NovelToon NovelToon
GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Tamat
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: RISMA AYINI SAFITRI

seorang gadis bernama hazia ayini que'en namyesa yang merupakan seorang gadis bar bar, nakal, jahil, dan juga bermulut pedas yang susah di atur oleh orang tua nya sehingga iya dan juga kakak sepupu laki laki nya yang bernama kevin di kirim ke sebuah pondok pesantren yang merupakan milik sahabat keluarga hazian.

apakah ayini si gadis bar bar bisa berbuat baik dan memperbaiki akhlak serta adab nya di pondok pesantren itu?
atau apakah ayini akan berbuat jahil dan mengacaukan pondok itu?
apa yang akan ayini lakukan ketika iya bertemu dengan anak kyai yang bernama Alvaro!
atau kerap di panggil gus alvaro? seorang Gus yang memiliki sifat dingin dengan wajah datar yang ternyata akan menjadi CALON SUAMI nya karena masalah yang iya lakukan sendiri...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7. ISENG YANG BERUJUNG BENCANA.

Alvaro melanjutkan perjalanannya. Di dalam masjid yang sunyi, dalam sujudnya yang panjang, Alvaro terselip sebuah doa pendek agar para santri barunya, termasuk gadis pembuat onar itu, diberikan hidayah dan kelembutan hati.

Namun, ia tidak menyangka bahwa hidayah itu mungkin akan datang melalui sebuah jalinan takdir yang akan mengikat mereka lebih jauh dari sekadar guru dan murid.

Keesokan harinya, sifat "jahil" Ayini kembali kumat. Ia melihat Gus Alvaro sedang duduk di bawah pohon besar di pinggir lapangan, membaca kitab sendirian.

Area itu biasanya sepi karena para santri sedang istirahat siang.

Ayini memiliki ide gila. Ia mengambil beberapa ekor ulat bulu yang ia temukan di taman asrama dan memasukkannya ke dalam kotak korek api kosong.

Dengan mengendap-endap, ia mendekati arah belakang pohon tempat Alvaro duduk.

"Rasain nih, Gus Kulkas. Biar lu joget-joget gara-gara gatel," bisik Ayini licik.

Ia sudah hampir mencapai pohon itu. Namun, karena dasarnya Ayini ceroboh, kakinya tersangkut akar pohon yang menonjol.

"Astagfirullah alazim!" teriak Ayini spontan.

Tubuhnya limbung ke depan. Ia berusaha menyeimbangkan diri agar tidak jatuh menabrak Alvaro.

Sesuai prinsip ghadhul bashar dan menjaga jarak, Alvaro yang mendengar suara itu langsung berdiri dan bergeser tiga langkah ke samping dengan sangat cepat tanpa melihat ke belakang.

Bruakk!

Ayini jatuh tersungkur di tanah, tepat di tempat Alvaro duduk tadi. Kotak korek api itu terbuka, dan ulat-ulat bulunya justru tumpah ke baju Ayini sendiri.

"Aaaaaaaa! Gatel! Gatel banget!" Ayini berteriak histeris, melompat-lompat sambil mencoba membuang ulat bulu dari bajunya.

Alvaro yang berdiri tiga meter di sampingnya hanya menatap dengan pandangan datar.

Ia tidak mendekat sedikit pun untuk membantu, demi menjaga agar tidak terjadi sentuhan fisik.

"Apa yang kamu lakukan di belakang saya, Ayini?" tanya Alvaro dingin.

"Gus! Tolongin kek! Ini ulat bulunya banyak banget!" Ayini menangis, kali ini ia benar-benar manja dan kekanak-kanakan karena ketakutan.

Alvaro melihat ulat-ulat itu. Ia mengambil sebilah ranting kayu panjang yang jatuh di dekatnya.

Dengan gerakan yang sangat hati-hati dan menjaga jarak jauh, ia menggunakan ujung ranting itu untuk menyingkirkan ulat-ulat dari jilbab Ayini.

"Jangan bergerak," perintah Alvaro. Suaranya tegas.

Ayini membeku. Ia menatap Alvaro yang sedang fokus menyingkirkan ulat dengan ranting.

Dari jarak ini, meski Alvaro tidak menatap matanya, Ayini bisa melihat betapa serius dan dewasanya cara Alvaro menangani masalah, bahkan masalah konyol yang ia buat sendiri.

"Selesai," ucap Alvaro setelah memastikan ulat terakhir hilang. Ia membuang ranting itu.

"Gus... makasih," ucap Ayini lirih.

Matanya berkaca-kaca, urat "bar-bar"-nya mendadak putus karena rasa malu yang luar biasa.

"Kembalilah ke asrama. Ganti bajumu dan bersihkan diri dengan sabun agar tidak gatal. Dan satu lagi..." Alvaro menjeda kalimatnya.

"Lain kali jika ingin menjahili orang, pastikan kakimu tidak tersangkut akar. Itu memalukan."

Alvaro berbalik dan pergi begitu saja.

Ayini terpaku.

"Dia tahu? Dia tahu gue mau jahilin dia?"

Di sepanjang jalan menuju masjid, Alvaro menundukkan kepalanya. Dan sekali lagi, sebuah senyum tipis yang tulus muncul di wajahnya.

Sifat Ayini yang ceroboh dan nakal entah kenapa mulai terasa seperti hiburan kecil di tengah rutinitasnya yang kaku.

Namun, Alvaro segera beristighfar, ia harus menjaga hatinya agar tidak melampaui batas yang ditetapkan agama.

Kisah di Barito Utara ini masih sangat panjang. Pertarungan antara api dan es baru saja memasuki babak yang lebih hangat, di mana masing-masing mulai menyadari keberadaan satu sama lain dengan cara yang berbeda.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!