NovelToon NovelToon
Cinta Sesuai Takdir

Cinta Sesuai Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:468
Nilai: 5
Nama Author: Hsnwy

Amelia hanya gadis desa biasa yang hidup dalam kekurangan dan percaya bahwa kerja keras cukup untuk bertahan hidup.

Sampai suatu malam…

orang yang paling dia percaya menjualnya untuk melunasi hutang.

Dibawa ke kota asing dan dijadikan barang di tempat pelelangan ilegal, Amelia mengira hidupnya sudah berakhir.

Namun di malam yang sama—

dia bertemu pria yang seharusnya tidak pernah masuk ke dunianya.

Lorenzo Moretti.

Pria dingin, berbahaya, dan ditakuti seluruh dunia bawah tanah.

Awalnya Lorenzo hanya berniat memburu pengkhianat.

Tapi satu keputusan kecil membuat semuanya berubah—

dia membawa pulang gadis desa yang bahkan tidak mengenal namanya.

Amelia pikir mansion megah itu akan menjadi tempat perlindungan.

Dia salah.

Karena sejak malam itu, dia justru masuk lebih dalam ke dunia penuh darah, pengkhianatan, dan perang kekuasaan.

Dan ketika organisasi misterius mulai mengincarnya…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hsnwy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 — Cemburu yang Mulai Terlihat

Bab 23 — Cemburu yang Mulai Terlihat

Amelia berjalan cepat menyusuri lorong panjang mansion keluarga Moretti.

Jantungnya berdetak tidak nyaman sejak meninggalkan ruang makan tadi. Entah kenapa suasana di sana terasa sesak untuknya.

Terutama saat melihat Sofia begitu dekat dengan Lorenzo.

Cara wanita itu berbicara.

Cara ia menyentuh Lorenzo tanpa ragu.

Dan cara Lorenzo terlihat terbiasa dengan semua itu.

Semua hal kecil tersebut terus terbayang di kepala Amelia.

“Aku kenapa sih…” gumamnya pelan sambil masuk ke kamar.

Ia langsung duduk di tepi tempat tidur lalu memeluk bantal kecil di dekatnya.

Perasaannya benar-benar aneh.

Padahal Lorenzo bukan siapa-siapanya.

Namun membayangkan pria itu bersama wanita lain membuat hatinya terasa tidak nyaman.

Sangat tidak nyaman.

Tok tok.

Amelia langsung tersadar.

“Masuk…”

Clara masuk sambil membawa beberapa pakaian baru.

Namun begitu melihat wajah Amelia, wanita itu langsung mengangkat alis.

“Nona Amelia sakit?”

Amelia cepat-cepat menggeleng.

“Tidak…”

“Tapi wajah Anda terlihat murung.”

Amelia terdiam beberapa detik sebelum akhirnya berkata pelan,

“Siapa sebenarnya Sofia?”

Clara tampak sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu.

“Nona bertemu dengannya?”

Amelia mengangguk kecil.

“Dia sangat dekat dengan Lorenzo…”

Clara perlahan tersenyum tipis.

Dan senyum itu justru membuat Amelia semakin malu.

“Kenapa Clara tersenyum seperti itu?”

“Tidak apa-apa.”

“Clara…”

Wanita itu tertawa kecil sebelum akhirnya duduk di samping Amelia.

“Nona Sofia berasal dari keluarga mafia Bellini.”

“Mafia juga…?”

“Iya. Keluarganya bekerja sama dengan keluarga Moretti sejak lama.”

Amelia perlahan menunduk.

Jadi Sofia memang berasal dari dunia yang sama dengan Lorenzo.

Cantik.

Elegan.

Berkelas.

Dan tahu bagaimana hidup di dunia mafia.

Sangat berbeda dengan dirinya.

“Dulu banyak orang mengira mereka akan menikah,” lanjut Clara pelan.

Deg.

Dada Amelia terasa sedikit sesak mendengar itu.

“Apa Lorenzo menyukainya?”

