NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Agung

Kembalinya Sang Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Action
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Devourer

Ia hanyalah seorang "murid sampah" di Sekte Pedang Giok, pemuda tanpa masa depan yang hidup dalam kehinaan dan penindasan. Hingga suatu hari ia mendapatkan kembali ingatan masa lalunya, ketika ia masih seorang Kaisar Agung di alam atas dan pernah memimpin jutaan pasukan di atas medan perang berdarah.

Namun, karena mendapatkan pengkhianatan yang kejam dari murid kepercayaannya sendiri, Ia kini harus memulai segalanya dari awal.

Sampah? Tidak! Ia menggunakan seluruh memori masa lalunya dan mengubah dirinya menjadi sosok tak tertandingi yang dapat menyapu bersih semua semut pengganggu dari jalannya.

"Aku adalah ... Qin Xiang."

Genre: Aksi, Kultivasi, Reinkarnasi, Balas Dendam, Harem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devourer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#11: Li Mei

"Saudara Senior! Selamatkan kami!"

Kedua preman itu berteriak dengan nada yang tiba-tiba berubah; dari rintihan kesakitan menjadi jeritan penuh harapan begitu melihat sosok yang baru muncul. Harapan itu seolah-olah memberikan mereka kekuatan tambahan untuk mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Qin Xiang.

"Diam!"

Qin Xiang tidak memberikan sedikit pun celah. Ia justru menekan kakinya lebih dalam ke dada salah satu dari mereka, dibarengi dengan remasan tangan yang semakin kuat. Suara patah tulang yang halus namun kering kembali bergema di udara lorong yang sunyi, menciptakan sensasi ngeri bagi siapa pun yang mendengarnya. Kini, nasib kedua "preman senior" itu benar-benar berada di titik nadir; jangankan untuk membalas dendam, sekadar untuk berdiri tegak kembali pun tampaknya akan membutuhkan waktu berbulan-bulan.

"Bocah, kau pikir kau bisa bertingkah seenaknya di hadapanku?!"

Sebuah ledakan aura yang ganas dan menindas mendadak memenuhi lorong. Tekanan itu begitu nyata hingga debu-debu di lantai granit seolah-olah menyingkir karena takut. Qu Long, yang berada tepat di belakang Qin Xiang, merasakan lehernya seperti dicekik oleh tangan tak kasat mata. Dengan tubuh gemetar hebat dan suara terbata-bata, ia membisikkan peringatan penuh horor ke telinga Qin Xiang.

"Ka-Kakak Qin, hati-hati! Jangan cari mati dengan berurusan dengan Ji Yang!"

"Oh, Ji Yang?" Qin Xiang terdiam sejenak, wajahnya tidak menunjukkan gurat ketakutan sedikit pun. Ia hanya menatap sosok jangkung di depannya dengan pandangan datar. "Aku tidak mengenalnya."

Jawaban itu bagaikan tamparan keras bagi Ji Yang. Sebagai seorang jenius di ranah Inti Formasi, harga dirinya terusik oleh ketidakpedulian seorang murid Pemurnian Qi. Rahangnya mengeras, dan aura di sekitarnya mendadak menjadi tajam layaknya ribuan belati yang siap menyayat. Ji Yang tidak lagi membuang kata-kata; jemarinya bergerak menuju gagang pedang di punggungnya. Ia benar-benar berniat menghapus keberadaan pemuda di hadapannya saat ini juga!

Namun, tepat sebelum pedang itu terhunus, sebuah suara asing yang lembut namun mengandung niat membunuh yang jauh lebih dingin tiba-tiba membelah ketegangan.

"Ji Yang, sejak kapan kau menjadi begitu rendah hingga harus mengotori tanganmu dengan darah seorang junior?"

Langkah kaki yang anggun terdengar mendekat dari salah satu ruangan kultivasi. Sosok gadis muda dengan pakaian yang elegan dan pita kupu-kupu di rambutnya muncul ke tengah cahaya lampu lorong. Kehadirannya membawa aura yang setara dengan Ji Yang—sebuah tekanan ranah Inti Formasi lainnya yang membuat Qu Long merasa dunianya hampir kiamat.

"Kau..." Qin Xiang menatap gadis itu. Ia tidak butuh waktu lama untuk mengenali siluet yang pernah ia bantu di hutan tempo hari. "Li Mei."

Ji Yang menyipitkan matanya, menatap tajam ke arah Li Mei dengan raut tidak senang. "Li Mei... Apa urusanmu mencampuri urusanku? Apa kau berniat melindungi sampah ini?" tanyanya dengan nada suara yang penuh ancaman.

Alih-alih menjawab dengan amarah, Li Mei justru melangkah maju dengan ketenangan yang mematikan. Matanya yang tajam melirik ke arah Ji Yang dengan tatapan meremehkan. "Jika kabar ini menyebar luas bahwa seorang jenius Inti Formasi harus menggunakan kekuatan penuh hanya untuk menindas murid yang berada dua tingkat di bawahnya, tidakkah kau akan menjadi bahan lelucon di seluruh sekte?"

"..."

