NovelToon NovelToon
Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Transmigrasi Aletta Xaviera Alexander

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Putri Arabella

Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit

Sampainya di kamar Aretta menggerutu kesal sebab seluruh badannya menjadi sakit semua karena pukulan dan tendangan yang dilayangkan oleh Sean dan Rachel.

Aretta bergegas memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya ia ingin cepat-cepat mengobati lukanya agar besok lukanya sudah mengering.

Setelah beberapa menit Aretta telah menyelesaikan acara mandinya lalu ia berjalan menuju nakas pembuka laci paling bawah untuk mengambil kotak P3K.

"Ck, sialan emang keluarganya si Aretta demen banget main kekerasan si Seanjing juga samanya awas aja lo ya gue tandain muka lo atu²." Gerutu kesal sambil mengobati lukanya.

"Gue liat² temen²nya Seanjing pada kagak benar semua ada dah dari tampang²nya juga terus juga di ingatannya Aretta ada satu tuh yang diam aja gak pernah ikut campur gue harap sih dia cepetan keluar deh dari geng abal-abalnya Seanjing terus juga keknya mereka benci banget sama Aretta asli. Hem Seanjing dulu deh soalnya gue lihat-lihat dan gue mencium penghianatan di salah satu dari mereka." Aretta sudah menduga akan hal itu karena Aretta melihat gelagat aneh dari salah satu temannya Sean.

"Pokoknya gue harus balas perbuatan mereka semua, Aletta Xaviera Alexander nggak pernah mandang bulu mau itu lawan atau kawan gue bantai habis." Ucapnya dingin.

Setelah beberapa menit Aretta mengobati lukanya ia langsung membereskan buku-buku sekolah sesuai jadwal untuk ia bawa besok ke sekolah.

Setelah selesai membereskan buku sekolah lalu Aretta berjalan ke arah tempat tidur membaringkan tubuhnya dan mencari posisi ternyaman gak lama Aretta langsung terlelap.

_o0o_

Sedangkan di rumah sakit semua orang dilanda kecemasan dan khawatir pasalnya dokter yang menangani Sean dan Rachel belum keluar dari 1 jam yang lalu.

"Kenapa lama sekali." Batin Aryo ayah Sean.

"Pah gimana keadaan Sean di dalam sana pah mama takut dia kenapa-kenapa." Cemas ibu Sean yang bernama Anggel.

"Sabar ya mah kita berdoa semog Sean gak kenapa²." Ucap Aryo menenangkan Anggel. Dirinya juga sangat mencemaskan sang putra semata wayangnya tapi Aryo mencob untuk kuat dan tegar agar ia bisa menghibur dan memberikan kata penenang untuk istrinya.

"Mama gak akan maafin orang yang udah buat anak mama seperti ini pah." Ucap Anggel penuh emosi.

Begitupun dengan Aryo yang menahan emosinya sedari tadi karena melihat anaknya seperti itu, ia bersumpah akan menghukum orang yang sudah membuat anaknya seperti ini.

Setelah menunggu 2 jam lampu operasi berubah warna menjadi merah yang berarti operasi telah selesai. Tak lam setelah itu dokter Diky yang menangani Sean keluarga orang tua Sean dan keluarga Wilson bergegas menghampiri dokter Diky.

"Dokter bagaimana keadaan anak saya dok?" Ucap Anggel cemas.

"Bagaimana keadaan Sean dok?"

"Sean baik-baik aja kan dok?"

"Apa lukanya parah dok?"

"Kenapa lama sekali operasinya dokter?"

Pertanyaan berbuntutan keluar dari keluarga Wilson dan orang tua Sean. yang membuat dokter Diky bingung harus menjawab yang mana dulu.

"Sudah² nanyanya satu² dokternya bingung mau jawab yang mana dulu karena kalian menyerbunya dan gak memberikan kesempatan buat dokter Diky menjawab." Relasi Aryo. Dirinya juga khawatir dengan anaknya itu tapi Aryo gak seheboh mereka yang mendesak dokter Diky dengan berbagai pertanyaan bahkan gak ngasih sang dokter untuk menjawab pertanyaan² yang mereka lontarkan.

