Pernikahan Arga dan hana awalnya tampak sempurna. Sepuluh tahun kebersamaan, satu ikatan suci, dan kepercayaan yang tak pernah ia ragukan. Hingga suatu hari, Arga menemukan kebenaran yang menghancurkan seluruh hidupnya—istri yang ia cintai ternyata adalah perempuan yang diam-diam menjadi kekasih dari satu-satunya darah daging yang ia miliki: abang kandungnya sendiri. Perselingkuhan itu bukan terjadi semalam. Ia tumbuh perlahan, berakar dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Setiap senyum yang Arga kira tulus, setiap pelukan yang ia anggap rumah, ternyata menyimpan pengkhianatan yang terencana. Di antara dosa, rasa bersalah, dan luka yang tak terucap, Arga terjebak dalam dilema: mempertahankan pernikahan yang sudah tercemar, atau melepaskan semuanya—termasuk ikatan saudara yang sejak kecil ia jaga dengan nyawa. Ketika kebenaran terungkap, tak ada lagi yang benar-benar menjadi pemenang. Karena terkadang, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari orang asing, melainkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruang senandika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menunggu
" Aku dulu pernah berkata pada seseorang... Jangan takut kehilangan karena masih berada di langit yang sama, dan suatu saat pasti akan bertemu kembali'..." Ucap arka
Arka tersenyum masih terus memandangi langit penuh bintang itu. Mengingat di mana dulu ia mengatakan hal tersebut pada orang tersayang nya, yang tak lain adalah adik nya.
" Siapa orang itu...?" Tanya Hana
Hana yang mendengar merasa penasaran dan tak tahan untuk bertanya. Arka tersenyum dan membasahi bibir nya sejenak, lalu menatap hana, begitu pun dengan Hana yang menatap arka.
Mereka bertatapan cukup lama. Hingga akhirnya arka mulai berbicara.
" Adik ku..." Ucap arka membuat Hana termenung mengingat bahwa dulu arka pernah bercerita memiliki adik. Hana baru ingat kembali sekarang.
" Sayang.." ucap arka
" hm..." Jawab Hana Panggilan khusus itu selalu berhasil menghangatkan hati hana. Selalu nyaman dan tenang, itulah yang Hana rasakan jika bersama hana.
" Menurut mu jika seseorang mengingkari janji, apakah ia pantas di maafkan ? " tanya arka kepada hana
" Tergantung..." Jawab Hana membasahi bibir nya sejenak dan kembali menatap arah langit. Sedangkan arka terus menatap sang kekasih menunggu hana melanjutkan perkataannya.
"Jika mengingkari karena suatu hal,itu pantas di mengerti... Namun jika di sengaja, itu berbeda lagi..." Jawab Hana
"Dan menurut ku akan sulit memaafkan seseorang yang sengaja mengingkari janji..." Ucap Hana kembali membawa arka terdiam mendengar perkataan hana yang terakhir.
Bagaimana pun ia tetap salah satu orang yang telah mengingkari janji, apalagi telah memberi harapan. Dan itu kepada adik nya sendiri.
#
Arga berada di balkon nya memandang langit yang di penuhi bintang. Dengan susu coklat hangat di tangannya. Sama seperti arka.
Arga pun juga terus memandangi langit dengan pikiran yang melayang jauh. Selalu ketika Arga menatap langit, ingatan nya langsung menuju pada ucapan sang kakak. Arga merindukan kakaknya, namun juga marah karena sang kakak mengingkari janji.
" Tidak usah kembali brengsek!... Aku tidak membutuhkan mu...!" Ucap Arga dengan tatapan yang tadi nya marah berubah menjadi sendu dalam sekejap. Hati nya tidak ingin mengatakan hal itu, namun karena terlanjur kecewa, arga bisa apa.
"Kalian jahat!... Dasar pembohong...!" Ucap Arga dengan satu tetes air mata terjatuh. Arga salah satu orang yang sangat jarang menangis. Apalagi terkenal dengan kenakalan nya, jadi apa kata orang jika Arga orang yang gampang menangis.
Bertahun-tahun Arga menunggu,tapi hal yang ia tunggu tidak kunjung datang. Arga juga kecewa pada diri sendiri yang terlalu mengharapkan. Padahal janji belum pasti akan di tepati.
Janji hanya manis saat terucap di mulut. Tak mau berlarut dalam kesedihan. Pikiran Arga langsung tertuju pada perkataan mommy nya tadi. Di jodohkan dengan hana, Arga senang akan itu. Arga sadar bahwa dulu ia mencintai hana. Dulu mereka masih kecil jadi belum tau apa itu cinta.
