NovelToon NovelToon
Dicari! Staf Admin Untuk Raja Iblis

Dicari! Staf Admin Untuk Raja Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:291
Nilai: 5
Nama Author: Ichigatsu

Avara hanya staf administrasi biasa di perusahaan finance yang terbiasa bekerja lembur.
Pada satu hari seperti biasa dia lembur seorang diri, lelah dan mengantuk. Saat terbangun, bukannya berada di kantor, dia justru bertransmigrasi ke dunia iblis. Menjadi satu-satunya sosok manusia di sana, Avara harus dicurigai dan hampir mendapat hukuman mati. Namun berkat kemampuannya mengolah data, dia berhasil selamat!
Kini hari-harinya disibukkan oleh pekerjaan administrasi di istana iblis, dan semata-mata bekerja untuk Raja Iblis Fulqentius yang terkenal keji, dingin, dan misterius.
Bisakah Avara bertahan hidup di dunia yang sama sekali asing baginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichigatsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 - Krisis Identitas

Avara memijat pelipisnya. Dia sedang duduk semeja dengan Oxron, Fulton, dan Gaiyus di ruang kerjanya yang tak seberapa luas. Ada secangkir kopi yang telah tandas diminumnya sejak tadi sementara cangkir teh milik ketiga rekannya masih lumayan penuh.

"Jadi selama ini kalian tidak punya kartu pengenal," gumam Avara.

"Itu tidak diperlukan karena kebanyakan dari kami bisa membaca mana, jadi kami bisa saling mengenali."

"Bagaimana dengan orang yang belum kalian kenali? Terutama karena kalian bekerja di istana, dan punya banyak kemungkinan untuk bertemu lebih banyak orang baru."

Baik Oxron, Fulton, maupun Gaiyus diam.

"Apa kau punya ide lagi?" tanya Oxron.

Avara menghembuskan napas panjang sebelum menjelaskan. "Aku ingin membuat kartu pengenal yang menyimpan detail identitas tiap iblis dari nama, wilayah, pekerjaan, status pajak, nomor registrasi, dan tanda tangan. Mungkin bahannya dari kristal sihir tipis. Kita bisa menyimpan identitas biologis seperti mana dan data-data penting lain yang akan terkoneksi dengan database utama kerajaan. Bagaimana menurut kalian?"

Ketiga iblis lelaki itu bergeming sebelum Gaiyus yang selalu terkesan sangat serius, memekik, "Itu cerdas sekali."

Avara tersenyum. "Kalian bisa menciptakannya?"

Oxron tertawa pendek, menyadari banyaknya proyek yang lahir setibanya Avara di kerajaan mereka. "Kita bisa menciptakannya."

...****************...

Seperti sebelumnya, Avara memohon ijin terlebih dulu pada Fulqentius untuk melaksanakan proyek baru mereka, mengganggunya di saat dia selalu repot dengan berkas-berkas yang harus dicek dan ditandatangani.

"Apa yang ingin kau buat?" Fulqentius menanyakan nama kartu yang dimaksud Avara.

"Sementara ini kami menamainya Segel Identitas Mana, atau SIM."

Fulqentius mengernyit. Dia jelas tidak terbiasa dengan akronim yang dipaksa Avara bawa dari dunianya.

"Sekalian kami ingin meminta ijin membuat keramaian untuk sementara waktu."

"Keramaian?"

...****************...

Di salah satu sudut gerbang masuk istana, berdiri sebuah posko; Kantor Registrasi Penduduk. Di dalamnya duduk berjajar Avara, Oxron, Fulton, Gaiyus, dan beberapa iblis muda lain yang bekerja sebagai intern. Di hadapan mereka telah berkerumun penduduk iblis yang segera membentuk antrean untuk mengambil formulir yang dijelaskan cara pengisiannya oleh Avara. Gadis itu sungguh terbantu berkat pena sihir pemberian Gaiyus yang membantunya menyalin isi formulir dengan cepat dan sesuai keinginannya.

Para iblis muda berteriak mengarahkan penduduk iblis yang telah selesai mengisi formulir agar berpindah antrean ke depan meja Oxron, Fulton, atau Gaiyus. Namun ternyata mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk membaca dan memahami formulir buatan Avara yang sangat 'manusiawi'.

Avara perlu turun tangan untuk menjelaskan kembali, dan butuh baginya untuk berteriak, "Tolong isi huruf kapital semua!"

Agaknya si gadis manusia telah benar-benar kehilangan rasa takut dan segannya di sana.

