NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Penelan Surga

Kaisar Pedang Penelan Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Tamu di Malam Kedua

Matahari belum sepenuhnya terbit ketika Xiao Fan kembali ke Puncak Pelana Kayu.

Ia berjalan melewati kabut pagi yang menggantung rendah di lereng bukit. Udara di sini selalu lebih dingin daripada puncak-puncak lainnya. Mungkin karena tempat ini terlalu dekat dengan tanah—terlalu jauh dari langit yang konon memberkati para kultivator sejati.

Atau mungkin karena ada sesuatu yang terkubur di bawahnya, pikir Xiao Fan.

Gubuk reyotnya masih sama seperti saat ia tinggalkan semalam. Pintu kayu yang reyot. Atap jerami yang bocor di tiga tempat. Satu tikar pandan usang di sudut ruangan. Tidak ada yang berubah secara fisik. Tapi semuanya terasa berbeda sekarang.

Karena ia sendiri yang telah berubah.

Xiao Fan duduk bersila di atas tikar. Ia menutup mata dan memeriksa kondisi tubuhnya. 108 meridian surgawinya kini terisi sekitar seperlima bagian oleh Qi Kematian. Sisanya masih kosong, menunggu untuk diisi. Alam kultivasinya memang baru Kondensasi Qi Lapis Kelima, tapi kualitas Qi di dalam tubuhnya tidak bisa dibandingkan dengan kultivator biasa. Qi Kematian adalah energi yang berasal dari kebalikan hukum alam. Satu tetes Qi Kematian setara dengan sepuluh tetes Qi Surgawi murni.

[Inang, mendeteksi dua entitas mendekati Puncak Pelana Kayu.]

Suara sistem itu membuat Xiao Fan membuka mata.

[Satu entitas memiliki tingkat kultivasi Fondasi Inti. Satu entitas tidak memiliki kultivasi.]

Xiao Fan mengerutkan kening. Fondasi Inti? Di Sekte Langit Biru, hanya para Tetua yang mencapai tingkat itu. Apa yang diinginkan seorang Tetua dari bukit terpencil sepagi ini?

Ia tidak perlu menunggu lama.

Suara langkah kaki terdengar dari luar. Bukan satu orang. Dua. Seperti yang dikatakan sistem. Satu langkah ringan dan terlatih. Satu langkah ragu dan terseret-seret.

"Xiao Fan. Keluar."

Suara itu milik Tetua Leng Yue. Dingin. Tanpa basa-basi.

Xiao Fan bangkit dan membuka pintu. Di depannya berdiri Tetua Leng Yue dengan jubah biru tuanya. Tangan kanannya bertumpu pada gagang pedang di pinggang—sikap waspada yang tidak biasa untuk sekadar mengunjungi murid buangan.

Tapi yang membuat Xiao Fan sedikit terkejut adalah orang di samping Leng Yue.

Seorang gadis muda. Mungkin tujuh belas tahun. Rambutnya hitam panjang tergerai hingga pinggang. Wajahnya pucat, nyaris tanpa warna darah. Matanya sayu, tapi ada nyala aneh di dalamnya—seperti bara api yang hampir padam namun menolak mati. Ia mengenakan jubah putih bersih yang kontras dengan keadaan Puncak Pelana Kayu yang kotor.

Gadis itu menatap Xiao Fan dengan tatapan kosong. Tidak ada ketakutan. Tidak ada rasa ingin tahu. Hanya... kehampaan.

"Siapa dia, Tetua?" tanya Xiao Fan datar.

Leng Yue tidak langsung menjawab. Matanya menyapu sekeliling Puncak Pelana Kayu. Seolah mencari sesuatu. Mungkin sisa-sisa aura kematian yang ia rasakan semalam. Tapi Xiao Fan sudah membersihkan semuanya sebelum fajar. Tidak ada jejak yang tersisa.

"Namanya Liu Ruyan," akhirnya Leng Yue membuka suara. "Murid baru dari Klan Liu di Kota Giok. Dia dikirim kemari untuk belajar di sekte kita."

Xiao Fan mengangkat alis. "Lalu apa hubungannya denganku?"

"Mulai hari ini, kau akan merawatnya."

Hening sejenak.

