NovelToon NovelToon
Savage Royalty

Savage Royalty

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Diam-Diam Cinta
Popularitas:216
Nilai: 5
Nama Author: SeraphinSky

SMA Pertiwi dan STM Rajawali bagaikan langit dan bumi yang dipaksa berdampingan. Hanya terpisah oleh satu tembok tinggi, Pertiwi adalah istana bagi putri-putri konglomerat yang dipimpin oleh Roseanna Vallerian, sang Ratu Es yang perfeksionis. Sementara di sebelahnya, Rajawali adalah medan perang bagi Fattah Maverick, legenda jalanan yang memimpin pasukannya dengan kepalan tangan dan loyalitas tanpa batas.

​Selama tiga tahun, "Perjanjian Batas" menjaga gencatan senjata di antara mereka: Jangan sentuh wilayah kami, dan kami tidak akan menyentuh kalian.
​Namun, kedamaian itu hancur dalam semalam. Serangkaian teror misterius menghantam kedua sekolah. Mobil-mobil mewah siswi Pertiwi dirusak dengan lambang Rajawali, dan markas Rajawali dibakar oleh sosok berseragam Pertiwi. Fitnah menyebar lebih cepat dari api. Tawuran pecah di perbatasan, dan kedua sekolah terancam ditutup permanen oleh Dinas Pendidikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeraphinSky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: OPERASI GUNTING DAN AIR MATA BUAYA

Selasa Siang, Pukul 13.00 WIB

Markas Besar Vanguards (Bengkel Belakang Sekolah)

​Dunia terasa indah bagi anak-anak STM Rajawali siang ini. Matahari bersinar cerah, angin sepoi-sepoi, dan kenangan tentang Roseanna yang pidato dengan suara tupai masih menjadi bahan tertawaan yang tidak ada habisnya.

​Fattah Maverick duduk di kursi panjang bengkel, kakinya diangkat ke atas meja, menikmati sebatang rokok kemenangan. Rambut gondrongnya yang bad boy tertiup angin.

​"Sumpah, Bos. Gue masih kebayang muka si Rose pas mik-nya bunyi cit-cit-cuit," kekeh Harry, yang sedang tiduran di lantai sambil memeluk gitar. "Itu momen bersejarah. Harusnya masuk buku sejarah sekolah."

​"Dan si Cewek Budek itu..." Ilham menyahut dari balik kap mobil bekas yang sedang dia bongkar. Suaranya masih agak kesal, tapi ada nada bangga. "Dia pasti kaget gue tau warna CD-nya. Hah! Rasain lo. Siapa suruh main mata sama gue."

​(Padahal Ilham sendiri yang malu setengah mati karena ketahuan pake CD merah, tapi namanya juga cowok gengsi, ceritanya diputar balik).

​Mohan sedang duduk di pojokan, menyisiri bulu kucingnya (Si Belang). "Tapi kasian juga ya, Ham. Tadi Raisa mukanya merah banget. Pasti malu."

​"Bodo amat, Han. Mereka yang mulai duluan ngehina kita," kata Fattah santai. Dia menghembuskan asap rokok ke udara. "Sekarang skor 1-1. Kita liat, apa Tuan Putri berani macem-macem lagi."

​Tiba-tiba, Oliver yang sedang memantau situasi dari jendela depan bengkel, berbalik dengan wajah pucat pasi.

​"Bos. Matikan rokok. Sekarang."

​"Kenapa? Guru BP lewat?" tanya Fattah malas.

​"Lebih parah," suara Oliver bergetar. "Satpol PP. Polisi. Dan... Pak Botak (Kepala Sekolah Pertiwi yang Killer)."

​Fattah langsung melompat dari kursi. "Hah?! Ngapain mereka ke sini?!"

​Belum sempat Fattah berpikir, suara sirine memekakkan telinga terdengar dari segala penjuru. Bukan sirine mainan. Ini sirine mobil patroli.

​WIUUUU... WIUUUU...

