NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Ibu!

Tiba-tiba Jadi Ibu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Susiajaaa

"Aku Jadi Ibu?" Melisa Wulandari, seorang gadis desa yang bercita-cita menjadi pengacara, berjuang menempuh pendidikan hukum di kota demi melindungi tanah kelahirannya dari mafia tanah. Hidupnya sederhana, hanya ditemani dua sahabat setianya, Diana dan Riki. Namun, suatu malam yang seharusnya biasa berubah menjadi titik balik hidupnya. Di sebuah gang sepi, tangisan bayi menggema, menggiring Melisa pada pemandangan mengejutkan—dua bayi mungil tergeletak dalam sebuah kotak. Nalurinya mengatakan untuk menyerahkan mereka kepada pihak berwajib, tetapi dunia tidak seadil yang ia kira. Alih-alih mendapatkan keadilan, Melisa justru dituduh sebagai ibu bayi-bayi itu dan dianggap berniat membuang mereka. Tak ada jalan keluar. Nama baiknya tercoreng, keluarganya di desa tak boleh tahu, dan tak ada yang percaya bahwa dia hanyalah seorang mahasiswa yang kebetulan menemukan bayi-bayi malang itu. Dengan segala keterbatasan, Melisa mengambil keputusan gila—merawat bayi-bayi itu diam-diam bersama Diana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susiajaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7

Riki berjalan lesu ke kantin Fakultas Hukum, berharap setidaknya suasana di sana bisa sedikit menghiburnya. Dan benar saja, di meja biasa, dua sahabatnya—Meli dan Diana—sudah duduk santai sambil ngemil. Tanpa banyak basa-basi, Riki langsung menjatuhkan diri di antara mereka dan menghela napas panjang.

Diana, yang sedang asyik mengaduk minumannya, langsung melirik ke arah Riki dan menaikkan alis. "Kenapa lo cemberut gitu? Kating cantik yang lo bangga-banggain tadi nolak lo ya?"

Meli ikut melirik sekilas, tapi lebih memilih tetap sibuk dengan makanannya.

Riki hanya mendengus malas dan tanpa basa-basi mengambil es teh milik Meli, menyeruputnya tanpa izin. "Diem deh, Na."

Meli mendelik. "Eh eh, itu minuman aku ki!"

Tapi Riki tak menggubris. Dia masih tenggelam dalam kesialan yang baru saja menimpanya.

Diana memperhatikan Riki lebih seksama, lalu tiba-tiba matanya membesar. Dia mendekatkan wajahnya, menatap sesuatu di pipi kiri sahabatnya itu, lalu tiba-tiba—

"HAHAHAHAHA!!"

Tawanya meledak begitu saja, membuat beberapa orang di sekitar mereka melirik penasaran. Meli yang awalnya cuek, kini juga ikut menatap Riki dan Diana dengan kening berkerut.

"Astaga, Riki! Itu di pipi lo... Bekas tangan?! HAHAHA! Gue tebak, lo baru aja kena tampar cewek!"

Riki langsung menutupi pipinya, tapi sudah terlambat. Diana sudah terlalu menikmati momen ini.

"Parah sih, baru tadi lo gembar-gembor soal 'main aman' dan 'buaya nggak pernah kejebak'! Eh sekarang malah kayak gini." Diana terus cekikikan sambil memukul meja dan bahu Riki.

Setelah agak tenang ia kembali melanjutkan. "Gue nggak heran sih. Paling-paling lo ketauan selingkuh lagi, kan?" katanya santai sambil mengunyah keripik.

Riki mendengus, malas menjawab. "Lo sahabat gue apa musuh sih?"

Diana masih sedikit tertawa, menepuk pundak Riki seolah memberi dukungan palsu. "Kita sahabat yang baik, Ki! Tapi sahabat yang baik juga harus ngasih reality check, ya kan?"

Meli ikut mengangguk setuju. "Bener. Kamu panen karma, Ki. Aku rasa itu tamparan pertama dari sekian banyak yang bakal kamu terima."

"Udah, ah! Gue lapar." Riki buru-buru mengalihkan pembicaraan dan mulai melahap makanan Meli, yang tentu saja langsung mendapat protes keras dari Diana bukan dari Meli, ya karena Meli tidak mungkin protes.

