NovelToon NovelToon
Dilarang Sentuh Mami: Si Kembar Rahasia Tuan CEO

Dilarang Sentuh Mami: Si Kembar Rahasia Tuan CEO

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:438.6k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Om Ganteng, kerjanya cuma duduk doang? Kok nggak lari-lari kayak Mami? Om pemalas ya?"


Cayvion Alger, seorang CEO dingin, terkejut saat bocah 4 tahun yang mengatainya "pemalas" ternyata adalah anak kembarnya sendiri—hasil "kesalahan satu malam" empat tahun lalu dengan asisten pribadinya, Hara.

Rahasia ini terbongkar saat Hara terpaksa membawa anak-anaknya ke kantor karena pengasuh sakit.

​Demi hak asuh dan citra perusahaan, Cayvion mengajukan pernikahan kontrak dengan syarat dilarang jatuh cinta. Hara menyetujuinya, namun menegaskan bahwa kekuasaan Cayvion sebagai bos tidak berlaku di rumah.

Kini, Cayvion harus menghadapi tantangan baru: mengurus kekacauan anak-anak dan menahan hatinya yang perlahan luluh pada istri kontraknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​BAB 7: PR Stunt (Sandiwara Bahagia)

​"Ini bencana level satu, Pak Cayvion! Tagar #SkandalAlger jadi trending topik nomor satu mengalahkan berita kenaikan BBM!"

​Sarah, Kepala Divisi Humas Alger Corp, mondar-mandir di ruang tamu Mansion Alger dengan wajah panik. Rambutnya yang biasanya rapi kini sedikit berantakan. Di tangannya, sebuah tablet menampilkan deretan komentar netizen yang pedasnya melebihi seblak level lima.

​"Lihat ini, Pak," Sarah menyodorkan tablet itu ke wajah Cayvion. "'CEO kaya raya ternyata pelit, anak istri ditaruh di apartemen kumuh'. Lalu ini, 'Boikot Alger Corp, perusahaan yang dipimpin pria tak bertanggung jawab'. Nilai merek kita hancur dalam dua jam!"

​Cayvion duduk di sofa kulit hitamnya dengan tangan bersedekap. Wajahnya datar, tapi kakinya mengetuk-ngetuk lantai dengan ritme cepat—tanda dia sedang menahan amarah. Di sebelahnya, Hara duduk diam sambil memangku Elia yang sedang sibuk mengunyah biskuit.

​"Saya tidak bayar kamu untuk membacakan komentar netizen, Sarah," suara Cayvion dingin, memotong racauan wanita itu. "Saya bayar kamu untuk membereskan kekacauan ini. Apa rencananya?"

​Sarah menarik napas panjang, membenarkan letak kacamata tebalnya. Dia berbalik menatap papan tulis putih yang entah sejak kapan sudah disiapkan timnya di tengah ruang tamu mewah itu.

​"Narasi ulang. Re-branding," kata Sarah tegas. Dia menulis kata 'CINTA SEJATI' dengan spidol merah besar.

​"Kita tidak bisa membantah foto itu. Itu fakta. Jadi, kita akan memutarbalikkan ceritanya. Kita tidak akan bilang Bapak menyembunyikan simpanan. Kita akan bilang..." Sarah memberi jeda dramatis. "...Bapak menyembunyikan cinta sejati Bapak demi melindungi privasi mereka dari kejamnya dunia bisnis."

​Hara tersedak ludahnya sendiri. "Uhuk! Apa?"

​"Dengar skenarionya, Bu Hara," lanjut Sarah berapi-api. "Kalian sudah pacaran diam-diam selama lima tahun. Sejak Bu Hara masih magang. Pak Cayvion jatuh cinta pada kesederhanaan Bu Hara. Tapi karena musuh bisnis Bapak banyak, Bapak terpaksa merahasiakan hubungan ini. Apartemen sederhana itu bukan karena Bapak pelit, tapi karena permintaan Bu Hara yang ingin hidup low profile. Romantis, kan?"

​"Romantis apanya?" protes Hara. "Lima tahun lalu saya baru lulus kuliah dan Pak Cayvion pernah membentak saya sampai nangis cuma gara-gara salah beli merek kopi!"

