Dania, seorang gadis yang akhirnya melakukan perjalanan waktu dan pindah ke dalam tubuh seorang putri kekaisaran yang sangat disayang dan dicintai oleh kaisar, permaisuri dan juga saudara-saudaranya.
dia adalah Diana deniela.
kekaisaran deniela dikenal sebagai kekaisaran yang lemah, miskin, dan bahkan rakyatnya serta prajurit-prajuritnya hidup susah.
tetapi walaupun begitu, walau kekaisaran deniela ini adalah kekaisaran yang kecil, tapi kekaisaran kekaisaran besar di luar sana, tak ada yang berani mengincar kekaisaran kecil ini. tak ada yang mau merebut atau menjatuhkan kekaisaran ini, karena alasannya tanah kekaisaran ini semuanya gersang.
bahkan, kalaupun harus mendapatkan wilayah kekaisaran deniela yang tidak seberapa, juga tidak akan bisa membuat kehidupan kekaisaran lainnya menjadi makmur.
tetapi jangan salah, walaupun kekaisaran kecil ini miskin, tetapi para penduduknya sangat setia. mereka dengan senang hati memikul semua beban kekaisaran dan saling berlomba-lomba.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hayu Nissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. kembali
kini semuanya tampak membakar ikan masing-masing, yang ukurannya memungkinkan membuat mereka kenyang. dan setelah membakar ikan-ikan itu, semua orang pun langsung menyentapnya dengan lahap, walaupun tidak ada bumbu tambahan lainnya.
sementara Putri Dania yang melihat itu juga terpaksa menghabiskan makanannya. karena dia tidak mungkin mengeluarkan pergumulan dari dalam ruang dimensi miliknya, yang tentu saja diambil dari supermarket dan dapur miliknya.
(hah!! terpaksa harus makan ikan hambar ini. tapi tidak apa-apa.. yang penting kenyang dulu. dan ikan-ikan itu nanti, setelah diambil sebagian untuk dimasak, ikan-ikan ini harus dibersihkan dan dijadikan ikan asin. Sss... tapi, kalau membuat ikan asin, harus ada banyak garam. sementara, di tempat ini masih belum ada garam.. dan garam sangatlah lengkap.. ) batinnya dengan mulut yang sibuk mengunyah. tapi pikirannya terus mengeluarkan inovasi-inovasi sederhana untuk mengembangkan kekaisaran ayahnya.
(tapi tenang saja.. air laut tidak terlalu jauh. nanti, aku bisa membuat garam dari air laut saja.) senyum di bibirnya pun langsung terbit. dan dengan cepat mereka semua menghabiskan makanan mereka. karena tubuh mereka juga sudah mulai gatal-gatal.
Mereka ingin cepat-cepat pulang dan membersihkan diri. tetapi hal yang menjadi kendala lagi, di tempat pemukiman mereka, keberadaan air sangat dihargai. jadi kemungkinan, warga itu mandi hanya dengan melap saja bagian-bagian tubuh mereka dengan menggunakan kain. dan tak pernah mandi dengan menggunakan satu sampai 10 gayung air.
Sekitar 20 menit, mereka istirahat dan menikmati makanan mereka, akhirnya selesai juga.
"bagaimana.? Kita lanjutkan perjalanan pulang. Dan ikan-ikan ini .--" tiba-tiba dia berpikir, kalau air di tempat pemukiman itu sedang di hemat.
"bagaimana kalau ikan-ikan ini, kita bersihkan di sini saja ? Soalnya, kalau kita bawa dan bersihkan di pemukiman, air tidak cukup." ujarnya.
"betul itu nona. Kalau begitu, kita bersihkan di sini saja. Dan menggunakan air laut."
"kalau begitu kita langsung bekerja saja.. biar cepat selesai.!!" akhirnya mereka semua pun bekerja sama dan mulai membersihkan ikan-ikan itu. Untung saja mereka sudah tahu cara membersihkan ikan yang telah diajarkan oleh Putri Dania tadi.
sebagian ada yang membuang sisiknya, dan sebagian lagi ada yang membelah dan mengeluarkan isi perutnya. sementara sebagian lainnya, mereka mencuci ikan-ikan itu dan kembali memasukkannya ke dalam karung dan juga keranjang keranjang yang ada di sana.
"nona! semua ikan-ikan ini sepertinya tidak akan cukup untuk kita semua. bagaimana kalau kita utus beberapa prajurit untuk memberikan kabar ini kepada kaisar. nanti biar kaisar memberikan tambahan tempat, atau orang lagi untuk membawa ikan-ikan ini." tutur salah satu prajurit dengan bijaksana.
Putri Dania yang mendengar itu mulai mengamati seberapa banyak ikan yang mereka dapatkan, dan seberapa banyak orang yang harus dikenyangkan perutnya.
