Putra konglomerat Liu ChengYan atau yang memiliki nama panggung A Yan adalah Idola solo baru yang kini tengah naik daun di Shanghai. Dengan kharisma ,ketampanan serta bakat nya mampu memikat para penggemar dalam waktu 1 tahun debutnya. Selain daripada bakat dan ketampanan yang dia miliki, A Yan memiliki rahasia besar terlibat dengan seorang gadis bernama Zhou Xiarui yang merupakan pekerja di perusahaan milik keluarga nya itu.
Bagaimana kisah A Yan Dan Xiarui ? Kita akan melihat bersama keasyikan kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dk_Hiday, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#22 Mencelakai Xiarui
Telepon A Yan berdering sampai 10 kali tanpa dirinya tahu. Minghao memberi tahu nya, ketika A Yan memang lupa meletakkan ponsel di ruang ganti.
" A Yan, teleponmu berdering terus. " Teriak Minghao yang baru saja datang ke ruang koreo.
" Hah? Oiya, aku lupa dimana ponsel ku. " A Yan menerima ponselnya dan membuka ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari Kepala asisten rumah tangga di rumahnya.
A Yan menelepon balik Kepala ART nya.
"kenapa bi? tadi ponselku tertinggal. Ada apa? "
" Nyonya, tuan. Anu.. itu nyonya. "
Mendengar kata Nyonya, A Yan seketika panik .
"Ada apa cepat katakan! "
" Nyonya belum sampai rumah, "
" Dari tadi pagi waktu kerumah sakit? "
" i iya tuan ! " .
" Aku akan cari dia, kabari jika dia pulang! "
A Yan langsung mematikan telepon dan dengan tergesa-gesa dia merapihkan tasnya .
" Qiao feng, lacak GPS di mobil sopir yang mengantarku tadi pagi, " A Yan dengan cemas buru-buru melacak posisi mobil yang membawa Xiarui tadi kerumah sakit.
" Sepertinya berhenti di pabrik kosong tuan, " Ujar Qiao feng yang tengah melihat lokasi GPS nya.
" Sial, Cepat kesana. Untung saja aku memasang GPS pada semua mobil. " Rahang mengeras dan tatapan membunuh dari wajah A Yan tak bisa di hindari lagi.
Yang ada dipikirannya kini hanya istri dan anaknya.
" Tuan , itu mobil nya! " Qiao feng menghentikan mobil yang lumayan jauh dari lokasi yang terlihat.
" Segera telepon Anak buah mu kesini, kita tidak ada waktu. " A Yan turun dan mendekati mobil yang membawa istrinya dengan pelan-pelan.
Qiao feng bukan sekedar asisten dan managernya melainkan pengawal keamanan yang dia pekerjaan untuk menjaga nya dari kejahatan yang mengintai. memiliki banyak anak buah yang terlatih menjadi pengawal handal.
A Yan melihat ke dalam mobil belakang sudah kosong, istrinya tidak ada. Sedangkan, sopir yang membawanya pingsan di depan dengan luka sayat di wajah dan tangannya.
" Bangun,! dimana nyonya? " A Yan menggoyang kan tubuh besar di depan stir mobil yang tak sadarkan diri.
A Yan kesal karena sopir nya tak kunjung bangun. Lalu, dia memutuskan untuk langsung masuk ke dalam gedung itu.
" Qiaofeng, Pistol ku! " A Yan yang sudah lama tak memperlihatkan kemampuan menembaknya kini memegang kembali senjata nya.
A Yan sudah belajar menembak sejak sebelum masuk ke agensi, kemampuan tembak jarak jauh dan dekatnya tak di raguin lagi.
" Ayo ke dalam, " A Yan dan Qiao feng masuk kedalam gedung denga hati hati.
Gedung gelap dan sunyi siapa yang tak takut memasukinya. Demi menemukan Anak istrinya A Yan masuk ke dalam dengan Asisten nya.
...----------------...
" Hahahaha.. kau akan mati di tanganku jika kau masih kekeh untuk bersama Bintang ternama itu! " Lelaki gendut bersama 4 anak buahnya di depan Xiarui mengancam nya dengan pisau yang sudah diarahkan pada nya.
" Kalian siapa? Siapa yang menyuruh kalian. " Xiarui memberontak .
Plakkkkkk! tamparan keras mendarat di pipi Xiarui ketika dia mencoba melawan para pria di depannya.
" Diam dan kami hanya menuruti tuan kami! Kau pilih meninggalkan Bintang itu atau mati mengenaskan disini bersama anakmu, " Tanya kembali pria di depan Xiarui.