​"PERHATIAN! KEPUNG SELURUH AREA!" suara tegas terdengar dari pengeras suara.

​Pintu bengkel didobrak kasar.

​BRAKK!

​Masuklah satu peleton Satgas Pelajar gabungan (Guru BP Rajawali, Guru BP Pertiwi, Satpol PP, dan Polisi). Di belakang mereka, berdiri lima sosok bidadari pencabut nyawa dengan senyum kemenangan.

​Geng Royals.

​Roseanna Vallerian berdiri paling depan, memegang sebuah benda berkilauan di tangannya: Gunting Cukur Salon Profesional.

​"Selamat siang, Tetangga," sapa Roseanna manis, terlalu manis. "Maaf mengganggu waktu santai kalian. Kami dari Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup mau melakukan 'Pembersihan Hama'."

​Fattah melotot. "Lo... lo bawa polisi?!"

​"Bukan gue," Roseanna menunjuk Pak Botak di sebelahnya. "Bapak Kepala Sekolah saya kebetulan sangat peduli dengan 'kenakalan remaja' di lingkungan sekitar. Katanya, rambut gondrong dan celana ketat itu sumber kriminalitas."

​Pak Botak maju, wajahnya merah padam (masih dendam gara-gara upacara kemarin). "TANGKAP MEREKA SEMUA! CUKUR SAMPAI BOTAK!"

​"KABUR!!" teriak Fattah.

​Suasana bengkel langsung chaos.

​Anak-anak Rajawali berhamburan seperti tikus kena racun. Harry mencoba memanjat jendela, tapi kakinya ditarik Satpol PP.

​"JANGAN GITAR GUE PAK! GITAR GUE GAK SALAH!" teriak Harry histeris saat gitarnya disita.

​Mohan mencoba lari lewat pintu belakang sambil menggendong kucing, tapi dia dihadang oleh Raisa yang sudah siap pasang kuda-kuda karate.

​"Mau kemana lo, Gajah?" tanya Raisa dingin.

​Mohan berhenti mendadak, memeluk kucingnya erat-erat. "Sa... jangan cukur Mohan... nanti Mohan jelek..."

​"Emang dari dulu udah jelek," Raisa memberi kode ke Pak Guru BP. "Pak, yang ini. Rambutnya kayak hutan rimba."

​Di sisi lain, Ilham mencoba menyelinap di antara tumpukan ban bekas. Dia hampir berhasil mencapai pintu keluar, tapi tiba-tiba ada kaki yang menjegal langkahnya.

​GUBRAK!

​Ilham jatuh tersungkur, mukanya nyium lantai oli.

​Dia mendongak. Di atasnya, berdiri Lia.

Lia sedang mengunyah permen karet, menatap Ilham dengan tatapan bosan. Di tangannya ada clipper (alat cukur listrik) yang menyala.

​BZZZZZT.

​"Mau kemana, Merah Membara?" tanya Lia datar (merujuk ke CD merah Ilham).

​Ilham pucat. "Lia! Jangan gila lo! Rambut gue aset berharga! Gue baru pomade-an!"

​"Bodo amat," Lia berjongkok. "Lo udah bikin kuping gue sakit sama lagu dangdut lo. Sekarang giliran gue bikin kepala lo enteng."

​"JANGAN! GUE GIGIT TANGAN LO!" ancam Ilham.

​"Coba aja kalau berani," Lia memberi isyarat ke dua satpam Pertiwi. "Pak, pegangin dia. Kepalanya banyak kutu, harus dicukur licin."

​"GUE GAK KUTUAN ANJING!!" Ilham meronta-ronta saat dipegangi dua satpam besar.

​Lia mendekatkan alat cukur itu ke jambul kebanggaan Ilham.

​Sreeeettt.

​Satu jalur jalan tol tercipta di tengah kepala Ilham.

​"AAAAARGHHHH! MAHKOTA GUEEE!" jerit Ilham dramatis, air mata (buaya) menetes.

​Lia tertawa kecil. Tawa yang sangat langka. "Ups. Tangan gue kepeleset. Yaudah, ratain sekalian ya."