​"Itu detail yang tidak perlu publik tahu," potong Sarah cepat. "Intinya, narasi ini akan mengubah imej 'Simpanan Murahan' menjadi 'Cinderella Modern'. Netizen suka cerita Cinderella."

​"Bohong itu dosa lho, Tante."

​Suara datar dari pojok ruangan membuat semua orang menoleh.

​Elio duduk di karpet, matanya fokus ke layar konsol game di tangannya, tapi telinganya jelas menyimak semua pembicaraan orang dewasa itu.

​"Tante bohong, Papa bohong, Mami bohong," lanjut Elio tanpa dosa, jarinya lincah memencet tombol stik game. "Nanti kalau mati masuk neraka, lho. Di neraka panas, nggak ada AC. Nggak ada sinyal juga. Nggak bisa maen game."

​Ruangan itu hening seketika. Tim PR saling pandang dengan wajah pucat. Sarah berdehem canggung, bingung harus menjawab apa pada bocah empat tahun yang baru saja menguliahi mereka soal moral.

​"Elio, main game-nya yang tenang ya," tegur Hara pelan, meski dalam hati dia ingin tertawa melihat wajah keki Sarah.

​"Abaikan anak itu. Lakukan saja," perintah Cayvion, tidak peduli soal dosa atau neraka. Baginya, neraka adalah saham yang merah. "Apa langkah selanjutnya?"

​"Foto keluarga," jawab Sarah semangat lagi. "Kita butuh satu foto resmi untuk rilis pers nanti sore. Foto yang membuktikan kalian adalah keluarga bahagia yang harmonis. Fotografer sudah siap di taman belakang."

​Lima menit kemudian, mereka sudah berdiri di taman belakang mansion yang rumputnya terlalu hijau untuk jadi nyata.

​Seorang fotografer pria dengan rambut gondrong dan syal aneh melilit di lehernya sedang mengarahkan gaya.

​"Oke, Pak Cayvion, Bu Hara, tolong lebih rapat lagi," instruksi fotografer itu sambil mengintip dari lensa kamera. "Pak, tangannya jangan kaku begitu. Rangkul pinggang istri Bapak. Sentuh dengan... penuh kasih sayang."

​Cayvion meletakkan tangannya di pinggang Hara dengan gerakan kaku dan ragu-ragu, seolah pinggang Hara terbuat dari bahan peledak C4 yang bisa meledak kalau salah sentuh.

​"Pak," keluh fotografer itu, menurunkan kameranya. Dia menatap Cayvion frustasi. "Bapak mau foto keluarga atau foto penyerahan tersangka korupsi? Senyum dikit, Pak! Bapak kayak mau nagih hutang ke rentenir, bukan mau meluk istri!"

​Hara menahan tawa sampai perutnya sakit. Dia bisa merasakan otot lengan Cayvion menegang di pinggangnya.

​"Rileks, Pak Kulkas," bisik Hara sambil tetap memasang senyum manis ke arah kamera. "Anggap saja saya ini aset perusahaan senilai satu triliun. Bapak pasti langsung senyum lebar."

​"Diam kau," desis Cayvion, tapi dia mencoba menarik sudut bibirnya sedikit. Sangat sedikit.

​"Nah! Tahan! Anak-anak, lihat kamera!" teriak fotografer.

​"Elia mau pipis!" seru Elia tiba-tiba.

​"Tahan sebentar! Satu... dua..."

​Cekrek!

​Cahaya blitz menyala. Sebuah momen "kebahagiaan palsu" berhasil diabadikan. Di foto itu, Hara tersenyum anggun, Elia nyengir lebar (sambil menahan pipis), Elio menatap kamera dengan wajah datar menghakimi, dan Cayvion tersenyum kaku seperti orang yang sedang menahan sakit gigi.

​"Sempurna!" seru Sarah puas. "Ini akan jadi headline semua koran besok pagi. Saham kita pasti rebound!"

​Cayvion melepaskan rangkulannya dari pinggang Hara secepat kilat, seolah tangannya terbakar. Dia merogoh saku celananya saat merasakan getaran panjang dari ponselnya.

​Dia melirik layar. Nama yang tertera di sana membuat darahnya berhenti mengalir sesaat.

