Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7 - Kerja Sampingan
Zayn mengendurkan dasi, menyandarkan punggung di sandaran singgasananya.
‘Sial, Kenapa malah revisi berkas yang keluar dari mulutku, seharusnya yang aku tanyakan tentang kejadian semalam padanya,’ batinnya.
‘Tapi Riana bungkam, apa sebaiknya aku juga diam saja dan anggap dia tidak pernah melihat sisi lain diriku?’ batinnya masih terus berperang.
‘Tidak-tidak, bagaimana jika dia cerita sama orang lain soal ini, mau di taruh dimana mukaku nanti.’
Zayn beranjak, kali ini dia harus benar-benar berani untuk bertanya demi kebaikannya sendiri. Dia membuka pintu ruangan Riana, “Riana saya ingin bicara,” ujarnya seraya masuk.
“Maaf Pak, kalau soal merevisi berkas, saya tidak punya waktu,” jawabnya tak peduli, mata dan jemarinya sibuk di depan laptop yang menampilkan deretan tulisan dan angka-angka yang tersusun rapi.
Zayn menutup pintu lebih dulu sebelum meneruskan ucapannya, “bukan. Ini bukan soal merevisi berkas atau pun pekerjaan, ini masalah pribadi,” jelasnya sambil membuang pandangan menahan rasa malu yang membuncah dalam hatinya.
Riana mendongak, gerakan jemarinya terhenti menunggu ucapan selanjutnya dari sang atasan.
“Ehem, sepertinya kamu sudah tahu soal rahasia saya yang punya kepribadian lain,” Ujarnya.
“Ya. Saya memang tahu,” tanggap Riana.
Lagi-lagi Zayn berdehem untuk mengusir rasa kakunya, dia menarik kursi dan duduk di hadapan Riana seolah sedang berkonsultasi pada pakar kesehatan.
“Apa pendapat kamu soal itu?”
“Saya tidak punya pendapat,” sahut Riana datar.
“Hah, ke-enapa?” dia terlihat heran, mungkin dia pikir Riana akan menganggapnya gila atau bahkan lari ketakutan saat melihatnya.
“Itu penyakit Pak, seharusnya Bapak minta pendapat Psikiater bukan saya,” ucap Riana tenang.
“Saya tahu. Riana siapa saja yang sudah pernah kamu lihat?”
Riana menghela nafas sebelum berucap, “Ares dan Dewa, nama itu yang keluar dari mulut Bapak semalam.”
“Ugh sial,” dia memijat pelipisnya, “Riana, akhir-akhir ini saya sulit mengendalikan diri mungkin karena terlalu banyak pikiran, saya ingin kamu mengawasi saya, saya takut tiba-tiba berubah jadi orang lain lagi di hadapan semua orang.”
“Bapak ingin saya mengawasi Bapak?” dia mengangguk pasti.
“Tidak. Itu hanya menambah beban pekerjaan saya, saya di bayar untuk menjadi Sekertaris bukan pengasuh,” tolaknya anggun.
“Saya akan bayar kamu dengan gaji yang sama, dengan kata lain kamu bisa dapat gaji double tiap bulan,” tawarnya.
‘Wah, gaji double, lumayan sih tapi... Gue harus kerja lembur tiap hari, kapan gue bisa kencan ama cowok ah elah, umur gue bentar lagi udah mau tiga puluh tapi gue masih jomblo.’
“Riana,” Zayn mengetuk meja, karena wanita itu tak kunjung menerima tawarannya.
“Baiklah Pak, tapi saya tidak akan bekerja di hari libur,” Riana menyanggupinya.
“Oke, Deal!” dia mengulurkan tangannya yang di sambut pula oleh Riana.
Zayn bangkit kemudian kembali berucap, “bereskan barang-barang kamu saat pulang nanti, mulai malam ini kamu akan tinggal di rumah saya.”
“Hah, kanapa tiba-tiba pindah rumah Pak?” protes Riana.
“Bagaimana cara kamu menjaga saya kalau kamu tinggal di tempat yang jauh, lagi pula saya sering berubah jadi orang lain saat malam hari, jadi kamu harus tinggal dekat dengan saya, jadi tinggal serumah adalah pilihannya,” jelasnya.
“Tapi Pak–!”
“Tadi kamu udah setuju, jadi tidak ada kata tapi. Mulai malam ini kamu akan tinggal di rumah Saya,” pungkasnya, kemudian berlalu pergi.
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
klai gk takut..
minggat aj azayn..
😄😄❤❤💪💪
❤😍😍💪💪💪
❤❤😍💪💪💪
spesies baru lagi ini..
😄😄😄😄❤❤😍💪1
❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
❤❤😍😍💪
🤣🤣😄❤❤😍💪
bukan aruna ya kak..
😄❤😍💪
😄😄😄