ketika sebuah pernikahan di awali dari sebuah kebohongan
jeon kinan gadis 19 th yang tinggal di panti asuhan tiba-tiba diajak menikah oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan di tempatnya tinggal.
kim victor seorang pengusaha yang memiliki sifat dingin dan sangat susah didekati tanpa angin tanpa hujan mengajak menikah seorang gadis yatim piatu.
apakah pernikahan mereka baik-baik saja setelah kinan mengetahui fakta yang menghancurkan dirinya?
apakah victor bisa mendapatkan maaf dari sang istri setelah luka yang dia torehkan kepada kinan?
bagaimana kelanjutan pernikahan mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sentuhanmu
Keesokan paginya.
Kinan tiba-tiba mengalami mual dan muntah-muntah yang tentu saja membuat yang lainnya khawatir.
“Kita kerumah sakit ya", bujuk Jinnie saat melihat wajah Kinan yang pucat.
“Nggak usah kak, mungkin asam lambung aku kambuh", ucap Kinan lirih.
“Di mansion ada obat lambung aku kak", ucap Kinan.
“Kita pulang sekarang, biar Kinan bisa istirahat dan minum obatnya", final Namjoon dan diangguki oleh yang lain.
Menjelang siang mereka semua tiba di mansion dan mengantarkan Kinan hingga ke kamarnya.
“Kakak temani kami ya", kata Yoonji pelan.
“Tidak usah kak, kalian pulang saja lagian ada bibi", ucap Kinan pelan.
“Tidak, kami akan disini menemanimu jika butuh sesuatu kami di bawah ya", kata Jisoo.
Kinan hanya mengangguk pelan dengan memejamkan mata karena jujur kepalanya saat ini berdenyut hebat tapi Kinan tahan supaya tidak membuat yang lain khawatir.
Setelah memastikan Kinan minum obat dan tidur, mereka keluar kamar lalu menutup pintu.
Terlihat Yoonji, Jinnie dan Jisoo menuruni tangga dan duduk di sebelah suami mereka masing-masing.
“Bagaimana kondisinya?" Tanya Suga.
“Sangat pucat tapi tidak mau dibawa ke rumah sakit, aku benar-benar khawatir kak", kata Yoonji pelan.
“Kita tunggu sampai nanti jika masih pucat dan tidak ada perkembangan setelah minum obat kita bawa ke rumah sakit", kata Suga final.
“Gimana Victor sudah bisa dihubungi belum?" Tanya Jinnie.
“Ponselnya tidak aktif", ucap Hoseok.
“Aku benar-benar benci perempuan ular itu", kata Jinnie emosi.
“Tenanglah sayang, kita buat Victor tahu sendiri siapa istri yang dia nikahi dulu", kata Namjoon sambil mengelus bahu istrinya.
Sementara itu di bandara terlihat Victor dan Irene yang baru saja mendarat.
"Kamu pulang dengan sopir karena aku ada urusan”, kata Victor tegas tanpa mau dibantah dan setelahnya pergi meninggalkan Irene seorang diri.
"Apa yang terjadi dengannya, Kenapa dia terlihat sangat emosi?" Gumam Irene. Disaat dirinya tengah berpikir tentang sikap suaminya yang tiba-tiba berubah sebuah panggilan masuk ke ponselnya.
"Ya hallo”, sapa Irene.
"Aku merindukanmu” kata orang diseberang.
"Aku ke apartemenmu sekarang”, ucap Irene lalu mengakhiri panggilannya.
Sementara itu Victor baru saja memasuki mansion dan dirinya sedikit terkejut saat melihat semuanya di mansion.
"Kalian disini?” Tanya Victor yang membuat kaget semuanya.
"Kamu sudah pulang? Bukankah kamu bilang pergi selama 2 minggu?”, tanya Jinnie.
"Perasaanku tidak enak sejak kemarin, apalagi kemarin kak Suga bilang jika Kinan sakit”, ucap Victor.
Victor mengedarkan pandangannya mencari istrinya.
“Dimana Kinan?" Tanya Victor.
“Dia di kamar sedang istirahat", kata Suga, tanpa banyak kata Victor bergegas naik ke lantai 2 menuju kamar pribadi mereka berdua.
Melihat Victor yang sudah kembali Suga pun beranjak dari tempatnya
"Ayo pulang biarkan Victor yang menjaga Kinan”, ucap Suga dan diangguki yang lainnya
Setelahnya mereka berenam meninggalkan mansion Taekook untuk membiarkan Kinan beristirahat.
Victor memasuki kamarnya dan netraya tertuju ke gumpalan dibalik selimut tebal yang membungkus tubuh mungilnya.
Perlahan Victor mendekat dan ikut berbaring dan memeluk istrinya dari belakang.
"Maaf meninggalkanmu disaat kamu kemarin”, bisik Victor pelan.
