Rumi terlempar ke dunia otome game yang sedang digandrungi. Tapi, dia bukan tokoh utama wanitanya.... Dia cuma seekor kucing!
Berbekal pengetahuan akan seluruh akhir cerita bersama tiga pangeran, Rumi bertekad mengatur jalur romansa agar semuanya berakhir bahagia.
Namun, kehidupan tidak pernah sesederhana permainan game....
Tiga pangeran berarti tiga jalan hidup. Tiga pilihan. Dan hubungan yang perlahan menghancurkan dari dalam.
Apakah yang dia ketahui masih cukup? Ataukah, pada akhirnya Rumi tidak bisa melakukan apa-apa....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rootea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 4 - Hidup Baru??
Waktu berlalu begitu cepat di sini. Tanpa terasa sudah hitungan bulan.
Tidak perlu waktu lama untukku menyimpulkan bahwa ini—tempat ini, orang-orang ini—bukan mimpi.
Pasalnya, aku sungguhan lapar dan sungguhan makan (juga sungguhan buang air). Selain itu, ini sudah terlalu lama dan semakin banyak orang yang kutemui.
Bagaimanapun aku sering bermimpi secara komprehensif (vivid dream, lucid dream, sebut saja) ini… beda level. Seberapapun mabuknya, aku pasti terbangun begitu cahaya matahari masuk dari jendela kamar.
Mimpi macam apa yang memakan waktu berbulan-bulan (yah walaupun ini waktu ‘di sini’).
Semakin dipikirkan, yang paling masuk akal memang ini bukan mimpi, tapi aku masuk ke dunia lain. Isekai. Masuk ke dunia game. Sungguh tema yang populer untuk cerita fiksi dan tak ada habisnya seperti jamur.
Jadi—sebenarnya aku enggan berpikir begini, tapi—sepertinya aku terjebak di sini.
Tidak tahu karena apa. Tidak tahu untuk apa. Tidak tahu apa yang terjadi dengan diriku yang asli.
Apa aku bisa kembali? Apa aku ingin kembali?
Lucunya, aku tidak ingin mengiyakan pertanyaan terakhir. Tidak berminat memikirkannya secara serius.
Jadi, tahu-tahu saja sudah berbulan-bulan berlalu.
Orang bilang waktu terasa cepat saat hidupmu nyaman.
Tidak kupungkiri, kehidupan di sini tidak buruk. Sangat baik, malah. Jauh lebih baik dari hidupku sebelumnya….
Contohnya saja makananku lebih mewah dibanding saat aku hidup sebagai manusia! Setiap hari aku makan tuna dan salmon. Waktu aku masih manusia? Hah. Satu tahun sekali aku makan sashimi. Lalu, aku bisa tidur seharian dan tidak ada yang mengganggu. Tidak ada email yang menanyakan progress, tidak ada pesan yang tiba-tiba menyuruh lembur, tidak ada permintaan mengirim uang dan serentet nasihat soal mencari pasangan. Aku tidak perlu mandi, tapi badanku selalu wangi. Tidak perlu memikirkan pakai baju apa. Tidak perlu berpikir soal make up. Tidak perlu berdesak-desakan di kereta pagi! Betapa menyenangkan!
Lagipula, aku yakin tidak ada yang benar-benar merasa kehilangan.
Aku yakin mereka lebih senang kalau aku tidak ada….
“LUMIII~~!!”
Suara itu semakin familiar di telingaku.
Begitupun dengan apa yang mengikutinya. Sepasang lengan membelit tubuhku begitu erat—aku harus berontak supaya tidak mati tercekik—disusul ciuman bertubi di wajah dan bantalan cakar. Dia senang sekali melakukan itu.
Aku selalu menampar dan menendang orang ini tiap kali dia membenamkan wajahnya di perutku lalu menghirup dalam-dalam seolah aku ini opium.
Seperti rutinitas, Jovienne selalu melakukan ini tiap selesai berlatih pedang. Seperti rutinitas juga, gadis itu selalu tertawa, tidak peduli dengan luka cakar baru yang dia dapat, lalu aku disogok dengan potongan tuna segar.
Sedikit memalukan untuk diakui betapa aku selalu kalah. (Tuna di sini kelewat lezat!)
Orang-orang di sini selalu memberikan potongan ikan terbaik untukku.
(—aku merasa disayang.)
Mungkin hidup paling menyenangkan memang menjadi kucing. Kucing kerajaan, lebih tepatnya.
Walaupun sebagian besar waktuku kuhabiskan dengan tidur—sepertinya ‘hutang’ kurang tidur yang aku punya selama bertahun-tahun sejak SMA sedang menagih bayaran—sedikit demi sedikit aku mulai memiliki gambaran mengenai siapa babu kucing alias Putri Jovienne ini.
Petunjuk pertama adalah ketika aku melihatnya berlatih pedang. Bukan satu tapi dua pedang pendek dia mainkan dengan lihai.
Aku ingat ada satu scene dalam game di mana protagonis sempat dirampok dan ada petarung wanita yang menolongnya. Diingat-ingat lagi penampilan petarung itu tidak jauh dengan gadis yang hobinya menggosokkan wajah di buluku ini. Tidak ada yang tahu siapa nama petarung wanita itu di dalam game.
Ada rumor bahwa itu adalah teaser karakter baru untuk game cabang dari Cinta Abadi di Tanah Sakral Kaelros; semacam versi RPG untuk menarik minat pemain pria. Entah benar atau tidak. Tidak tahu juga bagaimana kelanjutan rumor itu, aku bahkan hampir lupa soal ini.
Petunjuk kedua aku dapatkan sewaktu dibawa pergi ke pantai.
Kerajaan ini, Solmara, rupanya menguasai area pesisir dan lautan. Melihat hutan bakau yang berbaris di satu sisi pantai dan tebing batu kapur di sisi lainnya, ada dua hal yang melintas di kepalaku.
Yang pertama adalah ketika protagonis wanita dan Caelian menyaksikan matahari terbenam di pantai ini, membahas nama calon anak, karena mereka baru merayakan kelahiran putri pertama Havren.
Yang kedua adalah ketika protagonis wanita mendengarkan cerita Havren. Lebih tepatnya memeluk pangeran termuda yang tengah menangis karena merasa tak berdaya menyaksikan kerusakan dan banyaknya korban jiwa akibat perang; dan pantai ini diperlihatkan dalam cuplikan cerita, dengan api berkobar melalap bangunan di antara jerit dan tangisan.
Aku merinding dan tidak bisa tidur semalaman sepulang dari pantai itu.
Sampai pagi aku terjaga, berpikir.
Jika ingatanku benar, jika penarikan kesimpulanku tidak salah, jika dua nasib kontras itu ada kaitannya dengan jalur cinta tiga pangeran, aku harus mencari cara untuk menyelamatkan diri—maksudku, menyelamatkan kerajaan ini.
Mungkin, mungkin saja, itu alasanku ada di dunia ini?
...*...
...*...
...*...
Omong-omong soal pantai, aku baru ingat pesanan figurine set terbaruku masih dalam perjalanan! Itu adalah limited edition tiga pangeran di musim panas dengan latar semesta alternatif di Hawai. Dan aku menapatkannya dengan susah payah!
Haaaahh… Kuharap kurir yang mengantar meletakkannya di depan pintu dan tidak ada orang iseng yang mengambil!!