Di tengah suara tawa Diana, Riki sadar satu hal hari ini benar-benar bukan harinya.

Diana masih tertawa terbahak-bahak, sementara Riki hanya bisa mendengus kesal. Suara tawa sahabatnya itu terus menggema di telinganya, membuatnya semakin jengkel.

Akhirnya, ia menoleh dan menatap Diana dengan senyum penuh arti. "Gue juga tau kali, kalau crush lo udah punya cewek. Jadi bukan gue doang yang apes hari ini."

Tawa Diana langsung terhenti. Mata bulatnya melebar, dan ekspresi puas di wajahnya berubah menjadi keterkejutan bercampur kesal. "Apaan banget lo bawa-bawa dia!?" serangnya.

Riki terkekeh, puas melihat sahabatnya kini berada di posisi yang sama. "Biarin. Emang lo doang yang boleh ngejek gue? Kemarin aja lo semangat banget cerita tentang dia, sekarang dia udah punya pacar, rasain lo! Mampus!"

Diana mencibir, lalu menyilangkan tangan di dadanya. "Ya elah, Ki. Gue mah beda! Gue cuma kagum, bukan mau main belakang kayak lo!"

"Kagum-kagum tapi kemarin senyum-senyum sendiri pas dia natap lo. Jangan denial, Na!"

Kini perdebatan tak penting itu semakin memanas, membuat Meli yang sedari tadi hanya mengamati sambil mengunyah keripiknya jadi pusing sendiri. Dia sudah terbiasa dengan kebiasaan dua sahabatnya ini, tapi tetap saja... melelahkan!

Akhirnya, Meli menaruh keripiknya dan menatap mereka dengan wajah yang cukup lelah. "Kayaknya kalian cocok deh. Kenapa nggak kalian aja yang pacaran?" celetuknya santai.

"OGAH!!"

Jawaban kompak Riki dan Diana langsung menggema di kantin, membuat beberapa mahasiswa di meja lain menoleh ke arah mereka dengan tatapan heran. Bahkan, seorang mahasiswa yang sedang minum hampir tersedak karena kaget.

Meli hanya menghela napas panjang. "Ya ampun, lebay banget."

Sementara itu, Diana dan Riki han

ya saling melempar tatapan tajam, seakan menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah mau bersama. Tapi siapa yang tahu? Dunia ini penuh kejutan, bukan?

1
Lisa
👍 Papanya Riki bisa bantu nih..jdi masalah mereka cpt beres.
Lisa
Ga terasa 2 baby itu skrg umurnya udh 3 thn..Meli benar² jadi Mama utk mereka berdua.
Lisa
Ethan & Evan udh mulai mengerti klo Meli adl mama mereka
Lisa
ya Meli telpn sahabatmu utk jelasin ke ortumu
Evi Lusiana
knp melisa gk lgsg tlp diana dn riki bwt njlasin k ortuny
Lisa
Wah berarti 2 baby itu diculik seseorang yg mungkin punya dendam pada 2 keluarga itu
Lisa
Sekarang Ethan & Evan aman di daycare..utk Melisa semangat kuliah lg y Mel 😊👍
Lisa
👍👍 persahabatan yg indah..rukun selalu y kalian bertiga
Lisa
😊 duo heboh dtg nih..
Lisa
Kasihan Meli jadi dituduh dia yg membuang anak itu..
Lisa
Bersyukur Melisa diangkat jadi karyawan tetap yg diperhatikan oleh managernya juga..semangat y Melisa,kerja lbh rajin lg y 😊👍
Lisa
Siap² y ortunya Melisa utk surprise dr Melisa😊
Lisa
Melisa udh menganggap Evan & Ethan anaknya..semangat terus y Melisa..moga aj ortu kandung mereka g bisa menemukan mereka.
Lisa
Gimana nih kelanjutannya..siap² y Melisa utk mengatakan pd ortumu.
Evi Lusiana
jd ethan dn evan anak² dr dua kluarga berpengaruh y thor
Susiajaaa: bisa jadi sih🤔🤭
total 1 replies
Anto D Cotto
gak sabar nungguin kelanjutan ceritanya
Lisa
Semangat y Meli
Lisa
Awal yg bagus nih
Lisa
Aku mampir Kak
Anto D Cotto
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!