NovelToon NovelToon
Sistem: Peluang 100%

Sistem: Peluang 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Action / Naik Kelas
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Dihina mandor, ditagih hutang, dan ditinggalkan pacar membuat hidup Fais berada di titik terendah.
Sampai sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.

[Peluang keberhasilan pengguna meningkat menjadi 100%]

Dari taruhan, bisnis, hingga misi berbahaya; semua yang dilakukan Fais selalu berhasil. Hidupnya berubah drastis dari kuli miskin menjadi sosok yang membuat banyak orang iri dan takut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Hadiah dari Perjuangan

Napasnya tidak beraturan. Udara masuk seperti kepingan beling yang menggesek rongga dadanya.

Ia menunduk. Ujung sepatu botnya menganga lebar. Serat karet kotor yang sobek itu mengingatkannya pada karpet ruang tamu kontrakannya. Sama hancurnya. Sama-sama rongsokan lapuk yang menunggu waktu untuk dibuang.

Fais memejamkan mata. Otot betisnya berkedut kejang tanpa ampun.

Selesai. Tujuh hari keparat ini akhirnya rampung juga.

Cahaya biru mendadak meledak di balik kelopak matanya. Terang benderang menampar retinanya.

[Hari Ketujuh berhasil dilewati.]

[Quest Bertahan Hidup selesai.]

Telinganya berdenging kencang. Suara klakson mobil di jalan raya serasa menguap tertelan aspal basah. Layar transparan itu tidak peduli dengan detak jantungnya yang nyaris berhenti.

Teks di depannya bergulir perlahan. Mengeja takdir barunya tanpa simpati.

[Reward dasar didistribusikan:]

[Uang Tunai: Rp10.000.000]

[Peningkatan fisik dasar aktif.]

Napas Fais tercekat. Paru-parunya seakan lupa cara mengambil oksigen.

Sepuluh juta. Sepuluh juta rupiah.

Deretan angka nol itu berbaris panjang. Menusuk akal sehatnya habis-habisan. Sepuluh juta untuk ukuran manusia lumpur sepertinya adalah kemustahilan absolut.

Uang sebanyak itu bisa menghentikan air mata ibunya. Uang itu bisa menebus kembali cincin kawin kuning kusam yang kemarin nyaris berpindah tangan ke pegadaian busuk. Itu lunasnya utang rentenir ibunya.

Itu hidup. Hidup. Hidup.

"Sepuluh juta..." gumamnya parau. Air liurnya mendadak terasa manis.

Tangannya gemetar hebat meremas sisi celana kainnya yang compang-camping.

Sensasi hangat tiba-tiba mengalir tajam dari tengkuknya. Merambat lambat membedah tulang belakang. Rasa gatal parah di paru-parunya lenyap bagai debu disiram air raksa. Ototnya yang nyaris putus terasa ditarik kuat, dijahit paksa dari dalam oleh jarum tak kasatmata.

Tubuhnya mendadak enteng. Beban berton-ton semen yang menghancurkan punggungnya selama tujuh hari ini menguap tidak berbekas.

Peningkatan fisik. Ia menghirup udara malam rakus-rakus. Paru-parunya tidak menjerit lagi.

Ia bisa berdiri tegak sekarang. Ia merasa kaya. Ya, setidaknya untuk ukuran keluarganya, ia baru saja merampok bank terbesar di kota ini.

Tapi layar biru itu tidak redup.

Layar keparat itu malah berkedip aneh. Berkedip. Berkedip.

Warna biru laut itu berubah menjadi merah statis. Suara distorsi mekanis bergeretak kasar di dalam gendang telinganya.

Sistem itu seolah batuk. Tersedak oleh sistem kalkulasinya sendiri.

Fais memundurkan kepalanya hingga membentur tiang listrik. Ketakutan baru menyergap ulu hatinya secara brutal.

Jangan diambil lagi. Tolong, jangan ditarik lagi uang itu.

Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat sampai kukunya melukai kulit sendiri. Ia lebih rela sepuluh jarinya putus dipotong mesin gergaji daripada melihat angka sepuluh juta itu hilang.

[Peringatan. Anomali terdeteksi.]

[Mendeteksi pencapaian di luar estimasi.]

Rentetan huruf acak menutupi seluruh sudut pandangnya. Menyusun ulang baris-baris perintah baru secepat kilat.

[Sinkronisasi pengguna meningkat secara drastis.]

[Bonus Peluang Absolut aktif.]

Fais menganga bodoh. Otaknya yang terbiasa menghitung sisa butiran beras di dandang berkarat tidak mampu mencerna bahasa alien di depannya.

Sinkronisasi? Peluang absolut?

Lalu dunia seakan berhenti. Detik jam benar-benar nyangkut di kerongkongan bumi.

[Mengaplikasikan multiplier pada reward dasar...]

[Seluruh reward dikalikan x100.]

Fais membeku. Ia sungguh-sungguh berubah menjadi patung daging bernapas.

Matanya melebar tanpa berkedip sedikitpun. Menatap barisan huruf yang kini berubah menjadi keputusan mutlak. Multiplier. Dikali seratus. Otaknya mencoba melakukan perkalian dasar matematika anak SD.

Sepuluh juta. Nolnya ada tujuh. Dikali seratus. Ditambah dua nol lagi.

Di dalam saku celananya yang robek seukuran kepalan tangan, ponsel usangnya bergetar. Layar retak seribunya menyala. Bunyi notifikasi SMS memecah hening.

Satu pesan dari bank. Bank yang selama ini menertawakan sisa saldo minimalnya yang nyaris tidak bisa ditarik ATM.