Dokter Diky menghela nafas panjang. "Operasinya berjalan lancar keadaan Sean sekarang baik² saja untuk lukanya memang cukup serius tulang kanannya retak dan yang kiri patah tapi saya sudah menanganinya semoga masa pemulihan lebih cepat dari perkiraan saya. Dan bagian tubuh yang lain hanya terdapat luka memar dan tidak ada yang serius." Jelas dokter Diky merek yang mendengarnya bernafas lega.

"Apa kami boleh melihatnya dok?" Tanya Anggel.

"Untuk itu tunggu kamu memindahkan pasien ke ruang rawat ya bu."

"Tempatkan Sean di ruangan VVIP dok." Pinta Aryo yang di anggukkan dokter Diky.

Lalu dokter Diky berlenggang pergi meninggalkan mereka semua untuk mengurus perpindahan Sean ke ruang rawat. Tak lama ruangan operasi Sean terbuka mereka bergegas menghampirinya.

"Dokter bagaimana keadaan anak saya dokter?"

"Rachel baik² aja kan dok?"

"Gak ada luka yang serius kan dokter?"

Sepertinya yang tadi pertanyaan beruntun terucap dari mulut keluarga Wilson. Dan tentu saja sang dokter bingung ingin menjawab yang mana terlebih dahulu.

"Kalian ini bisa satu-satu gak sih nanya nya?" Omel Matthew. dirinya juga merasa khawatir dengan sang cucu.

"Operasinya berjalan lancar Tuan Nyonya hanya saja..."

"Apa, Hanya saja apa dokter?" Ucap Alina tidak sabaran karena dokter Rudi menjeda penjelasannya.

Dokter Rudi menarik nafas panjang ia harus memberitahukan yang sebenarnya. "Operasinya berjalan lancar hanya saja keadaan nona Rachel mengenai titik vitalnya dan benturan kuat di kepalanya itu menyebabkan nona Rachel kehabisan banyak darah dan mengakibatkan keretakan pada otaknya." Penjelasan dokter Rudi bagaikan petir di siang bolong yang menyambar mereka.

Keluarga Wilson tentu saja terkejut dan syok mendengar kenyataan ini. Begitupun dengan Alina yang sudah luruh ke bawah sebab kakinya tiba-tiba seperti jelly karena terlalu terkejut dan syok mendengar keadaan putrinya.

"Tidak Rachel anak mama hiks...hiks..." Raung Alina.

Henry yang melihat istrinya seperti itu langsung memeluknya erat. " Tenang yah Rachel akan baik-baik saja." Ucapnya. akan tetapi bukannya tenang Alina lagi dengan Aretta dan menyalakannya. "Ini semua gara² Aretta gara² anak sialan itu Rachel harus seperti ini aku akan membalas semua perbuatanmu ke pada putriku Aretta." Marah Alina mengepalkan tangannya kuat.

Mereka yang di sana seketika ingat dengan kejadian beberapa jam yang lalu, mengingat betapa ganasnya Aretta dalam menyerang dan memukul Rachel dan Sean membabi buta. Membayangkan itu keluarga Wilson dan teman-temannya Sean menjadi bergidik ngeri kecuali orang tuanya Sean yang memang tidak tahu apa-apa.

"Maksudnya apa? Gara² Aretta? Apa dia yang melakukan ini semua?" Tanya Aryo.

"Ya ini semua gara-gara anak sialan itu dia yang udah memukul menendang Sean dan Rachel secara membabi buta ini gak bisa dibiarkan saya akan membalas anak sialan itu." Ucap Alina menahan amarahnya yang kian memuncak.

Aryo dan Anggel terkejut mendengarnya. Tidak mungkin kan Aretta yang melakukan itu? Pasalnya Aryo dan Anggel sudah menganggap Aretta seperti putri kandungnya sendiri Aryo dan Anggel sangat menyayangi Aretta dan mereka menilai bahwa Aretta anak yang baik walaupun keluarganya menganggap Aretta anak sialan tapi tidak dengan Aryo dan Anggel yang menganggap Aretta anak keberuntungan karena adanya Aretta Aryo dan Anggel merasa bahagia.

