NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Kontrak

Cinta Dibalik Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: DinaSafitri

Alya Gabrielsen terpaksa menikah dengan pria asing demi menyelamatkan status keluarganya. ayahnya, Tyo, bangkrut dan terlilit hutang yang membuatnya hampir masuk penjara. Dengan paksaan sang ibu, Alya mau tak mau rela menikah di usia muda dengan pria yang sama sekali tak ia kenali. Bagaimana kisah Alya? saksikan hanya disini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaSafitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDK. 6

“Siapa yang mau melamar?” tanya Helena dengan raut wajah penuh rasa ingin tahu.

“Pihak dari keluarga Wijaya,” jawab Tyo serius.

Helena terdiam sejenak, berusaha mengingat nama itu. “Bukankah keluarga Wijaya salah satu pebisnis raksasa di kota ini? Tapi nama mereka sudah lama tenggelam sejak beberapa tahun terakhir. Orang-orang pun mungkin sudah melupakan keluarga itu. Dan apa tadi? Melamar? Bukankah mereka pasangan yang mandul?”

Tyo menggeleng pelan. “Entahlah. Tapi tadi siang, Tuan Ethan sendiri yang meneleponku.”

Helena memandangi kedua anaknya sambil bergumam dalam hati. 'Mereka pasangan mandul, mana mungkin punya anak. Kalau pun ada, pasti hanya anak angkat. Mereka juga sudah lama tak muncul di televisi. Aku yakin mereka sudah jatuh miskin. Aku tak sudi anakku menjadi pasangan keluarga miskin. Tidak! Pokoknya anakku harus mendapat orang kaya agar pantas.'

“Mereka pasti orang miskin! Aku tidak mau dijodohkan!” seru Ella lantang, membuat semua mata tertuju padanya. Namun Ella tak peduli. Ia segera beranjak pergi meninggalkan meja makan.

“Sama! Mama juga tidak setuju!” sambung Helena tajam. “Seharusnya anakku mendapat pendamping hidup yang setara. Biar kebutuhannya tetap terpenuhi, sekaligus bisa menguntungkan keluarga ini yang sedang hampir jatuh miskin!”

Kini hanya tersisa dua orang di sana. Alya berusaha menenangkan ayahnya yang tampak terpukul oleh ucapan sang istri.

“Memang benar yang Mama dan Kak Ella bilang, Pah?” tanya Alya penasaran.

“Papa juga tidak tahu, Alya,” jawab Tyo lesu. “Karena keluarga itu memang sudah lama tak pernah muncul di berita. Bahkan kabarnya dulu, perusahaan mereka hilang begitu saja tanpa alasan yang jelas.”

Alya mengangguk pelan. Kini ia mulai memahami.

“Kalau Mama dan Kakak menolak, lalu bagaimana caranya Papa menolak lamaran mereka?”

Tyo menghela napas panjang. “Papa juga belum tahu. Besok saja Papa pikirkan bagaimana caranya menolak mereka. Papa lelah… dan butuh istirahat.”

Ia bangkit perlahan, lalu Alya sigap membantu menopang tubuh ayahnya.

**

Pagi menjelang. Hari ini Tyo berdiri di depan sebuah gedung perusahaan yang menjulang tinggi ke langit. Ia berada di hadapan perusahaan raksasa kedua setelah menghilangnya kabar Wijaya Group.

Tatapannya tertuju pada tulisan besar di atas gedung itu: M.A.W Group.

Perasaannya campur aduk—ragu, takut, namun juga dipenuhi tekad demi menyelamatkan hidup keluarganya. Dengan sisa keberanian yang ia miliki, Tyo melangkah mantap memasuki gedung megah tersebut.

Begitu masuk, ia sempat terpaku. Perusahaan ini justru jauh lebih berkelas daripada miliknya sendiri. Bahkan, dalam hati Tyo mengakui bahwa gedung ini tampak lebih gagah dan mewah dibanding milik Ethan Wijaya dahulu.

Tak heran jika masyarakat menjulukinya sebagai Monster Bisnis.

“Ada yang bisa saya bantu, Pak?” tanya seorang resepsionis dengan senyum ramah.

Tyo tersentak dari lamunannya. “Ah, maafkan saya. Saya ingin bertemu langsung dengan pemilik perusahaan ini,” jawabnya lugas.

“Apakah Bapak sudah memiliki janji temu sebelumnya?”

Tyo menggeleng, membuat resepsionis itu mengangguk paham.

Ia segera menelepon Jayden, menyampaikan bahwa ada tamu yang ingin bertemu. Beberapa menit kemudian, keputusan pun diterima.

“Bapak boleh masuk. Ruangan Tuan Max ada di gedung paling atas.”

“Terima kasih.”

**

“Anda Tuan Tyo?” tanya Jayden memastikan.

Tyo mengangguk. “Benar, saya Tyo.”

“Tunggu di sini. Tuan Max masih ada rapat penting dengan kliennya.”

Tyo mengerti dan memilih duduk di ruang tunggu sambil memegang secangkir kopi yang sudah dingin. Tiga puluh menit berlalu sebelum akhirnya Jayden kembali menghampirinya.

“Silakan masuk. Tuan Max sudah menunggu Anda.”

Tyo memasuki ruangan mewah itu. Di sana, seorang pria matang duduk di kursi kebesaran dengan aura dominasi yang begitu kuat.

Max mendongak, lalu mempersilakan tamunya duduk. Mereka berjabat tangan, dan Tyo segera menjelaskan maksud kedatangannya.