Clara tampak berpikir beberapa detik.

“Tuan Lorenzo tidak pernah benar-benar dekat dengan siapa pun.”

Jawaban itu sedikit membuat Amelia lega.

Namun hanya sedikit.

Karena tetap saja…

Sofia terlihat jauh lebih cocok berdiri di sisi Lorenzo dibanding dirinya.

“Nona Amelia.”

Amelia mengangkat wajah perlahan.

“Sejak Anda datang…” Clara tersenyum lembut, “Tuan Lorenzo berubah banyak.”

Jantung Amelia langsung berdetak lagi.

“Itu tidak benar…”

“Beliau bahkan tidak pernah membiarkan wanita lain tinggal di mansion.”

Amelia kembali terdiam.

Dan semakin ia memikirkan semua perhatian kecil Lorenzo…

semakin sulit baginya menyangkal sesuatu dalam hatinya.

Sementara itu di ruang kerja…

Sofia duduk santai di sofa sambil memperhatikan Lorenzo yang sibuk membaca dokumen.

“Kau benar-benar membosankan.”

Lorenzo tidak mengangkat kepala.

“Kalau bosan, pulang.”

Sofia tersenyum kecil.

“Kau selalu mengusirku.”

“Karena kau mengganggu.”

Alih-alih marah, Sofia justru tertawa pelan.

Sudah bertahun-tahun mengenal Lorenzo membuatnya terbiasa dengan sikap dingin pria itu.

Namun hari ini…

ada sesuatu yang berbeda.

Tatapan Lorenzo beberapa kali mengarah ke pintu.

Seolah pikirannya tidak benar-benar berada di ruangan itu.

“Kau memikirkan gadis desa itu?” tanya Sofia tiba-tiba.

Gerakan tangan Lorenzo berhenti sepersekian detik.

Dan hal kecil itu tidak luput dari perhatian Sofia.

“Aku hanya penasaran,” lanjut wanita itu santai. “Apa yang membuatmu tertarik padanya?”

“Aku tidak tertarik.”

“Kau buruk dalam berbohong.”

Tatapan Lorenzo akhirnya terangkat dingin.

Sofia tersenyum tipis.

“Lorenzo Moretti yang kukenal tidak akan repot melindungi seseorang seperti itu.”

Sunyi beberapa detik.

Lalu Lorenzo berkata pelan,

“Amelia berbeda.”

Kalimat itu membuat senyum Sofia perlahan memudar.

Karena selama bertahun-tahun…

ia tidak pernah mendengar Lorenzo mendeskripsikan wanita lain seperti itu.

“Berbeda bagaimana?” tanya Sofia lirih.

Tatapan Lorenzo perlahan berubah lebih tenang.

“Dia tidak menginginkan apa pun dariku.”

Jawaban sederhana itu justru membuat Sofia terdiam.

Karena itu benar.

Semua orang mendekati Lorenzo karena kekuasaan, uang, atau rasa takut.

Namun Amelia…

gadis itu bahkan terlihat takut berada dekat Lorenzo.

Dan mungkin justru itu yang membuat Lorenzo tertarik.

Sementara di taman belakang mansion…

Amelia berjalan sendirian mencoba menenangkan pikirannya.

Taman keluarga Moretti sangat luas dan indah. Air mancur besar berdiri di tengah taman dengan bunga-bunga putih di sekelilingnya.

Namun Amelia sama sekali tidak menikmati pemandangan itu.

Pikirannya terlalu penuh.

“Kenapa aku jadi seperti ini…” gumamnya lirih.

Ia tidak suka perasaan aneh ini.

Tidak suka merasa cemburu.

Karena itu berarti dirinya mulai terlalu memikirkan Lorenzo.

Dan itu berbahaya.

Sangat berbahaya.

Saat Amelia sedang melamun—

“Amelia?”

Gadis itu langsung menoleh kaget.

Marco berjalan mendekat sambil tersenyum kecil.