Namun beranjak dewasa setelah kedua nya berpisah, arga menyadari bahwa ia mencintai teman kecil nya itu. Keberuntungan ternyata di pihak nya, sebentar lagi ia akan bertemu hana dan bahkan langsung menjadi pasangan hana. Arga sungguh mengharapkan hal itu. Selama ini tidak ada orang yang menarik bagi nya selain teman kecil nya itu.
Selama ini pula, arga menunggu cinta nya datang. Itulah kenapa arga tidak pernah berkencan walau banyak pria dan wanita yang menyukainya. Hanya Hana yang mampu menggetarkan hati nya.
"Aku akan langsung menyuruh mommy untuk menikahkan ku dengan hana..." Gumam Arga dengan senyum Arga terbentuk lebar hingga ia terlihat begitu manis. Apalagi kini pikiran nya memikirkan kenangan nya dulu dengan arga.
"Ah aku jadi ingin merasakan bibir itu lagi..." Gumam Arga. Benar, Arga memikirkan hal yang tidak-tidak. Dulu mereka memang sering saling mengecup bibir,maklum mereka masih polos dan menganggap hal itu biasa saja.
"Aghh! Aku bisa gila karena mu hana...!" Ucap Arga tersenyum-senyum tidak jelas, terlihat seperti orang tidak waras.
Arga tersenyum-senyum tidak jelas, terlihat seperti orang tidak waras. Namun seperti inilah jatuh cinta. Bisa tersenyum walau hanya memikirkan nya. Arga langsung berjalan menuju lift dan turun untuk menemui sang mommy yang sedang menonton film.
"Mommy...!" Ucap Arga sembari berteriak. Nyonya mira mengkerling malas mendengar teriakkan sang anak, bisa di pastikan anak itu akan meminta sesuatu.
" Mommy..!" Teriak Arga kembali
" Tidak usah berteriak..." Ucap nyonya mira sembari menatap kearah Arga
" Hehe..." Ucap Arga hanya menampil sederet gigi nya dan melanjutkan langkah mendekati sang mommy. Arga langsung mendudukkan diri di samping sang mommy dan memeluk mommy nya. Diam-diam nyonya mira tersenyum melihat kemanjaan anak nya, dan tangannya terangkat membalas pelukan sang anak dan mengelus lembut punggung anak nya.
"Ingin apa hm... Mobil baru? Ponsel baru? atau game baru mungkin...?" Tanya nyonya mira Karena nyonya mira tau jika permintaan arga tak jauh-jauh dari apa yang Arga sukai.
Barang-barang mahal lah yang sering Arga minta. Namun nyonya mira mengerutkan keningnya saat melihat respon arga yang malah menggeleng. Tidak biasa nya.
"Aku ingin segera menikah dengan Hana.... Jadi tidak usah ada pertunangan..." Ucap Arga dengan semangat menggebu. Senyum nyonya mira mengembang, dalam hati terkikik geli.
Ternyata anak nya sudah tidak sabar untuk menikah, nyonya mira tidak pernah menyangka hal ini.
"Oh anak mommy sudah tidak sabar menikah hm...?" Goda nyonya mira sembari menaik turunkan alis nya. Arga yang melihat itu langsung merasa malu.
"Aish mom... Aku mencintai hana sudah lama..." Ucap Arga
"Baiklah baiklah... Jika seperti itu, dalam waktu dekat kita akan ke Jepang..." Ucap Mira nyonya mira tersenyum menatap arga.
" Benarkah...?" Tanya arga dengan mata yang langsung terbinar.
" Tentu... Apapun untuk anak mommy..." Ucap nyonya mira sembari mengangguk dengan senyuman manis mengembang.
#
" Bagaimana dengan Arga..." Tanya tuan juna
"Dia setuju dan bahkan ingin segera di nikahkan..." Ucap seseorang yang tak lain adalah nyonya ayu. Tuan Juna tersenyum kesenangan, inilah keinginan nya sejak dulu.
Berbesan dengan keluarga Mishima adalah impian nya. Ini bukan tentang perusahaan, namun karena ia ingin anak nya bersama orang yang tepat.
" Hana juga tidak menolak... Kau tau kan kalau mereka memang saling mencintai..." Ucap tuan Juna dengan senyuman manisnya
" Benar... Arga juga mencintai Hana hingga saat ini belum pernah berkencan... Bagaimana dengan anak mu,apa Jennie memiliki kekasih...?" Tanya nyonya mira lewat sambungan telepon dengan tuan juna.
Senyum tuan juna memudar. Inilah yang menjadi kesulitan nya. Kehadiran arka sungguh menjadi beban saat ini.
Seharusnya sadari dulu ia bisa lebih tegas menjauhkan Hana dari arka.
" Hana memiliki kekasih... Tapi kau tenang saja.mereka akan segera berpisah,aku akan jamin itu. Karna bagiku calon menantu ku itu Arga ucap tuan Juna meyakinkan nyonya mira