“Katakan intinya saja. Jangan bertele-tele. Saya terlalu sibuk,” ucap Max datar.

Ucapan itu membuat Tyo gugup seketika.

Aura yang dipancarkan Max sungguh luar biasa. Bahkan ruangan ber-AC itu tak mampu menyembunyikan keringat yang mulai bercucuran dari pelipis Tyo.

“Tuan… saya datang karena perusahaan saya sedang mengalami kesulitan keuangan. Saya membutuhkan suntikan dana untuk menyelamatkan perusahaan saya,” ujar Tyo penuh harap.

Max mendengarkan dengan tenang, lalu tersenyum tipis. “Saya bisa membantu… tapi ada syaratnya.”

Mata Tyo berbinar penuh harapan. “Apa syaratnya, Tuan? Saya siap menerima apa saja.”

Max kembali tersenyum. Kali ini senyum itu terasa dingin dan beracun.

“Anda akan mengetahuinya beberapa jam setelah hari ini. Saya tahu semua masalah yang menimpa Anda, dan Anda datang kepada orang yang tepat. Namun semua ini tidak gratis. Ada syarat… yang akan membuat Anda terkena serangan jantung seketika.”

Tyo menelan ludah. “Apa maksud Anda, Tuan?”

Max mencondongkan tubuh ke depan, menatapnya tajam. “Itu saja. Pikirkanlah.”

Suasana seketika menegang. Tatapan Max terasa mencekam, membuat Tyo semakin tidak nyaman. Ia buru-buru berdiri.

“Saya… saya akan memikirkannya kembali, Tuan.”

**

Di sebuah kamar hotel, Ella sedang bersama sang pacar, David. Keduanya baru saja menghabiskan waktu berdua.

Wajah Ella tampak murung, membuat David mengernyit. “Ada apa dengan wajahmu? Kenapa muram begitu?” tanyanya menggoda.

“Huft… bukan itu masalahnya. Dari semua orang yang kutemui, hanya kau yang bisa membuatku tenang, David,” jawab Ella lesu.

“Lalu? Apa yang membuat pacarku ini murung seperti bunga yang belum disiram?” tanya David lagi.

Ella menggeleng. “Tadi pagi, saat sarapan, Papa bilang akan ada orang yang datang ke rumah untuk melamar. Aku yakin itu untukku. Bagaimana ini?” ucapnya gusar.

“Melamar?” gumam David pelan.

Lalu ia tersenyum licik. “Bukankah itu bagus? Orang yang datang pasti orang kaya. Kalau kau menikah dengannya, kau bisa menguasai seluruh hartanya. Begitu dia bangkrut, kita berdua kabur dari kota ini… lalu hidup bahagia bersama anak-anak kita nanti.”

Kata-kata manis itu terdengar indah, namun berbanding terbalik dengan isi hatinya.

David hanyalah pria pemalas yang gemar berfoya-foya. Ia mendekati Ella semata karena gadis itu anak orang kaya yang bisa dimanfaatkan. Namun kabar bahwa keluarga Ella akan jatuh miskin membuatnya mulai enggan berhubungan dengannya.

Meski begitu, ia tetap bertahan karena Ella masih bisa memenuhi segala keinginannya.

Bahkan, ide kotor yang menyeret Ella ke pekerjaan memalukan itu berasal darinya. Ia pula yang meyakinkan Ella agar melakukannya demi mendapat uang lebih banyak.

Lalu ke mana semua uang itu pergi? Tentu saja ke rekening pribadi David. Dengan dalih menabung untuk modal menikah, ia justru menghabiskannya untuk bersenang-senang.

“Tapi…” ucap Ella ragu.

“Apanya yang tapi?” potong David cepat. “Sudahlah, patuhi saja aku, Sayang. Kau ingin segera menikah denganku, kan?” tanyanya dengan wajah memelas.

Ella dilanda kebingungan. Ia mencintai David dan ingin hidup bersamanya. Namun, sanggupkah ia melakukan semua ini?

“Tak ada yang perlu kau pikirkan. Percayalah padaku, dan ikuti saja kata-kataku. Begitu rencana kita berhasil, aku janji akan membawamu pergi dari kota ini.”

Melihat Ella masih terdiam, David terus membujuk tanpa henti.

Pada akhirnya, segala rayuan itu berhasil meluluhkan hati Ella.

“Baiklah… aku akan menuruti rencanamu,” ucapnya lirih.

Senyum lebar pun terukir di wajah David.

1
Neng Nosita
apa yg drencanakan max? apakah pernikahan hanya dijadikan alat bagi mereka yg berkuasa?
Barru Kab
mana kelanjutannya thor
Dina Safitri: OTW yaa🤭
total 1 replies
Neng Nosita
semoga nanti Max mengetahui kelicikan ibu mertuanya
Neng Nosita
wah..siapa tuh?
Neng Nosita
lamaran yang jauh dari kata romantis,...😄
Neng Nosita
sak sek syok pasti si Alya...
Neng Nosita
uuuh..seru thor👍
Dina Safitri: MasyaAllah terimakasih sudah mampir kakak. mohon untuk saran keritikan nya😍

cerita ini masih dalam proses kontrak, begitu kontrak turun aku akan melanjutkan ceritanya. sekali lagi terimakasih karena sudah mampir🙏
total 1 replies
pieyyy
bgs kak, sini mampir bntr kak aku baru keluarin karya baruku, makasihh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!