" Jangan sakiti anakku, dia tak bersalah . " Xiarui ketakutan setengah mati ketika me dengar anak nya dalam bahaya.
Pria pria di depannya hanya tertawa diatas penderitaan yang dia alami.
" Memilih untuk hidup berarti kau harus meninggalkan si Bintang ternama itu kalo tidak kau dan anakmu itu akan membusuk di gedung ini! " Pria itu memberikan pilihan yang benar-benar diriny tak bisa memilih satu sisi pria yang dia cintai dan satu sisi nyawa nya anaknya sendiri .
Xiarui diam dalam tangisnya tak bisa menjawab.
...----------------...
" Tuan, ada suara nyonya di atas saya akan cek ke atas. " Qiao feng menawarkan diri melihat situasi di lantai atas.
Dari balik tembok Qiaofeng melihat Xiarui sedang menangis dan dalam posisi terikat di sebuah kursi.
Qiaofeng kemudian menghampiri A Yan kembali dan menceritakan keadaan wanitanya itu.
" Bedebah sialan! aku akan menghabisi orang yang membahayakan istri dan anakku. " Dengan Ambisi nya A Yan naik keatas bersama Qiaofeng dan anak buahnya yang sudah sampai.
" Lepaskan istriku,! " Teriak A Yan membuat Pria pria di depan Xiarui waspada.
" Berani melangkah aku akan habisi istri dan anakmu sekarang! " Salah satu pria itu menodong pisau di leher Xiarui. Sontak, membuatnya terkejut dan tangisnya semakin besar.
" A Yan pergilah, ini bahaya! " Xiarui di tengah-tengah ketakutannya masih memikirkan A Yan agar aman.
" Aku akan pergi jika bersamamu, " Tutur A Yan membuat semangat Xiarui bertambah untuk selamat.
Pergulatan di mulai anatara 4 anak buah pria jahat itu dan 5 orang anak buah yang dibaw Qiaofeng.
" Cepat lepaskan istriku sebelum nasib mu seperti mereka! " Ucap A Yan sambil memperlihatkan ke 4 anak buah pria itu sudah terkapar.
" Hahaha, aku sudah di bayar mahal untuk menghabisi istri dan anakmu , jadi tidak ada tawar menawar untuk melepaskan nya! " Ucap pria itu sambil menekan pisau di leher Xiarui.
A Yan tak punya cara lain selain menghabisi pria itu. A yan dan Qiaofeng saling menatap yakin.
Dooooorrrrr!!!! Besi panas mendarat tepat di dada pria di belakang Xiarui.
Xiarui berteriak ketakutan ketika pisau itu sedikit menggores nya . Lalu, jatuh ke lantai bersamaan dengan jatuhnya pria yang mengancamnya .
Yapp, Qiaofeng yang melesatkan besi panas ke arah Pria itu.
A Yan segera belari menghampiri istrinya yang menangis ketakutan.
" A Yan aku takut..hikss! " Xiarui menangis kencang dalam pelukan A Yan.
" Maaf sayang aku terlambat, " A Yan menenangkan Xiarui yang masih ketakutan.
A Yan membawa Xiarui ke dalam mobilnya dan mereka menuju rumah sakit.
Sedangkan, Qiao feng dan anak buah nya membawa semua pria itu ke tempat gelap yang hanya Dirinya dan A Yan yang tahu.
...----------------...
Di rumah sakit dokter mengobati luka sayatan Xiarui di leher dan mengompres pipinya yang merah karena tamparan pria itu.
" Maaf kan aku sayang, tak seharusnya aku membiarkanmu pulang sendirian tadi siang. " A Yan dengan mata yang berkaca-kaca menatap nanar istrinya yang terluka.
Xiarui menggelengkan kepala dengan cepat.
" Aku yang harusnya minta maaf, sudah membahayakan anak kita. " Xiarui menunduk menyesal.
" Aku akan membuat perhitungan dengan orang dibalik semua ini sayang. luka dan air mata yang kau keluarkan hari ini, aku akan aku balas beribu kali lipat. " Ucap A Yan dengan mata yang penuh emosi dan dendam.
" Sudahlah tidak apa - apa sayang, jangan sampai nanti mempengaruhi pekerjaan mu. " Xiarui mencoba menenangkan pria di depan nya itu.
Selepas mengobati luka Xiarui mereka pun pulang ke rumah karena sudah larut malam dan tak ingin istri dan anaknya merasakan trauma mendalam.
BERSAMBUNG