​Sementara itu, di tengah bengkel, terjadi duel antara Raja dan Ratu.

​Fattah dikepung oleh tiga polisi. Dia tidak bisa lari kemana-mana. Roseanna berjalan mendekat dengan gunting di tangan. Langkahnya pelan, menikmati setiap detik ketakutan di mata Fattah.

​"Lo main kotor, Rose," desis Fattah, napasnya memburu. "Lo bawa aparat buat urusan anak sekolah?"

​"Lo yang mulai main kotor pake sabotase sound system," balas Roseanna tenang. "Ini namanya escalation of force. Lo lempar batu, gue lempar nuklir."

​"Gue nggak sudi dicukur sama lo," Fattah meludah ke samping.

​"Oh, gue nggak akan nyukur lo," Roseanna tersenyum miring. Dia menyerahkan gunting itu ke Pak Botak. "Pak, tolong kasih dia model 'ABRI Masuk Desa'. 1 senti."

​"Siap, Nak Rose!" Pak Botak dengan semangat 45 menjambak rambut gondrong Fattah.

​"LEPASIN GUE!" Fattah memberontak, tapi polisi menahan tangannya.

​KREK. KREK. KREK.

​Suara gunting memotong rambut terdengar menyakitkan. Helaian rambut hitam tebal Fattah berjatuhan ke lantai bengkel yang kotor.

​Roseanna menatap Fattah tepat di mata. Dia ingin melihat Fattah menangis atau memohon.

​Tapi Fattah tidak menunduk. Meski rambutnya sedang dibabat habis secara paksa, matanya tetap menatap Roseanna dengan nyalang. Tatapan kebencian yang murni.

​"Lo bakal bayar mahal buat setiap helai rambut ini, Rose," bisik Fattah tajam.

​"Gue orang kaya, Fattah. Gue bisa bayar apa aja," balas Roseanna angkuh.

​Di sudut lain, Aqeela sedang memandangi Harry yang sudah pasrah dicukur botol (botak toge) oleh guru BP. Harry menangis sesenggukan.

​"Rambut gue... neng Aqeela... rambut Justin Bieber gue..." isak Harry.

​Aqeela merasa kasihan. Dia mendekat, mengeluarkan tisu basah dari tasnya.

​"Cup cup cup... jangan nangis dong, Harry," kata Aqeela polos, mengelap ingus Harry (pake tisu, bukan tangan). "Nanti aku beliin wig ya? Mau yang model apa? Model Oppa Korea atau model Kak Seto?"

​Harry berhenti nangis sebentar, menatap Aqeela. "Model Kak Seto boleh deh, Neng. Biar awet muda."

​"Oke, nanti aku pesen di Shopee Mall," Aqeela tersenyum manis.

​Di pojokan, Mohan sedang dicukur sambil memeluk kucingnya. Dia diam saja, pasrah. Raisa mengawasi di sebelahnya.

​"Sa..." panggil Mohan pelan.

​"Apa?"

​"Kalau Mohan botak... Raisa masih mau temenan sama Mohan?"

​Raisa terdiam. Dia melihat wajah Mohan yang sedih (dan makin kelihatan bulet kalau botak).

​"Tergantung," jawab Raisa ketus, tapi dia mengambil sapu tangan dari sakunya dan membersihkan sisa rambut di bahu Mohan. "Kalau lo nggak ngiler pas tidur, mungkin gue pikir-pikir."

​Mohan langsung senyum lebar. "Siap Sa! Mohan janji nggak ngiler!"

​1 Jam Kemudian - Halaman Bengkel

​Operasi selesai. Pasukan Satgas bubar jalan.

​Tinggallah 5 pentolan Vanguards berdiri di halaman bengkel.

​Pemandangannya... mengenaskan.

​Fattah Maverick: Botak 1 cm (Cepak ABRI). Kupingnya jadi kelihatan lebar. Aura bad boy-nya hilang separuh, ganti jadi aura narapidana baru masuk sel.