"Tidak mungkin Aretta melakukan ini semua dia anak baik-baik." Sangkal Aryo cepat. Dirinya berharap bahwa ini hanya omong kosong.

"Tapi memang Aretta pelakunya tante om dia yang udah buat Rachel dan Sean masuk rumah sakit." Ucap Melissa emosi.

"Tapi memang itu kenyataannya Aryo anda jangan sampai ketipu dengan muka polosnya itu dia tidak sepolos yang kalian liat."Marah Henry karena rekannya ini membela Aretta.

"Memang dia tidak salah kalian semua yang salah." Celetuk Navarez santai. yang membuat atensi mereka semua mengarah kepadanya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Apa maksud Lo jelas² Aretta yang salah di sini dia yang udah buat Rachel dan Sean masuk rumah sakit bahkan keadaan mereka tidak baik-baik saja." Ucap Melissa emosi. Dirinya gak terima kalau ada yang membela Aretta.

Navarez hanya acuh dirinya tidak memperdulikan ucapan Melissa. " Kalo bukan kalian yang mulai semuanya gak akan seperti ini. kalian masih tetap saja cari gara-gara sama dia. Aretta hanya keluar ke mall dan belanj keperluannya tapi pas dia mau masuk ke dalam tiba-tiba Tuan Kalingga menamparnya lalu kalian menuduhnya dia ngeja*ang di situ Aretta masih diam, puncaknya karena Rachel yang tiba-tiba menarik tangan Aretta hingga dia jatuh dan langsung menjambak rambutnya membenturkannya ke dinding bahkan ujung meja sehingga dia terluka lalu Aretta membalas perlakuan Rachel dan Sean kalian memarahinya bahkan saat Rachel dan Sean melakukan kekerasan kepada Aretta kalian semuanya hanya diam dan menonton saja tanpa mencegahnya dan gak memperdulikan nyawa orang lain dan sekarang kalian menyalahinya padahal dia seperti itu ingin mendapatkan keadilan dan melindungi dirinya sendiri. dia itu jika kalian usik dan kalian sentuh Aretta akan membalas berkali-kali lipat." Jelas Navarez panjang lebar.

Mereka masih terdiam mencerna ucapan Navarez yang memang benar adanya karena ini semua adalah salah mereka bahkan saat Aretta ditampar dan dihina Aretta masih diam tak bergeming dan di saat Aretta membela dirinya sendiri dan membalas perlakuan mereka terhadapnya mereka marah dan gak terima, sungguh ini sangat tidak adil bagi Aretta.

"Saya gak mau tahu pokoknya ini semua karena Aretta, anak sialan itu harus saya kasih pelajaran kalau bisa dia mati sekalian." Kekeh Alina lalu berlalu meninggalkan mereka semua. Sedangkan mereka yang di sana hany bisa menghela nafas panjang.

Kalingga dan Jenny merasakan sesak yang begitu menyiksa tapi mereka mencoba menahannya sebisa mungkin. "Maaf sayang maafin mama." Batin Jenny.

"Putri bungsu papa maafin papa nak papa sangat berdosa sekali sama kamu." Batin Kalingga.

"Adek Abang maafin Abang Retta Abang bukan Abang yang baik buat kamu." Batin Revan.

"Kok sakit ya dengernya." Batin Robert.

"Gue harap Lo semua mau maafin kita dek tapi kebencian dan kekecewaan kita lebih besar dari pada rasa sayang kita ke lo." Batin Renan.

Keluarga Wilson masih merenungi ucapan² yang di lontarkan oleh Navarez barusan. Sedangkan Navarez hanya tersenyum miring melihat keluarga Wilson yang sepertinya...mulai menyesal, mungkin.

"Bodoh." Batin Navarez.

1
Dania
kayak dah pernah baca dah tapi lupa siapa autor nya
Vania Novel
Bagus 👍😊
Wiecipa Wicipha
/Good//Heart/
Ira Melly
Bagus ceritanya
Max Dhot
di tunggu kak bab selanjutnya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!