Xiao Fan menatap Leng Yue, lalu menatap gadis bernama Liu Ruyan itu, lalu kembali ke Leng Yue. "Tetua, aku hanya juru masak Dapur Luar. Aku bahkan tidak lagi menerima pelajaran kultivasi. Mengapa aku yang harus merawat murid baru?"

Leng Yue menghela napas. Ada sesuatu dalam sorot matanya. Bukan kemarahan. Bukan kekesalan. Tapi... kelelahan. "Karena dia seperti dirimu, Xiao Fan."

"Apa maksud Tetua?"

"Dia tidak bisa berkultivasi."

Kata-kata itu menggantung di udara pagi.

Liu Ruyan akhirnya bergerak. Kepalanya menunduk. Tangannya mengepal di sisi tubuh. Tapi tidak ada air mata. Tidak ada protes. Hanya penerimaan bisu yang entah sudah berapa lama ia latih.

Leng Yue melanjutkan, "Klan Liu membayar mahal agar dia diterima di sini. Mereka berharap lingkungan sekte bisa... menyembuhkannya. Tapi tidak ada guru yang mau menerimanya. Mereka bilang mengajar orang tanpa akar spiritual hanya membuang waktu."

Xiao Fan hampir tertawa. Akar spiritual. Tiga tahun ia dituduh tidak memilikinya. Padahal ia memiliki 108 meridian surgawi yang bahkan para dewa iri. Hanya saja pedang terkutuk di jiwanya memakan semuanya.

"Jadi Tetua memberikannya padaku?" tanya Xiao Fan. "Karena aku juga sampah? Biar sampah berkumpul dengan sampah?"

Leng Yue tidak membantah. Ia hanya menatap Xiao Fan dengan mata yang sulit diartikan. "Aku tidak tahu apa yang kau sembunyikan, Xiao Fan. Tapi aku merasakan sesuatu dari bukit ini tadi malam. Sesuatu yang tidak seharusnya dimiliki oleh murid Kondensasi Qi Lapis Pertama."

Jantung Xiao Fan berdetak satu kali lebih keras. Tapi wajahnya tetap datar.

"Aku tidak tahu apa yang Tetua bicarakan."

"Terserah." Leng Yue berbalik. "Jaga gadis itu. Itu tugasmu sekarang. Jika kau bisa membuatnya... membaik, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk mengembalikan statusmu sebagai murid."

Langkahnya terhenti sejenak di ujung jalan setapak. Tanpa menoleh, ia berkata, "Oh, dan satu hal lagi. Lin Hao ditemukan di Dapur Luar pagi ini. Matanya kosong. Dia tidak bisa bicara. Hanya terus menggumamkan satu kata."

"Apa itu?"

"Kaisar."

Leng Yue akhirnya berbalik. Tatapannya menusuk langsung ke mata Xiao Fan. "Kau tahu sesuatu tentang itu?"

Xiao Fan menggeleng pelan. "Aku hanya juru masak, Tetua. Apa yang bisa kulakukan pada murid elit seperti Lin Hao?"

Leng Yue diam beberapa detik. Lalu ia menghilang di balik kabut, meninggalkan Xiao Fan dan gadis pucat itu berdiri berhadapan di depan gubuk reyot.

Liu Ruyan akhirnya mengangkat wajahnya. Untuk pertama kalinya, matanya menunjukkan sesuatu selain kehampaan. Rasa ingin tahu.

"Mereka bilang kau sampah," katanya pelan. Suaranya lembut, tapi ada nada tajam di dalamnya. "Tapi matamu... matamu bukan mata sampah."

Xiao Fan menatap gadis itu. Ada sesuatu yang aneh. Sistem di kepalanya tiba-tiba bersuara lagi.

[Peringatan. Entitas "Liu Ruyan" tidak memiliki akar spiritual...]

[Namun mendeteksi segel kuno di dalam jiwanya.]

[Segel tersebut mengandung kekuatan yang setara dengan... Alam Kaisar Pedang.]

Mata Xiao Fan menyipit.

Siapa sebenarnya gadis ini?

Malam kedua di Puncak Pelana Kayu baru saja dimulai. Tapi kini, Xiao Fan tidak sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!