Tangannya sangat kaku saat merogoh saku. Ia menarik ponsel itu seolah benda mati itu adalah granat aktif yang pinnya sudah lepas.

Ibu jarinya yang kasar mengusap layar retak tersebut. Menggeser pelan ikon pesan masuk.

Matanya memindai deretan teks notifikasi otomatis itu. Satu, lalu nol, lalu titik, lalu nol, nol, nol.

[Saldo Rekening Anda Bertambah: Rp1.000.000.000]

Satu miliar.

[Sistem Update: Final Reward telah ditebus.]

[Total Uang: Rp1.000.000.000]

[Peningkatan fisik x2 selesai.]

[Bonus tambahan: Gacha Premium x3 masuk ke penyimpanan.]

Sensasi hangat yang tadi mengalir lembut kini berubah menjadi ledakan energi gila. Fais terengah-engah hebat.

Tulangnya seolah diguyur besi cair pelapis baja. Tenaga mengerikan merasuk paksa, meremas habis sisa kelelahan kronis dari tingkat sel paling mikroskopis di tubuhnya.

Ia memutar lehernya. Terdengar bunyi gemeretak dari tulang rawan yang memadat sempurna. Buku-buku jarinya utuh, tanpa memar sedikitpun. Bekas kapalan tebal mengelupas sendiri bak kulit ular mati, menyisakan jaringan kulit baru yang serasa sekuat Kevlar.

Tapi matanya sama sekali tidak bisa lepas dari layar ponsel kotor itu.

Satu miliar.

Ini bukan sekadar nominal uang. Ini adalah kebebasan mutlak. Ini adalah tiket satu arah keluar dari kerak neraka kemiskinan.

Angka sinting ini bisa meluluhlantakkan tembok jamur kontrakannya, membangun istana dari marmer asli untuk ibunya. Angka ini bisa membakar apotek sialan yang menolak obat ayahnya, dan meratakan bangunan itu dengan tanah.

Uang. Tumpukan nilai tukar busuk. Hal remeh yang membuat manusia sudi saling gorok di pinggir jalan.

Napasnya memburu makin liar. Paru-parunya mengembang maksimal secara tak wajar. Tangannya terus gemetar. Mengguncang ponsel di telapaknya seakan benda itu punya nyawa.

Bukan karena ia bahagia. Tolong catat itu.

Kebahagiaan terasa terlalu mewah dan palsu untuk manusia sepertinya.

Ia gemetar karena hal lain. Hal yang asing.

Untuk pertama kalinya sejak ia diludahi dunia yang busuk ini.

Untuk pertama kali dalam sejarah hidupnya yang melarat bagai anjing liar.

Ia tidak merasa miskin lagi.

Sensasi asing ini mencekiknya kuat-kuat. Tidak ada rasa cemas besok makan apa. Tidak ada bayangan leher ibunya dicekik rentenir dari balik pintu. Tidak ada suara batuk berdarah ayahnya yang merobek kewarasannya.

Semuanya lenyap seketika. Hanya ada ruang kosong tak terbatas di kepalanya. Ruang bebas yang justru terasa sangat menakutkan karena ia belum pernah menyentuhnya.

Fais menyeka ujung hidungnya dengan kasar. Dingin angin malam yang sedari tadi menggigit pori-porinya tidak lagi menembus dagingnya. Tubuhnya kebal.

Layar sistem di depannya meredup sebentar. Menarik teks-teks pemberitahuan angka mutlak itu.

Lalu sebagai gantinya, muncul tiga proyektor kotak emas virtual. Mengambang statis menantang gravitasi di sudut pandangannya.

Kotak-kotak emas itu berdenyut pelan bagai organ hidup. Memancarkan aura asing kemerahan. Aura yang menjanjikan hal jauh lebih berbahaya dan gila dari sekadar kertas uang miliaran. Entah itu kemampuan meramal peluang maut, atau pisau tak kasatmata yang bisa merobek realita.

Fais hanya menatap proyektor kotak emas itu dalam diam. Menyimpannya rapat-rapat dalam kesadarannya.

Ia sama sekali tidak berniat membukanya malam ini. Otaknya belum sanggup memproses hadiah dari iblis ini. Isi kepalanya sudah nyaris pecah hanya karena sembilan angka nol di rekeningnya. Ia harus pulang dulu. Menyentuh realita aslinya dulu.

1
ghost
novel ga jelas...ga usah di baca
Ironside: Terima kasih /Joyful/, kalau boleh tahu. Apa yang perlu aku perbaiki?
total 1 replies
ghost
novel tolol
Ironside: Oke /Smile/
total 1 replies
Cecilia
up heii, udh nunggu agak lama masih 25 chapter. 200 chapter lah kakk
Ironside: Apa-apaan kamu Kak /Curse/. Aku sedang revisi /Scream/
total 2 replies
Gege
kan bisa turun di ruangan fitness apartemen, lari diatas tritmil Thor...🤣🤣
Ironside: Iya sih /Facepalm/
total 1 replies
Gege
pelit bener systemnya Thor...dimana mana ada system buat memudahkan, dan banyak cheat..hiburan harapan dalam bentuk tulisan yang mengalir ringan..🤣
Ironside: Untuk perkembangan sifat MC juga, karena pengalamannya sebatas tukang bangunan aja 😆.
total 1 replies
Cecilia
mana Insectnya kak
Ironside: Tidak ada /Scream/
total 1 replies
Yui
Akhirnya setelah 3x bulan purnama, author ini bikin nopel yang ada insectnya /Proud//Proud/
Ironside: Sembarangan /Curse//Curse//Curse/, tidak ada insect di sini /Grievance/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!