 😀lanjutkan ya
❄Snow white❄IG@titaputri98: 😄hayoo kenapa
total 1 replies
Black Swan
🤣🤣Rania🤣🤣🤣🤣
❄Snow white❄IG@titaputri98: 😄😄😄Rania diluar kendali kak🤭
total 1 replies
Black Swan
Kak masih kuranv banyak kak🤣🤣lama nunggu besok
❄Snow white❄IG@titaputri98: Astagfirullah itu udah banyak loh😄😄😄
total 1 replies
Quinncy Lin
keren kak 😍😍😍
Black Swan
Makin seru😍😍😍
❄Snow white❄IG@titaputri98: Makasih, Kak. stay terus ya cerita Jeevan sama Valerie 😍
total 1 replies
Black Swan
second couple😍😍😍
kaget gak tuh, kagetlah masa enggak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!