NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Memotong Kepala Ikan

Sheza hanya bisa mematung di tempatnya, ketika pintu rumahnya terbuka lebar, dan Vins serta anak buahnya memasukkan semua furniture baru ke dalam rumah.

Tapi ketika Jendra mendekatinya, dia sungguh tak tahan ingin bicara.

"Bos, kamu mau pindahan ke rumah ini ya? dengar ya, ini tuh rumah yang aku beli dengan hasil kerja kerasku, tanpa uang dari ayahku sepeserpun. Jangan harap kamu..."

Ketika jari telunjuk Sheza itu menunjuk ke arah Jendra. Pria itu malah melahap jari telunjuk Sheza dengan mulutnya.

Bahu Sheza sampai naik tinggi. Siapa juga yang masih bisa tenang kalau ada yang melakukan hal seperti itu.

"Kamu...!"

Sheza menarik kuat hari telunjuknya.

"Lagipula siapa yang mau ambil rumah ini darimu, aku hanya mau tinggal disini sampai sembuh. Kalau kamu tidur di sofa, aku tidak tega. Kamu bisa tidur di kamar tamu mulai nanti malam!"

Pandangan mata Sheza sedikit melembut. Dia terlalu over thinking tadi. Padahal sepertinya pria di depannya itu cukup baik.

"Baiklah, nanti kalau kamu sudah pergi. Bawa saja semua barang-barang itu!"

"Kapan aku bilang akan pergi!" sela Jendra.

"Heh, tadi kan..."

Ucapan Sheza terjeda, karena ponselnya berdering. Dan yang menghubunginya adalah salah satu teman yang dulu pernah kerja dengannya di minimarket.

"Halo, Nina...!"

[Sheza, katamu sedang cari pekerjaan. Di minimarket ada lowongan! mau?]

Mata Sheza melebar. Dia rasa tidak masalah juga, untuk sementara sampai lamaran kerjanya di perusahaan lain di terima.

"Mau, dimana? kapan? kirimkan alamatnya padaku!"

[Baiklah, di Kenz Mart. Siang ini kamu bisa langsung kerja di shift sore]

"Oh oke oke, aku akan pergi ke sana sekarang. Kenz Mart ya? oke!"

Panggilan telepon itu terputus.

"Aku dapat pekerjaan, jadi aku tidak akan berdebat denganmu. Aku mau masuk kamar, kamu jangan begini masuk ya. Nanti malam aku akan pindahkan bajuku ke kamar tamu kalau sudah pulang kerja!"

Sheza segera pergi ke kamarnya untuk ganti baju. Jendra yang mendengar itu tentu saja segera melambaikan tangan pada Vins.

"Ya, tuan!"

"Dia akan bekerja di minimarket Kenz Mart. Cari tahu di cabang mana..."

"Apa tuan ingin aku memberikan jabatan yang bagus?" tanya Vins.

"Kenapa harus di beri jabatan bagus. Buat dia jera, kalau dia bekerja siapa yang menemaniku!"

Vins cukup terkejut. Dia pikir, karena semua minimarket yang jumlahnya ratusan outlet itu adalah milik bosnya. Bosnya akan memberikan jabatan yang bagus untuk Sheza. Ternyata malah harus dibuat tidak betah bekerja.

"Baik tuan!"

"Tapi jangan terlalu kejam, jangan sampai melukainya!"

"Baik!"

**

Sheza sudah sampai di minimarket. Dan pekerjaan yang diberikan kepadanya adalah menjadi tukang potong kepala ikan.

Sheza menelan salivanya dengan sulit. Dia belum pernah melakukan pekerjaan seperti itu. Tapi, kalau dia langsung menyerah, bukankah artinya dia mengecewakan Nina.

Manager minimarket yang sebelumnya sudah di briefing oleh Vins. Terlihat memelintir kumisnya yang sudah seperti patil ikan lele.

"Bagaimana? bisa tidak kamu melakukan pekerjaan ini? jika tidak bisa, mengundurkan diri saja, belum terlambat!"

Sheza menghela nafas panjang. Dia sungguh tidak boleh menyerah untuk saat ini. Kenapa dia harus menyerah? hanya memotong kepala ikan saja kan? apa sulitnya?

"Tenang saja pak manager, ini urusan sepele. Ini pekerjaan kecil!" kata Sheza berusaha meyakinkan manager itu.

"Kalau begitu buktikan!" kata si manager.

Sheza mengambil pisau besar yang ada di atas talenan. Lalu mengangkatnya tinggi. Ikan yang tak berdosa sudah ada di atas talenan. Ikan segar yang subuh tadi baru dikirim oleh nelayan yang baru kembali melaut.

Ikan dengan ukuran sedang, mungkin beratnya sekitar 700 gram. Sisiknya tak terlalu kentara, tapi ada. Dan matanya masih terlihat begitu fresh.

"Cepat!"

Sheza kembali menelan salivanya. Seumur-umur, mana pernah dia memotong ikan. Dulu pernah kerja di minimarket pun menjadi kasir. Dia sebenarnya mulai kehilangan percaya dirinya yang tadi begitu besar.

"Ayo cepat!" desak manager minimarket.

"Agkkkkk!"

