NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:713
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Hadiah Peninggalan Ibu

Satu bulan sudah berlalu sejak kedatangan keluara Xiao, dan tepat hari ini orang-orang dari perwakilan empat sekte besar sudah datang sejak pagi di kediaman klan Huang. Mereka tentu saja di jamu dengan mewah dan meriah.

Para tetua sekte tentu saja hadir untuk menyaksikan seorang jenius muda, setelah ratusan tahun akhirnya muncul kembali seorang anak berusia sepuluh tahun yang bisa mebuka jalur seluruh meridian ke arah dantian.

Momen langka yang tidak ingin mereka lewatkan, yang pastinya layak untuk diperebutkan.

"Huang Kai, apa kau sudah siap?" tanya Yunshang pada ponakannya.

Huang Kai berbalik menghadap pamannya, bukan menjawab dia malah memamerkan pakaian baru yang

Pamannya berikan.

"Paman, pakaian ini sangat keren sekali " Huang Kai dengan sangat gembira memamerkan pakaian baru yang dikenakannya. Ia terlihat lebih gagah dan lebih dewasa dari yang seharusnya. Mungkin karena faktor tubuhnya yang lebih tinggi besar dari anak seusianya.

Pakaian dan rompi berwarna hijau serta memiliki sedikit corak putih dan emas.

Yunshang hanya tersenyum melihat tingkah keponakanya yang sangat gembira, tidak ada tanda-tanda ke-gugupan sama sekali.

"Bahan pakaianmu itu terbuat dari kulit ular spritual, yaitu ular mistik pelangi. Pendekar yang memiliki basis kultivasi dibawah tingkat kaisar tidak akan bisa menghancurkannya. Bisa dikatakan

kalau pakaianmu ini adalah sebuah

Zirah. Tidak hanya itu, pakaian ini bisa berubah warna dan bentuk. Sangat bagus untuk penyamaran. Ibumu benar-benar memberikan peninggalan yang tiada duanya. Kau harus menjaganya dengan baik, karena akan banyak orang yang menginginkan-nya."

Mendengar penjelasan pamannya Huang Kai tidak bisa berkata-kata.

"Paman ini luar biasa sekali, tapi... aku kurang menyukai warnanya. Ini terlalu mencolok" iapun memutar-mutar badannya untuk memperlihatkan pakaian itu.

"Hahaha, tentu saja pakaian itu sangan bagus. Pakaian itu dibuatkan oleh guru kami dari sekte Bulan Merah. Kalau saja bukan ibumu yang merupakan murid kesayangannya tidak mungkin dia mau membuat pakaian seperti itu."

"Saat ibumu membawakan semua bahan-bahan untuk pakaian itu, awalnya ia menolak untuk membuatkan.

Syukurlah ibumu berhasil membujuknya

Untuk membuatkan satu, dan mungkin hanya pakaian ini satu-satunya yang bisa di sebut pakaian pusaka tingkat ilahi."

"Masalah warna tentu saja nanti setelah kau mebuka jalur meridianmu kau bisa menggantinya sesuka hatimu. Kau perlu mengalirkan esensi alam atau Qi alam ke pakaianmu, lalu pikirkan warna dan bentuk yang kau inginkan." Yunshang menjelaskan cara penggunaan pakain itu.

"Ibu, bahkan setelah ibu sudah tiada, ibu masih menjagaku dengan memberikan pakaian ini. Aku berjanji akan menjaga pemberian ibu dengan baik." Mata bocah itu terlihat berkaca-kaca saat memikirkan ibu tang tidak pernah ia jumpai. Selama ini ia hanya bisa melihat sosok ibunya dalam bentuk lukisan. Sedangkan dengan ayahnya ia tidak terlalu dekat, Huang Mingshi terlalu sibuk mengatur urusan klan.

"paman, apakah ibuku benar-benar kuat?"

Yunshang menepuk pundak keponakanya " Nak, ibumu wanita paling kuat yang pernah kutemui. Bahkan, walaupun ia memiliki tiga akar spritual ia bisa mencapai ranah Raja di usia muda. Yah walaupun tidak banyak yang tahu akan hal itu, ibumu adalah jenius sejati."

"Jadi tidak perlu kecewa nantinya jika kau mendapat akar spritual yang buruk, kau memiliki darah ibumu."

Huang Kai hanya meng-angguk penuh semangat saat mendengar bahwa ibunya memiliki akar spritual buruk namun tetap bisa sangat kuat. "Tapu kuharap aku akan mendapat akar spritual yang kuat" batinya.

"Nak, ibumu menyimpan banyak rahasia. Bahkan ayahmu-pun tidak mengetahui banyak darinya. Salah satunya adalah perihal marga asli ibumu.

Ia sebenarnya bermarga Feng, ahhh aku tak seharusnya mengatakan hal ini padamu. Kau akan mengetahuinya nanti

Dengan sendirinya"

Dahi Huang Kai berkerut saat memikirkan hal itu," kenapa ibunya menyimpan banyak rahasia bahkan dari suaminya sendiri" pikirnya.

" Apa karena itulah paman yang diberikan kepercayaan untuk memberi wasiat ibu untukku"

"Sudahlah kau tidak perlu memikirkan hal itu sekarang, fokus saja dahulu untuk ritual pembukaan jalur meridian-mu" Yunshang tentu saja tidak ingin anak ini larut dalam memikirkan hal-hal yang rumit saat ini.

"Satu hal terakhir yang dipercayakan ibumu padaku, ini untukmu" Yunshang memberikan sebuah cincin penyimpanan pada Huang Kai.