Kinan yang familiar dengan parfum suaminya pun perlahan membuka mata dan menoleh kebelakang.
"Kak”, panggil Kinan lirih.
"Iya ini kakak sayang”, kata Victor pelan.
Kinan membalikkan badannya dan memeluk tubuh suaminya, entah kenapa saat ini Kinan ingin dipeluk Victor.
"Peluk Kinan kak”, pinta Kinan lirih dan Victor pun memeluk istri kecilnya erat.
"Kita ke rumah sakit ya sayang”, bujuk Victor pelan dan Kinan pun menggeleng pelan.
"Tidak perlu Kinan hanya ingin seperti ini”, ucap Kinan lirih sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Victor.
"Tidurlah, kakak akan menemanimu”, ucap Victor pelan sambil mengelus punggung istrinya.
“Kenapa kakak sudah pulang? Bagaimana kerjaannya?" Tanya Kinan pelan dengan tangan yang bermain di dada bidang suaminya.
"Kakak tidak tenang ketika mendengar kamu sakit”, ucap Victor tenang sambil menahan sesuatu yang mulai bangkit dari dalam dirinya.
"Hentikan sayang”, ucap Victor dengan deep voicenya sambil memegang tangan istrinya yang sejak tadi bermain di dadanya.
Kinan mendongak dan menatap wajah Victor, wajah dengan pahatan sempurna itu adalah suaminya.
"Kinan ingin kak” ucap Kinan pelan lalu mencium singkat bibir suaminya dengan tangan yang mulai menyentuh privasi Victor.
"Tapi kamu sedang sakit dan kakak tidak akan bisa berhenti jika sudah menyentuhmu sayang”, ucap Victor pelan dengan hasrat yang mulai naik.
"Lakukanlah kak” ucap Kinan pelan, entah kenapa saat ini Kinan ingin disentuh oleh suaminya.
Tanpa bicara Victor langsung mencium bibir istrinya, melumat dengan rakus bibir yang lebih muda sedangkan Kinan dengan refleks mengalunkan tangan mungilnya ke leher kokoh sang suami.
Tidak dipungkiri jika Victor sangat merindukan wanita di bawahnya saat ini, dan entah kenapa tubuhnya sekarang hanya merespon sentuhan Kinan bahkan dengan Irene pun tubuhnya sama sekali tidak merespon.
"Mmmmhhhh kaaak” desah Kinan sambil meremas rambut suaminya yang saat ini Victor bermain di area dadanya yang entah sejak kapan Kinan sudah full naked.
Kinan merasakan aliran darahnya naik seketika saat mendapatkan sentuhan suaminya dan entah kenapa Kinan menginginkan lebih.
2 jam sudah mereka melakukannya suara desahan dan geraman memenuhi kamar luas tersebut, tubuh mereka basah karena keringat bahkan Kinan sudah sangat lemas menghadapi hormon suaminya.
Kinan meremat pundak suaminya yang saat ini berada di atasnya, kepalanya pening saat merasakan gelombang nikmat itu datang entah untuk yang keberapa kalinya.
"Kaak aaahhh, Kinan….eeeugghhh sampai mmmhhh" desah Kinan terputus.
“Bersama sayang" ucap Victor sambil mempercepat tempo di bawah sana yang membuat tubuh Kinan yang sensitif menjadi tidak terkendali.
Dan tak beberapa lama terdengar desahan dan lenguhan panjang dari bibir keduanya, tubuh Kinan bergetar saat puncak itu menjemputnya sedangkan Victor memeluk erat tubuh mungil itu saat miliknya di bawah sana memuntahkan sesuatu.
Nafas mereka memburu setelah pelepasan terakhir mereka, bahkan Kinan sudah sangat lemas pasca kenikmatan terakhir.
Victor menjatuhkan diri ke samping tubuh istrinya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.
"Tidurlah sayang” ucap Victor lembut sambil mencium kening istrinya sedangkan Kinan yang sudah letih sama sekali tidak merespon ucapan suaminya karena sudah tenggelam dalam mimpinya.
Victor menatap wajah damai Kinan setelah aktivitas mereka baru saja, baru kali ini Kinan yang inisiatif meminta dan entah kenapa Victor justru suka.
"Aku akan mengakhiri kegilaan semua ini, aku tidak ingin kehilangan kamu sayang” ucap Victor pelan sambil mencium sekilas bibir istrinya yang entah sejak kapan membuatnya candu.
Perasaan takut kehilangan saat ini terus mengikuti Victor, dirinya takut suatu saat Kinan mengetahui rahasia terbesarnya.
Bukan rahasia soal Kinan yang menjadi istri kedua tapi rahasia dibalik alasan Victor mau menikah dengannya.
Victor berharap sebelum Kinan tahu, semuanya sudah beres dan rahasia itu akan tertutup rapat-rapat. Karena sekarang bagi Victor jika dirinya kehilangan Kinan maka dunianya juga akan ikut hilang.