Brakkk

Semua orang menjauh dari meja itu. Mata semua orang yang hendak menyaksikan eksekusi yang dilakukan oleh Sheza pada ikan kerapu yang ada di depannya terbelalak lebar.

Manager minimarket sampai langsung berteriak.

"Kamu di pecat!" pekiknya.

Sheza segera meletakkan pisau besar itu dan melepaskan apron yang dia pakai.

"Pak manager, anda tidak apa-apa?" tanya salah satu karyawan sambil menyeka cairan mereka yang muncrat banyak di wajah manager minimarket.

Sementara Sheza, dia langsung meraih tasnya dan kabur saja dari sana. Begitu sudah agak jauh, Sheza menghentikan larinya.

"Huh, belum juga di terima, sudah di pecat. Kenapa sulit sekali mencari pekerjaan kalau tidak ada koneksi! benar-benar menyebalkan!" gerutunya sambil terus berjalan meninggalkan tempat itu.

Setelah berjalan cukup lama. Sheza baru menyadari kalau sejak tadi ada sebuah mobil yang berjalan pelan di sampingnya.

Sheza berhenti dan melihat ke arah mobil mewah itu. Maybach, bukankah bisa di bilang itu mobil yang sangat mewah. Diantara para orang kaya, yang punya juga hanya segelintir saja.

Dan begitu Sheza menoleh, kaca jendela mobil itu terbuka.

Mulut Sheza terbuka sedikit, tapi langsung mendengus kesal.

"Katamu berdiri saja lemas, ini malah jalan-jalan!" protes Sheza begitu dia melihat Jendra yang ada di dalam mobil.

"Vins, buka pintu untuk nyonya!"

Mata Sheza melebar lagi.

'Nyonya?' batinnya bingung.

Vins yang ada di kursi pengemudi, turun dari dalam mobil. Lalu membuka pintu mobil untuk Sheza.

"Silahkan nyonya!"

"Siapa nyonya mu?" tanya Sheza acuh.

"Masuklah, ini sudah sore. Kamu tidak lapar?" tanya Jendra.

Sheza pun masuk ke dalam mobil Jendra.

"Mau makan dimana?" tanya Jendra.

"Kamu ini pengangguran yang banyak sekali uangnya ya?" tanya Sheza.

"Aku baru merampok, tinggal bilang saja mau makan dimana!"

Sheza mendengus pelan. Mana ada perampok yang mengaku dirinya perampok.

"Perampok? siapa yang akan percaya, memangnya ada perampok punya wajah tam..." Sheza menjeda ucapannya.

"Tam...?" tanya Jendra mengulang ucapan Sheza yang terjeda.

"Tidak ada, makan dimana saja boleh. Aku sudah lapar sekali!" kata Sheza mengalihkan perhatian Jendra.

"Vins, ke restoran koki Michelin!"

Sheza lagi-lagi di buat terperanjat kaget. Tapi dia senang. Kapan lagi makan enak gratis. Entah kenapa, tapi Sheza sama sekali tidak merasa curiga. Dia merasa aman, kalau bersama dengan Jendra.

Sementara mobil mewah itu perlahan berjalan. Seseorang tengah memperhatikan dari jauh. Dan langsung menghubungi seseorang.

"Tuan, aku sudah menemui nona Sheza. Dia masuk ke dalam mobil mewah seseorang!"

[Lalu apa yang kamu lakukan? ikuti dia!]

"Baik tuan!"

***

Bersambung...

1
Sekar
masih untung cuma mobilmu yg disiram🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Karen mendrama lagi😡
Noer: sabar kak, sabar
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan kan dasar tak tau diri 😡
Noer: ho'oh ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cari muka dong namanya 🤭
Noer: mungkin mukanya mau expired
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
dari pihak Jendra siapa namanya ya 🤔
Noer: Suketi kak
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
muncul sekutunya Karen 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mantap hadiahnya, dirapel bukan sih namanya 🤭🤔
Noer: aseeekk
total 1 replies
vj'z tri
barang apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh barang
total 1 replies
Ariany Sudjana
Nella, kamu bodohnya kebangetan, masih percaya sama akting pelacur murahan kesayangan kamu itu? bodoh kamu
Noer: terlalu memang itu ibu²
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar kakek tua bodoh, minuman itu sudah dicampur racun sama cucu kesayangan kamu, supaya kamu cepat mati 🤣🤣😂😂
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahahaha kalian orang tua yang bodoh Pras dan Nella, kalian sudah menyakiti hati putri kandung kalian sendiri, dan lebih memilih percaya dengan omongan pelacur murahan Karen 🤣🤣😂😂
Noer: menyedihkan ya orang tua begono
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga bahagia selalu Sheza 🤲
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali 🤣
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ulang tahun hadiahnya rumah, apa gak pengen ulang tahun tiap jam itu biar banyak rumahnya 🤭
Noer: eaaaa mau juga
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hitam dan merah, belum pernah lihat kayaknya 🤭
Noer: kek gitulah kak, list list merah gitu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enak aja minta maaf 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan 🤭
Noer: kapok ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Karen 🤔
Noer: nah itu dia kak, dia gak bisa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya nyonya, sama kamu disia-siakan sama Jendra diratukan🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudahlah Nella jangan dikejar, jangan bikin masalah sama Vins , dia kan orang nya Jendra 🤭
Noer: nanti di dor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!