"kurang sih! kalau begitu, teman-teman pengawal siapa yang ingin dan bersedia untuk kembali ke pemukiman. dan memberikan kabar ini kepada kaisar. dan juga jangan lupa bawa tempat yang banyak, karena kita akan panen dan cuci ikan ini di sini." ucap Putri Dania.
"kami saja yang pergi nona!! lagi pula, kami tidak bekerja." ucap salah satu pengawal yang berjaga. para gadis-gadis itu juga menganggukkan kepala.
"betul nona! sebagian dari kita juga, kembali bersama para pengawal. dan membawa ikan-ikan yang telah dibersihkan ini untuk langsung diolah. apalagi, mungkin malam nanti kita tidak punya stok makanan yang harus dinikmati." Putri Dania yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya.
"kalau begitu kalian pergilah! dan segera selesaikan ikan-ikan itu dan bawa langsung. biar ibu-ibu memasaknya dengan cepat. barangkali, saat ini di pemukiman masih belum ada yang makan siang." mendengar itu, tiga pengawal langsung bersemangat. dua gadis kekaisaran pun memutuskan untuk ikut bersama dengan para pengawal itu untuk kembali ke pemukiman.
hal itu dilakukan tentu saja untuk membantu pekerjaan lainnya. setelah selesai dan sekitar satu keranjang dan juga satu karung ikan yang telah dibersihkan, para pengawal itu langsung memikulnya di atas bahu. dan langsung berpamitan pergi dengan cepat.
setelah kepergian pengawal-pengawal itu, di sana Putri Dania mulai mencari daun-daunan lagi yang bisa digunakan untuk menampung ikan-ikan tersebut. biar kalau mereka datang nanti, ikan-ikan ini sudah selesai ditangkap dan juga sudah selesai dibersihkan.
tapi sayang, memang pada dasarnya wilayah ini sangat tandus dan gersang dan bahkan tak menumbuhkan sehelai daun apapun. dan daun pohon yang ditanam secara cepat itu pun memiliki daun yang tidak besar sehingga tidak bisa digunakan.
(tidak ada pilihan lain.. aku harus mengeluarkan terpal dari dalam ruang dimensi..) Putri Dania pun langsung mendekati pohon. dan jaraknya tentu saja sedikit jauh dari para pengawal dan gadis-gadis kekaisaran lainnya yang sedang membersihkan ikan.
di sana dia langsung mengeluarkan terpal tebal tanpa diketahui oleh siapapun. dan langsung menggelarnya di atas tanah berpasir yang ada di sana. dan tentu saja berada di bawah pohon yang rindang dan teduh itu.
setelah itu Putri Dania langsung bergegas kembali.
"cepat!! ikan-ikan yang telah dibersihkan langsung letakkan saja di atas terpal itu. dan sebagian lainnya, kita akan menangkap ikan lagi." sementara waktu masih terang tentunya, menurut Putri Dania ini masih sangat sempat bagi mereka.
*******
sementara di pemukiman warga, pengawal yang memilih untuk memikul ikan yang dibersihkan itu langsung berteriak dari kejauhan.
"yang mulia!! yang mulia!!" mendengar teriakan dari para pengawal yang datang, kaisar sander yang tahu kalau putrinya masih berada di luar langsung menjadi panik.
"di mana putriku!! mengapa kalian kembali sendiri!!" kaisar sander pun langsung menanyakan putrinya terlebih dahulu. sementara pengawal yang membawa ikan itu langsung meletakkan karung tersebut sambil terengah-engah.
"tenang dulu yang mulia! masih banyak pengawal yang menjaga Putri dania. kami datang dan pulang dengan cepat juga atas perintah Putri Dania."
"betul yang mulia!" sambung gadis kekaisaran yang ikut itu.
"lihatlah yang mulia.. kami tadi pergi ke pantai. dan Putri Dania memberikan makanan ajaib yang menarik perhatian ikan-ikan itu. dan kami berhasil menangkap banyak serta membersihkannya di sana. Putri Dania berpesan untuk menyampaikan hal ini kepada Anda yang mulia. dan sekaligus mengutus beberapa warga lagi sambil membawa keranjang atau karung yang besar sebagai tempat ikannya." tutur pengawal itu dengan penuh semangat.
penasehat Kenneth yang selalu mengikuti langkah kaki kaisar langsung menatap takjub. bagaimana tidak, ikan-ikan ini tentu saja sangat sulit didapatkan, dan bahkan hampir seluruh kekaisaran tak ada yang mengkonsumsi ikan dari laut. bahkan ikan sungai saja harganya sangat mahal, dan bahannya orang-orang yang memiliki kedudukan yang bisa menikmatinya.