Ilham Mahendra: Botak plontos licin (karya Lia). Jidatnya yang lebar makin bersinar kena matahari. Plester Hello Kitty masih nempel, nambah kesan absurd.

Harry Nareswara: Botak toge (masih ada sisa dikit di atas).

Mohan Alveric: Botak bulet kayak bakpao.

Oliver Sagara: Botak rapi (karena dia nyukur sendiri biar simetris).

​Mereka berlima berdiri mematung, menatap pantulan diri mereka di kaca jendela bengkel.

​"Ancur..." bisik Ilham, meraba kepalanya yang licin. "Gue kayak tuyul milenial."

​"Gue berasa telanjang, Bos," keluh Harry, menutupi kepalanya pake tangan. "Anginnya langsung nyentuh otak."

​Fattah meraba kepalanya yang kasar. Rahangnya mengeras. Bukan soal rambutnya, tapi soal harga dirinya. Dia dipermalukan di depan anak buahnya, di kandangnya sendiri, oleh cewek yang paling dia benci.

​"Inget rasa ini," kata Fattah dingin. Suaranya bikin merinding. "Inget muka mereka pas ketawa tadi."

​"Kita mau ngapain Bos? Bakar sekolah mereka?" tanya Ilham emosi.

​"Jangan," Fattah menggeleng. "Itu kriminal. Kita main cantik."

​Fattah berbalik menatap teman-temannya.

​"Minggu depan ada Pentas Seni (Pensi) Besar SMA Pertiwi, kan?"

​"Iya Bos. Katanya bintang tamunya artis ibukota," jawab Oliver. "Roseanna ketua panitianya."

​Fattah menyeringai. Seringai iblis yang lebih menakutkan daripada saat dia gondrong.

​"Kita bakal dateng ke Pensi itu," kata Fattah. "Bukan sebagai tamu. Tapi sebagai mimpi buruk."

​"Gimana caranya? Kita pasti dilarang masuk," tanya Mohan.

​"Kita nggak perlu masuk lewat pintu depan," Fattah menatap tembok pembatas. "Kita punya Harry. Harry, lo bisa mainin wiring listrik panggung kan?"

​Harry (si botak toge) langsung nyengir jahat. "Bisa banget, Bos. Gue bisa bikin lampu panggung meledak sesuai irama lagu."

​"Bagus," kata Fattah. "Kita bikin Pensi Tuan Putri jadi Pensi Kegelapan."

​Sementara itu, di seberang tembok...

​Roseanna duduk di ruang OSIS, menikmati teh chamomile dengan perasaan puas luar biasa.

​"Liat muka mereka tadi?" tawa Raisa. "Ilham kayak bola bowling dikasih nyawa."

​"Lia, lo sadis banget nyukur Ilham sampe licin gitu," komentar Aqeela. "Tapi rapi lho."

​Lia, yang sedang membersihkan clipper-nya dengan alkohol, tersenyum tipis.

​"Dia pantes dapetin itu," gumam Lia. "Biar otaknya dapet ventilasi udara. Siapa tau jadi pinter dikit."

​Tapi dalam hati, Lia mengakui satu hal: Ilham, meski botak dan nyebelin, punya nyali yang gede karena berani ngelawan dia sampe titik darah penghabisan (atau titik rambut penghabisan).

​"Rose," panggil Naura. "Gue liat di CCTV... mereka nggak nangis. Mereka malah kumpul melingkar."

​"Biarin aja," Roseanna meletakkan cangkirnya. "Mereka udah nggak punya taring. Singa kalau udah dicukur, jadinya cuma kucing basah."

​Roseanna salah besar. Singa yang dicukur justru akan mengaum lebih keras karena marah.

​Dan Pensi Pertiwi minggu depan akan menjadi panggung pertempuran yang sesungguhnya.

1
anggita
ikut ng👍like, iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Yel
LANJUT SAMPAI TAMAT KAAAKKK 😍 pengen nabung bab nya karna bab 1 aja sdh rame. semangat thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!