​Mama Calling...

​Bukan panggilan biasa. Tapi panggilan video.

​Cayvion mengangkat tangan, memberi isyarat agar semua orang diam. Dia menggeser tombol hijau dengan perasaan tidak enak.

​"Halo, Ma?"

​Layar ponsel itu menampilkan wajah seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik, dengan riasan mata tajam dan latar belakang sebuah lounge bandara mewah.

​"Cayvion Alger!"

​Suara wanita itu melengking, bahkan tanpa perlu di-loudspeaker, Hara yang berdiri di sebelahnya bisa mendengarnya jelas.

​"Mama baru saja mendarat transit di Dubai dan melihat berita gila itu! Apa-apaan ini?! Siapa wanita kampung itu?! Dan kenapa ada anak kecil yang mirip sekali denganmu waktu bayi?!"

​Cayvion memijat pelipisnya. "Ma, tenang dulu. Itu cuma media yang melebih-lebihkan. Aku bisa jelaskan..."

​"Jelaskan langsung di depan muka Mama!" potong ibunya berapi-api. "Mama batalkan liburan Mama di Paris. Mama pulang ke Jakarta sekarang juga. Penerbangan Mama sampai besok pagi."

​Wanita di layar itu mendekatkan wajahnya ke kamera, matanya menyipit penuh ancaman.

​"Siapkan wanita itu. Mama mau lihat sendiri, siapa perempuan yang berani menjebak putra kebanggaan Mama dengan skandal murahan seperti ini. Kalau dia cuma pengasuh yang mau naik ranjang, Mama akan pastikan dia keluar dari rumah itu tanpa sehelai benang pun!"

​Klik.

​Sambungan terputus.

​Cayvion menurunkan ponselnya perlahan. Wajahnya yang tadi kaku kini berubah pucat. Dia menoleh ke arah Hara yang berdiri bingung.

​"Siapa, Pak? Klien marah?" tanya Hara polos.

​Cayvion menatap Hara dengan tatapan simpati—tatapan yang belum pernah dia berikan sebelumnya.

​"Bukan. Itu ibuku," kata Cayvion pelan. "Dia pulang besok. Dan sepertinya... kau harus menyiapkan mental bajamu, Istriku. Karena dibandingkan ibuku, Bu Marta itu cuma selevel anak kucing."

1
Evi Lusiana
biar higienis
Evi Lusiana
makany cay deketin anakmu dg hati bkn cm dgn logika bisnis,biar km paham betapa jeniusny anak²mu
Evi Lusiana
ngakak mulu thor,br kali ini bc CEO kok bodoh
Evi Lusiana
mkny puny otak jgn cm pintar bisnis krn rmh tngga jg butuh hati yg ngerti apa kemauan anak istri bkn cm uang dan uang
Evi Lusiana
jgn smp si papa kulkas lupa jadwalny,bkl dendam se umur hidup si twins
Evi Lusiana
ngakak aku thor bner² papa yg merubah cerita cinderella
Evi Lusiana
kapok gk tuh papa yg sok gengsi apa² dmi nm baik gk mikirin perasaaan anak² ny
Evi Lusiana
dasar mnsia kulkas gk puny hati
Evi Lusiana
bos monster blg jangan jatuh cinta padaku,justru kau yg bkl bucin sm hara pak bos
Evi Lusiana
msa CEO gk puny baju ganti d ruangan ny,knp udh tahu si kembar anakny bkn ny trimakasih sm hara mlh mengancam ny
Han Lifa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Han Lifa
selalu ketawa aku🤣🤣🤣🤣
Hariyanti
ceritanya keren,kocak,bikin gemas dan menyenangkan
Hariyanti
orang kaya pelit 😏😏masa Sultan minim pelayan rumah tangga 😲😲
Arwondo Arni
ceritanya bagus ada lucunya bikin ketawa dan senyum senyum sendiri🤭
Sri Widjiastuti
🤣🤣🤭
Sri Widjiastuti
mau disogok Elio???
Sri Widjiastuti
🤣🤣🤣😇
Ita Xiaomi
Sekalian kain sarung😁
Ita Xiaomi
😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!