Ji Yang terdiam. Kata-kata Li Mei tepat menusuk harga dirinya. Di dunia kultivasi, reputasi adalah segalanya. Menindas yang lemah memang lazim, namun melakukan konfrontasi publik dengan seseorang yang jauh di bawah levelnya akan dianggap sebagai bentuk kelemahan mental.

Dengan geraman tertahan, Ji Yang akhirnya menyarungkan kembali pedangnya. "Kau menang kali ini, Li Mei," ujarnya dingin sebelum melemparkan pandangan penuh benci ke arah Qin Xiang. "Kau beruntung hari ini, Bocah. Tapi ingat, di dunia ini, wanita tidak akan bisa melindungimu selamanya."

"Teruslah bersembunyi di balik rok wanita, Sampah!" umpatnya sebelum melangkah pergi dengan langkah kasar yang mengguncang lorong.

"Bo-Bos! Tunggu kami!"

Kedua preman senior yang hancur itu merangkak dengan hina layaknya kura-kura cacat, mencoba mengejar Ji Yang yang telah meninggalkan mereka tanpa menoleh sedikit pun. Martabat mereka telah lenyap sepenuhnya, menyisakan pemandangan memilukan di lantai granit.

Setelah kekacauan mereda, keheningan menyelimuti Qin Xiang dan Li Mei. Qu Long berdiri di pojok, merasa sangat kerdil melihat interaksi antara kedua orang yang memiliki aura luar biasa ini.

Li Mei membalikkan tubuhnya menghadap Qin Xiang. Matanya yang tajam perlahan melembut, dan rona merah tipis yang hampir tak terlihat muncul di pipinya yang seputih salju. Ia teringat kembali pada kejadian di hutan, saat Qin Xiang muncul sebagai penyelamat bayangan yang membantunya membunuh Rusa Bertanduk Kristal.

"Saudara Junior, aku belum sempat mengucapkan ini dengan benar... Terima kasih atas bantuanmu di hutan tempo hari," tuturnya dengan suara yang jauh lebih lembut, membuat Qu Long melongo tidak percaya. Seorang jenius sekte sepertinya bersikap begitu rendah hati di hadapan "si sampah" Qin Xiang?

"Aku hanya memberikan sedikit dorongan. Yang memberikan tebasan terakhir adalah kemampuanmu sendiri, Saudari Senior," balas Qin Xiang dengan tenang. Meskipun di masa lalu ia adalah seorang kaisar, ia tetap menghormati hierarki sekte saat ini untuk menjaga profil rendahnya.

Li Mei mengerutkan keningnya sedikit, merasa panggilan "Saudari Senior" terdengar terlalu formal dan jauh di telinganya. "Panggil aku Li Mei saja. Tidak perlu terlalu formal di luar urusan resmi sekte."

"Baiklah, Saudari Li Mei."

Meskipun Qin Xiang tetap menambahkan kata "saudari", Li Mei merasa hatinya bergetar kecil—sebuah perasaan yang sangat asing baginya. "Aku... aku harus segera kembali ke meditasiku. Sampai jumpa lagi," katanya dengan nada yang dibuat-buat datar untuk menyembunyikan kegugupannya, sebelum bergegas pergi dengan langkah yang sedikit lebih cepat dari biasanya.

Di dalam benaknya, Li Mei merasa kacau. Mengapa jantungku berdegup sekencang ini? Apa yang akan dikatakan teman-temanku jika mereka tahu aku bersikap seperti ini di depan seorang pria?

Sementara itu, Qu Long yang sedari tadi hanya mengamati dengan mata melotot, akhirnya bisa bernapas lega. Namun, pikirannya mulai liar. Senior Li Mei dan Kakak Qin? Hubungan apa ini? Tidak mungkin... ini gila!

"Apa yang kau lamunkan?" Suara dingin Qin Xiang membuyarkan fantasi liar Qu Long. "Ayo cepat masuk ke ruangan kultivasi sebelum lalat-lalat lain berdatangan mengganggu."

"Ah... Ya! Baik, Kakak Qin!" Qu Long segera berlari mengejar Qin Xiang yang sudah berjalan mantap menuju salah satu pintu ruangan tertutup. Sosoknya yang bulat bergerak lincah, tidak ingin ditinggalkan lagi oleh "pelindung" barunya yang luar biasa misterius itu.

Di lorong yang sunyi itu, Qin Xiang melangkah dengan keyakinan penuh. Baginya, Ji Yang hanyalah batu kerikil, sementara Li Mei adalah variabel yang menarik. Fokus utamanya saat ini hanyalah satu: menggunakan energi spiritual di tempat ini untuk merobek segel kekuatannya lebih dalam lagi.

Bersambung!

1
budiman_tulungagung
sepuluh mawar 🌹
budiman_tulungagung: oke.. masama brother
total 2 replies
budiman_tulungagung
lima mawar 🌹
Nanik S
Awal yang bagus
Devourer Is Back: Thanks udah mampir🙏🏻
total 1 replies
T28J
saya kasih like dan hadiah 👍
Devourer Is Back: Thanks ya🙏
total 1 replies
Devourer Is Back
Janji deh, sampai tamat 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!