NovelToon NovelToon
In Between Us

In Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:256
Nilai: 5
Nama Author: Hhj cute

Menceritakan tentang Nathan, Fabian, dan Natalie, tiga orang sahabat yang saling menyayangi.

Nathan terlahir dari keluarga yang harmonis dari lahir. Keluarganya yang menyayanginya penuh dengan. kehangatan, tanpa tidak pernah memberikan kasih sayang kurang. Meskipun terlahir dari kalangan keluarga yang sederhana, keluarga mereka terkenal dengan keharmonisan dan kehangatan yang selalu hadir.

Fabian, seorang anak yang terlahir kaya sedari kecil. Ia berasal dari keluarga yang broken home. Kedua orang tuanya yang punya selingkuhan masing-masing, kerap. membuatnya kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya. Hidup berkelimang harta tak membuatnya benar-benar merasakan apa itu hidup tanpa kehadiran kedua orang tuanya.

Sedangkan Natalie, kehidupannya hampir sama dengan fabian. Bedanya ia di tinggal sendiri.

Persahabatan yang mereka jalin cukup erat. Hingga sering berjalannya waktu, dua jiwa yang saling buta arah bersatu menjadi sebuah takdir yang tak pernah tertulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hhj cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

Dua minggu kemudian. Hari ini adalah hari di mana Natalie keluar dari rumah sakit. Ia di jemput oleh Fabian, karena Nathan ada urusan sama keluarganya katanya. Jadilah yangg menjemputnya adalah Fabian.

Padahal sebelumnya ia sudah bilang pada mereka berdua—kalau ia bisa pulang sendiri. Tapi mereka keukeh untu menjemputnya. Alasannya sih karena nggak mau ia sendirian, padahal kenyataannya memang merekanya aja yang ingin bolos.

Dan soal hubungannya dengan Arya, sudah berakhir beberapa hari yang lalu. Alasannya simpel, Arya nggak mau Natalie deket-deket sama Nathan dan Fabian. Arya cemburu kalau ia dekat-dekat dengan Nathan dan fabian. Tapi bagaimana lagi? Mereka berdua nggak mau jauh-jauh darinya barang semenit. Kayak anak ayam yang takut kehilangan induknya, yang selalu menempel ke mana-mana.

Bahkan ia di suruh memilih antara sahabatnya atau pacarnya. Ya jelas ia milih sahabatnya lah. Karena bagaimanapun dirinya dan Arya hanya kenal selama tiga bulan, itu pun setelah satu minggu kenal langsung ajak pacaran.

Sedangkan Nathan dan Fabian, ia sudah mengenal mereka berdua lebih dulu. Bahkan udah jauh sebelum ia mengenal Arya. Apalagi selama ini yang selalu ada di sampingnya hanyalah Nathan dan Fabian, nggak ada yang lain. Jadi ia lebih memilih keduanya.

Saat ini, Nathan sedang menunggu Fabian di depan rumah sakit. Tadi saat di telpon bilangnya udah hampir sampai. Tapi sudah beberapa menit ia menunggu, belum juga datang. Kakinya sampai kesemutan di buatnya.

"Ian masih di mana, sih." Natalie bolak-balik mengecek jam di handphonenya.

Tin … Tin …

Sebuah mobil berhenti tepat di depannya. Dengan tas di bahunya, ia masuk ke dalam mobil. Di dalam ia melihat Fabian yang hanya tersenyum kepadanya, seolah merasa puas membuatnya menunggu begitu lama.

"Lo dari mana aja sih. Lewat planet mars Lo," sebal Natalie.

"Ya maaf. Jalanan macet. Kan Lo tau sendiri kalau pagi gini suka macet," ucap Fabian.

"Ya, ya, ya. Gue percaya," ucap Natalie sambil menyenderkan punggungnya ke sandaran mobil.

Fabian melajukan mobilnya setelah memasangkan seat belt mobil untuk Natalie. Sebenarnya ia tahu kalau Natalie bisa memasangnya sendiri. Tapi sesekali bantu pasangin nggak apa-apa, kan?

Natalie menyetel musik sedikit keras. Mengikuti irama musik melalui dengan lirih. Meskipun tak begitu terdengar, suara merdu Natalie mengalun lembut di pendengarannya.

"Ian,"

"Hmm."

"Gue punya pacar."

Mendengar ucapan Natalie, Fabian mengerem mobilnya mendadak. Membuat kening mulus Natalie mencium dashboard mobil dengan keras, hingga menciptakan benjolan berwarna ungu kebiruan.

"Sshh, sakit tau," omel Natalie sambil mengusap dahinya.

Fabian tak mengindahkan omelan Natalie, ia menatap tajam sahabatnya itu—membuat suasana di dalam mobil sedikit panas.

"Sejak kapan?" tanya Fabian penuh tekanan.

"S-sejak tiga bulan lalu," cicitnya.

Fabian langsung menancap gasnya. Ia mengendarai mobil secara ugal-ugalan. Tangannya mencengkram erat stir mobil. Rahangnya mengeras. Wajahnya memerah padam. Darahnya mendidih, menahan gejolak amarah.