Huang Kai terperangah melihat benda yang di berikan paman untuknya, sebuah cincin dimensi yang pastinya sangat mahal. "Ibu juga menyiapkan

Ini!?" huang Kai langsung menyambarnya dari tangan Yunshang.

"Bocah nakal, didalamnya ada banyak sumber daya dan juga beberapa kitab teknik yang sudah dikumpulkan ibumu. Nanti kau pelajarilah dengan sungguh-sungguh. Jangan kecewakan dia yang sudah susah payah hingga terluka untuk mewariskannya padamu."

"Paman, aku sudah merapikan rambutku dan sekarang paman buat berantakan lagi" Huang Kai mengeluh karena Yunshang mengacak-acak rambutnya.

"Ibuu aku mencintaimu" ucapnya dengan gembira sambil memasukkan cincin itu ke-jarinya.

"Sebaiknya kau simpan di saku bajumu dahulu, tidak aman bagimu memakainya saat ini. Orang kuat selalu akan merampas dari yang lemah."

Mendengar ucapan pamannya Huang Kai segera melepas ciencin itu

Dan memasukkanya ke saku baju dibalik rompi yang ia kenakan.

"Kai'er aku sudah menyelesaikan semua permintaan dan wasiat kakak ipar padamu. Jadi aku tidak akan melihat proses ritual pembukaan meridianmu, paman akan kembali ke sekte Bulan merah saat ini juga. Guruku sudah lama memintaku kembali, tapi aku menundanya untukmu."

Mata Huang Kai kembali berkaca-kaca mendengar perkataan pamannya. Ia memang pernah mendengar kalau paman sudah di perintah gurunya untuk kembali ke sekte, tapi ia tidak menduga kalau paman yang dia sayangi akan pergi di saat penting seperti ini.

"Tidak bisakah paman menunggu sebentar lagi, aku ingin paman melihatku memasuki dunia kultivasi." Ia segera memeluk paman yang selama ini selalu menjaganya dan menangis dengan sendu.

"Kai'er, ada banyak hal yang tidak bisa kuceritakan padamu saat ini, tetapi ingat lah satu hal, saat kau kesulitan dan sendirian nantinya. Aku pamanmu bukan tidak ingin membantumu. Ada alasan untuk itu, dan kau akan mengetahui dengan sendirinya."

"Satu yang paman lupa beritahukan perihal cincin dimensi-mu. Ibumu sudah menyegel cincin itu, hanya bisa dilepas dengan darah dari keturunannya. Ingat lah itu baik-baik."

"Sekarang rapikan rambutmu, semua orang pasti sudah menunggu bintang utama hari ini."

Mereka berdua keluar dari rumah menuju arena pertandingan. Di sanalah Huang Kai akan membuka jalur meridian ke arah dantian untuk memahami inti spritual yang berada di dalamnya.

Bangunan arena pertandingan itu berbentuk bundar dan di pingirnya ada panggung tempat duduk bagi penonton.

Bagi orang biasa proses membuka jalur meridian biasanya bisa dimana saja, bahkan terkadang hanya semedi sendirian, tapi bagi anak-anak yang dianggap jenius mereka akan di saksikan oleh banyak orang. Sehingga arena pertarungan klan adalah tempat yang paling sesuai untuk melakukannya.

Di depan pintu masuk arena pertandingan Huang Ming Shi dan para tetua sudah menunggu kehadiran mereka berdua. Mereka memberi salam pada ketua dan para tetua klan.

Melihat kehadiran Huang Kai dengan pakaian baru yang dikenakannya, tetua utama sedikit bingung. Ia lalu berbisik pada ketua klan, " Ketua, itu bukan pakaian yang telah kita siapkan sebelumnya."

Mendengar hal itu Huang Ming Shi menoleh pada adiknya Huang Yunshang.

Lalu berkata pelan pada tetua itu, "mungkin itu pemberian dari pamannya. Biarkan saja, lagi pula pakaian itu

Terlihat lebih baik dari yang kita siapkan."

Tetua utama hanya mengangguk sebagai balasan.

"Kai'er akhirnya kau datang juga, apa kau sudah siap? Orang-orang sudah menantimu di arena pertandingan.

Terutama tetua-tetua undangan perwakilan sekte-sekte utama." Huang Ming Shi langsung mengajak anaknya masuk.

Saat Huang Kai berjalan menuju tengah arena pertandingan, Huang Ming Shi berbalik kebelakang dan melihat adiknya hanya berdiri diam di tempat.

"Apa kau akan pergi saat ini juga?" Ia bertanya seolah sudah tahu kalau Yunshang akan pergi. Mungkin mereka sudah membahas ini sebelumnya.

Yunshang hanya membalas dengan anggukan.

Terlihat jelas oleh Ming Shi ada raut penyesalan di wajah adiknya, "Kalau kau

Sudah yakin maka aku tidak akan menghentikanmu untuk pergi. Aku ucapkan terima kasih karena kau sudah mau membantu merawat dan melatih Kai'er." Ia kemudian memberi salam hormat pada Yunshang.

Jangan terlalu keras pada putramu. Apapun hasil yang ia dapatkan di dalam sana, ia membutuhkan kakak sebagai ayahnya." Setelah membalas hormat, Yunshang segera meninggalkan tempat itu. Kemudian menoleh sesaat menatap punggung keponakannya.

"Bocah semoga kau baik-baik saja, aku melakukan ini semua sesuai keinginan ibumu." Yunshang bergumam sendirian.

Sementara itu Ming Shi sedikit bingung dengan perkataan terakhir adiknya, tetapi kemudian ia masuk dan duduk di kursi ketua yang sudah disiapkan untuknya.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!