“Oh… ternyata kau di sini.”

Amelia mencoba tersenyum tipis.

“Ada apa?”

Marco memasukkan kedua tangannya ke saku celana.

“Aku hanya penasaran kenapa kau kabur dari ruang makan tadi.”

“Aku tidak kabur…”

Marco tertawa kecil.

“Kau bahkan tidak menyentuh makananmu.”

Amelia langsung malu.

“Aku hanya tidak lapar.”

“Tentu saja.”

Nada suara Marco jelas tidak percaya.

Amelia cepat-cepat mengalihkan pandangan.

Dan itu justru membuat Marco semakin ingin menggoda.

“Kau cemburu pada Sofia?”

Wajah Amelia langsung memerah total.

“Apa?! Tidak!”

Marco sampai tertawa kecil melihat reaksinya.

“Tenang saja. Semua orang bisa melihatnya.”

“Aku tidak cemburu!”

“Kalau begitu kenapa wajahmu merah?”

Amelia langsung ingin menghilang saat itu juga.

Marco benar-benar menyebalkan.

Namun sebelum Amelia sempat membalas—

suara langkah kaki terdengar mendekat.

Tatapan Marco langsung berubah penuh arti.

“Wah… orang yang kita bicarakan datang.”

Amelia langsung menoleh.

Dan benar saja.

Lorenzo berjalan mendekat dengan wajah dingin khasnya.

Tatapan abu-abunya langsung tertuju pada Amelia.

“Aku mencarimu.”

Jantung Amelia langsung berdetak lebih cepat.

Marco diam-diam tersenyum kecil lalu mundur perlahan.

“Aku pergi dulu. Aku tidak mau jadi obat nyamuk.”

“Marco,” gumam Amelia malu.

Namun pria itu justru tertawa sambil pergi meninggalkan mereka berdua.

Suasana taman mendadak terasa lebih sunyi.

Dan lebih menegangkan.

Lorenzo berdiri beberapa langkah dari Amelia sambil memperhatikannya diam-diam.

“Kau menghindariku?”

Amelia langsung gugup.

“Tidak…”

“Kau pergi begitu saja tadi.”

Amelia menunduk pelan.

“Aku hanya merasa tidak nyaman.”

Tatapan Lorenzo sedikit berubah.

“Karena Sofia?”

Amelia langsung membeku.

Ia tidak menyangka Lorenzo bisa menebaknya begitu mudah.

“Aku tidak…”

“Kau tidak pandai berbohong.”

Kalimat itu terdengar sangat mirip dengan ucapan Marco tadi.

Dan itu membuat Amelia semakin malu.

“Aku hanya…” Amelia menggigit bibir pelan, “aku merasa kalian sangat dekat.”

Sunyi beberapa detik.

Lalu Lorenzo berkata tenang,

“Aku mengenalnya sejak lama.”

Dada Amelia langsung terasa aneh lagi.

Namun Lorenzo melanjutkan,

“Tapi itu saja.”

Amelia perlahan mengangkat wajah.

Tatapan Lorenzo kini sangat tenang saat memandangnya.

“Aku tidak pernah memiliki hubungan apa pun dengan Sofia.”

Jantung Amelia berdetak kacau.

Karena entah kenapa…

penjelasan itu terdengar seperti Lorenzo sedang mencoba menenangkan dirinya.

Dan hal itu justru membuat Amelia semakin tidak tenang.

“Kenapa kau menjelaskan semua itu padaku?” tanya Amelia pelan.

Lorenzo terdiam cukup lama.

Seolah dirinya sendiri bingung dengan jawabannya.

Lalu akhirnya pria itu berkata lirih,

“Karena aku tidak suka melihatmu menjauhiku.”

Kalimat sederhana itu membuat dunia Amelia terasa berhenti beberapa detik.

Angin sore berhembus pelan di antara mereka.

Dan tanpa Amelia sadari…

dinding di sekitar hatinya mulai perlahan runtuh sedikit demi sedikit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!