Natalie tak berani menatap wajah sahabatnya itu. Ia memilin bajunya. Secara tak sadar mengigit bibir bawahnya. Jujur, ia merasa takut sekarang melihat Fabian marah. Ini adalah kali pertamanya ia melihat seperti ini.

"Ian …, Lo marah?" tanya Natalie dengan lirih.

Fabian tak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia hanya fokus melihat ke depan. Tangannya semakin mengeratkan pegangannya. Urat-urat tangannya menonjol dengan tak sopannya.

"Ian, maaf."

Sepanjang jalan, Fabian mendiami Natalie. Tak ada jawaban. Tak ada candaan. Hanya keheningan dan suasana panas yang menemani perjalanan keduanya.

Mobil mereka akhirnya sampai di depan rumah Natalie, Fabian memarkirkan mobilnya di depan garasi. Membuka pintu samping dengan sedikit kasar.

"Ian, maaf," ujar Natalie yang entah ke berapa kalinya.

"Gue juga udah putus kok sama dia. Serius, kalau nggak percaya Lo bisa kok cek hp gue." Natalie memegang tangan Fabian, menyerahkan handphonenya.

"Siapa?" kata Fabian akhirnya.

"Arya, anak kelas sebelah."

Fabian mengatur napasnya, mencoba meredakan amarahnya.

"Kenapa Lo pacaran sama dia? Lo tau kan, kalau Arya tuh playboy kelas kakap. Bahkan terkenal karena sering gonta-ganti pacar!"

"Iya, gue tau."

"Terus kenapa masih mau di ajak pacaran kalau Lo udah tau!" bentak Fabian.

Ia mengusap wajahnya kasar saat kelepasan membentak Natalie. Dengan segera ia memeluk tubuh sahabatnya itu.

" Sorry, gue nggak bermaksud bentak Lo."

Natalie menggelengkan kepalanya dengan cepat."Nggak. Lo nggak salah, gue yang salah. Harusnya gue ngasih tau Lo dari dulu," sanggahnya.

"Nata, Lo tau kan kenapa gue bertindak implusif sama Lo kayak tadi. Gue cuma takut. Takut Lo di sakitin sama mereka. Gue nggak mau Lo kenapa-napa. Gue nggak rela, sahabat gue yang udah gue jaga di mainin perasaanya sama cowok nggak bener di luaran sana."

"Iya, gue tau kok. Gue ngerti," ucap Natalie.

Natalie mengusap punggung Fabian yang bergetar. Bahunya basah karena air mata. Ia tahu, alasan Nathan dan Fabian selalu menjaganya selama ini adalah karena mereka nggak mau dirinya tersakiti. Ia juga cukup sadar diri kalau selama ini selalu menyusahkan mereka berdua.

Maka dari itu, sekarang ia ingin membalas semua kebaikan keduanya. Natalie berjanji, akan selalu di samping keduanya bagaimanapun keadaannya.

Fabian melepas pelukan mereka, menatap ke arah kening Natalie yang berwarna biru keunguan.

"Apa ini sakit?" Fabian mengusap lembut dahi Natalie.

"Ya, menurut Lo?" ucap Natalie nyolot.

"Hehe, ya sorry. Habisnya Lo bikin gue kaget sih."

"Oh iya, berapa lama Lo pacaran sama dia?" lanjutnya sambil mengikuti langkah Natalie.

"Tiga bulan."

"Ih, jahat. Masa gue nggak di kasih tau kalau Lo udah punya pacar. Padahal kan gue mau saingan sama Lo," ujar Fabian.

"Dihh, emang Lo punya pacar? Lagian ya, gue udah putus kali sama tuh cowok," sarkas Natalie.

"Ya, nggak punya sih. Udahlah nggak usah bahas pacar-pacaran, capek gue."

Fabian merebahkan tubuhnya di karpet bulu yang ada di depan sofa, menghadap langsung ke arah tv. Tangannya sibuk menggulir siaran tv pagi itu, mencari film yang menurutnya menarik. Hingga akhirnya, guliran itu berhenti di sebuah kartun animasi dua bocah kembar botak.

"IAN. LO MAU MAKAN NGGAK? GUE MAU MASAK NASI GORENG, NIH!" teriak Natalie dari arah dapur.

"MAU! PUNYA GUE JANGAN PEDAS-PEDAS." balas Fabian.

"OKE."

Fabian mengubah posisi tidurnya menjadi setengah duduk. Menyandarkan kepalanya pada meja di belakangnya. Sesekali tertawa saat melihat kelakuan lucu yang di peragakan kartun itu.

"Makanan datang!" seru Natalie dari arah dapur.

Di tangannya terdapat nampan yang berisi nasi goreng dan jus jeruk. Perpaduan yang sangat cocok untuk dinikmati pagi hari. Apalagi kalau sambil memandangi hujan, di temani gorengan. Beuhh, rasanya nikmat!

.

.

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!