Tiga sekawan iblis dalam tim IT Avara berperan menginput data hasil isian penduduk iblis dari formulir ke dalam database dan melakukan perekaman sidik mana maupun foto diri dan aura. Mereka menikmati waktu yang mereka habiskan untuk bercakap-cakap sebentar dengan para penduduk dan menjawab semua pertanyaan mereka terkait proyek besar yang digagas Avara. Setelah semua proses selesai, dilakukan pencetakan kartu segel yang memuat data diri dan mana dalam bentuk pola cahaya yang akan memunculkan huruf melayang saat dipindai.

Semua iblis di sana berseru WAAAH saat pertama kali melihat hasilnya, membuat mereka tidak sabar ingin segera memiliki kartu milik mereka sendiri.

Di kejauhan, di dalam istana, Fulqentius berjalan diikuti Oriole. Tatapan sibuknya jatuh pada keramaian yang diciptakan Avara dan kawan-kawan, membuatnya bertanya-tanya seberapa gaduh keadaan aslinya di sana.

Sebelumnya mereka sudah memperkenalkan segel identitas itu padanya, menjadikan Fulqentius sebagai iblis pertama yang datanya disimpan dalam database. Sang raja iblis tidak bisa menanggulangi kekagumannya pada hasil kerja keras para anak buahnya meski telah mati-matian menyembunyikannya; dia berkali-kali mengelus permukaan kartu itu.

"Dengan adanya SIM, pajak akan lebih akurat, logistik lebih rapi, tentara dan staf terdata dengan benar."

"Dengan ini aku tahu semua rakyatku?"

"Bukan tahu segalanya, hanya.. agar tidak ada yang terlupakan," ucap Avara.

Fulqentius diam.

"Kerajaan seharusnya memang seperti itu."

Namun para Lord tidak berpikir demikian. Kebanyakan dari mereka protes, "Rakyatku tidak perlu didata kerajaan!" Mereka lebih suka para iblis yang hidup dalam kekuasaan mereka bertahan sebagaimana adanya; bebas dan liar.

Meski begitu dukungan datang dari Archdemon Navarro yang mengurus bagian Pertahanan. "Ini ide yang cemerlang. Saat dibutuhkan, aku bisa tahu berapa banyak prajurit yang bisa disiagakan dan diberangkatkan untuk berperang. Aku penasaran oleh manusia yang menjadi penggagas ide ini. Jika Your Majesty ijinkan, saya ingin bertemu dengannya di lain kesempatan."

Komentar yang baik juga datang dari Archdemon Arsip, Azelion, yang mengagumi cara berpikir Avara yang menurutnya berada jauh di depan. Tidak henti-hentinya iblis wanita itu membolak-balikkan segel identitas milik Fulqentius, merasakan massa kartu dari kristal sihir itu di tangan dan merasakan permukaan halusnya yang telah dipikirkan dengan matang. "Manusia ini tidak bisa kita remehkan," katanya memutuskan.

Fulqentius tidak bisa lebih senang daripada ini, meski seperti biasa dia tidak pernah menunjukkannya sedikit pun.

"Segera bentuk kantor registrasi di masing-masing kota agar pembuatan segel identitas bisa segera menyeluruh," pesan Fulqentius pada Oriole selepas dia menyuruh pergi semua iblis yang berani mendatanginya di istana.

"Bagaimana dengan para Lord yang tidak sepakat, Your Majesty?"

"Biar para Duke yang mengurus mereka, atau jika perlu biar aku yang turun tangan sendiri."

Oriole memberi hormat. "Akan saya pastikan itu tidak perlu terjadi, Your Majesty."

...****************...

Avara telah mendengar keputusan Fulqentius untuk mengembangkan segel identitas hingga ke seluruh pelosok negeri. Dengan itu dia dan timnya bersiap untuk menyokong rencana sang raja dengan mempersiapkan segala hal termasuk bahan baku pengadaan segel identitas. Mereka membuat sebanyak mungkin kartu dari kristal sihir, dan menata panduan bagi para teknisi di masing-masing kantor wilayah, tidak peduli harus lembur untuk yang ke sekian kali.

Avara masih sangat bersemangat saat tiba-tiba Fulton berderap kembali ke ruang kerjanya dengan wajah pias dan tangan kosong. Dia bilang dengan suara terlampau lirih, "Kristal sihirnya habis."

Itu tidak mungkin, pikir Avara. "Bukankah kita masih punya stok sekitar ratusan kristal lagi?"

Fulton menggeleng. "Tidak ada di gudang dan tidak ada di manapun."

Avara, Gaiyus, dan Oxron berpandangan. Mereka sudah sangat berhati-hati agar tidak membuang sedikit pun bahan baku, jadi tidak mungkin tanpa sadar mereka menghabiskan semua kristal sihir yang tersedia di istana.

"Kita mencatat jumlah semua kristal yang kita gunakan, kan?" yakin Avara.

Gaiyus mengangguk. "Sesuai petunjukmu."

"Jadi, ke mana perginya ratusan kristal itu?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!